Friday, August 30, 2019

Sebabnya....

Selasa

09.00 report tambang batu bara
11.20 tulisan tentang buah tropis
13.00 tema seputar art jakarta
16.00 brainstorming soal Jeep

Rabu

09.15 investasi Papua Barat
13.00 asuransi petani udang
15.30 permintaan ide untuk Pegadaian
17.00 tulisan tentang club aerobic & club vespa

Kamis

09.00 investasi Papua Barat
11.00 tema seputar gaming industry
15.00 assesment


Pertanyaan: yg mengerjakan semua di atas itu pekerjaannya apa? Kenapa semua nampak random.... Pantes kepala rasanya panas bener, kyknya terlalu banyak switch left switch right....

Thursday, August 29, 2019

Bete of The Day

Sekolah Aria punya kebijakan sendiri yg mengatur kurikulum. Tiap orang tua hrs paham supaya bisa kerja sama dgn sekolah. Nah, akhirnya ada mandatory workshop utk ini. Gue yg ortu baru nggak paham bahwa utk ikut workshop harus mendaftar. Yak... jadi telat daftar. Akibatnya? Gue dapat slot hari ini di sekolah Cilandak. Yuk mariii....

Jadi tadi pagi berangkat pagi dr rumah, krn jadwal workshop jam 8. Jam 6.30 udah cuuusss... yg artinya hari ini nggak sempat jogging. Bete no 1. Krn di kantor sebetulnya sedang rusuh, jadi kesempatan jogging pagi itu sekalian buat nabung energi positif. Hari ini nggak sempat. Well....

Setelah muter2 krn nggak paham jalan, sampai sekolah jam 7.30. Aman? Nggak. Krn nggak boleh parkir di sekolah. What? Harus parkir di mall terdekat, dari sana akan ada shuttle. What? Kok nggak ada info.... Bete no 2. Jadilah harus muter kaaaakkk.... Tahu sendiri wilayah Cilandak macetnya kan cihuy banget kalau pagi.

Sampai di mall itu jam 7.50. Tanya sama satpam, di mana biasanya shuttle sekolah berhenti. Satpam nunjuk ke spot di dekat loket karcis parkir. Oke. Nunggu di situ... mulai curiga... kok sepi.... Mulai telepon sekolah Cilandak. Dijawab sm mesin... dibilang baru akan aktif jam 8. Telepon ke sekolah Serpong. Trus disuruh tunggu 5 menit krn mereka hrs konfirmasi juga.

Lima menit kemudian sekolah Serpong telepon, ngasih tahu kalau shuttle untuk Sekolah Cilandak akan take off dr spot di dekat UKM. Ealaaaah... tadi itu gue nunggu di spot untuk shuttle ke Sekolah Setu... OMG.

Begitu sampai di spot UKM... ada mbak2 berseragam petugas sekolah. "Ya Bunda... baru aja berangkat mobilnya...." Dan itu sdh jam 8.05. Hmm.... katanya sih tiap 15 menit akan ada lagi. Tp mengingat macetnya jalan menuju mall... rasanya sih tinta mungkaraaaaaa.... Ah... kzl.... Bete no 3. Dan kalau berangkat dr mall jam 8.15... sampai sekolah jam berapa? Dan gue nggak suka banget telat untuk acara2 semacam itu. Beteeeeee maksimal....

Akhirnya? Gue tinggal. Ke kantor. Bodo amat ah. Sampai kantor, coba lihat schedule workshop yg masih open... tinggal di sekolah Bandung dan Surabaya. Ahahaha... menurut ngana???? Ya wis lah embuh. Terserah yg sekolah aja. Hahahahaha....


Wednesday, August 28, 2019

Draft Entah

Aku baru selesai meletakkan piring ke-20 ketika kudengar suara Pras di pintu. 

“Kok malah kabur ke sini, Sayang? Bik Nah… ini tamunya kok dibiarin aja sih cuci piring sebanyak itu?” 

“Sudah saya bilang non Asti jangan cuci piring, nggak mau, Mas. Katanya suka. Suka apa ya? Main air? Koyo cah cilik….” 

Bik Nah yang separuh membela diri dan separuh menggerutu itu tak urung membuatku tersenyum. 

“Hey… sebentar ya. Ini sedikit lagi selesai kok. Nggak apa-apa kan aku bantuin Bik Nah?”

“Nggak boleh. Kamu seharusnya di depan saja. Ibu kan mau ngobrol macam-macam, tadi belum selesai….” 

“Hmmm…..”

“Iya, aku tahu, pasti malas ya ditanya-tanya… kan kita sudah bahas, kalau kamu nggak mau jawab, ya sudah… . Tidak perlu menjawab. Tersenyum saja,” bujuk Pras.

Aku tersenyum. Pras selalu begitu. Menenangkan. 

“Terima kasih untuk selalu memahami aku.”

“Hey… I love you. Never forget that.” Ciumannya sekilas mendarat di pipiku. 

Setelah menyelesaikan mencuci beberapa gelas, yang lalu diambil alih secara paksa oleh Bik Nah, aku keringkan tangan dan sekilas melihat cermin di dapur untuk memeriksa penampilanku. Masih cukup rapi. Pras mengulurkan tangan, menggandeng tanganku yang masih lembab. Dibimbingnya aku kembali ke ruang tengah, bergabung dengan keluarga besarnya yang siang itu berkumpul merayakan ulang tahun pernikahan ayah dan ibunya. 50 tahun. Pernikahan emas. Bagiku, yang tak sukses melewati masa lima tahun pernikahan, angka 50 tahun itu sungguh semacam hal yang luar biasa. 


Monday, August 26, 2019

Hi!

How are you today?

As usual I woke up in the morning, prepared the lunch box for my son (and myself), then went out for morning walk. Do you still remember my daily activity?

I greeted the elderly couple lived one block away. Once I told you, how I envy their morning routine.  I always see them in their porch, drinking tea while reading newspaper. Together. How sweet. You said that is your relationship goal too. To be able to grow old with someone you love.

Ah how my heart itches to recall everything you said (and done). I miss you.


Thursday, August 22, 2019

Q & A

With you being so busy with work and everything... how do you manage your private life... err... love life?

I can't. Maybe that is the main reason for me being single.

Wednesday, August 21, 2019

Missing You

Being a very busy bee lately. But all of those marathon meetings, million of client's inquiries, tons of proofread materials... still cannot replace a very bold thought of you in my head. I miss you so much.

Tuesday, August 20, 2019

Monday, August 19, 2019

Soulmate

Salah satu teman cerita, dia punya sahabat yg bikin dia merasa nyaman. Bahkan tanpa hrs ngomong apa2, cukup lihat wajahnya... wis ayem. Dia cerita suatu saat sahabatnya itu datang ke rumahnya. Cuma say hi, lalu main sm anjing2 peliharaan. Trus krn teman ini sedang sibuk, ya dia duduk di meja kerja, meneruskan tugas. Si teman ini ya bebas aja ngapain, tanpa mengganggu tuan rumah sama sekali. Kadang malah ambilin minum atau makan, supaya yg kerja tetep gembira. Ini berlangsung sudah bertahun-tahun. Kalau sedang butuh cerita ya cerita... tp kalau mau diem2 aja ya bisa. Nggak semua hal perlu dirayakan dengan gegap gempita. Kadang hanya saling lihat saja sudah cukup membahagiakan.

Itu mungkin namanya soulmate? Tanpa diminta akan datang. Hadir menemani dan menjaga.

Gue pikir2... kenapa gue nyaman banget waktu di Selojene, mungkin krn dikelilingi sm orang2 yg sayang sama gue tanpa ada itung2an. Inget banget waktu di sana itu gak banyak omong. Minim cerita2... tp kami bertiga tetap gembira. Kami seperti bisa membaca pikiran satu sama lain, bahwa masing2 kami perlu punya waktu sendiri, untuk membebaskan pikiran, tanpa mikir ada tuntutan. Dan suasana ini kebawa terus sampai setelahnya. Komunikasi nggak perlu dengan bicara (apalagi nada tinggi), cukup saling lihat, dan kami bisa paham apa yg hrs dilakukan.

And that was really comforting, knowing I have some people around that I can always count on.

Friday, August 16, 2019

Me Time

Minggu lalu gue datang ke kawinan ipar di Boyolali. Sebetulnya kawinan ini hanya alasan saja utk bisa kabur dari Jakarta. Entah kenapa kok pengen nggak di rumah bbrp hari. Pengen dpt suasana baru.

Jadilah Aria bolos hari Jumat. Jam 4 berangkat dari rumah, naik pesawat pertama yg mendarat jam 7 di Solo. Ke kawinan di Boyolali... sampai kira2 jam 10. Ini kawinan tradisional ya. Yg semua hadirin hanya duduk saja, menonton pengantin... dikasih hiburan, lalu makanannya dibagikan secara estafet. Very cute.

Habis itu ke mana? Keliling Boyolali. Melihat bahwa di sana ada menara Eiffel, menara Pisa, patung Liberty, Sphinx, Taj Mahal, dan Borobudur. Kok bisa? Ya mungkin krn bupatinya mau pamer dulu pernah ke tempat2 itu. Agak heran kenapa nggak dibikin ala Madurodam yg bisa buat latar foto ya? Ini semacam diletakkan begitu saja di sembarang tempat.... hiks....

Setelah itu mampir di Ketep Pass. Sepanjang perjalanan pemandangannya baguuuus banget. Gunung Merapi, Merbabu, Telomoyo.... baris di sisi jalan. Hawa sejuk. Enak banget.

Trus habis itu ke Salatiga, tujuan utama... Selojene, the sanctuary. Ini rumah pap... di desaaaa banget. Namanya desa Kalilondo, Tingkir, di ujung Salatiga. Kalau mau ke sini dari arah kota, selalu melewati Jalan Nanggulan, tempat rumah masa kecil kami di kompleks tentara. Rumah Selojene ini  lucu, cute, pretty... and every adjectives that connected with beautiful can be addressed to the house, definitely.

Rumah 49m persegi itu bentuknya limasan. Rumah lama, sdh ada di atas tanahnya sejak dibeli. Tapi tentu saja nggak dibiarkan apa adanya. Dinding kayunya semua diganti jadi kaca nako, jadi isi rumah akan kelihatan kalau kita kelilingi dari luar. Pintu2 kayunya dibetulin, ditambah besi2 jadi keren. Lucunya, begitu masuk pintu, akan langsung berhadapan dengan dinding melengkung yg terbuat dari polycarbonate. Ternyata lengkungan itu adalah kamar tidur. Yup... kamar tidur berbentuk lingkaran... haha.... Luasnya cukup buat mewadahi satu kasur queen, dengan meja kursi secukupnya, dan kamar mandi yg cukup nyaman. Jangan sedih... kamar mandinya banyak bolong2... haha.... Harus tengok kanan kiri kalau mau apa2... krn yg di luar bisa intip2 tanpa perlu usaha.... Ada salah satu cekungan di polycarbonate... yg ternyata dapur mungil. Dan di depannya ada ayunan, digantung di bubungan atap. Haha... ini pasti pap reminiscing ayunan di dekat dapur rumah Nanggulan yg dulu digantung sama bapak.

Gue dan Aria sangat betah ada di Selojene Padahal nggak ngapa2in... selain duduk2, leyeh2, golar goler.... Dengerin lagu yg suaranya nyatu sama cuitan burung di luar. Rasanya enak banget. Bahkan Aria pun nggak nyalain tv.

Aktivitas kami selama di situ: tiduran di kamar, keluar kamar pindah ke sofa, keluar dari rumah pindah ke meja makan di bawah pohon, geser ke kursi malas di teras, kalau mau jalan2 ke kebun, duduk di bangku menghadap sawah, ngelamun....inget2 patah hati... trus jalan lagi ke tepi sungai.... balik ke rumah lagi. Gitu aja terus diulangi dan nggak pernah bosen.

Sungguh rumah yg bisa saja egois, karena yg di dalam nggak perlu saling ngomong, sudah kelihatan... yet intimate. Semua terbuka, jujur, dan dekat... krn ruangannya kecil dan cuma itu2 saja. Yg masuk ke rumah itu pasti sudah diseleksi pakai cinta....

Sore2... pap masuk dapur, bikin kue. Sementara gue siapin buka puasa dan makan malam. Aria pindah ke ayunan. Nunggu makanan matang. Trus ketika sdh adzan, waktunya buka, dia tetep di ayunan krn itu posisi strategis bisa langsung ambil makanan hangat di meja dapur. Tinggal emplok....

Ya ampun... bahkan saat menulis ini pun masih terbayang rasa nyamannya ada di rumah itu. I had my me time. And it made me miss you more.






Thursday, August 15, 2019

This Is Me

I feel lonely. There is a big hollow in my heart. I still think of you hundred times a day. I wish you know, I wish you give me clue.

Takdir itu ada, hari esok itu ada.

Do Not Know What To Do


Wednesday, August 14, 2019

Missing... Who? What?

It has been a while since the last time we talked. And there are so many things I want to share with you. So many moments I want you to witness. But... where are you?

And then I learnt to let things go by, try to swallow everything, keep them all by myself. And amazingly, I can do that. I am indeed stronger than I thought. Everything went on very well.

Then one thing crossed my mind... do I really miss you?

Or I just miss the light conversations with you on my way to office? Your calls during the day? Your story of the kids? Your notes, here and there, asking about my whereabout? Your lunch reminders? Your smile when seeing me in my office lobby? Your gentle ways of driving me home? Your surprise flowers? Your hand holding mine? Our midnight chat about your dreams? Our ideas of future homes?

Basically those were merely things. And we know for sure: things disappeared eventually. So... why bother?

Tuesday, August 13, 2019

Be Happy

Ketika tahu mama akan naik haji... banyak sekali yang titip doa. Dari mulai doa sehat, doa rejeki yang beragam banget mulai dari sukses usaha sampai sukses bayi tabung... dan yg nggak kalah banyak adalah titipan doa supaya pernikahan langgeng.

Waktu dengar ada yg titip doa pernikahan langgeng, pap hanya komentar pendek, "Langgeng tapi nggak bahagia, buat apa?"

Baiklah mengaminkan saja doa2 yg dititip ke mama... hanya jadi pengen bahas soal bahagia dalam companionship.

Dulu itu, ketika keputusan gue untuk bercerai sdh "bisa diumumkan" ke keluarga... reaksi pertama sebagian besar anggota keluarga di sana... nyaris sama. Mereka menolak. Alasannya macam2. Dari mulai kecemasan soal finansial sampai soal nama baik. Herannya, jarang banget yg memikirkan masalah kebahagiaan gue yg menjalani pernikahan itu. Dan yg lebih hrs ditanya adalah ... tokoh satunya mau apa nggak menjalani terus?

Gini, gue ditinggal. Trus gue memaafkan, menerima kembali. Tapi tetep ditinggal. Dan nggak ada yg peduli apakah gue bahagia atau enggak, yg penting jangan cerai. Huehehehehe... tidak demikian ceritanya, Fulgoso! Kenapa ya nggak ada yg kepikiran hal happy itu (terutama dari keluarga sana). Seolah kebahagiaan gue nggak ada urusannya dalam pernikahan gue sendiri, nggak penting. Yg penting status, yg penting materi. Sepertinya ada keyakinan kalau bahagia akan datang sendiri setelah ada status istri dan dihujani materi. Hmm....

Dan pikiran itu pun sempat meracuni gue, dalam arti, gue "sempat tergoda" buat mencoba tetap berstatus istri yg terjamin kehidupan finansialnya. Hahaha.... Bayangin aja, pegawai kroco di kantor, tapi ke mana2 naik mercy seri tebaru yg supirnya pakai baju safari, dan pulang pergi dari rumah yg ukurannya seluas SD Inpres. But then I understood that happiness comes from inside my heart. Jadi semua atribut itu nggak penting banget. Sejujurnya... naik turun mercy itu malah bikin gue merasa spt perempuan simpanan pejabat hahahaha....

Ketika gue sadar soal bahagia yg harus diwujudkan, gue memutuskan pulang ke rumah nyokap, kembali ke kamar mungil gue. Mengganti kasur ukuran queen dengan kasur single plus satu boks bayi (krn kamarnya sempit banget) ternyata lebih membahagiakan. Pulang pergi kantor naik mikrolet juga nggak apa2... apalagi kalau hari2 gajian masih bisa kok bayar taksi. Oke2 aja. Mungkin krn gue paham apa pun yg gue pakai dan manfaatkan beneran punya gue tanpa embel2 apa pun, bukan pinjaman bukan pemberian yang akan membuat gue spt punya utang... gue merasa lebih tenang. Dan ketenangan itu bikin gue merasa lebih happy. Saat itulah gue yakin bahwa merasa bahagia sangat penting buat kesehatan jiwa. Dalam kondisi gue yg hamil saat itu, bahagia ini ternyata menjaga anak gue dari menyandang sindrom2 macam2.

Dari pengalaman finding happiness... kalau skrg ada teman yg cerita ttg nggak bahagia dalam pernikahan tp juga nggak bisa memutuskan untuk melangkah bertindak.... gue nggak habis pikir. Nggak harus selalu cerai lho ya. Kan bisa diurai dulu di sebelah mana yang nggak bahagia, lalu dicarilah cara supaya menemukan kembali bahagia. Ya mbok ngobrol sm pasangannya, curhat gitu... masak nggak didengerin.... Kalau sama pasangan udah nggak didengerin... pernikahannya pasti udah ga bener. Ya itu dulu yg dibenerin. Easier said than done? Ya memang siapa yg bilang menikah itu gampang?

Nah... patokan bahagia ini jugalah yg bikin gue hati2 kalau dekat sm seseorang. Seberapa besar pun keinginan gue menikah lagi, ketika kenal orang baru, gue akan sangat ngitung ini itu. Begitu ada satu hal aja yg "nyangkut" ... gue akan langsung back off dan berkontemplasi. Bukan nggak mau berusaha ya, hanya mencoba menakar sejauh mana gue bisa berkompromi. Beberapa kali sih batas komprominya memang tipis banget hahahaha... Apakah gue akan sebahagia ini kalau ada dia tiap hari? Dan... selama ini terbukti, kalau di awal ada tanda2 yg gue abaikan, pasti akhirnya ketahuan juga bahwa kami nggak compatible. Denial mmg bukan rumus yg tepat untuk semua hal... terutama urusan cinta2an ini.

Akhirnya, gue akan dan harus tetap mengedepankan kebahagiaan gue. Gue akan dan harus mendengar kata hati, mencermati jika ada yg tidak setuju, sepelan apa pun suaranya.




Monday, August 12, 2019

Only Words

"I will never leave you."
"Love you. I did, I do, I will."
"I will stay, forever...."

And at the end of the day... none of those happen. At least not in my life. Yet.

Monday, August 05, 2019

How Romantic

Kemarin di Ndalem Prosotan ada mini reunion temen2 SMA. Ini sebenernya minggu ke-2 kumpul2... dari yg niat dateng segambreng... akhirnya yg muncul hanya berempat... hahaha... pdh sdh disiapin makanan banyak banget. Alhamdulillah deh kenyaaaangg... ahahaha....

Tp yg lucu adalah Aria kalau lagi ada teman2 ibu... selalu masuk hibernate mode.... mengurung diri. Entah di kamarnya atau di kamar gue.... Kadang2 aja nongol buat lihat2 ibunya sedang apa trus ganggu2 dikit.

Kemarin itu, pas gue lagi ke dapur... pas dia keluar dari kamar gue.

-  Cari apa sih, Ibu, kok mondar-mandir....
+ Aku cari kecap.
-  Nggak ada?
+ Tadi ada kok... sudah aku taruh di mangkok....
-  Mana?
+ Nggak tahu... mana ya?
-  Ini lho... ini lho....

Trus dia tiba2 deketin gue dan kecup pipi kanan kiri. "Nih, kecap... eh itu kecup ya.... "

Halaaaaahhh.... romantis bener, ibunya sampai speechless.... Beda tipis deh romantis sama gombal mukiyo... ini siapa yg ngajarin ya....