Kemarin gue menerima sepucuk surat. Sebuah surat yang sifatnya antara ditunggu dan diharapkan tapi waktu akhirnya diterima malah bikin sedih dan jengkel. Because that is something I have to do, not the thing I want to do. Mudah2an gue tidak menyesal di kemudian hari. Sebetulnya, gue memang bukan tipe orang yg menengok ke belakang dan menyesali apa2 yg pernah gue lakukan atau yang tidak pernah gue lakukan. Tapi untuk sekarang ini gue nggak tahu apa yang gue rasa... karena semua bercampur jadi satu menjadi perasaan yang tidak gue kenali sama sekali.
That's why I tried to call you. Your call from the top of the hill really boost my energy up. Thank you. I mean it.
Friday, August 19, 2005
Thursday, August 18, 2005
My Son, The Model
Kemarin pagi, bukannya ngurusin anak2 RT yg mau karnaval... gue malah pagi2 udah keluarin mobil keliling2 komplek nyari tukang majalah. Eeee... tukang majalahnya nggak ada yg buka. Ya iya sih, setelah dipikir dgn tenang kan ya mrk itu pasti lagi siap2 ikutan panjang pinang TV7 yg di Kalimalang ya... oalah....
Nggak tenang, soalnya gue nggak sabar banget mau lihat majalah Ayahbunda no. 17. Karena... ada Aria di halaman mode! Oooooh... senangnya... senangnya... anakku bisa tampil secara nasional, di media cetak yang diperjualbelikan. Hahahahaha....
Pemotretannya sendiri udah hampir sebulan yang lalu. Waktu itu Aria lagi mau tumbuh gigi jadi ngeces nggak keruan. Yang tampil di majalah itu udah di touch up habis2an kali sama bagian artistik-nya karena kalau nggak... keliatan banjir gitu lho. Proses fotonya sendiri nggak lama, karena Arianya juga nggak rewel waktu itu. Seru2 aja dia mainan sendiri. Tapi agak susah karena dia juga nggak bisa diem kalau liat gue, maunya nyamperin. Makanya heran juga gue, pas hasilnya nongol kok ada juga yg dia nggak di posisi melata.... Hebat lah fotografernya.
Jadi... jangan lupa beli majalah Ayahbunda terbaru ya! :D
Yes, Biker, I slept smiling last night. And it was not just because Aria's pic is on the magazine....
Nggak tenang, soalnya gue nggak sabar banget mau lihat majalah Ayahbunda no. 17. Karena... ada Aria di halaman mode! Oooooh... senangnya... senangnya... anakku bisa tampil secara nasional, di media cetak yang diperjualbelikan. Hahahahaha....
Pemotretannya sendiri udah hampir sebulan yang lalu. Waktu itu Aria lagi mau tumbuh gigi jadi ngeces nggak keruan. Yang tampil di majalah itu udah di touch up habis2an kali sama bagian artistik-nya karena kalau nggak... keliatan banjir gitu lho. Proses fotonya sendiri nggak lama, karena Arianya juga nggak rewel waktu itu. Seru2 aja dia mainan sendiri. Tapi agak susah karena dia juga nggak bisa diem kalau liat gue, maunya nyamperin. Makanya heran juga gue, pas hasilnya nongol kok ada juga yg dia nggak di posisi melata.... Hebat lah fotografernya.
Jadi... jangan lupa beli majalah Ayahbunda terbaru ya! :D
Yes, Biker, I slept smiling last night. And it was not just because Aria's pic is on the magazine....
Tuesday, August 16, 2005
Ini dan Itu
Majalah dewi September udah keluar. Dan ada tulisan (plus wajah cantik) tante ini. Hebat... hebat.... Jangan lupa makan2 kalau nanti ambil honor. Hayoooo... yg masih hutang janji mau menulis... tante ini dan kawannya. Gimana? Jadi nggak.... Yg lain kalau berminat juga boleh lho.
Skrg kantor lagi kayak kapal tabrakan dengan kapal sebelahnya... huancuuuur... krn memang ada kegoncangan tabrakan antara edisi bulanan dan edisi khusus. Doakan saya selamat dan tidak karam ya....
Tadi pagi cek gigi Aria udah tumbuh lagi. Skrg kalau ketawa keliatan gigi2 kecil lucu banget. Dan dia seneng banget ketawa jd sering keliatan gigi. Tapi kalau dipaksa buka mulut pasti nggak mau. Hahaha.... Skrg dia lagi 'belajar' naik kuda nil. Masih takut-takut karena memang dia belum bisa berdiri betul. Tapi seperti biasa sok tahu aja. Trus kalau udah capek di punggung kuda nil dia main2 rodanya. Sambil bilang '..daaa...daaa...' Jadi giginya keliatan deh. Hahahaha....
Skrg kantor lagi kayak kapal tabrakan dengan kapal sebelahnya... huancuuuur... krn memang ada kegoncangan tabrakan antara edisi bulanan dan edisi khusus. Doakan saya selamat dan tidak karam ya....
Tadi pagi cek gigi Aria udah tumbuh lagi. Skrg kalau ketawa keliatan gigi2 kecil lucu banget. Dan dia seneng banget ketawa jd sering keliatan gigi. Tapi kalau dipaksa buka mulut pasti nggak mau. Hahaha.... Skrg dia lagi 'belajar' naik kuda nil. Masih takut-takut karena memang dia belum bisa berdiri betul. Tapi seperti biasa sok tahu aja. Trus kalau udah capek di punggung kuda nil dia main2 rodanya. Sambil bilang '..daaa...daaa...' Jadi giginya keliatan deh. Hahahaha....
Monday, August 15, 2005
Happy Happy Joy Joy
Duh senengnya... senengnya....
Pagi2, nyampe kantor, di atas meja ada oleh2... cardigan banana republic EMPAT BUAH (!!!!). Senangnya... senangnya.... Jadi mau ketawa terus nih. Senangnya....
Cerita wiken... main sama Aria sepuasnya. Trus karena eyang pengen punya celana training baru, jadi kita anterin ke Lotus. Sebelum pergi, suster bilang susu tinggal sekaleng. Oke deh... jadi sekalian belanja deh.
Eee... ternyata bener lho, kita berdua nganterin eyang. Krn waktu di Lotus, Aria minta minum, jadi ibu ya duduk aja nungguin Aria minum. Trus di bawah Lotus kan ada toko mainan... nah, pulangnya masuk ke situ deh. Aria langsung tertarik sama 'permainan vandalism' yang bentuknya palu2 buat mukul2. Waktu diintip, harganya 800rb!! Tolong. Tapi Aria serius banget main itu. Yaaa... biar gitu 800rb, yang bener aja.... Akhirnya akal2an sama eyang, mengalihkan perhatian Aria dengan bola kuning. Eeee... mau juga.... Ya udah, buruan deh didorong keluar strollernya... bayar bola... sepuluh ribu saja. Hihihihi....
Habis dari situ, mikir2 mau belanja ke mana. Akhirnya diputuskan ke Carrefour Cemp. Putih. Di sana udah sempet mau belanja ini itu. Tau2 waktu masuk, Aria wajahnya strawberry. Hehe... ini ciri2 kalau dia pupup. Ya udah, terpaksa ditungguin. Dan kok ya kasian bgt kayaknya pupup di stroller nggak enak. Jadi sementara ngebom gitu, Aria digendong pundak. Ya ampun. Gila deh baunya mematikaaaaaaaaaaaaaaaan.... Hahahaha....
Habis beli susu ini itu, ya udah, pulang deh. Sampe rumah Aria seger bener di mobil tidur terus. Beneran begitu nempel car seat langsung merem. Ya udah, berhubung dia seger akhirnya ya main2 terus sampe rasanya pinggang gue mau copoooot....
Tapi seneng lah, spending time with my Aria bener2 seru kok.
Btw, ini postingan paling nggak penting sedunia ya... hehehe... habis bengong nih, kantor kayak bedol desa, nggak ada orangnya. Ya sorry kalau jadi posting ngada2 gini. Hihihi....
Pagi2, nyampe kantor, di atas meja ada oleh2... cardigan banana republic EMPAT BUAH (!!!!). Senangnya... senangnya.... Jadi mau ketawa terus nih. Senangnya....
Cerita wiken... main sama Aria sepuasnya. Trus karena eyang pengen punya celana training baru, jadi kita anterin ke Lotus. Sebelum pergi, suster bilang susu tinggal sekaleng. Oke deh... jadi sekalian belanja deh.
Eee... ternyata bener lho, kita berdua nganterin eyang. Krn waktu di Lotus, Aria minta minum, jadi ibu ya duduk aja nungguin Aria minum. Trus di bawah Lotus kan ada toko mainan... nah, pulangnya masuk ke situ deh. Aria langsung tertarik sama 'permainan vandalism' yang bentuknya palu2 buat mukul2. Waktu diintip, harganya 800rb!! Tolong. Tapi Aria serius banget main itu. Yaaa... biar gitu 800rb, yang bener aja.... Akhirnya akal2an sama eyang, mengalihkan perhatian Aria dengan bola kuning. Eeee... mau juga.... Ya udah, buruan deh didorong keluar strollernya... bayar bola... sepuluh ribu saja. Hihihihi....
Habis dari situ, mikir2 mau belanja ke mana. Akhirnya diputuskan ke Carrefour Cemp. Putih. Di sana udah sempet mau belanja ini itu. Tau2 waktu masuk, Aria wajahnya strawberry. Hehe... ini ciri2 kalau dia pupup. Ya udah, terpaksa ditungguin. Dan kok ya kasian bgt kayaknya pupup di stroller nggak enak. Jadi sementara ngebom gitu, Aria digendong pundak. Ya ampun. Gila deh baunya mematikaaaaaaaaaaaaaaaan.... Hahahaha....
Habis beli susu ini itu, ya udah, pulang deh. Sampe rumah Aria seger bener di mobil tidur terus. Beneran begitu nempel car seat langsung merem. Ya udah, berhubung dia seger akhirnya ya main2 terus sampe rasanya pinggang gue mau copoooot....
Tapi seneng lah, spending time with my Aria bener2 seru kok.
Btw, ini postingan paling nggak penting sedunia ya... hehehe... habis bengong nih, kantor kayak bedol desa, nggak ada orangnya. Ya sorry kalau jadi posting ngada2 gini. Hihihi....
Wednesday, August 10, 2005
Friday, August 05, 2005
My Love
Pelipur lara paling mujarab setelah menghadapi kegoncangan duniawi yang menyebalkan adalah melihat the next Balawan beraksi.
Thursday, August 04, 2005
Wednesday, August 03, 2005
Few Updates
Wah gila juga ya... sibuk bgt sampe nggak sempat posting. Entah ya, ngapain aja sampe rasanya kekurangan waktu buat main2 blog.
Aria sekarang:

:: sudah belajar berdiri
:: lebih suka tetah (bikin bongkok ibu)
:: giginya sudah tumbuh 3 (dua di atas, satu di bawah)
:: tetap melata nggak pengen merangkak
:: akhirnya mau makan nasi tim diblender
:: kalau ditinggal ke kantor pasti nangis
Aria sekarang:

:: sudah belajar berdiri
:: lebih suka tetah (bikin bongkok ibu)
:: giginya sudah tumbuh 3 (dua di atas, satu di bawah)
:: tetap melata nggak pengen merangkak
:: akhirnya mau makan nasi tim diblender
:: kalau ditinggal ke kantor pasti nangis
Wednesday, July 13, 2005
High Hopes
The Long and Winding Road
The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I've seen that road before
It always leads me here
Lead me to you door
The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day
Why leave me standing here
Let me know the way
Many times I've been alone
And many times I'vecried
Any way you'll never know
The many ways I've tried
But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't leave me waiting here
Lead me to your door
But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't leave me waiting here
Lead me to your door
Yeah, yeah, yeah, yeah
The Beatles
The long and winding road
That leads to your door
Will never disappear
I've seen that road before
It always leads me here
Lead me to you door
The wild and windy night
That the rain washed away
Has left a pool of tears
Crying for the day
Why leave me standing here
Let me know the way
Many times I've been alone
And many times I'vecried
Any way you'll never know
The many ways I've tried
But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't leave me waiting here
Lead me to your door
But still they lead me back
To the long winding road
You left me standing here
A long long time ago
Don't leave me waiting here
Lead me to your door
Yeah, yeah, yeah, yeah
The Beatles
Wednesday, June 29, 2005
Terganggu
Hal-hal yang mengganggu gue 2 hari ini:
1. Pembangunan gedung sebelah yg bikin mobil gue berdebu.
2. Temen yang sungguh oh sungguh tidak aware sama makhluk yang namanya tenggat.
3. Lay out baru Kompas.
1. Pembangunan gedung sebelah yg bikin mobil gue berdebu.
2. Temen yang sungguh oh sungguh tidak aware sama makhluk yang namanya tenggat.
3. Lay out baru Kompas.
Sunday, June 26, 2005
Tidak Sesuai
Sekali saja perbuatanmu tidak sejalan dengan perkataanmu, jangan harap orang akan percaya padamu lagi. And don't get mad if they make fun of you.
Thursday, June 23, 2005
Hidup
Gue (G): Hidup ini apa?
Dia (D): Maksudnya?
G : Buat loe, hidup ini pilihan atau takdir?
D : Hidup ini kumpulan berbagai pilihan. Nah, loe pilih apa, itu takdir.
Dia (D): Maksudnya?
G : Buat loe, hidup ini pilihan atau takdir?
D : Hidup ini kumpulan berbagai pilihan. Nah, loe pilih apa, itu takdir.
Wednesday, June 22, 2005
Macet
Nyokap (N) : Wong sudah pake baju bagus kok ya masih klesotan di lantai dolanan kucing.
Gue (G): Enakan main sama adik daripada ngantor.
Aria (A): Hu hu hu... hehehehe....
N : Sana berangkat, nanti telat.
G : Ya sudah pasti telat, sekarang aja sdh jam 8.30. Hahahaha....
A : Ta ta ta ta....
N : Trus nanti kalau ditanya bilang apa?
G : Macet. Hihi....
N : Di mana?
G : Di ruang tamu.
A : Ta ta ta ta....
Gue (G): Enakan main sama adik daripada ngantor.
Aria (A): Hu hu hu... hehehehe....
N : Sana berangkat, nanti telat.
G : Ya sudah pasti telat, sekarang aja sdh jam 8.30. Hahahaha....
A : Ta ta ta ta....
N : Trus nanti kalau ditanya bilang apa?
G : Macet. Hihi....
N : Di mana?
G : Di ruang tamu.
A : Ta ta ta ta....
Monday, June 20, 2005
Tertawa Ha Ha Ha
Aria lagi senang2nya ketawa. Biasanya memang kalau becanda di baby box, dia di dalem gue gangguin dari kasur gue, dia trus ngakak2 gitu. Hahahaha.... Ketawanya nular banget deh pokoknya. Kemarin gue duduk di teras depan, baca koran sambil ngelesot di lantai karena Aria mau main2 sama tanaman2 nyokap. Tiba2 ada 2 kucing masuk ke halaman, trus main2 sama tanaman. Aria memang lagi suka liat kucing. Begitu ada 2 kucing di depannya, dia langsung duduk (tadinya posisi melata...), trus serius banget ngeliat kucing2 itu. Kucing2 itu main2 sama tanaman merambat, kejar2an trus lompat2nya, Aria keliatan seneng banget liat kesibukan mereka. Trus tau2 salah satu kucing kesangkut akar tanaman waktu mau lompat. Eh... Aria ketawa lho ngeliatnya. Memang dia udah ngerti ya adegan kocak begitu? Gue sampe heran. Trus sejak itu Aria ketawa nggak brenti2 liat kucing2 itu. Sementara gue ketawa liat anak gue ketawa. Karena mata sipitnya hilang kalau dia ketawa.... Ha ha ha....
Malemnya, di TV7 ada Shrek. Gue sih nggak pengen liat sebenernya. Mana di dub Indonesia lagi. Males. Tapi waktu mau ganti gue liat Aria duduk di depan tv sambil ketawa2 ngeliatin donkey lagi kejar2an. Lagi2 dia ketawa ha ha ha... dan lagi2 gue ketawa liatin ekspresi ketawanya Aria. Gemeeeeessss banget!
Wah, punya bayi bisa bikin awet muda ternyata ya.
Malemnya, di TV7 ada Shrek. Gue sih nggak pengen liat sebenernya. Mana di dub Indonesia lagi. Males. Tapi waktu mau ganti gue liat Aria duduk di depan tv sambil ketawa2 ngeliatin donkey lagi kejar2an. Lagi2 dia ketawa ha ha ha... dan lagi2 gue ketawa liatin ekspresi ketawanya Aria. Gemeeeeessss banget!
Wah, punya bayi bisa bikin awet muda ternyata ya.
Thursday, June 16, 2005
Lelah Tiada Tara part III
Episode The Polkadot-Baby
Setelah seru2 demam berdarah, akekah, dan upacara turun tanah... ternyata masih ada lagi lho!
Gue kan trauma banget kalau Aria bangun tidur trus diem aja nggak ketawa nggak teriak. Karena rasanya ngeliat dia di rumah sakit yg nggak ngapa2in... duuuuh... sedih kan. Jadi sering banget kalau dia lagi diem gue langsung ribut... "Kok diem aja?" Padahal kan mungkin aja dia lagi istirahat ya? Hehehe....
Aria tuh sekarang udah jago merayap. Dia mungkin maunya merangkak tapi susah banget ngangkat pantatnya. Jadi ya melata kayak tentara lagi halang rintang.... Melatanya cepet banget. Awal2 sih bikin gue latah krn gue takut jidat nonongnya kejedut... tp ternyata dia cukup jago bermanuver... hahaha.... Alhamdulillah aman2 aja.
Sampai suatu hari Aria ikutan PIN di posyandu. Dianter eyang Titik & suster krn gue ngantor. Habis imunisasi Aria biasa2 aja. Dia skrg disuntik juga udah biasa. Yg nggak biasa adalah sehari sesudah PIN badan Aria anget! Dari pagi udah anget, tapi dia tetep lincah jenaka melata ke mana2. Waktu diukur badannya 37.5. Gue telpon ke RS, dan kata susternya sih panas segitu masih normal. Jadi nggak perlu khawatir, asal Aria mau makan minum normal, nggak pa pa. Suster RS juga bilang kalau imunisasi polio nggak akan bikin badan anget. Ok deh.
Memang sih badannya nggak jadi makin panas. Tapi kok juga nggak dingin? Gue udah mulai cemas tapi melihat Aria yg santai2 aja, gue biasa lagi. Hanya waktu udah 2 hari masih tetep anget terus, gue mulai kasak kusuk. Hari ketiga Aria mulai nggak mau makan. Nah! Pulang kantor gue langsung bawa ke RS. Dokternya Aria ternyata sama traumatisnya kayak gue. Begitu dia liat Aria dan dipegang badannya anget, dia langsung suruh test bintik buat cek demam berdarah. Aman. Dokter curiga radang tenggorokan lagi. Diperiksalah ke THT, bener. Dan kali ini radang tenggorokanplus sariawan di langit2. Aduuuuh.. kan sakit ya. Pantesan nggak mau makan. Dikasih resep antibiotik dan jadwal inhalasi, ya udah pulang deh. Aria agak rewel karena dia mungkin haus dan laper tapi mau makan sakit. Kasihaaaaan deh. Gue udah mulai mewek tuh.
Lewat semalem, paginya pipi & telinga Aria merah2. Duh, apa lagi nih.... Gue udah sedih aja karena Aria makin rewel, gatel kali ya. Gue takut juga kalau itu alergi antibiotik. Apalagi karena gue sendiri alergi ampicilin jadi siapa tahu anak gue ikutan? Jadi hari itu sekalian inhalasi gue bikin janji dokter anak. Gue agak ngeyel nggak mau nunggu sampe sore, jadi ya terpaksa janjian di UGD. Kata dokter itu bukan reaksi alergi, tp kalau dibilang insect bite kok ya banyak.... Akhirnya konsultasi sama dokter kulit segala. Dokternya bilang itu gigitan serangga. Gue sih nggak yakin, tp dokternya ngasih resep, ya udah coba dulu. Tp setelah gue pikir lagi, ngapain juga gue beli obat? Kalau insect bite ya udah kasih minyak tawon aja dong....
Akhirnya resep gue kantongin.
Pulang ke rumah. Aria masih anget, masih rewel susah makan susah minum.... Bintik2 makin banyak. Gue agak panik, tapi nyokap mulai curiga kalau Aria kena campak. Mungkin banget! Aria kan memang belum sempat imunisasi campak, jadwalnya tanggal 25 Juni. Langsung gue googling cari2 info soal campak. Dari balita-anda.com banyak yg ngasih saran diobatin pake kunyit+madu. Gue sempet ragu tp kata nyokap kunyit nggak bahaya dan memang menghilangkan racun di perut. Ya udah, akhirnya diminumin sesendok. Dan bener lho... bintik2 keluar makin banyak. Tp Aria jadi tenang nggak rewel lagi. Wah, semangat nih gue. Trus ada yg ngasih info air kelapa ijo. Gue beli, dan ternyata Aria suka. Ya udah jadi sore itu minumnya air kelapa muda ijo campur madu. Hm, enak ya.... Tenang deh.
Selama gue googling, gue dapat juga info kalau sakit campak nggak bahaya, hanya hrs tetep waspada sama penyakit penyerta... bisa radang tenggorokan, radang mata atau radang paru2. Oh tolong. Gue panik lagi. Huhuhuhu... gimana nih?
Akhirnya diputusin kita tunggu semalem dulu. Krn Aria juga nggak rewel jadi moga2 nggak pa pa. Senin pagi baru dibawa ke dokter. Tp gue inget kalau hr Senin gue harus ke pengadilan agama. Lah? Jadi gimana dong? Akhirnya ya nyokap yg ke RS. Karena mobil gue pake, terpaksa sewa mobil.
Seninnya, seperti rencana, gue ke sidang. Biasanya ditemenin nyokap, tp krn nyokap nganter Aria jd gue sendiri. Di jalan, gue denger radio.... Ternyata gara2 PIN itu, banyak yg kena campak. Sampe ada yg meninggal. Amit2 jabang bayi!!! Gue langsung nangis sejadi2nya karena takut banget Aria kenapa2. Sepanjang jalan sms-an sama nyokap. Tapi tetep aja air mata nggak bisa distop. Gila aja... padahal nyetir bo. Duuuuh.... Tadinya pulang sidang mau pulang aja. Tp ada meeting di kantor yg nggak bisa dibatalin. Aaaaah. Tobat. Ya udah, gue telp nyokap, kata nyokap Aria nggak pa pa. Ya udah, gue ke kantor. Meskipun dengan kecemasan tinggi.
Siang baru gue agak tenang. Krn nyokap cerita dpt konfirmasi dari dokter kalau Aria memang kena morbili. Trus komplikasinya radang tenggorokan, not too bad. Bisa diatasi. Alhamdulillah. Ternyata belum sempat diimunisasi sama dokter, udah diimunisasi oleh alam. Oalah....
Di kantor gue sempetin googling lagi, liat2 lagi. Dan ternyata morbili gila ini menular lewat air liur. Jadi kesimpulan gue, waktu PIN itu banyak anak2 yg nggak sengaja bertukar liur lewat pipet vaksin. Siapa yg tau kalau dari sekian banyak anak itu masih ada yg nyimpen morbili di badannya? Jadi dari situ deh my baby dan bayi2 lain yg kena campak kemasukan virus kampret itu. HUH. Gimana ya caranya biar PIN itu bisa lebih steril? Vaksinnya sih gratis, tapi biaya dokternya juga udah nggak karuan. Sekali lagi HUH. Kasihan my baby, kasihan juga my kantong. Lihat dong, wajahnya jadi totol2, polkadot. Huhuhuhu.....
Alhamdulillah sekarang Aria udah gembira lagi. Totol2 sudah sirna. Dan dia udah bisa ketawa2 lagi. Kelucuan sudah kembali. Hehehe.... Setiap hari udah bisa bikin gue telat ngantor, habis macet di ruang tamu.... hahaha.... Aria tiap pagi siang sore selalu mondar mandir, kadang2 sambil 'nyanyi'. Lucu banget. Lumayan lah buat hiburan. Biarpun badan gue rasanya bubar banget. Capek....
Rasanya juga mimpi kali ye mau leyeh2 istirahat, karena kemarin sore pengasuhnya Aria gue cutikan sementara waktu. Habis kayaknya dia kemasukan virus Aria... either demam berdarah atau morbili... karena badannya selalu nggak enak katanya. Dibawa ke dokter, malah alergi obat, diperiksa lab sih nggak ada yg salah, tp kok dia nggak bener. Tadinya dia ngeyel nggak mau pulang karena ya kalau pulang kan nggak dpt duit. Tp setengah gue paksa karena kalau dia masih di rumah kan malah ngerepotin. Ngasuh Aria nggak bisa, malah harus kita asuh.... Tp dibilangin juga nggak nurut. Misalnya gue bilang jgn deket2 Aria dulu, dia cuek aja gendong2. Krn mrk emang berteman sih. Tp kan Aria jadinya nggak sehat2 juga... virusnya muter2 aja gitu kan. Duuuuh. Waktu pulang dia jadinya nangis. Kasian sih. Skrg nyokap gue deh tahanan rumah, di rumah berdua sama my baby. Wah, culun deh. Betul2 lelah tiada tara.....
Setelah seru2 demam berdarah, akekah, dan upacara turun tanah... ternyata masih ada lagi lho!
Gue kan trauma banget kalau Aria bangun tidur trus diem aja nggak ketawa nggak teriak. Karena rasanya ngeliat dia di rumah sakit yg nggak ngapa2in... duuuuh... sedih kan. Jadi sering banget kalau dia lagi diem gue langsung ribut... "Kok diem aja?" Padahal kan mungkin aja dia lagi istirahat ya? Hehehe....
Aria tuh sekarang udah jago merayap. Dia mungkin maunya merangkak tapi susah banget ngangkat pantatnya. Jadi ya melata kayak tentara lagi halang rintang.... Melatanya cepet banget. Awal2 sih bikin gue latah krn gue takut jidat nonongnya kejedut... tp ternyata dia cukup jago bermanuver... hahaha.... Alhamdulillah aman2 aja.
Sampai suatu hari Aria ikutan PIN di posyandu. Dianter eyang Titik & suster krn gue ngantor. Habis imunisasi Aria biasa2 aja. Dia skrg disuntik juga udah biasa. Yg nggak biasa adalah sehari sesudah PIN badan Aria anget! Dari pagi udah anget, tapi dia tetep lincah jenaka melata ke mana2. Waktu diukur badannya 37.5. Gue telpon ke RS, dan kata susternya sih panas segitu masih normal. Jadi nggak perlu khawatir, asal Aria mau makan minum normal, nggak pa pa. Suster RS juga bilang kalau imunisasi polio nggak akan bikin badan anget. Ok deh.
Memang sih badannya nggak jadi makin panas. Tapi kok juga nggak dingin? Gue udah mulai cemas tapi melihat Aria yg santai2 aja, gue biasa lagi. Hanya waktu udah 2 hari masih tetep anget terus, gue mulai kasak kusuk. Hari ketiga Aria mulai nggak mau makan. Nah! Pulang kantor gue langsung bawa ke RS. Dokternya Aria ternyata sama traumatisnya kayak gue. Begitu dia liat Aria dan dipegang badannya anget, dia langsung suruh test bintik buat cek demam berdarah. Aman. Dokter curiga radang tenggorokan lagi. Diperiksalah ke THT, bener. Dan kali ini radang tenggorokanplus sariawan di langit2. Aduuuuh.. kan sakit ya. Pantesan nggak mau makan. Dikasih resep antibiotik dan jadwal inhalasi, ya udah pulang deh. Aria agak rewel karena dia mungkin haus dan laper tapi mau makan sakit. Kasihaaaaan deh. Gue udah mulai mewek tuh.
Lewat semalem, paginya pipi & telinga Aria merah2. Duh, apa lagi nih.... Gue udah sedih aja karena Aria makin rewel, gatel kali ya. Gue takut juga kalau itu alergi antibiotik. Apalagi karena gue sendiri alergi ampicilin jadi siapa tahu anak gue ikutan? Jadi hari itu sekalian inhalasi gue bikin janji dokter anak. Gue agak ngeyel nggak mau nunggu sampe sore, jadi ya terpaksa janjian di UGD. Kata dokter itu bukan reaksi alergi, tp kalau dibilang insect bite kok ya banyak.... Akhirnya konsultasi sama dokter kulit segala. Dokternya bilang itu gigitan serangga. Gue sih nggak yakin, tp dokternya ngasih resep, ya udah coba dulu. Tp setelah gue pikir lagi, ngapain juga gue beli obat? Kalau insect bite ya udah kasih minyak tawon aja dong....
Akhirnya resep gue kantongin.
Pulang ke rumah. Aria masih anget, masih rewel susah makan susah minum.... Bintik2 makin banyak. Gue agak panik, tapi nyokap mulai curiga kalau Aria kena campak. Mungkin banget! Aria kan memang belum sempat imunisasi campak, jadwalnya tanggal 25 Juni. Langsung gue googling cari2 info soal campak. Dari balita-anda.com banyak yg ngasih saran diobatin pake kunyit+madu. Gue sempet ragu tp kata nyokap kunyit nggak bahaya dan memang menghilangkan racun di perut. Ya udah, akhirnya diminumin sesendok. Dan bener lho... bintik2 keluar makin banyak. Tp Aria jadi tenang nggak rewel lagi. Wah, semangat nih gue. Trus ada yg ngasih info air kelapa ijo. Gue beli, dan ternyata Aria suka. Ya udah jadi sore itu minumnya air kelapa muda ijo campur madu. Hm, enak ya.... Tenang deh.
Selama gue googling, gue dapat juga info kalau sakit campak nggak bahaya, hanya hrs tetep waspada sama penyakit penyerta... bisa radang tenggorokan, radang mata atau radang paru2. Oh tolong. Gue panik lagi. Huhuhuhu... gimana nih?
Akhirnya diputusin kita tunggu semalem dulu. Krn Aria juga nggak rewel jadi moga2 nggak pa pa. Senin pagi baru dibawa ke dokter. Tp gue inget kalau hr Senin gue harus ke pengadilan agama. Lah? Jadi gimana dong? Akhirnya ya nyokap yg ke RS. Karena mobil gue pake, terpaksa sewa mobil.
Seninnya, seperti rencana, gue ke sidang. Biasanya ditemenin nyokap, tp krn nyokap nganter Aria jd gue sendiri. Di jalan, gue denger radio.... Ternyata gara2 PIN itu, banyak yg kena campak. Sampe ada yg meninggal. Amit2 jabang bayi!!! Gue langsung nangis sejadi2nya karena takut banget Aria kenapa2. Sepanjang jalan sms-an sama nyokap. Tapi tetep aja air mata nggak bisa distop. Gila aja... padahal nyetir bo. Duuuuh.... Tadinya pulang sidang mau pulang aja. Tp ada meeting di kantor yg nggak bisa dibatalin. Aaaaah. Tobat. Ya udah, gue telp nyokap, kata nyokap Aria nggak pa pa. Ya udah, gue ke kantor. Meskipun dengan kecemasan tinggi.
Siang baru gue agak tenang. Krn nyokap cerita dpt konfirmasi dari dokter kalau Aria memang kena morbili. Trus komplikasinya radang tenggorokan, not too bad. Bisa diatasi. Alhamdulillah. Ternyata belum sempat diimunisasi sama dokter, udah diimunisasi oleh alam. Oalah....
Di kantor gue sempetin googling lagi, liat2 lagi. Dan ternyata morbili gila ini menular lewat air liur. Jadi kesimpulan gue, waktu PIN itu banyak anak2 yg nggak sengaja bertukar liur lewat pipet vaksin. Siapa yg tau kalau dari sekian banyak anak itu masih ada yg nyimpen morbili di badannya? Jadi dari situ deh my baby dan bayi2 lain yg kena campak kemasukan virus kampret itu. HUH. Gimana ya caranya biar PIN itu bisa lebih steril? Vaksinnya sih gratis, tapi biaya dokternya juga udah nggak karuan. Sekali lagi HUH. Kasihan my baby, kasihan juga my kantong. Lihat dong, wajahnya jadi totol2, polkadot. Huhuhuhu.....Alhamdulillah sekarang Aria udah gembira lagi. Totol2 sudah sirna. Dan dia udah bisa ketawa2 lagi. Kelucuan sudah kembali. Hehehe.... Setiap hari udah bisa bikin gue telat ngantor, habis macet di ruang tamu.... hahaha.... Aria tiap pagi siang sore selalu mondar mandir, kadang2 sambil 'nyanyi'. Lucu banget. Lumayan lah buat hiburan. Biarpun badan gue rasanya bubar banget. Capek....
Rasanya juga mimpi kali ye mau leyeh2 istirahat, karena kemarin sore pengasuhnya Aria gue cutikan sementara waktu. Habis kayaknya dia kemasukan virus Aria... either demam berdarah atau morbili... karena badannya selalu nggak enak katanya. Dibawa ke dokter, malah alergi obat, diperiksa lab sih nggak ada yg salah, tp kok dia nggak bener. Tadinya dia ngeyel nggak mau pulang karena ya kalau pulang kan nggak dpt duit. Tp setengah gue paksa karena kalau dia masih di rumah kan malah ngerepotin. Ngasuh Aria nggak bisa, malah harus kita asuh.... Tp dibilangin juga nggak nurut. Misalnya gue bilang jgn deket2 Aria dulu, dia cuek aja gendong2. Krn mrk emang berteman sih. Tp kan Aria jadinya nggak sehat2 juga... virusnya muter2 aja gitu kan. Duuuuh. Waktu pulang dia jadinya nangis. Kasian sih. Skrg nyokap gue deh tahanan rumah, di rumah berdua sama my baby. Wah, culun deh. Betul2 lelah tiada tara.....
Tuesday, June 14, 2005
Saturday, June 11, 2005
Lelah Tiada Tara part II
Episode Akikah dan Turun Tanah plus Ibu Sakit Gigi
Sebelum Aria kena DB, sdh ada rencana buat bikin acara turun tanah. Ini sih bisa2nya gue krn gue kan memang suka rame2 bau2 jawa begitu. Dari waktu hamil dulu kan sebetulnya udah pengeeeeen banget bikin acara2 begitu, tp selalu akhirnya batal. Ooooo... makanya skrg Aria ngeces... ibunya pengen diupacarain.... haha.... Jadi waktu skrg punya kesempatan bikin sesuatu buat Aria, gue semangat banget. Apalagi Papap & PapaCay juga setuju, girang dan siap2 mau pulang.
Tapi kok Aria habis demam berdarah gitu? Waktu DB kan dia lemes banget. Jadi gue udah ragu2. Tapi setelah demam berlalu dia kok malah gesit dan makin lincah, as if nothing had happened. Wah, pertanda bagus nih. Dan memang sih semua udah dipesan. Tenda, catering, dan yg plg top kan tiket pp org2 Sing.... hmmm.... Ya udah, akhirnya rencana jalan terus, tgl. 29 Mei tetep akan ada acara turun tanah. Trus gue diingetin punya 'utang' potong kambing 2 ekor. Ya sudah sekalian aja.
Ternyata, sekecil apa pun acara yg mau dibuat, kalau udah judulnya ngundang2 orang kok ya ribet yaaaaa... ooooo.... Padahal yg diundang cuma tetangga & saudara, tp kalau nggak bagus kan ya nggak enak. Jadilah gue mondar mandir gonjang ganjing lagi. Belum juga tarik napas abis kemarin disetrap di rumah sakit, gue udah ke sana ke mari ngurus macem. Pilih2 menu yg simpel tapi enak aja ribet banget. Belum org tenda yg cancel2 melulu pas jadwal ngukur... bikin deg2an aja. Oh ya, di mana beli kambing? Gue cap cip cup kembang kuncup... pas di jalan 'nemu' papan kecil ada tulisan 'catering service hj.sukilah, sedia kambing akekah.' Sumpah nggak tau enak apa nggak bagus apa nggak, sambil jalan ke kantor gue telp itu ibu hajah dan pesen kambing guling 2 ekor. Trus juga beli pernak pernik bangsa kurungan ayam, perlengkapan yg di dalamnya, dan lain lain dan lain lain.
Serunya, waktu di tengah hiruk pikuk itu gue sakit gigi! Aaaaaah... toloooooong.... jd gue mau nggak mau nyempatin diri ke dokter gigi buat perawatan root canal 2 gigi! Wadow!
Alhamdulillah, tgl. 29 semua lancar. Acara rencananya mulai jam 10.30. Pas jam 10.15 Aria merem di pundak gue! Hahahaha... dan nggak bisa dibangunin. Hahahaha... kocak banget. Udah gue apa2in nggak bangun juga. Dari mulai dicium-cium sampe dikitik-kitik... nggak mempan. Akhirnya salah seorang teman ibu yang berprofesi sebagai dukling alias dukun keliling merangkap pawang hujan *Halo Om Nano* turun tangan dan dgn jampi2nya Aria berhasil dibangunkan. Berhasil... berhasil... hore *a la Dora*
Seperti juga jutaan upacara turun tanah lainnya, Aria dituntun menginjak jadah 7 warna (warnanya tetep putih sih, efek warna warni itu krn ditempeli kertas berwarna), trus naik tangga tebu 7 step, trus dimandiin, dipakein baju baru, trus dimasukin ke kurungan ayam yang diisi ayam, mainan, dan benda2 yg berguna. Aria lucu banget pake topi janur, trus ketawa2 naik turun tangga tebu, dan bingung milih2 apa waktu di dalam kurungan ayam. Akhirnya dia milih gitar. Will he become the next Balawan? Hahahaha....
Acara selebihnya, makan2, berjalan mulus. Alhamdulillah makanan nggak kurang, dan enak.... Kambing yg cap cip cup itu ternyata endang gurindang bambang... sedaaaaap.... Alhamdulillah.
Setelah acara Aria yg seneng. Krn jadi punya mainan banyaaaak... baju baru banyaaaak.... Gue baru tau kalau turun tanah juga dapet kado. Trus jg rumah bbrp hari kan rame banyak saudara, Aria bener2 asyik banget. Seneng kamu ya Nak!
Habis itu gue rasanya pengen tiduran 3 hari. Tapi ya ternyata nggak bisa tuh. Selain hr Senin gue hrs datang ke pengadilan agama, masih ada 'keramaian' lain. Kenapa? Masih bersambung nih....
Sebelum Aria kena DB, sdh ada rencana buat bikin acara turun tanah. Ini sih bisa2nya gue krn gue kan memang suka rame2 bau2 jawa begitu. Dari waktu hamil dulu kan sebetulnya udah pengeeeeen banget bikin acara2 begitu, tp selalu akhirnya batal. Ooooo... makanya skrg Aria ngeces... ibunya pengen diupacarain.... haha.... Jadi waktu skrg punya kesempatan bikin sesuatu buat Aria, gue semangat banget. Apalagi Papap & PapaCay juga setuju, girang dan siap2 mau pulang.
Tapi kok Aria habis demam berdarah gitu? Waktu DB kan dia lemes banget. Jadi gue udah ragu2. Tapi setelah demam berlalu dia kok malah gesit dan makin lincah, as if nothing had happened. Wah, pertanda bagus nih. Dan memang sih semua udah dipesan. Tenda, catering, dan yg plg top kan tiket pp org2 Sing.... hmmm.... Ya udah, akhirnya rencana jalan terus, tgl. 29 Mei tetep akan ada acara turun tanah. Trus gue diingetin punya 'utang' potong kambing 2 ekor. Ya sudah sekalian aja.
Ternyata, sekecil apa pun acara yg mau dibuat, kalau udah judulnya ngundang2 orang kok ya ribet yaaaaa... ooooo.... Padahal yg diundang cuma tetangga & saudara, tp kalau nggak bagus kan ya nggak enak. Jadilah gue mondar mandir gonjang ganjing lagi. Belum juga tarik napas abis kemarin disetrap di rumah sakit, gue udah ke sana ke mari ngurus macem. Pilih2 menu yg simpel tapi enak aja ribet banget. Belum org tenda yg cancel2 melulu pas jadwal ngukur... bikin deg2an aja. Oh ya, di mana beli kambing? Gue cap cip cup kembang kuncup... pas di jalan 'nemu' papan kecil ada tulisan 'catering service hj.sukilah, sedia kambing akekah.' Sumpah nggak tau enak apa nggak bagus apa nggak, sambil jalan ke kantor gue telp itu ibu hajah dan pesen kambing guling 2 ekor. Trus juga beli pernak pernik bangsa kurungan ayam, perlengkapan yg di dalamnya, dan lain lain dan lain lain.
Serunya, waktu di tengah hiruk pikuk itu gue sakit gigi! Aaaaaah... toloooooong.... jd gue mau nggak mau nyempatin diri ke dokter gigi buat perawatan root canal 2 gigi! Wadow!
Alhamdulillah, tgl. 29 semua lancar. Acara rencananya mulai jam 10.30. Pas jam 10.15 Aria merem di pundak gue! Hahahaha... dan nggak bisa dibangunin. Hahahaha... kocak banget. Udah gue apa2in nggak bangun juga. Dari mulai dicium-cium sampe dikitik-kitik... nggak mempan. Akhirnya salah seorang teman ibu yang berprofesi sebagai dukling alias dukun keliling merangkap pawang hujan *Halo Om Nano* turun tangan dan dgn jampi2nya Aria berhasil dibangunkan. Berhasil... berhasil... hore *a la Dora*
Seperti juga jutaan upacara turun tanah lainnya, Aria dituntun menginjak jadah 7 warna (warnanya tetep putih sih, efek warna warni itu krn ditempeli kertas berwarna), trus naik tangga tebu 7 step, trus dimandiin, dipakein baju baru, trus dimasukin ke kurungan ayam yang diisi ayam, mainan, dan benda2 yg berguna. Aria lucu banget pake topi janur, trus ketawa2 naik turun tangga tebu, dan bingung milih2 apa waktu di dalam kurungan ayam. Akhirnya dia milih gitar. Will he become the next Balawan? Hahahaha....
Acara selebihnya, makan2, berjalan mulus. Alhamdulillah makanan nggak kurang, dan enak.... Kambing yg cap cip cup itu ternyata endang gurindang bambang... sedaaaaap.... Alhamdulillah.
Setelah acara Aria yg seneng. Krn jadi punya mainan banyaaaak... baju baru banyaaaak.... Gue baru tau kalau turun tanah juga dapet kado. Trus jg rumah bbrp hari kan rame banyak saudara, Aria bener2 asyik banget. Seneng kamu ya Nak!
Habis itu gue rasanya pengen tiduran 3 hari. Tapi ya ternyata nggak bisa tuh. Selain hr Senin gue hrs datang ke pengadilan agama, masih ada 'keramaian' lain. Kenapa? Masih bersambung nih....
Monday, June 06, 2005
Lelah Tiada Tara
Jadi... ke mana aja?
Di sini aja. Tapi capeknya kayak habis lari-lari keliling Jakarta 243 kali.
Pertama gara-gara Aria masuk rumah sakit pertengahan Mei kemarin, kok ya pas gue lagi deadline kerjaan di kantor edan2an. F**k the deadline, my baby is the most important thing in my life.
Awalnya badannya anget gitu, sempet 39 derajat. Naik turun naik turun. Akhirnya gue bawa ke IGD Hermina Bekasi. Pas berangkat udah panaaaaas banget. Aria dieeeeem aja. Lemes kali ya. Tapi begitu sampe parkiran, dia udah ngoceh2 lagi, sambil ketawa2. Hiiiii... gemes. Sempet kepikiran mau pulang lagi, trus inget kalau panas badannya memang 'berpola' naik turun. Tunggu aja sebentar. Bener. Tahu2 dia lemes lagi, dan panas lagi. Ya ampun. Masuklah ke IGD. Aria mulai resah karena banyak orang mondar mandir. Ngambek berat. Dan makin parah nangisnya waktu ditelanjangin. Ternyata kalau nurunin panas badan anak2 itu, caranya: buka bajunya, semprot2 pake air mineral, trus dikipasin. Duh. Kok malah dianginin gitu ya. Ternyata memang turun juga sih panasnya.
Dokter bilang kalau dalam 2 hr masih panas langsung test lab. Ya udah. Pulang.
Besoknya masih panas, tapi udah mau main2, dan makan sedikit. Besoknya lagi kayak nggak ada apa2. Ketawa2 biasa. Ya udah dong. Gue lega banget berarti nggak usah test lab. Berarti panas kemarin ya memang panas2 bayi aja.
Tapiiiiii.... Minggu pagi2 buta Aria gelisah banget di baby box. Ah uh ah uh... nggak nangis tapi kayaknya sedih banget. Jam 3 pagi gue angkat ke tempat tidur gue, gue kelonin. Masih gelisah, meskipun nggak bangun. Jam 5 pagi temperaturnya naik lagi... trus... jam 7 sampe 39 derajat lagi. Ya udah, gue bawa lagi ke rumah sakit. Telpon kantor, bilang mau datang telat krn hrs ke rumah sakit.
Dokternya Aria baru praktek jam 10, ok, kita tungguin aja. Begitu dateng, si dokter langsung buka baju Aria dan langsung keluar perintah: Periksa Lab. Komplit. Ok. Periksa THT juga, sepertinya radang tenggorokan. Dianter Eyang, Aria masuk ke lab ambil darah (Ibu di luar, takut). Tunggu 30 menit. Selama itu kita ke ruang inhalasi krn kata dokter THT ada radang. Habis itu, hasil lab keluar, masuk ruang praktek dokter lagi. Diagnosa awal: "Wah ini seperti demam berdarah, opname aja ya, supaya lebih mudah observasi." Ok. Gonjang ganjing cari kamar. Tinggal sisa 1 tempat lagi, di kelas 1 yg sekamar berdua. Ok, I took it. And you know what, itu kamar terakhir yg ada. Pasien sesudah Aria terpaksa dirawat di Mitra Keluarga.
Sebelum masuk kamar perawatan, Aria diinfus dulu. Saking lemesnya, dia sampe udah nggak berontak. Diem aja. Masih ah uh ah uh tapi nggak nangis. Ya udah, masuk kamar. Oh ya, paginya sebelum pergi, susternya Aria nggak ikut krn badannya anget juga. Duuuuh... ada apa siiiih....
Setelah ada di kamar, Aria langsung tidur. Pulas banget. Setelah diskusi berdua, akhirnya diputusin nyokap pulang ke rumah, ambil baju2 kita, gue di RS aja nungguin Aria. Ya udah, gue tungguin my baby tidur. Sambil gue telpon kanan kiri beresin 'utang2' di kantor. Ya gue kepikiran juga kalau gara2 gue majalah gak terbit kan kocak juga ya.
Malemnya, ada suster bilang satu kamar VIP kosong. Sip. Kita pindah ke sana. Lebih enaklah, jelas, tempat tidur Aria lebih besar, dan gue juga bisa tiduran di sofa ngelurusin kaki. Alhamdulillah. Ayahnya Aria dateng. Dan kita berdua nungguin semaleman. Selama itu my sweet baby nggak rewel. Diem aja. Setiap 6 jam cek darah.
Besoknya, setelah ambil darah yang ke-4, baru ada tanda positif demam berdarah. Trombosit Aria 72.000. Duh. Tp gue masih tenang karena udah di rumah sakit. Kalau ada apa2 kan gampang. Hanya aja siang sampe sore Aria kok nggak mau minum/makan? Kalau disuapin mulutnya rapet. Mulai panik. Trus gue rasa kok diaper dia yang ukuran M nggak muat? Waduh, anakku bengkak. Kepanikan berlanjut. Dan makin panik waktu dokter dan perawat keluar masuk kamar Aria nggak ada berhenti. Wah, ini gawat nih. Anak gue itu juga makin lama makin lemes. Sama sekali nggak mau apa2, meskipun sempat protes kalau ditaruh di kasur, jd digendong terus. Hopeless banget. Gue mulai nangis liat my baby yg nggak berdaya. Akhirnya gue bilang sama suster: "Do whatever you can do. Help my baby!" Jadilah.
"Ibu, supaya infus lebih tepat masuknya ke tubuh, sebaiknya dipasang alat ini, sewa alat sehari sekian."
"Pasang!"
"Ibu, apa perlu dipanggil dokter ahli demam berdarah?"
"Pangil!"
"Ibu, untuk menaikkan trombosit dengan cepat ada cairan anu harganya sebotol sekian."
"Beli!"
Gue bener2 hopeless. Terlebih waktu itu laporan lab terakhir nulis kalau trombosit Aria tinggal 44.000! Berat badannya yang waktu masuk 8 kg, udah jadi 9,2 kg!
Akhirnya dokternya Aria memutuskan buat memantau Aria 24 jam sehari. Aria lalu dipindahin ke Intermediate Care. Kamar IMCU penuh. "He has to get the best you have here!" Jadilah Aria masuk ICU, yg artinya ada suster mengawasi dia 24 jam, intensif.
Pemeriksaan ini itu menghasilkan tangan kanan Aria dipasang 2 infus, tangan kiri dipasang 2 infus. Monitor jantung dipasang di kaki kanan, tensi meter di kaki kiri.
Gue cuma bisa nangis.
Di tengah kepanikan ini HP bunyi. Ternyata suster pengasuh Aria di rumah juga makin parah sakit kepalanya. Badan panas tinggi. Sempet gue curiga di DB. Makanya lgs gue suruh anter ke RS, test darah. Ternyata tifus. Hhhh... Ya udah, gue cuma bisa mengorder ini itu lewat telpon aja. Nyokap yg mondar mandir RS-rumah. Kasian banget.
Balik ke Aria yg masih lemes di ICU. Kasiaaaaaan banget. Matanya sayu. Nggak mau ketawa. Dua tangan diinfus jadi nggak bisa main sama kuda. Akhirnya kuda dia pegang pake dua tangan yg diganjel kayu itu, trus kudanya dijilat. Huhuhuhu... gue nangis lagi liatnya.
Alhamdulillah ada pencerahan. Memang ada gunanya gue panggil dokter ahli DB (kalau nggak, awassss!!!!). Instruksi2 dokter itu pas bener. Jd hari pertama dia visit udah menghasilkan kenaikan trombosit yg lumayan. Memang, naiknya trombosit penderita DB pelaaaaaaaaaaaaaan banget. Beda sama waktu turun yg kayaknya mak jleg mak jleg gitu. Dokter itu bilang kalau DB nggak bisa diobati, hanya bisa dilawan. Kalau kanak2 atau org dewasa yg kena tinggal disuruh minum yg banyak. Berhubung anak gue masih bayi, jadi ya hrs diinfus ini itu krn disuruh minum nggak mau, dan belum bisa dipaksa kan.... And all I can do was wait, wait, and wait. And pray. Nggak bisa ngapa2in lagi. Ya sudah. Gue menunggu my baby sambil berdoa. Kalau dia tidur, gue diusir dari ruang ICU, jadi nunggu di ruang tunggu. Karena capek duduk terus, gue nyolong kasur (Hehe). Jd di ruang tunggu ICU ada kasur. Waktu itu yg di ICU cuma my baby, jadi ruang tunggu juga jd kayak kamar gue aja. Hari seperti berhenti berganti. Bener. Rasanya lamaaaaa banget. Tapi gue lebih tenang krn dokter & perawatnya semua baik dan keliatan nggak tanggung2 merawat my baby. 24 jam HP dokter nyala buat Aria.
Hari ke-4, Aria udah agak seger. Tapi masih bengkak. Infus tinggal di satu tangan. Jadi tangan kanan dia bebas. Mulai gembira deh dia. Apalagi waktu gue bolehin dia main2 (tepatnya mukul2) communicator gue. Waaa... senangnya. Kasiannya dia agak trauma sama suster baju putih, krn kan mrk yg ambil darah tiap 6 jam sehari. Belum apa2 pasti nangis, dan baru berhenti kalau gue gendong. Kalau sama suster ICU yg seragamnya hijau Aria nggak takut.
Gue seneng banget waktu hari ke-5 Aria udah segar kembali, badannya mulai menciut lagi back to his normal size. Udah bisa melet2 lagi sambil ketawa2. Langsung gue kasak kusuk sama susternya buat mindahin Aria ke ruang perawatan biasa. Soalnya pas itu ICU tiba2 aja penuh. Takut malah ada bakteri2 lain. Susternya setuju. Telp dokter. Ternyata boleh. Asyik. Jadi deh balik lagi ke kamar biasa. Aria gembira. Biarpun masih ada infus satu jarum, dia cuek. Tetep aja maunya loncat2. Apalagi waktu sampai di kamar perawatan ada jendela. Dia seneng banget berdiri di sofa depan jendela, lihat burung, lihat layang2. Waaaah... kayaknya habis terisolasi di ICU, Aria seneng banget liat matahari. Kasiannya....
Hari ke-6, Aria kayak lupa masih sakit. Dia udah aktif banget. In a way, gue seneng liat dia loncat2. Tapi infusnya itu lho! Dan memang akhirnya copot! Bukan cuma selangnya, jarumnya juga. Oh no. Terpaksa dipasang lagi.... huhuhu... kan sakit ya....
Hari ke-7, infus dicopot. Waaaa... seneng banget karena Aria jadi bisa guling2 di kasur. Dia kan lagi belajar merangkak. Senengnya minta ampun. Mulai ngoceh2 lagi. Waktu suster cek, dibilang kalau sepertinya udah boleh pulang. Tapi harus nunggu dokter dulu yg mau ngasih obat buat rawat jalan. Ya udah. Gue udah excited banget. Nggak sabar. Aria kayaknya tau gue nggak sabar, ikut2an nggak sabar. Hahahaha....
Senengnya waktu udah di rumah lagi. Aria langsung melata lagi di lantai. Dia kan mau merangkak susah, jadinya merayap kayak latihan tentara. Dan suster pengasuh juga udah sembuh lagi. Pas bener ya.
"Jangan sakit lagi ya, De. Ibu sedih banget."
"Weeee... brrr...brr... Hahahaha."
Di sini aja. Tapi capeknya kayak habis lari-lari keliling Jakarta 243 kali.
Pertama gara-gara Aria masuk rumah sakit pertengahan Mei kemarin, kok ya pas gue lagi deadline kerjaan di kantor edan2an. F**k the deadline, my baby is the most important thing in my life.
Awalnya badannya anget gitu, sempet 39 derajat. Naik turun naik turun. Akhirnya gue bawa ke IGD Hermina Bekasi. Pas berangkat udah panaaaaas banget. Aria dieeeeem aja. Lemes kali ya. Tapi begitu sampe parkiran, dia udah ngoceh2 lagi, sambil ketawa2. Hiiiii... gemes. Sempet kepikiran mau pulang lagi, trus inget kalau panas badannya memang 'berpola' naik turun. Tunggu aja sebentar. Bener. Tahu2 dia lemes lagi, dan panas lagi. Ya ampun. Masuklah ke IGD. Aria mulai resah karena banyak orang mondar mandir. Ngambek berat. Dan makin parah nangisnya waktu ditelanjangin. Ternyata kalau nurunin panas badan anak2 itu, caranya: buka bajunya, semprot2 pake air mineral, trus dikipasin. Duh. Kok malah dianginin gitu ya. Ternyata memang turun juga sih panasnya.
Dokter bilang kalau dalam 2 hr masih panas langsung test lab. Ya udah. Pulang.
Besoknya masih panas, tapi udah mau main2, dan makan sedikit. Besoknya lagi kayak nggak ada apa2. Ketawa2 biasa. Ya udah dong. Gue lega banget berarti nggak usah test lab. Berarti panas kemarin ya memang panas2 bayi aja.
Tapiiiiii.... Minggu pagi2 buta Aria gelisah banget di baby box. Ah uh ah uh... nggak nangis tapi kayaknya sedih banget. Jam 3 pagi gue angkat ke tempat tidur gue, gue kelonin. Masih gelisah, meskipun nggak bangun. Jam 5 pagi temperaturnya naik lagi... trus... jam 7 sampe 39 derajat lagi. Ya udah, gue bawa lagi ke rumah sakit. Telpon kantor, bilang mau datang telat krn hrs ke rumah sakit.
Dokternya Aria baru praktek jam 10, ok, kita tungguin aja. Begitu dateng, si dokter langsung buka baju Aria dan langsung keluar perintah: Periksa Lab. Komplit. Ok. Periksa THT juga, sepertinya radang tenggorokan. Dianter Eyang, Aria masuk ke lab ambil darah (Ibu di luar, takut). Tunggu 30 menit. Selama itu kita ke ruang inhalasi krn kata dokter THT ada radang. Habis itu, hasil lab keluar, masuk ruang praktek dokter lagi. Diagnosa awal: "Wah ini seperti demam berdarah, opname aja ya, supaya lebih mudah observasi." Ok. Gonjang ganjing cari kamar. Tinggal sisa 1 tempat lagi, di kelas 1 yg sekamar berdua. Ok, I took it. And you know what, itu kamar terakhir yg ada. Pasien sesudah Aria terpaksa dirawat di Mitra Keluarga.
Sebelum masuk kamar perawatan, Aria diinfus dulu. Saking lemesnya, dia sampe udah nggak berontak. Diem aja. Masih ah uh ah uh tapi nggak nangis. Ya udah, masuk kamar. Oh ya, paginya sebelum pergi, susternya Aria nggak ikut krn badannya anget juga. Duuuuh... ada apa siiiih....
Setelah ada di kamar, Aria langsung tidur. Pulas banget. Setelah diskusi berdua, akhirnya diputusin nyokap pulang ke rumah, ambil baju2 kita, gue di RS aja nungguin Aria. Ya udah, gue tungguin my baby tidur. Sambil gue telpon kanan kiri beresin 'utang2' di kantor. Ya gue kepikiran juga kalau gara2 gue majalah gak terbit kan kocak juga ya.
Malemnya, ada suster bilang satu kamar VIP kosong. Sip. Kita pindah ke sana. Lebih enaklah, jelas, tempat tidur Aria lebih besar, dan gue juga bisa tiduran di sofa ngelurusin kaki. Alhamdulillah. Ayahnya Aria dateng. Dan kita berdua nungguin semaleman. Selama itu my sweet baby nggak rewel. Diem aja. Setiap 6 jam cek darah.
Besoknya, setelah ambil darah yang ke-4, baru ada tanda positif demam berdarah. Trombosit Aria 72.000. Duh. Tp gue masih tenang karena udah di rumah sakit. Kalau ada apa2 kan gampang. Hanya aja siang sampe sore Aria kok nggak mau minum/makan? Kalau disuapin mulutnya rapet. Mulai panik. Trus gue rasa kok diaper dia yang ukuran M nggak muat? Waduh, anakku bengkak. Kepanikan berlanjut. Dan makin panik waktu dokter dan perawat keluar masuk kamar Aria nggak ada berhenti. Wah, ini gawat nih. Anak gue itu juga makin lama makin lemes. Sama sekali nggak mau apa2, meskipun sempat protes kalau ditaruh di kasur, jd digendong terus. Hopeless banget. Gue mulai nangis liat my baby yg nggak berdaya. Akhirnya gue bilang sama suster: "Do whatever you can do. Help my baby!" Jadilah.
"Ibu, supaya infus lebih tepat masuknya ke tubuh, sebaiknya dipasang alat ini, sewa alat sehari sekian."
"Pasang!"
"Ibu, apa perlu dipanggil dokter ahli demam berdarah?"
"Pangil!"
"Ibu, untuk menaikkan trombosit dengan cepat ada cairan anu harganya sebotol sekian."
"Beli!"
Gue bener2 hopeless. Terlebih waktu itu laporan lab terakhir nulis kalau trombosit Aria tinggal 44.000! Berat badannya yang waktu masuk 8 kg, udah jadi 9,2 kg!
Akhirnya dokternya Aria memutuskan buat memantau Aria 24 jam sehari. Aria lalu dipindahin ke Intermediate Care. Kamar IMCU penuh. "He has to get the best you have here!" Jadilah Aria masuk ICU, yg artinya ada suster mengawasi dia 24 jam, intensif.
Pemeriksaan ini itu menghasilkan tangan kanan Aria dipasang 2 infus, tangan kiri dipasang 2 infus. Monitor jantung dipasang di kaki kanan, tensi meter di kaki kiri.
Gue cuma bisa nangis.
Di tengah kepanikan ini HP bunyi. Ternyata suster pengasuh Aria di rumah juga makin parah sakit kepalanya. Badan panas tinggi. Sempet gue curiga di DB. Makanya lgs gue suruh anter ke RS, test darah. Ternyata tifus. Hhhh... Ya udah, gue cuma bisa mengorder ini itu lewat telpon aja. Nyokap yg mondar mandir RS-rumah. Kasian banget.
Balik ke Aria yg masih lemes di ICU. Kasiaaaaaan banget. Matanya sayu. Nggak mau ketawa. Dua tangan diinfus jadi nggak bisa main sama kuda. Akhirnya kuda dia pegang pake dua tangan yg diganjel kayu itu, trus kudanya dijilat. Huhuhuhu... gue nangis lagi liatnya.
Alhamdulillah ada pencerahan. Memang ada gunanya gue panggil dokter ahli DB (kalau nggak, awassss!!!!). Instruksi2 dokter itu pas bener. Jd hari pertama dia visit udah menghasilkan kenaikan trombosit yg lumayan. Memang, naiknya trombosit penderita DB pelaaaaaaaaaaaaaan banget. Beda sama waktu turun yg kayaknya mak jleg mak jleg gitu. Dokter itu bilang kalau DB nggak bisa diobati, hanya bisa dilawan. Kalau kanak2 atau org dewasa yg kena tinggal disuruh minum yg banyak. Berhubung anak gue masih bayi, jadi ya hrs diinfus ini itu krn disuruh minum nggak mau, dan belum bisa dipaksa kan.... And all I can do was wait, wait, and wait. And pray. Nggak bisa ngapa2in lagi. Ya sudah. Gue menunggu my baby sambil berdoa. Kalau dia tidur, gue diusir dari ruang ICU, jadi nunggu di ruang tunggu. Karena capek duduk terus, gue nyolong kasur (Hehe). Jd di ruang tunggu ICU ada kasur. Waktu itu yg di ICU cuma my baby, jadi ruang tunggu juga jd kayak kamar gue aja. Hari seperti berhenti berganti. Bener. Rasanya lamaaaaa banget. Tapi gue lebih tenang krn dokter & perawatnya semua baik dan keliatan nggak tanggung2 merawat my baby. 24 jam HP dokter nyala buat Aria.
Hari ke-4, Aria udah agak seger. Tapi masih bengkak. Infus tinggal di satu tangan. Jadi tangan kanan dia bebas. Mulai gembira deh dia. Apalagi waktu gue bolehin dia main2 (tepatnya mukul2) communicator gue. Waaa... senangnya. Kasiannya dia agak trauma sama suster baju putih, krn kan mrk yg ambil darah tiap 6 jam sehari. Belum apa2 pasti nangis, dan baru berhenti kalau gue gendong. Kalau sama suster ICU yg seragamnya hijau Aria nggak takut.
Gue seneng banget waktu hari ke-5 Aria udah segar kembali, badannya mulai menciut lagi back to his normal size. Udah bisa melet2 lagi sambil ketawa2. Langsung gue kasak kusuk sama susternya buat mindahin Aria ke ruang perawatan biasa. Soalnya pas itu ICU tiba2 aja penuh. Takut malah ada bakteri2 lain. Susternya setuju. Telp dokter. Ternyata boleh. Asyik. Jadi deh balik lagi ke kamar biasa. Aria gembira. Biarpun masih ada infus satu jarum, dia cuek. Tetep aja maunya loncat2. Apalagi waktu sampai di kamar perawatan ada jendela. Dia seneng banget berdiri di sofa depan jendela, lihat burung, lihat layang2. Waaaah... kayaknya habis terisolasi di ICU, Aria seneng banget liat matahari. Kasiannya....
Hari ke-6, Aria kayak lupa masih sakit. Dia udah aktif banget. In a way, gue seneng liat dia loncat2. Tapi infusnya itu lho! Dan memang akhirnya copot! Bukan cuma selangnya, jarumnya juga. Oh no. Terpaksa dipasang lagi.... huhuhu... kan sakit ya....
Hari ke-7, infus dicopot. Waaaa... seneng banget karena Aria jadi bisa guling2 di kasur. Dia kan lagi belajar merangkak. Senengnya minta ampun. Mulai ngoceh2 lagi. Waktu suster cek, dibilang kalau sepertinya udah boleh pulang. Tapi harus nunggu dokter dulu yg mau ngasih obat buat rawat jalan. Ya udah. Gue udah excited banget. Nggak sabar. Aria kayaknya tau gue nggak sabar, ikut2an nggak sabar. Hahahaha....
Senengnya waktu udah di rumah lagi. Aria langsung melata lagi di lantai. Dia kan mau merangkak susah, jadinya merayap kayak latihan tentara. Dan suster pengasuh juga udah sembuh lagi. Pas bener ya.
"Jangan sakit lagi ya, De. Ibu sedih banget."
"Weeee... brrr...brr... Hahahaha."
Wednesday, May 25, 2005
Thursday, April 28, 2005
Saturday, April 23, 2005
Tuesday, April 19, 2005
Monday, April 18, 2005
Duh Mak!
Ya ampun sibuk bener ya mengejar kebutuhan duniawi... dlm hal ini uang! Ampun deh kerjaan kok nggak pernah beres. Adaaaa aja.... Coba ya, ini skrg kan bulan April, masak di meja udah ada daftar list edisi November. NOVEMBER! Situ oke, pak editor? Gue rasanya lgs pengen ngasih kartu lebaran aja sama dia. Tobat. Huh! Pengen pulang aja ah. Enakan main sama Aria.
Thursday, April 07, 2005
Bad News, Sad News
I just closed a deal that I knew eventually will change my life. The process has not done yet but I know I already lost half of my dream and half of my heart. I understand that I can -as a matter of fact: I have to- build another dream and mend my heart. But it is easier said then done, as always. Now I am too sad to think of how and where to start.
I decided to go for a retail therapy and make use of my new credit card to cheer myself up. Stop thinking about who will pay the bill next month.
I decided to go for a retail therapy and make use of my new credit card to cheer myself up. Stop thinking about who will pay the bill next month.
Tuesday, April 05, 2005
Gaya Baru
I cannot wait to go home everyday!
Sekarang Aria punya gaya baru... Dia udah bisa ngangkat tangan tanda minta digendong kalau gue lewat di dekat tempat main dia. Kalau dicuekin pasti langsung jerit2. Hahahaha... Padahal tadinya gue nggak pengen dia sering2 digendong. Sampai skrg berhasil, kalau minum&makan duduk di kursi sendiri bukan digendong. Tapi belakangan gue sendiri yg 'melanggar peraturan' maunya nggendong dia terus. Kayaknya memang menggendong Aria udah jadi kebutuhan, bukan kewajiban lagi.
Sekarang Aria punya gaya baru... Dia udah bisa ngangkat tangan tanda minta digendong kalau gue lewat di dekat tempat main dia. Kalau dicuekin pasti langsung jerit2. Hahahaha... Padahal tadinya gue nggak pengen dia sering2 digendong. Sampai skrg berhasil, kalau minum&makan duduk di kursi sendiri bukan digendong. Tapi belakangan gue sendiri yg 'melanggar peraturan' maunya nggendong dia terus. Kayaknya memang menggendong Aria udah jadi kebutuhan, bukan kewajiban lagi.
Friday, April 01, 2005
Eyang 'Yut
Eyang -ibunya alm. bokap- meninggal tadi pagi, dlm usia 91 thn.
Gue nggak akan pernah lupa kata2 beliau:
Aku durung arep mati nek durung dhuwe buyut saka kowe.
Gue memang blm sempat bawa Aria -sang buyut pertama- ketemu eyang buyutnya. Sayang memang, perkenalan mereka hanya lewat foto dan cerita. Ya sudah, mungkin memang harus begitu.
Good bye, Eyang 'Yut. Kisses from baby Aria.
Gue nggak akan pernah lupa kata2 beliau:
Aku durung arep mati nek durung dhuwe buyut saka kowe.
Gue memang blm sempat bawa Aria -sang buyut pertama- ketemu eyang buyutnya. Sayang memang, perkenalan mereka hanya lewat foto dan cerita. Ya sudah, mungkin memang harus begitu.
Good bye, Eyang 'Yut. Kisses from baby Aria.
Thursday, March 31, 2005
Jengkel Banget Nggak Ketulungan
G (Gue) : Kok judul acaranya diganti sih?
EC (EDITOR CULUN!!!!): Lho, judulnya bukannya itu?
G : Bukan. Judul di press release bukan itu.
EC: Panjang amat.
G : Ya memang mereka buat acaranya gitu.
EC: Potong aja judulnya.
G : Udah gila? Ntar kita disangka goblok gak bener nulisnya....
EC: Di kompas juga dipotong kok judulnya.
G : Ya berarti gak bener dong! Judul acara kok diganti.
EC: Kan nggak apa2, kompas aja gitu.
G : Ya udah lo suruh aja wartawan kompas yg nulis artikel.
EC: Lho kok gitu??
G : Pokoknya kalo loe potong judulnya, hapus nama gue dari artikel itu.
EC: Loe gitu aja marah.
G : Awas kalo seluruh Indonesia nyangka gue tolol gara2 loe main potong.
EC (EDITOR CULUN!!!!): Lho, judulnya bukannya itu?
G : Bukan. Judul di press release bukan itu.
EC: Panjang amat.
G : Ya memang mereka buat acaranya gitu.
EC: Potong aja judulnya.
G : Udah gila? Ntar kita disangka goblok gak bener nulisnya....
EC: Di kompas juga dipotong kok judulnya.
G : Ya berarti gak bener dong! Judul acara kok diganti.
EC: Kan nggak apa2, kompas aja gitu.
G : Ya udah lo suruh aja wartawan kompas yg nulis artikel.
EC: Lho kok gitu??
G : Pokoknya kalo loe potong judulnya, hapus nama gue dari artikel itu.
EC: Loe gitu aja marah.
G : Awas kalo seluruh Indonesia nyangka gue tolol gara2 loe main potong.
Tuesday, March 29, 2005
Aria dan Singapura
Duh, tadi udah nulis panjang2, cerita soal jalan2 bareng Aria di Singapore... cerita di jalan yg seru... lho kok ndak bisa??? Ya sudahlah.
Pendek kata, jalan2 ke Sing berlangsung sukses dan menggembirakan. Aria dgn mata sipitnya fit in bgt deh di sana.
And it was nice to meet you.
PS: Thanks for the b'day wish ya Bu Syl & Tante Atta.
Pendek kata, jalan2 ke Sing berlangsung sukses dan menggembirakan. Aria dgn mata sipitnya fit in bgt deh di sana.
And it was nice to meet you.
PS: Thanks for the b'day wish ya Bu Syl & Tante Atta.
Thursday, March 24, 2005
Wednesday, March 23, 2005
If Only You Were There
I was at Julian Opie opening party last night.
The percussion, pit stop movie, and all that.
And Julian himself was filming us.
The ambience was so you. You might like it a lot.
The percussion, pit stop movie, and all that.
And Julian himself was filming us.
The ambience was so you. You might like it a lot.
Monday, March 21, 2005
Ngamplok Simbok
Ok. Gue mungkin memang patut 'dihukum'. Setelah senin-jumat pulang malem melulu, hr minggu kemarin Aria unjuk gigi.
Pas waktu dia tidur siang jam 12-an gitu, dia mulai rewel dan nangis njempling2. Aria nangis keras? Duh ampun ini memang kejadian jarang banget. Nyokap dan susternya aja sampe bingung. Tangisnya baru brenti setelah gue gendong. Kepalanya di bahu gue, lengannya melingkar di leher gue. Aria memang udah lama banget nggak mau digendong a la bayi dgn kepala di lengan gue.... Dah. Diem deh dia. Mulai ketawa2 lagi. Aman? Belum. Setiap mau ditaruh dia pasti langsung mewek dan nangis lagi. Gue pikir dia haus atau lapar. Tp dikasih minum juga nggak mau. Ya udah, jadi kesimpulannya posisi gendong bahu harus dipertahankan. Akhirnya Aria tidur. Gue dah girang aja krn pas dia merem itu bahu gue dah puegeeeeeeelll banget, jd maunya segera gue pindahin ke baby box. Apa daya, begitu ditaruh dia langsung nangis -biarpun masih merem. Memilukan gitu lho. Jangankan ditaruh, dipindah ke bahu kanan aja nggak mau. Digendong suster juga nggak mau, gendongan eyang nggak laku. Padahal selama ini Aria nggak hobi gendong. Minum susu aja biasanya duduk di ayunan atau bouncer. Nggak tau ya, kemarin itu dia kenapa ya. Yg penting sesiang kemarin itu Aria puas deh ngamplok simbok.
Untung setelah itu Aria tenang lagi. Lumayan deh hampir 2 jam-an mbopong bayi 7 kg ke mana2. Sorenya sih Aria dah ketawa2 lagi biasa. Duh nak....
Pas waktu dia tidur siang jam 12-an gitu, dia mulai rewel dan nangis njempling2. Aria nangis keras? Duh ampun ini memang kejadian jarang banget. Nyokap dan susternya aja sampe bingung. Tangisnya baru brenti setelah gue gendong. Kepalanya di bahu gue, lengannya melingkar di leher gue. Aria memang udah lama banget nggak mau digendong a la bayi dgn kepala di lengan gue.... Dah. Diem deh dia. Mulai ketawa2 lagi. Aman? Belum. Setiap mau ditaruh dia pasti langsung mewek dan nangis lagi. Gue pikir dia haus atau lapar. Tp dikasih minum juga nggak mau. Ya udah, jadi kesimpulannya posisi gendong bahu harus dipertahankan. Akhirnya Aria tidur. Gue dah girang aja krn pas dia merem itu bahu gue dah puegeeeeeeelll banget, jd maunya segera gue pindahin ke baby box. Apa daya, begitu ditaruh dia langsung nangis -biarpun masih merem. Memilukan gitu lho. Jangankan ditaruh, dipindah ke bahu kanan aja nggak mau. Digendong suster juga nggak mau, gendongan eyang nggak laku. Padahal selama ini Aria nggak hobi gendong. Minum susu aja biasanya duduk di ayunan atau bouncer. Nggak tau ya, kemarin itu dia kenapa ya. Yg penting sesiang kemarin itu Aria puas deh ngamplok simbok.
Untung setelah itu Aria tenang lagi. Lumayan deh hampir 2 jam-an mbopong bayi 7 kg ke mana2. Sorenya sih Aria dah ketawa2 lagi biasa. Duh nak....
Tuesday, March 15, 2005
Aku dan Malaikat Kecilku
Kumatikan mesin mobil, kututup garasi dan pagar. Setelah melepas sepatu aku masuk rumah. Pengasuh anakku tampak di depan televisi. Sudah pukul sembilan.
"Dia sudah tidur?"
"Sudah."
"Hari ini minumnya banyak?"
"Cukup banyak. Dan tidak muntah."
Aku segera mandi. Melepaskan penat setelah seharian bekerja dengan kucuran air hangat dan buih sabun lembut. Entah mengapa situasi kantor akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat. Nampaknya ada saja yang harus aku bereskan. Makan waktu hingga senja makin pekat, membuatku harus berlama-lama meninggalkan permataku di rumah. Belum lagi kemacetan lalu lintas yang seringkali tak tertahankan, nyaris membuatku putus asa.
Mandi membuatku merasa lebih segar. Sekaligus juga merasa ingin segera beristirahat. Kuambil buku yang sedang kubaca. Rasanya sudah berminggu-minggu aku tak menyentuhnya. Hmm... aku mulai agak lupa jalan ceritanya. Kusambar segelas air, lalu masuk ke kamar yang kutempati berdua bayiku. Perlahan-lahan kurebahkan tubuh, takut mengganggu buah hatiku yang terlelap sambil telungkup. Sejujurnya aku ingin memeluk dan menciumnya. Setelah seharian berpisah, rasanya aku ingin mendekapnya dan tak melepasnya lagi. Tapi aku tak ingin mengganggu mimpi indahnya.
Kunyalakan lampu baca. Namun sebuah gerakan halus menuntun mataku melihat ke tempat tidur bayiku. Ternyata dia sedang melihat ke arahku. Matanya yang kecil bulat menatap tak berkedip. Kepalanya disangga dua tangannya yang gemuk. Aku merasa bersalah karena ternyata gerakan pelanku tetap membuatnya terjaga. Namun rupanya ia bangun bukan karena itu. Perlahan-lahan bibir mungilnya merekah, membentuk senyum manis. Menampilkan gusi tanpa gigi. Wajahnya segar, tidak mengantuk. Menularkan kesegaran kepadaku. Kantukku menguap. Penatku mendadak lenyap. "Uh... uh...," terdengar suaranya yang lembut.
Segera kuhampiri dia, kuangkat tubuh mungilnya. Kupeluk sepenuh hati. Tangan montoknya melingkar di leherku. Pipinya melekat di pipiku. "Uh...," gumamnya lagi.
"Halo, sayang."
"Huh huh huh."
"Kok bangun?"
"Huh huh huh."
"Maaf ya Ibu pulang malam."
"Huh huh huh."
"Mau bobok lagi?"
"Huh huh huh."
"Bobok di kasur Ibu atau di kasurmu sendiri?"
"Huh huh huh."
Kucoba mengembalikan dia ke tempat tidurnya. Tapi pelukannya makin erat. Akhirnya kubiarkan ia tetap rebah di bahuku. Kugumamkan lagu -entah apa- sambil mengayun perlahan, sekedar menimangnya. Masih sempat kudengar gumamnya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya ia terlelap lagi. Tangannya tetap melingkar erat di leherku, seolah khawatir kutinggalkan. "Ibu sayang Aria," bisikku. Seolah mendengar, reaksinya adalah makin erat memeluk. Kepalanya makin lena.
Tak berapa lama, nafas anakku mulai terdengar teratur. Memompakan oksigen ke paru-parunya, juga meniupkan semangat ke tubuhku. Membuatku percaya diri menyambut hari esok, yang kutahu bakal melelahkan. Pekerjaan yang menguras tenaga, tapi sedikit pun aku tak keberatan melakukannya demi malaikat kecilku. "Sleep tight, my angel. I love you."
"Dia sudah tidur?"
"Sudah."
"Hari ini minumnya banyak?"
"Cukup banyak. Dan tidak muntah."
Aku segera mandi. Melepaskan penat setelah seharian bekerja dengan kucuran air hangat dan buih sabun lembut. Entah mengapa situasi kantor akhir-akhir ini sangat tidak bersahabat. Nampaknya ada saja yang harus aku bereskan. Makan waktu hingga senja makin pekat, membuatku harus berlama-lama meninggalkan permataku di rumah. Belum lagi kemacetan lalu lintas yang seringkali tak tertahankan, nyaris membuatku putus asa.
Mandi membuatku merasa lebih segar. Sekaligus juga merasa ingin segera beristirahat. Kuambil buku yang sedang kubaca. Rasanya sudah berminggu-minggu aku tak menyentuhnya. Hmm... aku mulai agak lupa jalan ceritanya. Kusambar segelas air, lalu masuk ke kamar yang kutempati berdua bayiku. Perlahan-lahan kurebahkan tubuh, takut mengganggu buah hatiku yang terlelap sambil telungkup. Sejujurnya aku ingin memeluk dan menciumnya. Setelah seharian berpisah, rasanya aku ingin mendekapnya dan tak melepasnya lagi. Tapi aku tak ingin mengganggu mimpi indahnya.
Kunyalakan lampu baca. Namun sebuah gerakan halus menuntun mataku melihat ke tempat tidur bayiku. Ternyata dia sedang melihat ke arahku. Matanya yang kecil bulat menatap tak berkedip. Kepalanya disangga dua tangannya yang gemuk. Aku merasa bersalah karena ternyata gerakan pelanku tetap membuatnya terjaga. Namun rupanya ia bangun bukan karena itu. Perlahan-lahan bibir mungilnya merekah, membentuk senyum manis. Menampilkan gusi tanpa gigi. Wajahnya segar, tidak mengantuk. Menularkan kesegaran kepadaku. Kantukku menguap. Penatku mendadak lenyap. "Uh... uh...," terdengar suaranya yang lembut.
Segera kuhampiri dia, kuangkat tubuh mungilnya. Kupeluk sepenuh hati. Tangan montoknya melingkar di leherku. Pipinya melekat di pipiku. "Uh...," gumamnya lagi.
"Halo, sayang."
"Huh huh huh."
"Kok bangun?"
"Huh huh huh."
"Maaf ya Ibu pulang malam."
"Huh huh huh."
"Mau bobok lagi?"
"Huh huh huh."
"Bobok di kasur Ibu atau di kasurmu sendiri?"
"Huh huh huh."
Kucoba mengembalikan dia ke tempat tidurnya. Tapi pelukannya makin erat. Akhirnya kubiarkan ia tetap rebah di bahuku. Kugumamkan lagu -entah apa- sambil mengayun perlahan, sekedar menimangnya. Masih sempat kudengar gumamnya untuk beberapa saat, sebelum akhirnya ia terlelap lagi. Tangannya tetap melingkar erat di leherku, seolah khawatir kutinggalkan. "Ibu sayang Aria," bisikku. Seolah mendengar, reaksinya adalah makin erat memeluk. Kepalanya makin lena.
Tak berapa lama, nafas anakku mulai terdengar teratur. Memompakan oksigen ke paru-parunya, juga meniupkan semangat ke tubuhku. Membuatku percaya diri menyambut hari esok, yang kutahu bakal melelahkan. Pekerjaan yang menguras tenaga, tapi sedikit pun aku tak keberatan melakukannya demi malaikat kecilku. "Sleep tight, my angel. I love you."
Monday, March 14, 2005
He?
Tulisan gue di dunia dian zaman dahulu kala ternyata dimuat di buku Umar Kayam Luar Dalam, yang terbit dalam rangka 1000 hari meninggalnya beliau. Seorang dosen UGM menemukannya dan put it in his writing for the book. Gue malah tahunya dari Bu Kayam yang ngirim buku itu ke gue kemarin. Hmm.... culun juga ya, yang nulis gak cantumin source-nya... padahal di-copy habis2an gitu lho. Dia cuma bilang dia ambil dari internet, dari sebuah situs pribadi penggemar UK. Ya sutralah.
Wednesday, March 02, 2005
Haha in the Morning
Dia (d): Tumben pake coklat-coklat. Ada apa sih?
Gue (d): Pengen aja.
D: Loe kayak coklat susu, jadi pengen minum
G: Kalau gue pake kuning-kuning?
D: Kayak sunkist, pengen jilat.
G: Ijo-ijo?
D: Kelebihan chlorophyl.
G: Kayak uler keket?
D: Kita ni ga penting banget ya?
G: Bukannya karena itu kita saling menyayangi?
Gue (d): Pengen aja.
D: Loe kayak coklat susu, jadi pengen minum
G: Kalau gue pake kuning-kuning?
D: Kayak sunkist, pengen jilat.
G: Ijo-ijo?
D: Kelebihan chlorophyl.
G: Kayak uler keket?
D: Kita ni ga penting banget ya?
G: Bukannya karena itu kita saling menyayangi?
Friday, February 18, 2005
GILAAAA!!!
Someone cut the jacket of my NY book into 3 pieces!!!!! Buku ini memang dipinjam sama bagian produksi buat contoh layout. Tapi edan, biadab bgt, ngapain sih sampulnya dipotong 3, trus dibalikin lagi ke meja gue dlm keadaan diselotip. Awas kalo ketemu orgnya yg bikin buku gue jd begini, mau gue goreng!
Update on 21 Feb:
I found a note in my desk, written by my boss:
Di, maaf ya soal bukumu. Aku sdh order buku baru buatmu via Borders. Hope we can receive it by 5 March. Again, sorry.
Goooooooood boss.... :D
Update on 21 Feb:
I found a note in my desk, written by my boss:
Di, maaf ya soal bukumu. Aku sdh order buku baru buatmu via Borders. Hope we can receive it by 5 March. Again, sorry.
Goooooooood boss.... :D
Thursday, February 17, 2005
Wednesday, February 16, 2005
The Most Precious Thing
Yesterday I bumped into an old friend. We haven't met for about 14yrs!
What was the 1st question he asked?
"Anakmu sekarang berapa?"
He didn't ask where I live now, where I go to work, where I studied, how many degree I got, if I collect diamond, if my shoes were fake one, or if I drive my own car. He asked how many children I have.
And the 2nd sentence was:
"Anakku sudah 2, cantik semua."
He didn't say where he works, how many house he owned, how many car he has, or where he had been travelling. He simply said he has 2 beautiful daughters.
Yes, my friend, having children is priceless.
I do have one kid. And I thank God for the most precious thing I have in this world.
Ibu sayang Aria.
What was the 1st question he asked?
"Anakmu sekarang berapa?"
He didn't ask where I live now, where I go to work, where I studied, how many degree I got, if I collect diamond, if my shoes were fake one, or if I drive my own car. He asked how many children I have.
And the 2nd sentence was:
"Anakku sudah 2, cantik semua."
He didn't say where he works, how many house he owned, how many car he has, or where he had been travelling. He simply said he has 2 beautiful daughters.
Yes, my friend, having children is priceless.
I do have one kid. And I thank God for the most precious thing I have in this world.
Ibu sayang Aria.
Tuesday, February 15, 2005
Last Night
I ended up spent the night at Nikko Hotel with a circle of new friends. We talk a lot, laugh a lot, until the clock hit 12, some of them were tipsy (already?), and suddenly we remembered that our kids were waiting at home. Silly. I got home by the time Aria asked for his night milk. Lucky me.
Monday, February 14, 2005
Ilfil
Tadi malem nonton Reza di TransTv. Baru bbrp lagu, pas habis iklan langsung gak mau nonton lagi. Gara2nya? Ada flash gitu ngutip puisinya Sapardi Djoko Damono Aku Ingin:...aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan awan kepada hujan yang membuatnya tiada.... Bukan puisinya yg bikin gue ilfil, tp gara2 Trans nulis itu sbg karya Kahlil Gibran. What???? Sbg penggemar Sapardi, gue sakit hati.
Wednesday, February 09, 2005
Tuesday, February 08, 2005
Thursday, February 03, 2005
Wednesday, February 02, 2005
Obrolan Nggak Penting Pagi Ini
"How's si kecil?"
"Baik, udah bisa tengkurap."
"Bener? Hebat!!!"
"Hehehe...."
"Masih ASI?"
"Udah nggak. Dari awal juga susah."
"Susah?"
"Iya, seret."
"Lah, yg loe wadahin pake cup D itu nggak ada fungsinya dong?"
"Ada. Fungsi dekoratif."
"!!?!?!?!!"
"Baik, udah bisa tengkurap."
"Bener? Hebat!!!"
"Hehehe...."
"Masih ASI?"
"Udah nggak. Dari awal juga susah."
"Susah?"
"Iya, seret."
"Lah, yg loe wadahin pake cup D itu nggak ada fungsinya dong?"
"Ada. Fungsi dekoratif."
"!!?!?!?!!"
Monday, January 31, 2005
Memang
Ada yang bilang berkata-kata itu seperti menuang cairan ke tanah. Apakah itu susu, atau air, atau racun, semua akan terserap dan nggak gampang diambil kembali. Jadi kalau sesorang mengeluarkan pujian sudah pasti akan disimpan di hati lawan bicaranya. Sayangnya, jika yang dikeluarkan makian atau hujatan pun, persis racun yang dituang ke tanah... tetap tersimpan juga di hati, dan sangat sulit dihapus lagi.
Bener banget.
Bener banget.
Friday, January 28, 2005
Thursday, January 27, 2005
Monday, January 24, 2005
1st Day
Hari pertama ngantor lagi setelah cuti melahirkan.
Lucu juga... seru ngantor lagi. Gabung lagi sama gank bawel. Haha.... Hal pertama yg wajib hukumnya dilakukan pd hari pertama adalah... update gosip! Dan beneran deh, anything can happen in 3 month yaaaaa... hehehehe....
Kenyataan bahwa I can fit (easily) into my old outfits juga menyenangkan sekali... hehehe... puaaaaassss.... Kan tadinya sempat khawatir gak punya baju buat ngantor. Ternyata kecemasan tidak terbukti. Alhamdulillah.
Saying goodbye to Aria wasn't as hard as I thought. Mungkin krn udah agak lama dia nggak minum ASI lagi, jd ya dia biasa aja waktu gue dadah2. Malah cenderung cuek. Guenya juga jd bisa cuek. Hehe.... Tp skrg ini kangeeeeen, untung udah berbekal foto2 dan rekaman suara ketawa dia. Lumayan deh....
Ya dah, kayaknya hrs beresin meja nih. Gila, kok meja gue jd tempat sampah gini sih. Tau2 ada sepasang anting, patung gajah kecil, foto2 fashion show ga jelas sama tumpukan majalah jaman baheula. Duh.
Lucu juga... seru ngantor lagi. Gabung lagi sama gank bawel. Haha.... Hal pertama yg wajib hukumnya dilakukan pd hari pertama adalah... update gosip! Dan beneran deh, anything can happen in 3 month yaaaaa... hehehehe....
Kenyataan bahwa I can fit (easily) into my old outfits juga menyenangkan sekali... hehehe... puaaaaassss.... Kan tadinya sempat khawatir gak punya baju buat ngantor. Ternyata kecemasan tidak terbukti. Alhamdulillah.
Saying goodbye to Aria wasn't as hard as I thought. Mungkin krn udah agak lama dia nggak minum ASI lagi, jd ya dia biasa aja waktu gue dadah2. Malah cenderung cuek. Guenya juga jd bisa cuek. Hehe.... Tp skrg ini kangeeeeen, untung udah berbekal foto2 dan rekaman suara ketawa dia. Lumayan deh....
Ya dah, kayaknya hrs beresin meja nih. Gila, kok meja gue jd tempat sampah gini sih. Tau2 ada sepasang anting, patung gajah kecil, foto2 fashion show ga jelas sama tumpukan majalah jaman baheula. Duh.
Friday, January 21, 2005
Alhamdulillah
Harusnya memang kita nggak boleh merasa diri yang paling merana. Kita mesti melihat kesedihan orang lain. Dengan begitu mudah2an kita bisa mensyukuri kemalangan kita. Apa pun itu, tetap anugerah Tuhan untuk kita.
Thank you.
Thank you.
Friday, January 14, 2005
Tuesday, January 11, 2005
Just a Simple Thing
Apa senengnya ngetik 1 tangan? Senengnya krn tangan yg satu lagi hrs megangin bayi 6kg yg tidur di pundak -entah kenapa kalau ditaruh di babybox langsung melek lagi. Aria baunya enak.
Sunday, January 09, 2005
His Daddy
Just don't want to write anything about Aceh. It's too sad.
Ini tentang kakak gue. Cowok. Yg udah pernah ketemu dia pasti langsung tau kalau dia itu kakak gue karena (katanya) wajah kita berdua mirip banget. Meskipun gue gak ngeliat kemiripannya di mana... tp udah sering bgt org bilang gue itu dia berambut panjang, atau dia itu gue tapi botak. Uuuuh.... Tapi ini bukan tentang siapa mirip siapa. Gue pengen cerita aja soal kakak gue ini karena gue pikir dia cukup unik.
Di usianya sekarang, dia (kayaknya) belum berpikir buat settle down. You know... like find someone and get married. Yg ada di kepalanya kayaknya cuma kerja dan seneng2 dengan hasil kerjanya itu. Gue sih gembira aja liat dia girang... and be more content if he buys something for me by the time he returns to Jkt. Hehehe.... Meskipun belum menikah, jadi belum punya anak (at least legally *Dzigh!*), dia itu seneng banget sama anak kecil. Dan anak kecil kok ya gampang lengket sama dia. Padahal dengan badannya yg gede dan kepalanya yg nir rambut, tampangnya lumayan galak (hey... emang gue mirip dia tapi gue gak sangar lho!!!). Tapi kok ya anak kecil suka? Nggak tau lah, ada jimatnya kali. Nah, kalau belum punya anak sendiri, anak siapa dong yg dia buat mainan? Ya anak siapa aja yg dia mau ajak main. Pernah ada org kantornya yg bawa anak, trus di kantor rewel terus... akhirnya sama dia diajak jalan2 ke Orchard... dan anak itu langsung girang. Trus pernah juga ada bayinya siapa gitu yg diajak berenang. Ampun, padahal ibunya sendiri mandiin aja masih takut.... Pokoknya model yg gitu2 deh.
Dengan kecintaannya pada anak orang, kebayang dong, betapa hebohnya dia nyuruh2 gue cepetan hamil habis gue menikah. Tapi setelah 4 thn tanpa hasil kayaknya dia pegel juga, trus jd cuek. Nah, pas gue kasih kabar kalau gue hamil kemarin itu... dia termasuk yg semangat banget. Nggak tau deh apa yg di bayangan dia. Dia langsung mendapuk dirinya menjadi papa, dan menyebut anak gue sebagai anaknya. 'Anakku dah nendang perutmu?' itu antara lain sms dari dia.
Waktu gue melahirkan kemarin, dia juga terbang dari Singapore, dan nungguin gue operasi. Trus pas gue & Aria di RS dia berusaha gimana caranya supaya bisa ketemu Aria sebelum balik lagi ke Singapore, soalnya dia gak ngambil cuti jd hr Senin pagi dah harus balik lagi (gue melahirkan Sabtu). Tempat gue dirawat nggak mengijinkan tamu pegang2 bayi. Sebelum bayi dianter ke ibunya pasti tamu2 diusir dulu. Nah, kakak gue sengaja ngumpet pas tukang usir ini dateng, trus begitu Aria dianter ke gue, keluarlah dia dari tempat persembunyiannya... hahaha.... Padahal gak lama kemudian ketauan sih kalau ada 'penghuni gelap' dan langsung digusah sama suster. Tapi yg jelas gue bisa liat wajahnya puas banget bisa liat 'anaknya' walaupun cuma sebentar.
Lebaran dia sengaja cuti agak lama supaya bisa banyak main sama Aria. Dengan cepat dia belajar gendong dan ganti popok. Gape banget deh. Memang sih dia kabur kalau Aria pup, 'Ibuuuu... tolong nih anakmu pup, gila baunya mematikan!' Tapi selebihnya keberadaan dia lumayan menyenangkan gue krn Aria ada yg 'megang'. Selama dia di Jkt gue liat sendiri kalau dia itu sayang banget sama anaknya. Pagi bangun tidur yg dicari pasti Aria. Kalau gue lagi nyusuin dan kunci kamar pasti diketok2 biar cepet selesai. Trus kalau dia pulang dari dugem, sepagi apa pun, pasti masuk kamar bayi (sambil gue teriakin 'Cuci tangan dulu!!!!'). Kalau Aria pas bangun pasti dia lgs siap2 bawa botol susunya Aria. Kalau Aria tidur ya cuma ngelus pipinya aja. Jangan tanya berapa banyak foto Aria yg dia buat. Kadang2 dia sengaja gendong Aria di depan jendela trus ngajak ngobrol, entah ngomongin apa. Arianya sendiri seperti juga anak2 kecil yg lain tenang aja kalau dibawa kakak gue. Bahkan kadang2 kalau pas nangis begitu liat kakak gue langsung diem. Sebetulnya dia semangat ngajakin Aria ke mall, tp gue larang keras. Gilingan padi... anak masih lembut begitu kok diajak jalan2.
Pernah sekali waktu dia nemenin Aria & gue kontrol dokter. Trus pas itu Aria sekalian imunisasi. Aduuuh... kakak gue itu liat anaknya nangis disuntik langsung mukanya menunjukkan ekspresi 'boleh nggak sih tangan saya aja yg disuntik?' Isn't that sweet? Padahal Aria kalau nangis kan gak pernah lama, tp tetep wajah kakak gue itu keliatan prihatin gitu lho. Trus setelah itu dia gendong Aria sampai tenang lagi.
Seinget gue Aria pertama kali senyum ya sama kakak gue itu. Reaksi kakak gue waktu liat Aria senyum mamerin gusi ompong... nggak bisa digambarkan dengan kata2. Gue yg liat adegan itu sampe terharu banget.
Libur Natal kemarin dia pulang lagi. Trus kali ini dia nggak mau tahu... Aria dibawa ke Plasa Senayan. Itu gara2 dia beli gendongan bayi yg nempel di dada itu lho. Duh. Tp Aria juga seneng2 aja sih, senyum2 dibawa jalan2 liat orang banyak. Meski sempet ada 'tragedi' 'Ibuuuu... anakmu mambuuuuu... pup!', tapi over all perjalanan pertama gaul baby Aria cukup sukses karena Aria gak nangis. Sebagai hadiah karena berlaku manis, Aria dapet baju & sepatu. Asyiiiik....
Buat gue, keberadaan kakak gue ini membuktikan kalau "Everyone can be a father but only a real man can be a daddy" (Lupa, baca di mana yaaaa...). I found it so true. And for all the gals out there... my son's daddy is single and available lhooooo.... Hahahaha....
Ini tentang kakak gue. Cowok. Yg udah pernah ketemu dia pasti langsung tau kalau dia itu kakak gue karena (katanya) wajah kita berdua mirip banget. Meskipun gue gak ngeliat kemiripannya di mana... tp udah sering bgt org bilang gue itu dia berambut panjang, atau dia itu gue tapi botak. Uuuuh.... Tapi ini bukan tentang siapa mirip siapa. Gue pengen cerita aja soal kakak gue ini karena gue pikir dia cukup unik.
Di usianya sekarang, dia (kayaknya) belum berpikir buat settle down. You know... like find someone and get married. Yg ada di kepalanya kayaknya cuma kerja dan seneng2 dengan hasil kerjanya itu. Gue sih gembira aja liat dia girang... and be more content if he buys something for me by the time he returns to Jkt. Hehehe.... Meskipun belum menikah, jadi belum punya anak (at least legally *Dzigh!*), dia itu seneng banget sama anak kecil. Dan anak kecil kok ya gampang lengket sama dia. Padahal dengan badannya yg gede dan kepalanya yg nir rambut, tampangnya lumayan galak (hey... emang gue mirip dia tapi gue gak sangar lho!!!). Tapi kok ya anak kecil suka? Nggak tau lah, ada jimatnya kali. Nah, kalau belum punya anak sendiri, anak siapa dong yg dia buat mainan? Ya anak siapa aja yg dia mau ajak main. Pernah ada org kantornya yg bawa anak, trus di kantor rewel terus... akhirnya sama dia diajak jalan2 ke Orchard... dan anak itu langsung girang. Trus pernah juga ada bayinya siapa gitu yg diajak berenang. Ampun, padahal ibunya sendiri mandiin aja masih takut.... Pokoknya model yg gitu2 deh.
Dengan kecintaannya pada anak orang, kebayang dong, betapa hebohnya dia nyuruh2 gue cepetan hamil habis gue menikah. Tapi setelah 4 thn tanpa hasil kayaknya dia pegel juga, trus jd cuek. Nah, pas gue kasih kabar kalau gue hamil kemarin itu... dia termasuk yg semangat banget. Nggak tau deh apa yg di bayangan dia. Dia langsung mendapuk dirinya menjadi papa, dan menyebut anak gue sebagai anaknya. 'Anakku dah nendang perutmu?' itu antara lain sms dari dia.
Waktu gue melahirkan kemarin, dia juga terbang dari Singapore, dan nungguin gue operasi. Trus pas gue & Aria di RS dia berusaha gimana caranya supaya bisa ketemu Aria sebelum balik lagi ke Singapore, soalnya dia gak ngambil cuti jd hr Senin pagi dah harus balik lagi (gue melahirkan Sabtu). Tempat gue dirawat nggak mengijinkan tamu pegang2 bayi. Sebelum bayi dianter ke ibunya pasti tamu2 diusir dulu. Nah, kakak gue sengaja ngumpet pas tukang usir ini dateng, trus begitu Aria dianter ke gue, keluarlah dia dari tempat persembunyiannya... hahaha.... Padahal gak lama kemudian ketauan sih kalau ada 'penghuni gelap' dan langsung digusah sama suster. Tapi yg jelas gue bisa liat wajahnya puas banget bisa liat 'anaknya' walaupun cuma sebentar.
Lebaran dia sengaja cuti agak lama supaya bisa banyak main sama Aria. Dengan cepat dia belajar gendong dan ganti popok. Gape banget deh. Memang sih dia kabur kalau Aria pup, 'Ibuuuu... tolong nih anakmu pup, gila baunya mematikan!' Tapi selebihnya keberadaan dia lumayan menyenangkan gue krn Aria ada yg 'megang'. Selama dia di Jkt gue liat sendiri kalau dia itu sayang banget sama anaknya. Pagi bangun tidur yg dicari pasti Aria. Kalau gue lagi nyusuin dan kunci kamar pasti diketok2 biar cepet selesai. Trus kalau dia pulang dari dugem, sepagi apa pun, pasti masuk kamar bayi (sambil gue teriakin 'Cuci tangan dulu!!!!'). Kalau Aria pas bangun pasti dia lgs siap2 bawa botol susunya Aria. Kalau Aria tidur ya cuma ngelus pipinya aja. Jangan tanya berapa banyak foto Aria yg dia buat. Kadang2 dia sengaja gendong Aria di depan jendela trus ngajak ngobrol, entah ngomongin apa. Arianya sendiri seperti juga anak2 kecil yg lain tenang aja kalau dibawa kakak gue. Bahkan kadang2 kalau pas nangis begitu liat kakak gue langsung diem. Sebetulnya dia semangat ngajakin Aria ke mall, tp gue larang keras. Gilingan padi... anak masih lembut begitu kok diajak jalan2.
Pernah sekali waktu dia nemenin Aria & gue kontrol dokter. Trus pas itu Aria sekalian imunisasi. Aduuuh... kakak gue itu liat anaknya nangis disuntik langsung mukanya menunjukkan ekspresi 'boleh nggak sih tangan saya aja yg disuntik?' Isn't that sweet? Padahal Aria kalau nangis kan gak pernah lama, tp tetep wajah kakak gue itu keliatan prihatin gitu lho. Trus setelah itu dia gendong Aria sampai tenang lagi.
Seinget gue Aria pertama kali senyum ya sama kakak gue itu. Reaksi kakak gue waktu liat Aria senyum mamerin gusi ompong... nggak bisa digambarkan dengan kata2. Gue yg liat adegan itu sampe terharu banget.
Libur Natal kemarin dia pulang lagi. Trus kali ini dia nggak mau tahu... Aria dibawa ke Plasa Senayan. Itu gara2 dia beli gendongan bayi yg nempel di dada itu lho. Duh. Tp Aria juga seneng2 aja sih, senyum2 dibawa jalan2 liat orang banyak. Meski sempet ada 'tragedi' 'Ibuuuu... anakmu mambuuuuu... pup!', tapi over all perjalanan pertama gaul baby Aria cukup sukses karena Aria gak nangis. Sebagai hadiah karena berlaku manis, Aria dapet baju & sepatu. Asyiiiik....
Buat gue, keberadaan kakak gue ini membuktikan kalau "Everyone can be a father but only a real man can be a daddy" (Lupa, baca di mana yaaaa...). I found it so true. And for all the gals out there... my son's daddy is single and available lhooooo.... Hahahaha....
Saturday, January 01, 2005
Sunday, December 26, 2004
Sunday, December 19, 2004
Sunday, December 12, 2004
Aria, My Yellow Spirit
I love to dress him in yellow. Yellow shirt, yellow short, and yellow gloves & socks. With yellow outfits, he reminds me of the sunshine in the morning. Come to think of it... he is indeed my matahari pagi, isn't he?
Saturday, November 27, 2004
Pecahan Genteng
Orang Jawa kenal kata kencana wingka. Kencana itu emas, wingka sama dengan pecahan genteng. Kata ini biasanya dipake buat menggambarkan hebatnya seorang anak. Anak itu, ibarat pecahan genteng emas. Coba bayangin, ada pecahan genteng dari emas. Huiiih... hebat kan? Cuma pecahan genteng, tapi karena dari emas jadi ya berharga banget gitu lho. Kadang2 orangtua jadi obyektif banget soal kencana wingka ini. Dan menganggap semua pecahan genteng milik mereka sebagai emas yg paling berharga. Salah satu kolom Umar Kayam di KR dulu pernah ngasih contoh soal kencana wingka itu dengan: "Ancici (nama cucu UK) itu sebetulnya tidak begitu cantik, tapi kalau sudah tersenyum bisa meruntuhkan hati siapa saja."
Dulu, gue selalu sebel menghadapi ibu2 dengan kencana wingka mereka. Krn kadang2 (menurut gue) mrk sangatlah melebih2kan kemampuan wingka2 mrk itu. Tapiiiiiii... setelah gue punya Aria, gue jadi tau bahwa memiliki pecahan genteng emas memang patut dipamerkan kehebatannya. Hehehe.. . Anak gue itu gue anggap sebagai anak paling ganteng sedunia, paling pinter... pendek kata paling top deh! Padahal Aria tuh bikin gue jatuh bangun juga, terus terang aja. Kadang2 jadwal dia kacau banget sampe bikin gue termehe2. Kalau hanya bikin minum jam 2 pagi aja sih bias... Gue dah mulai terbiasa jadi robot yg otomatis jalan ke water dispenser atau ke laci popok sambil setengah tidur (dan ganti popoknya sambil merem pun dah bisa lho!), tergantung dia nangis dgn nada yg bagaimana. Tapi kadang2 dia gak mau ditinggal tidur habis minum. Matanya kelip2, kalau gue tidur langsung deh dia rewel (kok dia tau sih kalau gue merem????). Tapi tetep, sebagai pecahan genteng gue yg berharga, Aria tetep yg paling hebat buat gue. Gak ada yg bisa menyaingi. Coba aja, nangisnya dia itu beda2 lho antara pengen minum sama pengen pup (pamer mode is kumat). Hihihihi... .
Akhirnya gue menjadi anggota organisasi pemilik genteng2 emas. And it is rewarding.
Dulu, gue selalu sebel menghadapi ibu2 dengan kencana wingka mereka. Krn kadang2 (menurut gue) mrk sangatlah melebih2kan kemampuan wingka2 mrk itu. Tapiiiiiii... setelah gue punya Aria, gue jadi tau bahwa memiliki pecahan genteng emas memang patut dipamerkan kehebatannya. Hehehe.. . Anak gue itu gue anggap sebagai anak paling ganteng sedunia, paling pinter... pendek kata paling top deh! Padahal Aria tuh bikin gue jatuh bangun juga, terus terang aja. Kadang2 jadwal dia kacau banget sampe bikin gue termehe2. Kalau hanya bikin minum jam 2 pagi aja sih bias... Gue dah mulai terbiasa jadi robot yg otomatis jalan ke water dispenser atau ke laci popok sambil setengah tidur (dan ganti popoknya sambil merem pun dah bisa lho!), tergantung dia nangis dgn nada yg bagaimana. Tapi kadang2 dia gak mau ditinggal tidur habis minum. Matanya kelip2, kalau gue tidur langsung deh dia rewel (kok dia tau sih kalau gue merem????). Tapi tetep, sebagai pecahan genteng gue yg berharga, Aria tetep yg paling hebat buat gue. Gak ada yg bisa menyaingi. Coba aja, nangisnya dia itu beda2 lho antara pengen minum sama pengen pup (pamer mode is kumat). Hihihihi... .
Akhirnya gue menjadi anggota organisasi pemilik genteng2 emas. And it is rewarding.
Monday, November 15, 2004
Lebaran
Selamat Lebaran!
Wah... bayi gue demam panggung! Biasa deh, pas lebaran gitu rumah kan dikunjungi banyak orang.... Yah yg paling banyak org2 sekomplek yg mau lebaranan sama nyokap. Sebagai anggota baru, Aria udah kayak barang pameran aja... org2 pada mau liat, dan nyokap dgn bangga tentu aja mau banget ngeliatin. Hehehe.... Akibatnya anak gue demam panggung. Habis tamu2 pada pulang dia lgs muntah aja gitu. Kasian....
Oh ya, layout blog ini hadiah lebaran dari Papa Cay, yg berdua sama Papa Ary flew from Spore and spent the whole holiday just to be with my son. Manis sekali yaaaaa.... Thank you guys....
Wah... bayi gue demam panggung! Biasa deh, pas lebaran gitu rumah kan dikunjungi banyak orang.... Yah yg paling banyak org2 sekomplek yg mau lebaranan sama nyokap. Sebagai anggota baru, Aria udah kayak barang pameran aja... org2 pada mau liat, dan nyokap dgn bangga tentu aja mau banget ngeliatin. Hehehe.... Akibatnya anak gue demam panggung. Habis tamu2 pada pulang dia lgs muntah aja gitu. Kasian....
Oh ya, layout blog ini hadiah lebaran dari Papa Cay, yg berdua sama Papa Ary flew from Spore and spent the whole holiday just to be with my son. Manis sekali yaaaaa.... Thank you guys....
Wednesday, November 10, 2004
I Love You I Love You I Love You
Aku mencintaimu, karena aku mencintaimu.
Tak perlu alasan lain....
(Andrei Aksana - Lelaki Terindah)
Tak perlu alasan lain....
(Andrei Aksana - Lelaki Terindah)
Sunday, November 07, 2004
Tanggal 23 Oktober Itu....
Hari Jumat tgl. 22 Oktober gue kontrol ke dokter. Harusnya sih hari Rabu-nya, tp pas Rabu itu, rumah sakit telp ke rumah ngasih tau kalau dokternya nggak bisa praktek sampe sore sementara gue nggak bisa dateng siang... jd ya udah gue pilih dateng pas Jumat aja. Harusnya hari Kamis dokter Soepardiman ada juga di Bunda-Menteng. Tapi gue males ke sana karena kalau periksa di sana pasti catetan gue jd ganti semua. Dari mulai timbangan badan yg makin berat, tensi yg kacau… belum lagi susternya yg menurut gue galak... hehehe... Pokoke buat gue Hermina is the best gitu lho. Hahaha... Tp Jumat paginya gue dah bener2 ga nyaman banget. Nggak enak dan kacau rasanya badan gue. Jari tangan dah bengkak kayak pisang, jari kaki segede jahe... sepatu gak muat lagi. Belum lagi kesemutan di mana2. Pokoke rasanya amburadul... . Padahal jadwal periksanya kan malem. Duh, nggak tahan deh. Akhirnya telp ke Hermina, trus sama mrk di-refer ke klinik eksekutif... yg dokternya bisa dipanggil, trus nggak pake ngantri, dan bisa periksa
siang (with notes: "Maaf Bu, biaya administrasi dan konsultasi dua kali lipat dari yg biasa." Huh.). Akhirnya ya gue daftar lah di klinik eksekutif itu. Dan lgs berangkat setelah ada kepastian jam dateng dokternya.
Sampe sana gue lgs curhat lah sama dokternya soal gue yg makin gak nyaman. Dokternya sih ketawa2 krn memang udah waktunya mau melahirkan (39 minggu).
"Sudah merasa kontraksi?"
"Belum."
"Bahkan 2 jam sekali?"
"Belum."
"Sekarang rasanya gimana?"
"Begah."
Ya udah, diperiksa dalem deh.
"Lho kok nggak ada?" (sambil tangannya merogoh2 -dziiigh!!)
"Nggak ada gimana? Yg segede ini apa?"
"Maksud saya, nggak teraba dari bawah."
"Trus gimana dong?" (panic mode on)
Kesimpulan si dokter, bayi belum masuk tulang panggul. Padahal normalnya kepala bayi dah mulai cari jalan umur 37 minggu.
"Kita tunggu deh seminggu lagi."
"He??? Seminggu lagi? Yg bener… sekarang aja rasanya udah kacau begini."
Tiba2 nyokap yg sebelumnya diam aja menyimak (ditambah ngantuk plus laper kali yaaaa...) nyeletuk, "Udah, operasi aja. Kalau nunggu seminggu kan berarti 40 minggu. Nanti ketuaan?"
Gue lgs menoleh dgn terkaget2. Gue gitu lho disuruh operasi. Ampun. Takut. Dokternya rada ngotot mau nunggu seminggu lagi. Tp nyokap gue jg ngotot buat lgs dibedah aja.
"Saya nunggu cucu sudah lama lho, Dok. Kalau ada apa2 gimana?"
"Ya terserah pasien. Sebaiknya dipikir masak2."
"Sudahlah, operasi saja."
"Kapan? Hari Senin?"
"Besok Dokter ada waktu?"
"Bisa. Pagi jam 9."
"Ya sudah, kalau minggu depan pun harus caesar, kenapa nggak besok saja?"
Coba ya, dialog di atas itu antara dokter dan nyokap. Gue yg notabene si pasien dicuekin aja gitu. Tolong deh.
Akhirnya diputuskan gue akan operasi hari Sabtu jam 9 pagi. Jadi malem itu juga harus masuk RS. Ya udah. Nggak pulang lagi deh. Lgs disiapin buat operasi. Dari mulai cek bayinya, bersihin ibunya, periksa darah, dan tetek bengek lainnya. Gue sempat telp mertua, Adit, my baby's dad, dan sms ke bbrp org yg gue pikir nunggu berita ini.
Ya udah, malem itu gue tidur di RS. Adit sempat dateng dan nemenin bbrp saat. Habis dia pulang, gue nggak bisa tidur dong! Takuuuuuuut... Gue kan nggak pernah dioperasi. Jd nggak bisa membayangkan kayak apa situasinya. Salah satu temen gue yg sudah ahli banget dibedah2 memberikan tips dan triknya spy cepet bugar kembali. Dan gue sempet juga sih baca buku. Tp tetep aja takut. Nervous berat.
Sabtu paginya, jam 7 gue dah mandi. My baby's dad flew from S'pore the night before (dgn tentengan kuda nil, mini gym toys, de el el satu koper raksasa), dateng ke RS bareng nyokap dan tante dan om gue. Semuanya antusias deh menunggu kehadiran si jabang bayi. Jam 7.30 rombongan cheerleader nganter gue masuk ruang bersalin. Adit dateng sekitar jam 8. Kita berdua sempat berdoa bareng. Trus gue sempat liat mertua gue dadah2 di pintu. Wah, rame juga ya supporter gue. Hehehe... Oh ya, di Hermina nggak boleh ada yg nemenin di ruang operasi. Krn pernah ada kejadian yg nemenin pingsan jd bikin repot. Pdh kakak gue dah semangat bgt pengen nungguin anaknya nongol.
Jam 8.10 gue masuk ruang operasi.
"Selamat pagi. Saya dokter anestesi. Nanti ibu akan di bla bla bla..."
"Ya, dokter."
"Sekarang ibu atur posisi."
"Sudah?"
"Sudah, berbaring biasa deh."
Gue balik badan. Trus melihat yg barusan nyuntik gue adalah temen bokap yg notabene juga bapaknya temen gue! Oh noooooo...
"Halo."
"Lho, dokter..."
"Kenapa? Kok pucat? Kamu takut? Perlu suntik tidur?"
"Suntik tidur mungkin perlu. Tapi bukan karena takut... maluuuuu!"
"Hahahaha..."
Habis itu gue nggak merasa apa2. Cuma kerasa meja operasi goyang2 hebat. Tau2 gue denger suara tangisan. Dokter anestesinya teriak "Waaaa... jagoan... jagoan..." Trus ada suster yg bawa bayi kecil mungil ke dekat gue. There he was, so small and beautiful. I kissed him on his forehead. Habis itu tanpa gue sadari air mata gue menetes. Oh Tuhan, akhirnya gue melihat juga makhluk yg selama 9 bln ini ada di perut gue. Akhirnya gue bisa melihat wajahnya yg imut.
Trus dijelasin deh, kalau my baby kinda stuck krn tubuhnya terbelit tali pusatnya sendiri yg panjangnya 1m. Duileh, kayak mumi dong. Trus juga kalau air ketubannya sdh berubah warna, tp nggak ada pengaruhnya. Aman.
Ya sudah, selebihnya gue nggak sempat mikir apa2 lagi. Tau2 gue udah pindah ke recovery room. Dokter gue dateng, nyalamin, krn memang dia terlibat bgt dari awal proses 'terbentuknya' my baby. Trus Adit dateng. Habis ngazanin bayi. Trus dia udah pegang formulir surat kenal lahir dengan nama yg udah kita siapin dr jaman batu. Mukanya cerah.
"Selamat ya, Ibu."
"Bayinya mirip Ayah, ya?"
"Hehe, iya."
Trus supporter yg udah nunggu di luar gantian satu2 masuk ke recovery room. Termasuk tante Detta.
Pas jam besuk selesai (semua pengunjung diusir lhoooo...), bayi2 dianter ke ibunya masing2. Dan saat itu gue baru melihat my precious bundle. Betul2 pertemuan yg private. Cuma gue dan dia. Gue menikmati sekali wajahnya yg ada di sebelah gue. Lucu, imut, dan rambutnya lurus. Gue nggak bisa mikir apa2 waktu lihat dia. Hanya membayangkan kalau melihat dia, untuk mendapatkan makhluk selucu itu gue rela deh biarpun harus dioperasi 7 kali juga. Sayang waktu itu gue blom boleh bangun jd nggak bisa mangku, dia dibaringkan di samping gue.
Ya sudah, begitulah kisahnya. Udah rada garing sih krn dah kelamaan. Skrg my baby sedang tidur. Jadwalnya memang masih kacau balau... tidur bangun seenaknya dia. Capek juga sih ngikutin schedule dia yg antah berantah itu. Tapi kalau sudah liat dia tersenyum... aduuuuuh... jatuh cinta lagi deh gue! Hehehe... . He surely makes my future worth living for.
Oh ya, ada pertanyaan gue yg blom terjawab: kontraksi itu rasanya gimana???
siang (with notes: "Maaf Bu, biaya administrasi dan konsultasi dua kali lipat dari yg biasa." Huh.). Akhirnya ya gue daftar lah di klinik eksekutif itu. Dan lgs berangkat setelah ada kepastian jam dateng dokternya.
Sampe sana gue lgs curhat lah sama dokternya soal gue yg makin gak nyaman. Dokternya sih ketawa2 krn memang udah waktunya mau melahirkan (39 minggu).
"Sudah merasa kontraksi?"
"Belum."
"Bahkan 2 jam sekali?"
"Belum."
"Sekarang rasanya gimana?"
"Begah."
Ya udah, diperiksa dalem deh.
"Lho kok nggak ada?" (sambil tangannya merogoh2 -dziiigh!!)
"Nggak ada gimana? Yg segede ini apa?"
"Maksud saya, nggak teraba dari bawah."
"Trus gimana dong?" (panic mode on)
Kesimpulan si dokter, bayi belum masuk tulang panggul. Padahal normalnya kepala bayi dah mulai cari jalan umur 37 minggu.
"Kita tunggu deh seminggu lagi."
"He??? Seminggu lagi? Yg bener… sekarang aja rasanya udah kacau begini."
Tiba2 nyokap yg sebelumnya diam aja menyimak (ditambah ngantuk plus laper kali yaaaa...) nyeletuk, "Udah, operasi aja. Kalau nunggu seminggu kan berarti 40 minggu. Nanti ketuaan?"
Gue lgs menoleh dgn terkaget2. Gue gitu lho disuruh operasi. Ampun. Takut. Dokternya rada ngotot mau nunggu seminggu lagi. Tp nyokap gue jg ngotot buat lgs dibedah aja.
"Saya nunggu cucu sudah lama lho, Dok. Kalau ada apa2 gimana?"
"Ya terserah pasien. Sebaiknya dipikir masak2."
"Sudahlah, operasi saja."
"Kapan? Hari Senin?"
"Besok Dokter ada waktu?"
"Bisa. Pagi jam 9."
"Ya sudah, kalau minggu depan pun harus caesar, kenapa nggak besok saja?"
Coba ya, dialog di atas itu antara dokter dan nyokap. Gue yg notabene si pasien dicuekin aja gitu. Tolong deh.
Akhirnya diputuskan gue akan operasi hari Sabtu jam 9 pagi. Jadi malem itu juga harus masuk RS. Ya udah. Nggak pulang lagi deh. Lgs disiapin buat operasi. Dari mulai cek bayinya, bersihin ibunya, periksa darah, dan tetek bengek lainnya. Gue sempat telp mertua, Adit, my baby's dad, dan sms ke bbrp org yg gue pikir nunggu berita ini.
Ya udah, malem itu gue tidur di RS. Adit sempat dateng dan nemenin bbrp saat. Habis dia pulang, gue nggak bisa tidur dong! Takuuuuuuut... Gue kan nggak pernah dioperasi. Jd nggak bisa membayangkan kayak apa situasinya. Salah satu temen gue yg sudah ahli banget dibedah2 memberikan tips dan triknya spy cepet bugar kembali. Dan gue sempet juga sih baca buku. Tp tetep aja takut. Nervous berat.
Sabtu paginya, jam 7 gue dah mandi. My baby's dad flew from S'pore the night before (dgn tentengan kuda nil, mini gym toys, de el el satu koper raksasa), dateng ke RS bareng nyokap dan tante dan om gue. Semuanya antusias deh menunggu kehadiran si jabang bayi. Jam 7.30 rombongan cheerleader nganter gue masuk ruang bersalin. Adit dateng sekitar jam 8. Kita berdua sempat berdoa bareng. Trus gue sempat liat mertua gue dadah2 di pintu. Wah, rame juga ya supporter gue. Hehehe... Oh ya, di Hermina nggak boleh ada yg nemenin di ruang operasi. Krn pernah ada kejadian yg nemenin pingsan jd bikin repot. Pdh kakak gue dah semangat bgt pengen nungguin anaknya nongol.
Jam 8.10 gue masuk ruang operasi.
"Selamat pagi. Saya dokter anestesi. Nanti ibu akan di bla bla bla..."
"Ya, dokter."
"Sekarang ibu atur posisi."
"Sudah?"
"Sudah, berbaring biasa deh."
Gue balik badan. Trus melihat yg barusan nyuntik gue adalah temen bokap yg notabene juga bapaknya temen gue! Oh noooooo...
"Halo."
"Lho, dokter..."
"Kenapa? Kok pucat? Kamu takut? Perlu suntik tidur?"
"Suntik tidur mungkin perlu. Tapi bukan karena takut... maluuuuu!"
"Hahahaha..."
Habis itu gue nggak merasa apa2. Cuma kerasa meja operasi goyang2 hebat. Tau2 gue denger suara tangisan. Dokter anestesinya teriak "Waaaa... jagoan... jagoan..." Trus ada suster yg bawa bayi kecil mungil ke dekat gue. There he was, so small and beautiful. I kissed him on his forehead. Habis itu tanpa gue sadari air mata gue menetes. Oh Tuhan, akhirnya gue melihat juga makhluk yg selama 9 bln ini ada di perut gue. Akhirnya gue bisa melihat wajahnya yg imut.
Trus dijelasin deh, kalau my baby kinda stuck krn tubuhnya terbelit tali pusatnya sendiri yg panjangnya 1m. Duileh, kayak mumi dong. Trus juga kalau air ketubannya sdh berubah warna, tp nggak ada pengaruhnya. Aman.
Ya sudah, selebihnya gue nggak sempat mikir apa2 lagi. Tau2 gue udah pindah ke recovery room. Dokter gue dateng, nyalamin, krn memang dia terlibat bgt dari awal proses 'terbentuknya' my baby. Trus Adit dateng. Habis ngazanin bayi. Trus dia udah pegang formulir surat kenal lahir dengan nama yg udah kita siapin dr jaman batu. Mukanya cerah.
"Selamat ya, Ibu."
"Bayinya mirip Ayah, ya?"
"Hehe, iya."
Trus supporter yg udah nunggu di luar gantian satu2 masuk ke recovery room. Termasuk tante Detta.
Pas jam besuk selesai (semua pengunjung diusir lhoooo...), bayi2 dianter ke ibunya masing2. Dan saat itu gue baru melihat my precious bundle. Betul2 pertemuan yg private. Cuma gue dan dia. Gue menikmati sekali wajahnya yg ada di sebelah gue. Lucu, imut, dan rambutnya lurus. Gue nggak bisa mikir apa2 waktu lihat dia. Hanya membayangkan kalau melihat dia, untuk mendapatkan makhluk selucu itu gue rela deh biarpun harus dioperasi 7 kali juga. Sayang waktu itu gue blom boleh bangun jd nggak bisa mangku, dia dibaringkan di samping gue.
Ya sudah, begitulah kisahnya. Udah rada garing sih krn dah kelamaan. Skrg my baby sedang tidur. Jadwalnya memang masih kacau balau... tidur bangun seenaknya dia. Capek juga sih ngikutin schedule dia yg antah berantah itu. Tapi kalau sudah liat dia tersenyum... aduuuuuh... jatuh cinta lagi deh gue! Hehehe... . He surely makes my future worth living for.
Oh ya, ada pertanyaan gue yg blom terjawab: kontraksi itu rasanya gimana???
Tuesday, November 02, 2004
The Baby is Finally Here!
Yes, dia sudah lahir... tgl. 23 Oktober 2004 jam 9.35 pagi. Dia dgn kepribadiannya itu belum2 sdh mau menentukan sendiri caranya lahir: tidak mau lewat pintu yg sudah ada... jadi terpaksa dibuatin jendela sama dokter... Hehehehe....
Namanya Aria Gaung Gentajiwa Prasadi.
Cerita lengkapnya... mungkin baru bisa bbrp hari lagi krn gue masih guncang dgn 'profesi' baru sbg emak2.... Hahahaha.... Untung bayi gue ini termasuk manis, krn nggak mengharuskan ibunya begadang tiap hari. Dan thank God I have my mom here with me yg bener2 menolong bgt deh auwwww... kalau nggak ada nyokap mungkin gue bisa pingsan sehari lima belas kali krn banyak bgt kejutan2 jadi ibu.
Terima kasih atas semua doa, support, dan imel2 juga komen-nya yaaaaaa.... Special thanks buat Tante Detta yg dgn antusias ambil bagian sbg cheerleader pas d-day in the hospital.
Namanya Aria Gaung Gentajiwa Prasadi.
Cerita lengkapnya... mungkin baru bisa bbrp hari lagi krn gue masih guncang dgn 'profesi' baru sbg emak2.... Hahahaha.... Untung bayi gue ini termasuk manis, krn nggak mengharuskan ibunya begadang tiap hari. Dan thank God I have my mom here with me yg bener2 menolong bgt deh auwwww... kalau nggak ada nyokap mungkin gue bisa pingsan sehari lima belas kali krn banyak bgt kejutan2 jadi ibu.
Terima kasih atas semua doa, support, dan imel2 juga komen-nya yaaaaaa.... Special thanks buat Tante Detta yg dgn antusias ambil bagian sbg cheerleader pas d-day in the hospital.
Sunday, October 17, 2004
Masih Sama
Pertanyaan masih tetep:
ini kontraksi apa bukan ini kontraksi apa bukan ini kontraksi apa bukan?
ini kontraksi apa bukan ini kontraksi apa bukan ini kontraksi apa bukan?
Thursday, October 14, 2004
Hmm....
I was amazed
You still remember small things
I thought you already forgot them all
For you hate me so much.
You still remember small things
I thought you already forgot them all
For you hate me so much.
Wednesday, October 13, 2004
Hahahaha....
Ketemu temen (T) di plaza Indonesia
T: Hey... you and your big belly... wow....
G: Hahahaha... amazing, isn't it?
T: It is. When will it due?
G: Errr... it's 38 week now.
T: OMG. And you are here, all by yourself....
G: Why?
T: Can you imagine how the strangers around you will act if you suddenly get your contraction here, in the mall? Go home!
G: Hahahaha.... Relax. I still have some stuff to do in the office.
T: Don't laugh. It's not funny. You should stay home and wait... not walking around with your oversized tummy!
G: Hahahaha.... He won't come today!
T: How do you know???? Ok, I guess I'd better be going. I don't wanna be the first person to see any change in your face when you start to feel that your baby is coming. And you... go home!
G: Hahahaha....
T: Hey... you and your big belly... wow....
G: Hahahaha... amazing, isn't it?
T: It is. When will it due?
G: Errr... it's 38 week now.
T: OMG. And you are here, all by yourself....
G: Why?
T: Can you imagine how the strangers around you will act if you suddenly get your contraction here, in the mall? Go home!
G: Hahahaha.... Relax. I still have some stuff to do in the office.
T: Don't laugh. It's not funny. You should stay home and wait... not walking around with your oversized tummy!
G: Hahahaha.... He won't come today!
T: How do you know???? Ok, I guess I'd better be going. I don't wanna be the first person to see any change in your face when you start to feel that your baby is coming. And you... go home!
G: Hahahaha....
Tuesday, October 12, 2004
Ibu yang Menunggu
Setiap hari Ibu sudah mengganti sprei kasurmu
Mengatur kembali boneka gajah & kuda nil di atasnya
Memutar musical machine 4 kali sehari: pagi & malam
Melihat mobil-mobil di musical machine itu berputar
Membongkar laci-laci baju-baju & kaos kaki mungilmu
Menatanya kembali... sesuai gradasi warna
Koper Ibu juga sudah ada di mobil
Semua sudah siap menyambutmu, Sayang
Kapan pun kamu tiba
Mengatur kembali boneka gajah & kuda nil di atasnya
Memutar musical machine 4 kali sehari: pagi & malam
Melihat mobil-mobil di musical machine itu berputar
Membongkar laci-laci baju-baju & kaos kaki mungilmu
Menatanya kembali... sesuai gradasi warna
Koper Ibu juga sudah ada di mobil
Semua sudah siap menyambutmu, Sayang
Kapan pun kamu tiba
Monday, October 11, 2004
Masih Ngantor
Pas gue dateng tadi sempat kaget... lah meja gue dipindahin ke mana? Huehehe... ternyata ik kena tendangan sudut aja boooo.... Tadinya kan di depan gitu duduknya, skrg jd ditempelin ke jendela. Cihuuuuy... posisi idaman, bisa ngumpet... hehehe.... Tp akibat pindah-pindahan ini gue kehilangan body lotion victoria secret dan anting yang hari jumat kemarin gue tinggalin di meja. Huh.
Thursday, October 07, 2004
Malu Bertanya Sesat di Jalan
Sebelum ada kepastian hamil, pertanyaan gue adalah: Hamil itu gimana rasanya?
Setelah betulan hamil, pertanyaan gue berubah jadi: Gerakan bayi di perut itu gimana rasanya?
Sekarang ini saat menghitung hari, pertanyaan gue makin ajaib: Kontraksi itu gimana rasanya?
Setelah betulan hamil, pertanyaan gue berubah jadi: Gerakan bayi di perut itu gimana rasanya?
Sekarang ini saat menghitung hari, pertanyaan gue makin ajaib: Kontraksi itu gimana rasanya?
Friday, October 01, 2004
Thursday, September 30, 2004
Sudah Belum?
Lomba desain :: sudah
Pembagian tugas Yogya :: sudah
Ide bonus :: sudah
Tugas harian: cover story :: sudah
Masukin surat cuti :: sudah
Melahirkan :: belum
Pembagian tugas Yogya :: sudah
Ide bonus :: sudah
Tugas harian: cover story :: sudah
Masukin surat cuti :: sudah
Melahirkan :: belum
Tuesday, September 28, 2004
Monday, September 27, 2004
Anakku Punya Kuda
Dia (d): Aku beli kuda2an buat anakmu.
Gue (g): Kuda2an?
d: Kuda nil sih bentuknya.
g: Bukannya dia harus bisa jalan dulu baru bisa naik itu?
d: Iya sih.
g: Berarti baru bisa dipake taon depan dong, paling cepet. Hahaha....
d: Habis lucu banget, nggak mungkin nggak tak beli.
g: Ya wis, makasih.
Gue (g): Kuda2an?
d: Kuda nil sih bentuknya.
g: Bukannya dia harus bisa jalan dulu baru bisa naik itu?
d: Iya sih.
g: Berarti baru bisa dipake taon depan dong, paling cepet. Hahaha....
d: Habis lucu banget, nggak mungkin nggak tak beli.
g: Ya wis, makasih.
Friday, September 24, 2004
Kerja Bagai Kuda?
Yes, jumpalitan bener deh pokoknya. Dr mulai bikin private preview mobil mewah, launching produk kecantikan yg sampe bosen (banyak amat sih produk baru sampe gue rancu!!!), masih bersambung dengan ad gathering kemarin, golf tournament besok, dan lomba desain busana & aksesori minggu depan. Itu adalah kerja sampingan di samping kerja hari2 yg nulis artikel. Hehehehe... jd redaksi kok merangkap event organizer jadinya ya gini deh. Alhamdulillah my baby dibawa goncang gitu masih aja oke... kayaknya ceria selalu yaaaah....
Tp in between kegoncangan itu... dasar emang temen2 kantor gue adalah cewek2 gilingan semua... masih sempet lho bikin private birthday party dan juga bridal shower. Hehehe... pesta ultah sih biasa aja ya... gitu deh.... Yg seru bridal shower krn dibikin serius banget gitu lho. Kita (the 20 of us... rame ya... cewek semua tumben kan bisa akur segitu banyak... hahahaha....) open room di Shangrila. Bikin rupa2 games dr mulai yg sopan sampai yg tidak senonoh... hahahaha.... 2 di antara kita yg hamil (termasuk gue), jam 8 malem dah mulai sakit punggung. Tp gak boleh pulang krn acara 'belum seru'. Oalah... ternyata yg dibilang seru itu adalah hadirnya seorang stripper pria buat calon pengantin. Duh! Untuk 'menghormati' ibu2 hamil yg pengen segera pulang, si penari dihadirkan lebih awal.... Hahaha... nonton penari telanjang kok sore2.... Dan... ya ampun... itu sungguh tontonan yg tidak sesuai untuk ibu hamil!
Lumayan deh di tengah2 kegilaan kerja bagai kuda gue bisa ngakak2 sampe kejang. Untung nggak sampe kontraksi.
Tp in between kegoncangan itu... dasar emang temen2 kantor gue adalah cewek2 gilingan semua... masih sempet lho bikin private birthday party dan juga bridal shower. Hehehe... pesta ultah sih biasa aja ya... gitu deh.... Yg seru bridal shower krn dibikin serius banget gitu lho. Kita (the 20 of us... rame ya... cewek semua tumben kan bisa akur segitu banyak... hahahaha....) open room di Shangrila. Bikin rupa2 games dr mulai yg sopan sampai yg tidak senonoh... hahahaha.... 2 di antara kita yg hamil (termasuk gue), jam 8 malem dah mulai sakit punggung. Tp gak boleh pulang krn acara 'belum seru'. Oalah... ternyata yg dibilang seru itu adalah hadirnya seorang stripper pria buat calon pengantin. Duh! Untuk 'menghormati' ibu2 hamil yg pengen segera pulang, si penari dihadirkan lebih awal.... Hahaha... nonton penari telanjang kok sore2.... Dan... ya ampun... itu sungguh tontonan yg tidak sesuai untuk ibu hamil!
Lumayan deh di tengah2 kegilaan kerja bagai kuda gue bisa ngakak2 sampe kejang. Untung nggak sampe kontraksi.
Friday, September 17, 2004
Thursday, September 16, 2004
Wednesday, September 15, 2004
Capek
Oh, banyak banget kerjaan ya? Hmm... tp kalau nganggur nggak dpt gaji juga, bukan? Dilema... dilema... hahaha....
Friday, September 10, 2004
Masih Bisa Bermimpi
Kemarin itu gue bangun pagi dgn sedih krn kram kaki. Huh. Tp krn gue udah baca2 bahwa dlm kehamilan akan ada kram2an... yg lama2 akan hilang sendiri... jd ya sudah lah gue 'nikmati' aja. Gue telp kantor, bilang ke sekretaris redaksi kalau gue bakalan telat krn nunggu kram ini lenyap. Ya udah, gue tiduran lagi sambil baca2.
Jam 9, akhirnya kram pun usai. Mandi dan beres2.... Jam 9.20 berangkat lah ke kantor. Seperti biasa lewat Casablanca trus muter di dekat kedutaan Malaysia. Sampai kantor jam 10. Langsung masuk ruang meeting yg seru banget deh. Sampe gebrak2an meja. Di tengah2 gebrakan2 rusuh itu tiba2 ada bunyi "duaaaaaaar...." Trus ada kaca pecah. Seluruh ruang rapat yg tadi gebrak2an langsung sepi. Semua sempat 'termenung' sebentar. Trus... ada yg ngomong di luar ruang rapat "ambil tas, turun lewat tangga, jangan panik." Ya kita semua lgs berhamburan keluar kantor. Baru tahu kalau ada satu kaca jendela ruang serba guna yg bubar berkeping.
Kita masih blm sadar ada apa. Krn posisi kantor kita bukan di Rasuna Said yg depan, jd masih blom ngeh ada apa. Sampe ada supir yg barusan dr Kuningan, jerit2... "ada bom... banyak korban... aduh...." Barulah kita ngeh apa yg terjadi. Trus gue & bbrp teman ke Rasuna Said. Dr situ yg keliatan Plasa 89 yg udah bubaran kaca2nya.
Di jalanan sendiri sempat ada 2 arus manusia. Yg satu isinya orang2 asing... yg bergegas ke arah menteng... menjauhi sumber ledakan. Satunya lagi isinya org2 Indonesia yg malah lari mendekati tkp. Duh. Kok bukannya pada takut sih?
Setelah yakin gak bakal ada ledakan lagi, akhirnya kita2 balik ke kantor (ada juga sih yg naluri wartawannya masih kenceng bener... bawa2 kamera ke kedutaan australia, mrk akhirnya balik setelah mencium bau 'sate'). Sampe kantor langsung pindahin channel TV ke AnTV. Dan terlihatlah 'pemandangan' itu. Ngeri. Dan gue langsung bercucuran air mata. Krn blm lama gue lewat tempat itu dan semua seperti baik2 saja. Gue lgs membayangkan apa jadinya kalau mobil yg gue naiki pas ada di situ? Apa ya gue bakal bisa liat anak gue? Gue panggil2 anak gue di perut. He seems ok. Dan gue makin nangis aja. Gue bayangin orang2 yg setiap hari gue liat ada di sekitar tkp... tukang teh botolnya, tukang korannya, anak2 kecil pengamen.... Memang kalau udah ada yg beginian, kita semua diingatkan lagi atas Kekuasaan Allah. Allahu Akbar.
Alhamdulillah, gue masih sehat. Alhamdulillah gue masih punya kesempatan buat meneruskan mimpi2 gue. Paling nggak, gue sampai hari ini masih bisa bermimpi. Tak kurang suatu apa. Alhamdulillah.
PS: Terima kasih banyak buat yg udah nelpon or sms. Semoga semua baik2 saja ya....
Jam 9, akhirnya kram pun usai. Mandi dan beres2.... Jam 9.20 berangkat lah ke kantor. Seperti biasa lewat Casablanca trus muter di dekat kedutaan Malaysia. Sampai kantor jam 10. Langsung masuk ruang meeting yg seru banget deh. Sampe gebrak2an meja. Di tengah2 gebrakan2 rusuh itu tiba2 ada bunyi "duaaaaaaar...." Trus ada kaca pecah. Seluruh ruang rapat yg tadi gebrak2an langsung sepi. Semua sempat 'termenung' sebentar. Trus... ada yg ngomong di luar ruang rapat "ambil tas, turun lewat tangga, jangan panik." Ya kita semua lgs berhamburan keluar kantor. Baru tahu kalau ada satu kaca jendela ruang serba guna yg bubar berkeping.
Kita masih blm sadar ada apa. Krn posisi kantor kita bukan di Rasuna Said yg depan, jd masih blom ngeh ada apa. Sampe ada supir yg barusan dr Kuningan, jerit2... "ada bom... banyak korban... aduh...." Barulah kita ngeh apa yg terjadi. Trus gue & bbrp teman ke Rasuna Said. Dr situ yg keliatan Plasa 89 yg udah bubaran kaca2nya.
Di jalanan sendiri sempat ada 2 arus manusia. Yg satu isinya orang2 asing... yg bergegas ke arah menteng... menjauhi sumber ledakan. Satunya lagi isinya org2 Indonesia yg malah lari mendekati tkp. Duh. Kok bukannya pada takut sih?
Setelah yakin gak bakal ada ledakan lagi, akhirnya kita2 balik ke kantor (ada juga sih yg naluri wartawannya masih kenceng bener... bawa2 kamera ke kedutaan australia, mrk akhirnya balik setelah mencium bau 'sate'). Sampe kantor langsung pindahin channel TV ke AnTV. Dan terlihatlah 'pemandangan' itu. Ngeri. Dan gue langsung bercucuran air mata. Krn blm lama gue lewat tempat itu dan semua seperti baik2 saja. Gue lgs membayangkan apa jadinya kalau mobil yg gue naiki pas ada di situ? Apa ya gue bakal bisa liat anak gue? Gue panggil2 anak gue di perut. He seems ok. Dan gue makin nangis aja. Gue bayangin orang2 yg setiap hari gue liat ada di sekitar tkp... tukang teh botolnya, tukang korannya, anak2 kecil pengamen.... Memang kalau udah ada yg beginian, kita semua diingatkan lagi atas Kekuasaan Allah. Allahu Akbar.
Alhamdulillah, gue masih sehat. Alhamdulillah gue masih punya kesempatan buat meneruskan mimpi2 gue. Paling nggak, gue sampai hari ini masih bisa bermimpi. Tak kurang suatu apa. Alhamdulillah.
PS: Terima kasih banyak buat yg udah nelpon or sms. Semoga semua baik2 saja ya....
Wednesday, September 08, 2004
Untuk Nanti Malam
Temen (t): Malam nanti ada acara?
Gue (g) : Ada. Sebel.
t : Kenapa?
g : Males sebenernya.
t : Acara apa?
g : Teater.
t : Perlu temen?
g : Glad if you can come.
t : Ya deh, gue temenin.
g : Asyiiiiik....
t : Eeeeeh... tapi loe nggak berencana melahirkan di dalam gedung teater kan?
g : ???
Gue (g) : Ada. Sebel.
t : Kenapa?
g : Males sebenernya.
t : Acara apa?
g : Teater.
t : Perlu temen?
g : Glad if you can come.
t : Ya deh, gue temenin.
g : Asyiiiiik....
t : Eeeeeh... tapi loe nggak berencana melahirkan di dalam gedung teater kan?
g : ???
Tuesday, September 07, 2004
Saturday, September 04, 2004
My Thought of The Day
They met for the 1st time in a restaurant, inside the hotel where we had our grand wedding party. Then they went to Bali, the island where we had our honeymoon right after we tied the knot. They flew to Yogya afterwards, stay for a while in the city we visited a lot since we have a lot of relatives there.
Yes, Ma'am, it's their detail plan that hurt more than the cheating itself.
Yes, Ma'am, it's their detail plan that hurt more than the cheating itself.
Friday, September 03, 2004
Anakku Sayang
Pagi ini dia udah 2 kali cegukan. Duh kasihan. Gimana cara nyuruh dia minum, biar cegukannya berhenti?
Thursday, September 02, 2004
Friday, August 27, 2004
Nowhere, Nowhere, Nowhere
Nowhere Man
He's a real nowhere man
Sitting in his nowhere land
Making all his nowhere plans for nobody
Doesn't have a point of view
knows not where he's going to
Isn't he a bit like you and me?
Nowhere man please listen
You don't know what you're missing
Nowhere man, The world is at your command
He's as blind as he can be
Just sees what he wants to see
Nowhere man, can you see me at all
Nowhere man don't worry
Take your time, don't hurry
Leave it all till somebody else
Lends you a hand
Ah, la, la, la, la
Doesn't have a point of view
knows not where he's going to
Isn't he a bit like you and me?
Nowhere man please listen
You don't know what you're missing
Nowhere man, The world is at your command
Ah, la, la, la, la
He's a real nowhere man
Sitting in his nowhere land
Making all his nowhere plans for nobody
Making all his nowhere plans for nobody
Making all his nowhere plans for nobody
The Beatles
Lennon/McCartney
He's a real nowhere man
Sitting in his nowhere land
Making all his nowhere plans for nobody
Doesn't have a point of view
knows not where he's going to
Isn't he a bit like you and me?
Nowhere man please listen
You don't know what you're missing
Nowhere man, The world is at your command
He's as blind as he can be
Just sees what he wants to see
Nowhere man, can you see me at all
Nowhere man don't worry
Take your time, don't hurry
Leave it all till somebody else
Lends you a hand
Ah, la, la, la, la
Doesn't have a point of view
knows not where he's going to
Isn't he a bit like you and me?
Nowhere man please listen
You don't know what you're missing
Nowhere man, The world is at your command
Ah, la, la, la, la
He's a real nowhere man
Sitting in his nowhere land
Making all his nowhere plans for nobody
Making all his nowhere plans for nobody
Making all his nowhere plans for nobody
The Beatles
Lennon/McCartney
Monday, August 23, 2004
Oh My....
Just realized that 'some' people signed up a blogger account in order to be able to post comment on my blog. Isn't that cool??? Hey you, didn't you learn that in this world the genius already created a thing called sitemeter? That's how I can figure out who and where you are. Do I know someone 'there' who will do such a thing? Yes I definitely do. Not blog-friends-of-mine of course. I'm sure their attitude won't let them do some cowardy thing (is it the word??) such as hiding behind some false identities. Oh, they are waaaaaaaay better than that!
Here's my suggestion: just save your time and energy (and the money to pay the internet connection) and please use it to do something more useful, for God sake! This is my blog, and I can write anything I want. I don't invite you to come (and read my stuff), mind you, so... whatever you say won't stop me from doing what I'm working on right now.
Here's my suggestion: just save your time and energy (and the money to pay the internet connection) and please use it to do something more useful, for God sake! This is my blog, and I can write anything I want. I don't invite you to come (and read my stuff), mind you, so... whatever you say won't stop me from doing what I'm working on right now.
Sunday, August 22, 2004
Dari Makan Siang
Dia (d): So, how are you?
Gue(g): Perut gendut.
d: Iya, dan bulan depan pasti makin gendut.
g: Hahaha.
d: Sudah mengambil keputusan?
g: Dah.
d: Good for you.
g: Tapi masih ragu2.
d: May I ask why?
g: Kalau gue salah memutuskan, gimana?
d: Gini ya, saat kita mengambil keputusan, mungkin kita tidak memutuskan yg terbaik buat kita, tp pasti yg kita ambil itu yg terbaik pada saat itu.
g: Jadi bisa aja dong nantinya gue nyesel?
d: La iya lah, itu namanya konsekuensi. Tp kan tetep saat ini mungkin itu yg terbaik.
g: Duh, kalau nyesel gimana ya?
d: Waktu loe memutuskan sesuatu, loe harus siapin juga diri loe untuk semua konsekuensinya.
g: Wah, loe memang bijaksana ya.
d: Dasar bocah gemblung, dikandani wong tuwa malah cengengesan.
Gue(g): Perut gendut.
d: Iya, dan bulan depan pasti makin gendut.
g: Hahaha.
d: Sudah mengambil keputusan?
g: Dah.
d: Good for you.
g: Tapi masih ragu2.
d: May I ask why?
g: Kalau gue salah memutuskan, gimana?
d: Gini ya, saat kita mengambil keputusan, mungkin kita tidak memutuskan yg terbaik buat kita, tp pasti yg kita ambil itu yg terbaik pada saat itu.
g: Jadi bisa aja dong nantinya gue nyesel?
d: La iya lah, itu namanya konsekuensi. Tp kan tetep saat ini mungkin itu yg terbaik.
g: Duh, kalau nyesel gimana ya?
d: Waktu loe memutuskan sesuatu, loe harus siapin juga diri loe untuk semua konsekuensinya.
g: Wah, loe memang bijaksana ya.
d: Dasar bocah gemblung, dikandani wong tuwa malah cengengesan.
Monday, August 16, 2004
Baju Kecil
Gue dah boleh belanja buat my baby! Yiiiipeeee....
Jadilah pas gue berasa fit gitu, weekend kemarin ke ITC mencari2 benda2 keperluan my baby nantinya. Baru tau kalau skrg ini popok gak model lagi yg dr katun, tp dr bahan kaos. Hmmm... susah kering nggak sih. Yah tp popok itu gue beli juga cuma formalitas aja buat menyenangkan hati eyang putri wannabe yg gak suka sama diaper sekali pakai... hehehe.... Yg sampai hari ini masih membuat gue kagum adalah ukuran kaos kaki imut2 yg cuma segede jempol gue... oh oh kecilnyaaaaaaaa.... Kok ada ya manusia sekecil itu?? Tp setelah gue tempel di perut... hehe... emang sih kalau lebih gede dr kaos kaki itu ukuran kaki my baby, bisa mledak ya perut sayah... hahaha....
Sampe skrg gue blom bosen liat2 baju2 kecil itu. Gemes.
Jadilah pas gue berasa fit gitu, weekend kemarin ke ITC mencari2 benda2 keperluan my baby nantinya. Baru tau kalau skrg ini popok gak model lagi yg dr katun, tp dr bahan kaos. Hmmm... susah kering nggak sih. Yah tp popok itu gue beli juga cuma formalitas aja buat menyenangkan hati eyang putri wannabe yg gak suka sama diaper sekali pakai... hehehe.... Yg sampai hari ini masih membuat gue kagum adalah ukuran kaos kaki imut2 yg cuma segede jempol gue... oh oh kecilnyaaaaaaaa.... Kok ada ya manusia sekecil itu?? Tp setelah gue tempel di perut... hehe... emang sih kalau lebih gede dr kaos kaki itu ukuran kaki my baby, bisa mledak ya perut sayah... hahaha....
Sampe skrg gue blom bosen liat2 baju2 kecil itu. Gemes.
Friday, August 13, 2004
7 Bulan
Hari ini anak gue 7 bln di perut. Cita2 gue nglewatin hamil anak pertama bisa pake upacara jawa lengkap ternyata nggak terwujud.... Anyway, gue bawa rujak & nasi kuning ke kantor. Jd siapa yg mau... silakan... :D
Monday, August 09, 2004
Rejeki Anak
Gue semakin percaya setiap anak membawa rejekinya sendiri2.
Skrg ini dgn kehamilan yg udah mau 7 bln, gue dah mulai liat2 mau beli apa aja buat kamar bayi. Amazingly, ada aja yg dateng buat nambahin barang2 di list gue.
Minggu lalu ada yg ke meja gue bawa mainan bayi buat ditaruh di box. Itu lho, yg buat ditendang2 biar bunyi nguik nguik ngik ngok tet tet. Pokoknya lucu deh.
Hari berikutnya, di bawah kolong meja gue tiba2 aja ada baby car seat, plus a note di atas meja yg isinya: "timbangan bayi menyusul, lapisan atasnya lagi di-dry clean."
Trus ada lemari bayi yg juga mau dikasihin ke anak gue, tapi harus dijemput. I will pick it up!
I cannot do anything except thank my friends for all of these.
Yg menghebohkan adalah a phone call last night.
"Kamu perlu mobil? Aku ada, pakai aja dulu sampe mobilmu dateng dr dealer. Paling nggak kamu ada mobil kalau2 ada yg penting atau darurat."
Sampe skrg gue masih susah percaya bawa mobil (yg bagus) itu bener2 boleh gue pake. Moga2 sih bener... tunggu aja beritanya akhir minggu ini. Doain yaaaaa... semoga ini memang betul2 rejeki anak gue.
Skrg ini dgn kehamilan yg udah mau 7 bln, gue dah mulai liat2 mau beli apa aja buat kamar bayi. Amazingly, ada aja yg dateng buat nambahin barang2 di list gue.
Minggu lalu ada yg ke meja gue bawa mainan bayi buat ditaruh di box. Itu lho, yg buat ditendang2 biar bunyi nguik nguik ngik ngok tet tet. Pokoknya lucu deh.
Hari berikutnya, di bawah kolong meja gue tiba2 aja ada baby car seat, plus a note di atas meja yg isinya: "timbangan bayi menyusul, lapisan atasnya lagi di-dry clean."
Trus ada lemari bayi yg juga mau dikasihin ke anak gue, tapi harus dijemput. I will pick it up!
I cannot do anything except thank my friends for all of these.
Yg menghebohkan adalah a phone call last night.
"Kamu perlu mobil? Aku ada, pakai aja dulu sampe mobilmu dateng dr dealer. Paling nggak kamu ada mobil kalau2 ada yg penting atau darurat."
Sampe skrg gue masih susah percaya bawa mobil (yg bagus) itu bener2 boleh gue pake. Moga2 sih bener... tunggu aja beritanya akhir minggu ini. Doain yaaaaa... semoga ini memang betul2 rejeki anak gue.
Tuesday, August 03, 2004
Semoga Selalu Ingat
Hari Jumat ini kantor gue mau bikin acara, kerjasama buat preview mobil baru. Venue-nya di rumah bos gue, jd bbrp hari ini gue lumayan sering lah menengok rumah itu.
Bayangkanlah sebuah rumah yg layak untuk acara semacam ini. Buesaaaaaaarnyaaaaa minta ampun. Rumah itu di daerah Kemang. Gede, bangunan dan halamannya. Halamannya luas minta ampun, yang di samping bisa dipake buat parkir 50 mobil, di belakang barusan dibangun rumah untuk anaknya bos, dan sisa tanahnya masih bisa untuk membangun sekitar 5 rumah lagi. Hmmm... besar banget kan?
Melihat rumah itu, gue teringat rumah yg gue pengen, di deket rumah nyokap. Yg nggak tau akan gue dapet atau nggak, pdh cuma rumah secuplik aja kecil banget. Komentar cepet: hmm... beruntung bgt ya yg punya rumah segede ini.
Pulang ke rumah nyokap (yg mungkin ukurannya 1/300 dr rumah bos itu), gue tiba2 merasa cukup beruntung juga. Kenapa? Persis di depan rumah nyokap, ada 1 rumah yg ukurannya kira2 sama spt rumah nyokap. Bedanya, rumah gue cuma diisi 2 manusia: gue & nyokap. Di rumah tetangga depan itu ada 3 keluarga. 1 keluarga dgn 7 anak (!!!!), 1 keluarga dgn 1 anak, dan 1 keluarga tanpa anak. Kayak apa crowdednya situasi rumah itu? Bayangin sendiri deh.
Saat menyadari itu gue lgs inget sebuah quotation:
Kalau kamu tidak punya sepatu, jangan melihat orang lain yang punya 2 pasang sepatu, tapi lihatlah orang yang tidak punya kaki. Kamu akan sadar bahwa kamu lebih beruntung.
PS: sorry yah gak bisa balesin komen.... karena satu dan lain hal. Hiks....
Bayangkanlah sebuah rumah yg layak untuk acara semacam ini. Buesaaaaaaarnyaaaaa minta ampun. Rumah itu di daerah Kemang. Gede, bangunan dan halamannya. Halamannya luas minta ampun, yang di samping bisa dipake buat parkir 50 mobil, di belakang barusan dibangun rumah untuk anaknya bos, dan sisa tanahnya masih bisa untuk membangun sekitar 5 rumah lagi. Hmmm... besar banget kan?
Melihat rumah itu, gue teringat rumah yg gue pengen, di deket rumah nyokap. Yg nggak tau akan gue dapet atau nggak, pdh cuma rumah secuplik aja kecil banget. Komentar cepet: hmm... beruntung bgt ya yg punya rumah segede ini.
Pulang ke rumah nyokap (yg mungkin ukurannya 1/300 dr rumah bos itu), gue tiba2 merasa cukup beruntung juga. Kenapa? Persis di depan rumah nyokap, ada 1 rumah yg ukurannya kira2 sama spt rumah nyokap. Bedanya, rumah gue cuma diisi 2 manusia: gue & nyokap. Di rumah tetangga depan itu ada 3 keluarga. 1 keluarga dgn 7 anak (!!!!), 1 keluarga dgn 1 anak, dan 1 keluarga tanpa anak. Kayak apa crowdednya situasi rumah itu? Bayangin sendiri deh.
Saat menyadari itu gue lgs inget sebuah quotation:
Kalau kamu tidak punya sepatu, jangan melihat orang lain yang punya 2 pasang sepatu, tapi lihatlah orang yang tidak punya kaki. Kamu akan sadar bahwa kamu lebih beruntung.
PS: sorry yah gak bisa balesin komen.... karena satu dan lain hal. Hiks....
Sunday, July 25, 2004
5 Years Ago, on Sunday
Can I still say: Happy Anniversary?
Hope something with a beautiful start can have a beautiful ending as well... no matter what kind of ending it will be.
Hope something with a beautiful start can have a beautiful ending as well... no matter what kind of ending it will be.
Thursday, July 22, 2004
Wednesday, July 21, 2004
Monday, July 19, 2004
Sedih
Gue tidak pernah membayangkan akan pernah merasa sesedih sekarang. I cannot stop crying. Maaf, Baby P, maaf kalau Ibu buat kamu stress karena menangis tiap hari.
Monday, July 12, 2004
Please
Gue akan sangat menghargai kalau dibiarkan menjalani kehamilan dengan tenang tanpa gangguan macam2. Terima kasih.
Sunday, July 11, 2004
Benarkah?
Gue baru sadar bahwa kita belum tidak pernah menjadi 'kita'. Tetap 'aku' dan 'kamu'. Maaf.
Saturday, July 10, 2004
Friday, July 09, 2004
Tuesday, July 06, 2004
Anakku Gembira
Setelah melewatkan long wiken di rumah aja, gue baru sadar kalau my baby kesepian. Hehe.... Gara2nya selama di rumah itu dia sering banget diem aja. Diajak ngobrol juga kayak kurang antusias. Tiduuuur terus. Tadi pagi, begitu nyampe kantor gue yang gemah ripah loh jinawi ini... langsung disambut suara riuh rendah orang2 yang seger abis liburan. Dan suasana gegap gempita ini biasanya bakal terus ada sampai nanti sore. Plus banyaknya oleh2 cemilan di meja gue dari berbagai penjuru... nyam nyam (ngiler pengen nyolek tape ketan muntilan, tp kok takut terlalu keras yaaaaa...). Dan... my baby kayak ikutan sorak sorai gitu dengan kemeriahan ini. Dia langsung 'sibuk' muter2 gak karuan di dalam perut gue. Hahahaha.... Ternyata dia lebih gembira kalau gue ada di kantor ya!
Oh ya, buat para blogger yang hari Sabtu lalu menyempatkan diri menyambut guest star dari NYC di Citos, nice to know you all!
Oh ya, buat para blogger yang hari Sabtu lalu menyempatkan diri menyambut guest star dari NYC di Citos, nice to know you all!
Saturday, July 03, 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)