Pemilihan Sahabat Pilihan
Hari ini aku ada pemilihan sahabat pilihan.
Pilihannya ada Yudha dan Nadine, ada laura dan Fariz.
Aku memilih Nadine dan yudha.
Ada kotak suara aku memasukkan kertas ke dalamnya dan ternyata yang dipilih sebagai sahabat pilihan adalah nadine dan yudha.
mereka senang sekali.
semua pada bertepuk tangan
Horeeeeeee
aku ingin sekali jadi sahabat pilihan.
Dan aku tidak memaksakan kehendak.
Tapi Fariz marah-marah tidak ada yang memilihnya.
Itu namanya memaksakan kehendak.
Semua pada memilih Yudha dan Nadine.
fariz memarahi notulis.
(Ini ulangan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tentang musyarawarah dan pemungutan suara. Anak2 disuruh memilih topik untuk melukiskan proses mencari mufakat. Gue ketawa waktu semalam baca tulisan ini. Ada pengaruh bahasa Jawa ya dari susunan kata2nya.)
Friday, March 30, 2012
Wednesday, March 28, 2012
Tulisan Aria
Ulang Tahun Alice
Hari ini aku ulang tahun yang ke sebelas (11). Ada balon, kado, kue, makanan dan teman-teman dan orang-orang berteriak surprise dan bertepuk tangan dan bernyanyi selamat ulang tahun.
Aku senang sekali dan aku melihat kue itu berisi keju ada topping stroberi coklat potongan keju dan susu.
Kue itu ibuku yang buat dan lilin dinyalakan.
Aku meniup lilin itu dan orang-orang bertepuk tangan lebih keras dan potong kue dan aku membagikan kue itu kepada teman-teman.
Kuenya enak kata teman-teman.
Aku membuka kado yang pertama isinya buku hadiah kedua isinya mainan.
Hari itu hari senin tanggal 5 tahun 2011 dan bulan april.
Semua orang bertepuk tangan horeeeeee.
(Ini gue salin dari kertas ulangan IPS Aria. Jadi dia disuruh menulis minimal 5 kalimat menjelaskan 1 gambar anak perempuan yang meniup lilin kue ulang tahun. Not bad utk anak kelas 2 SD kan? Nggak sia-sia ibunya jd pemred kan? Hahahahahaha)
Hari ini aku ulang tahun yang ke sebelas (11). Ada balon, kado, kue, makanan dan teman-teman dan orang-orang berteriak surprise dan bertepuk tangan dan bernyanyi selamat ulang tahun.
Aku senang sekali dan aku melihat kue itu berisi keju ada topping stroberi coklat potongan keju dan susu.
Kue itu ibuku yang buat dan lilin dinyalakan.
Aku meniup lilin itu dan orang-orang bertepuk tangan lebih keras dan potong kue dan aku membagikan kue itu kepada teman-teman.
Kuenya enak kata teman-teman.
Aku membuka kado yang pertama isinya buku hadiah kedua isinya mainan.
Hari itu hari senin tanggal 5 tahun 2011 dan bulan april.
Semua orang bertepuk tangan horeeeeee.
(Ini gue salin dari kertas ulangan IPS Aria. Jadi dia disuruh menulis minimal 5 kalimat menjelaskan 1 gambar anak perempuan yang meniup lilin kue ulang tahun. Not bad utk anak kelas 2 SD kan? Nggak sia-sia ibunya jd pemred kan? Hahahahahaha)
Wednesday, March 14, 2012
Sudah Lama Tahu
Tadi malam setelah belajar bahasa Inggris sambil ngakak2 (duh semoga Aria nggak ketuker2 deh hapalan English verbs di ulangan hari ini), Aria pinjem iPad. Trus dia lgs masuk google dan youtube, cari2 tempat wisata yg dia pengen lihat minggu depan.
Wajahnya serius. Nyempluk. Lucu banget.
Gue: Dik, tahu nggak sih kalau aku sayang banget sama kamu?
Dia: (Liat gue, trus senyum2) Ah ibu, aku sudah tahu itu sejak lama (dgn nada sotoy)
Rasanya pengen gigit deh kalau udah gini.
Wajahnya serius. Nyempluk. Lucu banget.
Gue: Dik, tahu nggak sih kalau aku sayang banget sama kamu?
Dia: (Liat gue, trus senyum2) Ah ibu, aku sudah tahu itu sejak lama (dgn nada sotoy)
Rasanya pengen gigit deh kalau udah gini.
Wednesday, March 07, 2012
Kangen Menulis
Okay... ini bulan keempat di kantor baru: sebuah grup media besar yang terkenal.
Do I like the job?
Gue masuk divisi yg khusus ngurusin majalah2. Ada 1 majalah print yg milik grup ini sama 1 majalah digital. Selebihnya adalah order dr pihak ketiga. Jangan sedih, akhirnya kok gue jd penjaga gawang 7 majalah? Sering deh kepala rasanya panaaaaas sekali apalagi kalau 7 majalah itu deadline bareng. Memang sih, yang bulanan hanya 1, lainnya ada yg dua bulanan, 6 mingguan, 3 bulanan, dan empat bulan sekali. Tapi ya tetep aja rusuh.
Bulan pertama gue masih ambisius, mau membaca semua artikel2 yang masuk. Apalagi sering gue temui ada kesalahan typo. Tapi lama2 kok jd mau gila ya. Jadi skrg gue serahkan pd yg sdh agak senior. Terserah deh mau diapain, gue hanya lihat finalnya. Kadang mmg gue merasa bisa lebih bagus lagi kalau gue ikutan sejak awal. Tapi sudahlah... nggak hrs melakukan semuanya dong. Apalagi krn selain mengurusi prosesnya, gue jg dilibatkan untuk urusan2 pitching bareng tim bisnis.
Oh ya, seringkali klien seneng trus nambah produk. Dari mulai hanya majalah, tambah buku lalu tambah majalah digital. Dari kacamata anak bisnis sih ini sukses besar, tp dr gue yg ngurusin produksi....kalau ada klien yg 'melebar' gini kok malah berasa mau operasi caesar....
Dari segi pekerjaan, gue banyak sekali belajar hal-hal baru. Trus ketemunya jg sama orang2 yg berbeda dr zaman gue dulu di majalah lifestyle. Jadi overall cukup menyenangkan. Tapi pekerjaan yang skrg ini sangat sangat sangat time consuming. Selain gue seringkali pulang lebih malah dari seharusnya, gue jd nggak punya waktu untuk menulis dengan tenang. Menulis? Cis... selama di sini dan pegang 7 majalah, gue baru nulis 2 kali. Blog ini aja dicuekin sekian lama....
Tanpa gue sadar, menulis itu sdh jadi kebutuhan. Dan krn gue sgt sensitif thd kata dan tanda baca, kalau tulisannya nggak bagus, gue pasti sedih. Hiks. Jadi akhirnya gue punya sejuta alasan untuk nggak nulis, dan akhirnya sutris.
Ini yg membuat gue berpikir tentang pilihan pekerjaan ini.
Do I like the job?
Gue masuk divisi yg khusus ngurusin majalah2. Ada 1 majalah print yg milik grup ini sama 1 majalah digital. Selebihnya adalah order dr pihak ketiga. Jangan sedih, akhirnya kok gue jd penjaga gawang 7 majalah? Sering deh kepala rasanya panaaaaas sekali apalagi kalau 7 majalah itu deadline bareng. Memang sih, yang bulanan hanya 1, lainnya ada yg dua bulanan, 6 mingguan, 3 bulanan, dan empat bulan sekali. Tapi ya tetep aja rusuh.
Bulan pertama gue masih ambisius, mau membaca semua artikel2 yang masuk. Apalagi sering gue temui ada kesalahan typo. Tapi lama2 kok jd mau gila ya. Jadi skrg gue serahkan pd yg sdh agak senior. Terserah deh mau diapain, gue hanya lihat finalnya. Kadang mmg gue merasa bisa lebih bagus lagi kalau gue ikutan sejak awal. Tapi sudahlah... nggak hrs melakukan semuanya dong. Apalagi krn selain mengurusi prosesnya, gue jg dilibatkan untuk urusan2 pitching bareng tim bisnis.
Oh ya, seringkali klien seneng trus nambah produk. Dari mulai hanya majalah, tambah buku lalu tambah majalah digital. Dari kacamata anak bisnis sih ini sukses besar, tp dr gue yg ngurusin produksi....kalau ada klien yg 'melebar' gini kok malah berasa mau operasi caesar....
Dari segi pekerjaan, gue banyak sekali belajar hal-hal baru. Trus ketemunya jg sama orang2 yg berbeda dr zaman gue dulu di majalah lifestyle. Jadi overall cukup menyenangkan. Tapi pekerjaan yang skrg ini sangat sangat sangat time consuming. Selain gue seringkali pulang lebih malah dari seharusnya, gue jd nggak punya waktu untuk menulis dengan tenang. Menulis? Cis... selama di sini dan pegang 7 majalah, gue baru nulis 2 kali. Blog ini aja dicuekin sekian lama....
Tanpa gue sadar, menulis itu sdh jadi kebutuhan. Dan krn gue sgt sensitif thd kata dan tanda baca, kalau tulisannya nggak bagus, gue pasti sedih. Hiks. Jadi akhirnya gue punya sejuta alasan untuk nggak nulis, dan akhirnya sutris.
Ini yg membuat gue berpikir tentang pilihan pekerjaan ini.
Tuesday, January 03, 2012
Menularkan Jawa
Gue adalah perempuan Jawa yg sangat bangga pada kejawaan gue. Gue tidak pernah nutupin kejawaan ini, apalagi kalau lagi ngomong. Bahkan omong bahasa Inggris (and I speak the language fluently), dalam aksen Jawa yg kata temen2 di Amerika dulu 'unique English' hahaha.... Yg agak susah adalah kalau ngomong Cina. Yg mana gue sudah nggak lancar, ngomong Cina dgn lidah jawa yg 'berat' lebih banyak kacaunya krn bahasa Cina itu berkesan ringan & tipis.
Krn sangat jawa inilah gue msh memendam cita2 buat tinggal di Semarang atau Surabaya (atau Malang), spy Aria bisa belajar bahasa Jawa di sekolah. Duuuuhhh.... Pengen banget!
Di kantor, gue akan ngomong Jawa dgn semua orang. hahahahaha.... Kalau yg diajak omong ngerti, akan nyaut dlm bahasa Jawa, jadilah spt nggak di Jakarta. Hahahaha.... Meskipun nggak ngerti, beberapa org mulai ketularan ngomong Jawa. Terutama utk kata2 yg sederhana spt terima kasih, apa, mana... lucu deh.
Yg paling gemes adalah kalau OmD mulai ikutan ketularan. Hihihi... lucu banget.
Ayo sini siapa yg mau ditulari boso jowo?
Krn sangat jawa inilah gue msh memendam cita2 buat tinggal di Semarang atau Surabaya (atau Malang), spy Aria bisa belajar bahasa Jawa di sekolah. Duuuuhhh.... Pengen banget!
Di kantor, gue akan ngomong Jawa dgn semua orang. hahahahaha.... Kalau yg diajak omong ngerti, akan nyaut dlm bahasa Jawa, jadilah spt nggak di Jakarta. Hahahaha.... Meskipun nggak ngerti, beberapa org mulai ketularan ngomong Jawa. Terutama utk kata2 yg sederhana spt terima kasih, apa, mana... lucu deh.
Yg paling gemes adalah kalau OmD mulai ikutan ketularan. Hihihi... lucu banget.
Ayo sini siapa yg mau ditulari boso jowo?
Friday, December 30, 2011
Homework
Someone collected my old tweets and sent it to OmD. It won't cost me anything if OmD is a guy from what I like to call "my world". But unfortunately (or fortunately? Still need to be clarified :p) he is not. And because he is "a very special edition", he reacted differently than other people I knew.
Sebenernya, di antara gue gemes sama identitas pengirim yg pastinya kamse, ada satu yg bisa gue lihat dlm hal ini. Bahwa ga bakalan ada hubungan yg awet, langgeng, tahan banting, kalau di dalamnya nggak ada kepercayaan. Yg terjadi skrg adalah, OmD berusaha membuat gue keluar dari sebuah ruangan yg gue nyaman berada di dalamnya. Dan itu jd nggak sehat ketika gue mulai merasa dipaksa. Akhirnya dia menganggap gue keras kepala, dan gue pun melihat dia nggak mau mengerti. Seharusnya dia percaya bahwa gue tdk akan bermaksud jelek, dan seharusnya gue juga percaya bahwa OmD melakukan yg dia lakukan krn sayang sama gue.
Lagi-lagi, PR buat kita berdua adalah membangun kepercayaan. Bahwa sebetulnya tujuan kita kan satu. Dan sama. Kalaupun gue pilih jalan yang jauuuuuh... atau dia mau naik becak saja, yang penting kan ke sana ya. Tapi ya itu, namanya juga PR, belum kelar. Kalau sudah selesai pasti kami berdua naik kelas. Amin.
Yg jelas, gue tidak merasa perlu mengklarifikasi apa2 ke OmD soal twit ini itu, krn itu kan di twitter yaaaa.... itu dibaca oleh sebanyak follower gue. Jadi kalau gue berniat jelek, misalnya mau selingkuh atau apa, ya nggak akan ada di situ kaliiiii....
Sebenernya, di antara gue gemes sama identitas pengirim yg pastinya kamse, ada satu yg bisa gue lihat dlm hal ini. Bahwa ga bakalan ada hubungan yg awet, langgeng, tahan banting, kalau di dalamnya nggak ada kepercayaan. Yg terjadi skrg adalah, OmD berusaha membuat gue keluar dari sebuah ruangan yg gue nyaman berada di dalamnya. Dan itu jd nggak sehat ketika gue mulai merasa dipaksa. Akhirnya dia menganggap gue keras kepala, dan gue pun melihat dia nggak mau mengerti. Seharusnya dia percaya bahwa gue tdk akan bermaksud jelek, dan seharusnya gue juga percaya bahwa OmD melakukan yg dia lakukan krn sayang sama gue.
Lagi-lagi, PR buat kita berdua adalah membangun kepercayaan. Bahwa sebetulnya tujuan kita kan satu. Dan sama. Kalaupun gue pilih jalan yang jauuuuuh... atau dia mau naik becak saja, yang penting kan ke sana ya. Tapi ya itu, namanya juga PR, belum kelar. Kalau sudah selesai pasti kami berdua naik kelas. Amin.
Yg jelas, gue tidak merasa perlu mengklarifikasi apa2 ke OmD soal twit ini itu, krn itu kan di twitter yaaaa.... itu dibaca oleh sebanyak follower gue. Jadi kalau gue berniat jelek, misalnya mau selingkuh atau apa, ya nggak akan ada di situ kaliiiii....
Tuesday, December 27, 2011
Selamat Datang, Mobil Kentang
Duluuuuu, waktu Aria masih lebih kecil, kami berdua sering gambar2 sama2. Jd nggelar kertas besar di lantai, trus gambar bareng. Karena dia cowok, jadi sering gambar jalan yg penuh mobil2. Seneng jg gambarnya krn mobil itu bisa diwarnai. Nah, krn gue nggak pinter gambar, jadilah mobil2 karya gue selalu buntek dan gendut cimuk2. Smp suatu kali Aria bilang: Ibu gambar mobil kok seperti kentang. Hahahaha....
Sejak itu, semua city car dia sebut sbg mobil-kentang :D
Nah, kemarin ini selama hampir 2 thn, mobil cop gue adalah Toyota Rush yg jauh sekali dr postur kentang. Sementara pemred lain pakai Honda Jazz yg semi2 kentang gitu kan.... Aria tanya2 jg kenapa ibu nggak dapat mobil kentang? Tp dia sih seneng2 aja yg penting bisa jalan2. Gue? Seneng pakai Rush krn tinggi dan besar. Jd agak sedih waktu dia hrs dikembalikan. Lebih sedih lagi krn sejak itu hrs ke mana2 naik taksi. Bangkrut.
Sdh ancang2 ambil mobil. Dan itung2 uang tabungan, cukuplah buat nyicil mobil-kentang Nissan March. Sayangnya, pas sdh mulai ngantor, kreditnya blm keluar. Wuaaaahhh... nangis deh tiap hari Bsd-Kedoya-Bsd naik taksi. Sdh diakali pakai taksi tarif lama jg masih nangis. Mau ngirit pakai trans BsD tp kok ribet jd banyak cerewet. Halah... sudahlah.
Akhirnya, setelah 20 hari bangkrut total krn naik taksi, hari Sabtu kemarin datanglah si Marchy. Ini ya, mobil yg dibeli lewat telepon. Semacam online shopping begitu. Hahahaha.... Sales-nya smp bingung. Tp dia jg seneng krn gue sbg pembeli nggak ribet.
Jadi ceritanya, Nissan March itu tentu sdh gue lihat di sebuah dealer. Nah, krn tahu bhw tiap dealer punya kebijakan sendiri2 (bocoran dr org dalem), jadilah gue "belanja" diskon. Jd setelah jelas mau beli apa, skrg tinggal nentuin belinya di dealer mana. Dan itu tergantung seberapa untungnya gue kalau beli di dealer itu.
Nah, ada satu hari yg gue dedikasikan untuk telpon ke bbrp dealer Nissan di Jkt & Tangerang. Tanya: mrk punya program apa utk March. Nah, lucu nih, keuntungan gue tergantung si penerima telepon. Kalau yg terima kroco, sblm ngasih diskon atau bonus, dia akan minta waktu dulu diskusi sm bos-nya. Klu yg nerima bos, santai aja dia lgs sebutin bonus ini itu dan diskon ini itu. Yg gue jg tahu, Nissan pernah ngasih diskon smp 8jt. Tp paketnya sdh berakhir sih.
Rejeki memang sdh diatur. Waktu nelpon Nissan BsD, yg ngangkat masih trainee, jd diskon dia naikin sejuta tiap sejam krn dia hrs tanya bos-nya dulu dan telp gue balik. Mentok di cash back 5jt tambah kaca film. Nissan Puri, dia awalnya lgs ngasih diskon besar, tp lalu dia spt nggak percaya ada org yg mau beli mobil lewat telepon. Jd dia berusaha spy gue datang ke showroom dulu. Halah. Itu pun dia mentok di 6jt tambah kaca film dan GPS (yg mana akhirnya gue tahu GPS ini bonus dr Nissan Pusat). Nah, rejeki di Nissan Bintaro, mbak-nya (namanya Maya) sdh pengalaman. Tok cer bener, di telpon ke 3, dia kasih cash back 7jt (khusus utk yg warna hitam), bonus talang air, kaca film, karpet dasar, plus GPS hadiah dr Nissan. Nah... ciamik kaaaaaannnn.... Knp warna hitam? Krn diskon sebesar itu hanya utk yg ready stock. Dan yg ada hanya hitam. Kalau mau pilih warna lain, diskon "hanya" 5jt.
Trus serunya lagi si mbak Maya ini bisa ngasih tau bank2 yg kreditnya menarik, selain BCA yg mmg kerjasama dgn Nissan mana pun jd lebih cepet prosesnya. Dan tnyt dia pun teman baik sm Sofyan yg urus kredit gue di Niaga Syariah. Si Niaga ini cicilan per bulannya lbh rendah sekitar 300rb dibanding bank lain. Kurang beruntung apa gue?
Akhirnya transaksi dilanjutkan oleh Sofyan dan Maya langsung. Madam tinggal duduk di rumah (atau di kantor), tandatangan paperwork, dan mobil diantar. Sumpah ya, nggak pernah sekalipun tahu yg mana dan di mana lokasi Nissan Bintaro dan di mana Niaga Syariah Victoria Fatmawati. Bismillah, krn memang ga bakalan sempat ke sana sini, semoga lancar. Hanya mmg perlu cek dulu kalau sdh harus urusan bayar2, dan harus lwt bank ke rekening perusahaan (cek dulu ke Nissan pusat -lwt telpon juga :D) krn kalau tnyt Maya atau Sofyan kemplu, kan kelar hidup gue.
Alhamdulillah semua lancar.
Jadilah sabtu kemarin mobil itu datang dgn manis. Menutup senja dgn gemilang, there came my first mobil-kentang, the beautiful one. Jd skrg langsung dipakai ke kantor. Cuuuusssss.... Senang!
Thank you for the one and only who helps me with everything. You know who you are.
Sejak itu, semua city car dia sebut sbg mobil-kentang :D
Nah, kemarin ini selama hampir 2 thn, mobil cop gue adalah Toyota Rush yg jauh sekali dr postur kentang. Sementara pemred lain pakai Honda Jazz yg semi2 kentang gitu kan.... Aria tanya2 jg kenapa ibu nggak dapat mobil kentang? Tp dia sih seneng2 aja yg penting bisa jalan2. Gue? Seneng pakai Rush krn tinggi dan besar. Jd agak sedih waktu dia hrs dikembalikan. Lebih sedih lagi krn sejak itu hrs ke mana2 naik taksi. Bangkrut.
Sdh ancang2 ambil mobil. Dan itung2 uang tabungan, cukuplah buat nyicil mobil-kentang Nissan March. Sayangnya, pas sdh mulai ngantor, kreditnya blm keluar. Wuaaaahhh... nangis deh tiap hari Bsd-Kedoya-Bsd naik taksi. Sdh diakali pakai taksi tarif lama jg masih nangis. Mau ngirit pakai trans BsD tp kok ribet jd banyak cerewet. Halah... sudahlah.
Akhirnya, setelah 20 hari bangkrut total krn naik taksi, hari Sabtu kemarin datanglah si Marchy. Ini ya, mobil yg dibeli lewat telepon. Semacam online shopping begitu. Hahahaha.... Sales-nya smp bingung. Tp dia jg seneng krn gue sbg pembeli nggak ribet.
Jadi ceritanya, Nissan March itu tentu sdh gue lihat di sebuah dealer. Nah, krn tahu bhw tiap dealer punya kebijakan sendiri2 (bocoran dr org dalem), jadilah gue "belanja" diskon. Jd setelah jelas mau beli apa, skrg tinggal nentuin belinya di dealer mana. Dan itu tergantung seberapa untungnya gue kalau beli di dealer itu.
Nah, ada satu hari yg gue dedikasikan untuk telpon ke bbrp dealer Nissan di Jkt & Tangerang. Tanya: mrk punya program apa utk March. Nah, lucu nih, keuntungan gue tergantung si penerima telepon. Kalau yg terima kroco, sblm ngasih diskon atau bonus, dia akan minta waktu dulu diskusi sm bos-nya. Klu yg nerima bos, santai aja dia lgs sebutin bonus ini itu dan diskon ini itu. Yg gue jg tahu, Nissan pernah ngasih diskon smp 8jt. Tp paketnya sdh berakhir sih.
Rejeki memang sdh diatur. Waktu nelpon Nissan BsD, yg ngangkat masih trainee, jd diskon dia naikin sejuta tiap sejam krn dia hrs tanya bos-nya dulu dan telp gue balik. Mentok di cash back 5jt tambah kaca film. Nissan Puri, dia awalnya lgs ngasih diskon besar, tp lalu dia spt nggak percaya ada org yg mau beli mobil lewat telepon. Jd dia berusaha spy gue datang ke showroom dulu. Halah. Itu pun dia mentok di 6jt tambah kaca film dan GPS (yg mana akhirnya gue tahu GPS ini bonus dr Nissan Pusat). Nah, rejeki di Nissan Bintaro, mbak-nya (namanya Maya) sdh pengalaman. Tok cer bener, di telpon ke 3, dia kasih cash back 7jt (khusus utk yg warna hitam), bonus talang air, kaca film, karpet dasar, plus GPS hadiah dr Nissan. Nah... ciamik kaaaaaannnn.... Knp warna hitam? Krn diskon sebesar itu hanya utk yg ready stock. Dan yg ada hanya hitam. Kalau mau pilih warna lain, diskon "hanya" 5jt.
Trus serunya lagi si mbak Maya ini bisa ngasih tau bank2 yg kreditnya menarik, selain BCA yg mmg kerjasama dgn Nissan mana pun jd lebih cepet prosesnya. Dan tnyt dia pun teman baik sm Sofyan yg urus kredit gue di Niaga Syariah. Si Niaga ini cicilan per bulannya lbh rendah sekitar 300rb dibanding bank lain. Kurang beruntung apa gue?
Akhirnya transaksi dilanjutkan oleh Sofyan dan Maya langsung. Madam tinggal duduk di rumah (atau di kantor), tandatangan paperwork, dan mobil diantar. Sumpah ya, nggak pernah sekalipun tahu yg mana dan di mana lokasi Nissan Bintaro dan di mana Niaga Syariah Victoria Fatmawati. Bismillah, krn memang ga bakalan sempat ke sana sini, semoga lancar. Hanya mmg perlu cek dulu kalau sdh harus urusan bayar2, dan harus lwt bank ke rekening perusahaan (cek dulu ke Nissan pusat -lwt telpon juga :D) krn kalau tnyt Maya atau Sofyan kemplu, kan kelar hidup gue.
Alhamdulillah semua lancar.
Jadilah sabtu kemarin mobil itu datang dgn manis. Menutup senja dgn gemilang, there came my first mobil-kentang, the beautiful one. Jd skrg langsung dipakai ke kantor. Cuuuusssss.... Senang!
Thank you for the one and only who helps me with everything. You know who you are.
Monday, December 19, 2011
Marvelous Weekend
Ya, skrg gue di kantor baru. Yg begitu deh suasananya :D Nggak mau cerita banyak2 dulu deh skrg. Tp ada saat rasanya suntuuuuk bgt. Dan di tengah keresahan itu, tiba2 OmD tanya: Mau nggak spending weekend di KL?
Wuaaaaahhh.... Ya mau. Yg penting hanya mau leyeh2, nggak harus mikirin kerjaan. Biarpun bawa laptop, tp kalau nggak pengen ya dicuekin aja. Trus tnyt rusuh lagi krn OmD jg lagi sering ke Cina. Hadoooooh.... Lemes lagi.
Tahu2 minggu lalu OmD bbm kalau bakalan ada di KL, hari sabtu malam akan mendarat. Lha? "Terbang ke sini hari Sabtu, Senin balik Jkt dan langsung ke kantor, gimana?" katanya. Oke juga.... Langsung dong cari tiket dan hotel. Air Asia satu2nya harapan krn jadwalnya persis spt yg dimau. Hotel milih Hilton. Biar nggak susah kalau ke mana2 krn dkt stasiun kereta. Cihuuuuuyyyy....
Cek juga dulu ding, Aria ada jadwal apa. Bisa ngamuk kan dia kalau tahu ibunya nyari2 me time.... Tnyt hari Sabtu pagi ada acara kemah pramuka di sekolah. Trus malamnya diajak nginep di Morrisey sm Papap. Horeeeee!!!!! Lancar jaya!
Akhirnya Sabtu kemarin stlh drop Aria di sekolah, gue ke bandara. K Terminal 3, yg plg oke di Soekarno Hatta :p Tetep lho nggak ngerti sm para petugas imigrasi. Jd di depan gue ada org Inggris yg mau pulang ke negaranya. Kan statusnya dia sdh mau keluar dr Indonesia ya. Dgn surat2 lengkap pula, tp msh disusah2in krn dia menghilangkan kartu kedatangan. Oalaaaah.... Ade ape? Gimana gue nggak curiga org2 imigrasi itu mau main duit?
Trus kejadian Air asia delay 1 jam. Haiiiissss.... Tp ya rada nggak peduli krn OmD toh br mendarat malem juga kan. Jd tenang2 sajalah. Sampai di KLCCT jam 3. Baru tahu jg kalau imigrasi Malaysia skrg makin gampang. Nggak pakai arrival card segala macem... lgs cuuuussss ke imigration counter. Ditanya tiket pulang, gue cuma nunjukin email dr air asia dan agoda utk hotel. Beres. Bahkan mrk nggak minta cap jari. Hihihihi.... Mungkin krn paspor gue jg sdh cukup banyak sih cap imigrasi Malaysia. Gara2 OmD....
Sebenernya OmD nyuruh naik taksi aja ke Hilton, dr airport. Tp dipikir2, ngapain buru2 ya.... wong OmD jg blm hadir? Jd gue pilih naik citybus. 9 RM saja.... Jalannya memang lumayan pelan... hahahaha.... Smp KL Sentral jam 5.30. Wooooh... lamanya. Pantesan laper. Jd sblm ke hotel, mampir dulu beli makanan biar nggak pingsan.
Kelar urusan check in dkk.... masih sore. Ya udahlah drpada bengong, mari nyemplung kolam renang. Tnyt kolamnya jd satu sm Le Meridien yg di sebelahnya. Trus baru sadar jg kalau bangungan Hilton & Le Mer tuh sama persis. Halaaaah... knp jd kembaran gitu ya.
Lumayan jg berenang bolak balik bbrp kali, pas smp di atas dpt sms kalau OmD sdh mendarat. Asyiiiik. Kalau naik kereta cepat, artinya sekitar 40 menit akan smp di KL Sentral. Cihuuuuy.... Suasana langka lho, gue bisa "jemput" OmD :p
Dan janjian mau ketemu di Secret Recipe, sekalian makan malam. How romantic.... ihiy!
Kesampaian juga weekend sama2 OmD. Nggak ada kerjaan lain kecuali ngobrol dan leyeh2. OmD sih kadang2 ttp buka laptop, dikejar kerja teruuuuuus... non stop. Kalau sdh gitu, gue berenang... hahahaha....
Nyobain makan nasi daun pisang di Bangsar yg konon hits. Hehehe.... Sorry ya OmD, stlh dipikir ulang kok kayaknya gue nggak pengen balik ke sana. Ahahahaha... Gimanaaaa gitu rasanya makan nasi templok2 di daun.... Tp yaaa tetep itu pengalaman baru yg lucu.
Malam itu ada org yg tanya ke kami, "Are you local? Because if you are, I am so glad to see local people holding hands in public." Dan ketika kami menggeleng, dia spt kecewa. Lhadalah... tnyt menurut OmD, di Malaysia ada semacam hukum tak tertulis, yg membuat mrk jd spt terkotak antaretnis. Jd kalau ada org lokal wajah melayu (spt gue) gandengan dgn wajah cina (spt OmD), pasti jd aneh. Oalah... kasihan yaaaa....
Anyway, it was indeed a marvelous weekend. Balik ke Jkt meskipun segar gembira, tp jd tambah kangen eh sm si om. Piye to ikiiii.....
Wuaaaaahhh.... Ya mau. Yg penting hanya mau leyeh2, nggak harus mikirin kerjaan. Biarpun bawa laptop, tp kalau nggak pengen ya dicuekin aja. Trus tnyt rusuh lagi krn OmD jg lagi sering ke Cina. Hadoooooh.... Lemes lagi.
Tahu2 minggu lalu OmD bbm kalau bakalan ada di KL, hari sabtu malam akan mendarat. Lha? "Terbang ke sini hari Sabtu, Senin balik Jkt dan langsung ke kantor, gimana?" katanya. Oke juga.... Langsung dong cari tiket dan hotel. Air Asia satu2nya harapan krn jadwalnya persis spt yg dimau. Hotel milih Hilton. Biar nggak susah kalau ke mana2 krn dkt stasiun kereta. Cihuuuuuyyyy....
Cek juga dulu ding, Aria ada jadwal apa. Bisa ngamuk kan dia kalau tahu ibunya nyari2 me time.... Tnyt hari Sabtu pagi ada acara kemah pramuka di sekolah. Trus malamnya diajak nginep di Morrisey sm Papap. Horeeeee!!!!! Lancar jaya!
Akhirnya Sabtu kemarin stlh drop Aria di sekolah, gue ke bandara. K Terminal 3, yg plg oke di Soekarno Hatta :p Tetep lho nggak ngerti sm para petugas imigrasi. Jd di depan gue ada org Inggris yg mau pulang ke negaranya. Kan statusnya dia sdh mau keluar dr Indonesia ya. Dgn surat2 lengkap pula, tp msh disusah2in krn dia menghilangkan kartu kedatangan. Oalaaaah.... Ade ape? Gimana gue nggak curiga org2 imigrasi itu mau main duit?
Trus kejadian Air asia delay 1 jam. Haiiiissss.... Tp ya rada nggak peduli krn OmD toh br mendarat malem juga kan. Jd tenang2 sajalah. Sampai di KLCCT jam 3. Baru tahu jg kalau imigrasi Malaysia skrg makin gampang. Nggak pakai arrival card segala macem... lgs cuuuussss ke imigration counter. Ditanya tiket pulang, gue cuma nunjukin email dr air asia dan agoda utk hotel. Beres. Bahkan mrk nggak minta cap jari. Hihihihi.... Mungkin krn paspor gue jg sdh cukup banyak sih cap imigrasi Malaysia. Gara2 OmD....
Sebenernya OmD nyuruh naik taksi aja ke Hilton, dr airport. Tp dipikir2, ngapain buru2 ya.... wong OmD jg blm hadir? Jd gue pilih naik citybus. 9 RM saja.... Jalannya memang lumayan pelan... hahahaha.... Smp KL Sentral jam 5.30. Wooooh... lamanya. Pantesan laper. Jd sblm ke hotel, mampir dulu beli makanan biar nggak pingsan.
Kelar urusan check in dkk.... masih sore. Ya udahlah drpada bengong, mari nyemplung kolam renang. Tnyt kolamnya jd satu sm Le Meridien yg di sebelahnya. Trus baru sadar jg kalau bangungan Hilton & Le Mer tuh sama persis. Halaaaah... knp jd kembaran gitu ya.
Lumayan jg berenang bolak balik bbrp kali, pas smp di atas dpt sms kalau OmD sdh mendarat. Asyiiiik. Kalau naik kereta cepat, artinya sekitar 40 menit akan smp di KL Sentral. Cihuuuuy.... Suasana langka lho, gue bisa "jemput" OmD :p
Dan janjian mau ketemu di Secret Recipe, sekalian makan malam. How romantic.... ihiy!
Kesampaian juga weekend sama2 OmD. Nggak ada kerjaan lain kecuali ngobrol dan leyeh2. OmD sih kadang2 ttp buka laptop, dikejar kerja teruuuuuus... non stop. Kalau sdh gitu, gue berenang... hahahaha....
Nyobain makan nasi daun pisang di Bangsar yg konon hits. Hehehe.... Sorry ya OmD, stlh dipikir ulang kok kayaknya gue nggak pengen balik ke sana. Ahahahaha... Gimanaaaa gitu rasanya makan nasi templok2 di daun.... Tp yaaa tetep itu pengalaman baru yg lucu.
Malam itu ada org yg tanya ke kami, "Are you local? Because if you are, I am so glad to see local people holding hands in public." Dan ketika kami menggeleng, dia spt kecewa. Lhadalah... tnyt menurut OmD, di Malaysia ada semacam hukum tak tertulis, yg membuat mrk jd spt terkotak antaretnis. Jd kalau ada org lokal wajah melayu (spt gue) gandengan dgn wajah cina (spt OmD), pasti jd aneh. Oalah... kasihan yaaaa....
Anyway, it was indeed a marvelous weekend. Balik ke Jkt meskipun segar gembira, tp jd tambah kangen eh sm si om. Piye to ikiiii.....
Thursday, December 01, 2011
Selamanya Diva
Semalam nonton konser Vina.
Beneran nggak nyangka mau nonton konser itu, krn sudah resign dr GH 2 minggu lalu. Dan tnyt pula kemarin sudah di kantor baru (sdh sejak senin sih disuruh ngantor). Mana waktu itu sempat woro2 di disdus ada diskon tiket, tp trus batal beli. Ya sudah, lurus2 aja.
Nah, ternyata siang jam 3 dikasih tahu kalau ada tiket buat gue, di kelas silver, dibawa sm pemred Fitness, cicik Santi. Wooooh... senang sekali hatiku.
Berhubung kantor baru di Kedoya rasanya jauh bener dr pusat kota, jam 5 lebih sudah siap2 mau cuuuussss.... Mbak Santi juga segera berangkat dr kantornya. Konser di Balai Kartini. Gue naik taksi smp sana kok orang2 malah ramainya di belakang ya? Oalah, ternyata Vina tuh tempatnya di hall pameran yg belakang! Astaga... agak aneh krn pilihan tempatnya busuk.
Ketemu banyak orang yg memang seumuran hehehehe.... kelihatan deh generasinya. Lucunya, ternyata papap juga nonton. Lumayan deh gue ada tebengan pulang kan yaaaaa....
Ternyata oh ternyata, tiket gue untuk duduk di belakang bo! Hadooooh... panggung spt semut. Nggak tampak apa2! Dan juaranya adalah: sound system yg katro. Dari belakang nggak kedengeran tuh nyanyiannya. Lawak, krn ternyata nggak ada speaker sama sekali di belakang. Halaaaaah... ini pasti EO-nya kebanyakan ambil untung.
Jadilah kocak krn yg di belakang banyak penggemar sejati. Yg hapal lagu2 Vina dr jaman jebot. Yuk. Jadi akhirnya kami nyanyi2 sendiri. Kadang2 diplesetin lah itu syair lagu. Hahahahahaahahaha..... Gombal.
Vina pun akhirnya tahu kalau di belakang ada yg ga bener sama sound system. Jd ada satu sesi dia bela2in jalan jauuuuuh turun panggung dan naik ke belakang. Juara kan? Dan dia lgs kacau nyanyinya waktu di belakang krn ga denger apa2. Wis... slamet deh pasti EO-nya (Hedi Yunus) bakal dicincang! Sukurin.
Gue sempat nonton konser Vina yg thn 2006 (atau 2007?), yg sangat bagus dan keren. Dan semua orang sing along dengan gembira. Ini kok beda banget sih. Wis lah. Elek pokoke.
Tapi memang Vina tuh juara sih ya, ttp aja org2 nungguin smp selesai dia konser. Dia memang cocok dibilang sbg diva.
Beneran nggak nyangka mau nonton konser itu, krn sudah resign dr GH 2 minggu lalu. Dan tnyt pula kemarin sudah di kantor baru (sdh sejak senin sih disuruh ngantor). Mana waktu itu sempat woro2 di disdus ada diskon tiket, tp trus batal beli. Ya sudah, lurus2 aja.
Nah, ternyata siang jam 3 dikasih tahu kalau ada tiket buat gue, di kelas silver, dibawa sm pemred Fitness, cicik Santi. Wooooh... senang sekali hatiku.
Berhubung kantor baru di Kedoya rasanya jauh bener dr pusat kota, jam 5 lebih sudah siap2 mau cuuuussss.... Mbak Santi juga segera berangkat dr kantornya. Konser di Balai Kartini. Gue naik taksi smp sana kok orang2 malah ramainya di belakang ya? Oalah, ternyata Vina tuh tempatnya di hall pameran yg belakang! Astaga... agak aneh krn pilihan tempatnya busuk.
Ketemu banyak orang yg memang seumuran hehehehe.... kelihatan deh generasinya. Lucunya, ternyata papap juga nonton. Lumayan deh gue ada tebengan pulang kan yaaaaa....
Ternyata oh ternyata, tiket gue untuk duduk di belakang bo! Hadooooh... panggung spt semut. Nggak tampak apa2! Dan juaranya adalah: sound system yg katro. Dari belakang nggak kedengeran tuh nyanyiannya. Lawak, krn ternyata nggak ada speaker sama sekali di belakang. Halaaaaah... ini pasti EO-nya kebanyakan ambil untung.
Jadilah kocak krn yg di belakang banyak penggemar sejati. Yg hapal lagu2 Vina dr jaman jebot. Yuk. Jadi akhirnya kami nyanyi2 sendiri. Kadang2 diplesetin lah itu syair lagu. Hahahahahaahahaha..... Gombal.
Vina pun akhirnya tahu kalau di belakang ada yg ga bener sama sound system. Jd ada satu sesi dia bela2in jalan jauuuuuh turun panggung dan naik ke belakang. Juara kan? Dan dia lgs kacau nyanyinya waktu di belakang krn ga denger apa2. Wis... slamet deh pasti EO-nya (Hedi Yunus) bakal dicincang! Sukurin.
Gue sempat nonton konser Vina yg thn 2006 (atau 2007?), yg sangat bagus dan keren. Dan semua orang sing along dengan gembira. Ini kok beda banget sih. Wis lah. Elek pokoke.
Tapi memang Vina tuh juara sih ya, ttp aja org2 nungguin smp selesai dia konser. Dia memang cocok dibilang sbg diva.
Tuesday, November 22, 2011
New Posting :D
My dear very best friend komentar kenapa gue udah lama bgt ga update blog. Banyak sekali moment penting terjadi, tp terlewat begitu saja tanpa dikompilasi dlm tulisan. Alasan utama adalah sibuk. Sumpah sibuknya nggak ketulungan. Dunia yg hanya dua: rumah & kantor, sangatlah kisruh.
Puncak kekisruhan tak tertahankan jadi akhirnya gue putuskan resign. Kata OmD sih, gue keras kepala. Tapi kalau gue bilang, gue mendingan mundur aja daripada kerja tapi nggak nyaman. Gue kan bukan orang yg bisa senang2 kerja bohong2, yg pura2 sibuk hanya utk jilat bos, atau yg kerja nggak maksimal krn prinsipnya: yg penting jalan. Gue bukan org spt itu. Gue merasa sdh mengorbankan waktu buat lihat Aria tumbuh krn hrs kerja, jd gue putuskan to make the best out of it.
Jadi gue resign. Tgl. 18 November kemarin adalah hari terakhir di Good Housekeeping. Yg mengharukan, hari itu redaksi masuk ruangan gue dan mrk satu per satu menangis. Tentunya gue pun menangis. I love them dearly too. I love the magazine. Jadi ketika salah satu klien kaget waktu tahu gue resign dan bilang: bukannya brand GH sdh sejiwa sama kamu?, I knew I made it. Sedih juga waktu hrs beres2, balikin my black rush, dan ninggalin kantor (with the view that money cannot buy :)). Untung gue paham detachment. Jd gue bisa mensugesti diri sendiri bahwa saatnya move on memang sekarang ini.
Tentunya gue sdh punya safety net. Akan ada kantor baru. Sebetulnya, perjajian masuknya adalah tgl. 1 Des. Tapi tadi pagi ditelpon spy masuk lbh cepat. Yaaaa... secepatnya yg bisa gue jalankan adalah tgl. 28 Nov. Habis kemarin ini krn merasa mau nganggur, jd cari kerjaan sana sini. Masak ga jd dikerjain? Kan ya ga mungkin to?
Yang seru, sebelum berakhir masa kerja, dgn badung gue ambil cuti. Hahahaha.... Trus ke Hongkong sm Aria, papap & nyokap. Cerita lengkapnya kapan2 ya. Besok, mungkin.
Postingan yg ini hanya sekadar update. Dan memenuhi 'pesanan' from my lovely :)
Puncak kekisruhan tak tertahankan jadi akhirnya gue putuskan resign. Kata OmD sih, gue keras kepala. Tapi kalau gue bilang, gue mendingan mundur aja daripada kerja tapi nggak nyaman. Gue kan bukan orang yg bisa senang2 kerja bohong2, yg pura2 sibuk hanya utk jilat bos, atau yg kerja nggak maksimal krn prinsipnya: yg penting jalan. Gue bukan org spt itu. Gue merasa sdh mengorbankan waktu buat lihat Aria tumbuh krn hrs kerja, jd gue putuskan to make the best out of it.
Jadi gue resign. Tgl. 18 November kemarin adalah hari terakhir di Good Housekeeping. Yg mengharukan, hari itu redaksi masuk ruangan gue dan mrk satu per satu menangis. Tentunya gue pun menangis. I love them dearly too. I love the magazine. Jadi ketika salah satu klien kaget waktu tahu gue resign dan bilang: bukannya brand GH sdh sejiwa sama kamu?, I knew I made it. Sedih juga waktu hrs beres2, balikin my black rush, dan ninggalin kantor (with the view that money cannot buy :)). Untung gue paham detachment. Jd gue bisa mensugesti diri sendiri bahwa saatnya move on memang sekarang ini.
Tentunya gue sdh punya safety net. Akan ada kantor baru. Sebetulnya, perjajian masuknya adalah tgl. 1 Des. Tapi tadi pagi ditelpon spy masuk lbh cepat. Yaaaa... secepatnya yg bisa gue jalankan adalah tgl. 28 Nov. Habis kemarin ini krn merasa mau nganggur, jd cari kerjaan sana sini. Masak ga jd dikerjain? Kan ya ga mungkin to?
Yang seru, sebelum berakhir masa kerja, dgn badung gue ambil cuti. Hahahaha.... Trus ke Hongkong sm Aria, papap & nyokap. Cerita lengkapnya kapan2 ya. Besok, mungkin.
Postingan yg ini hanya sekadar update. Dan memenuhi 'pesanan' from my lovely :)
Monday, September 12, 2011
Healthy Getaway
Sdh sejak lebaran, badan rontok nggak karuan. Diawali dgn open house yg goncang. Lalu kerja (krn sayang mau ambil cuti), lalu ada kegoncangan. Kayaknya capek deh.
Trus tiba2 diingeti sama sekretaris, "Mbak, tgl. 8 ada undangan ke Javana Spa ya."
Aiiiiih.... hatiku langsung senang lagi. Undangannya dari Ultima II, launching Clear White Supreme, lini perwawatan wajah Clear White yg terbaru. Cakep.
Hari Kamis pagi dr BsD langsung cusss ke Tempo Scan Tower. Ealah tnyt di balik bedeng2 di Rasuna Said itu, kantor sdh berjalan dgn manis lho. Kasihan juga lihat banyak karyawan yg masuk kerja pakai masker. Pastilah penuh debu wong bangunan lagi finishing....
Dari Tempo Scan ke Sukabumi naik bis ukuran kecil. Ada 2 bus. Agak heran sebenarnya knp nggak disatukan. Keheranan yg terjawab begitu tahu kalau jalan menuju Javana Spa kecil dan menanjak. Huhihuhihuhi....
Kita semua satu bis sdh ge er waktu bis berbelok ke kanan, keluar dr jalan raya, masuk ke perkampungan. "Wah mau sampai nih. Ternyata nggak sampai 2 jam kok," gue denger ada yg ngomong. Ternyataaaaa... dr belokan itulah dimulai perjalanan yg panjang dan berkelok. Naik turun lembah dalam arti sebenarnya. Jalan yg kecil (kalau simpangan sm mobil lain, salah satu hrs berhenti) tp dilalui banyak motor dan truk krn banyak pabrik2 di sekitar situ. Ge er lagi waktu lewat palang "Taman Nasional Gunung Halimun". Wah, sudah sampai. Bbrp orang malah sdh berdiri dan mulai beres2 tas. Ealaaaaah.... tnyt belum! Hahahaha.... Dr gerbang itu masih naik lagi kira2 20 menit. Pantesan... pakai bis kecil....
Ketika akhirnya sampai di Javana Spa, hampir bareng semua menyerbu toilet. Hahahaha.... Di luar matahari bersinar, tp udara sejuk. Bersih sekali udaranya, ya iyalaaaah... di gunung. Kesempatan buat yg biasa hidup di tengah polusi Jakarta buat 'cuci' paru2.
Hari pertama, siang, diisi presentasi dan makan siang. Lucu bgt waktu makan siang krn ternyata menu di sana adalah makanan sehat yg.... nyaris tanpa rasa. Semua tanpa malu2 minta saus sambal. Gue? Minta gula dan garam, membumbui sendiri sup di mangkok gue. Hihihihi.... Iya memang konsep Javana Spa itu detoksifikasi. Jd makanan pun fresh, diolah sebentar, bumbu sendiri. Haiiiiizzzzz.... kami tak ingin sehat, kami mau liburaaaaaaaan.... HAHAHAHA....
Habis makan siang, dibagi bbrp group. Ada yg jadwalnya spa, yoga, atau facial. Gue kebagian yg facial. Tentu pakai produk Clear White Supreme. Rasanya lembut banget di wajah, trus ya krn wajah jd bersih, enak bener rasanya. Mantaaaapppp wajah bersih di tengah udara bersih. Sedap.
Jadi Clera White Supreme ini formulanya disempurnakan dari seri Clear White sebelumnya. Yg Supreme ditambah teknologi Sepicalm & Sepiwhite, yg bisa menghambat timbulnya dark spot dgn cara menekan hormon dan melindungi dari sinar UV.
Jadwal gue yg berikut adalah yoga. Lumayan nih, sejak lebaran kan blm ke gym lagi. Hihihihi.... Jd yoga pun gue seriusin tuh. Hbs itu sm bbrp org gue ke kolam renang. Airnya dingin banget, segar. Tp sayangnya, krn mungkin jarang ada yg pakai, pompa kolam nggak dinyalain, jd airnya nggak bisa overflow. Akibatnya banyak serangga2 di atasnya. Agak nyebelin. Tp ya sudahlah... bersenang2 saja berenang sambil memandang lembah hijau. Cuci mata bener deh!
Habis yoga, berenang, masuk ke spa room. Jacuzzi! Uenak tenaaaaaan. Sambil minum jus anggur. Rasanya badan mengambang saking rileksnya. Oh ya, jangan sedih... di sana sinyal telepon ilang timbul atau malah mati total. Jd beneran putus hubungan sm Jkt. Sudahlah.... jgn dipikirin dulu. Senang2 aja duluuuuu.... Sekitar jam 5 adalah waktu minum jus. Nah... krn gue nggak laper... kuenya gue bungkus tissue. Pikiran emak2 bgt deh... di tempat yg jauh dr peradaban ini, pasti susah kalau malam2 kelaparan! Hahaha....
Malamnya setelah dinner (kali ini lumayan terasa bumbu, mungkin chef-nya sadar bahwa kami ini bukan org yg niat sehat bener :p), langsung pengen gaul sm kasur. Nggak ada tv pula, jd memang pilihannya hanya tidur. Oh ya, masing2 dibagi t-shirt Ultima, boleh dimodifikasi utk besok. Dilombakan. Tentu saja gue hrs pinjem gunting ke resepsionis, motong sisi kanan dan kirinya, krn t-shirt itu nggak cukup menampung dada gue. Huh.
Paginya, sesuai jadwal, acara hiking ke air terjun. Gue termasuk yg semangat. Ya iyalah.... jalan2 gitu lho, olahraga. Apa pun yg bentuknya olah raga, selalu gue sambut dgn gembira.... hahahaha.... Pdh badan segede gini, org2 sering salah paham. Mengira gue nggak kuat ini itu. Hayaaaaah... Oh ya, kue yg kemarin gue simpan betul berguna... utk sarapan. Hihihihi.... Kostum gue adalah t-shirt biru dilapis t-shirt ultima yg gue bentuk spt blus halter. Tambah celana training dan jaket.
Setelah pemanasan sedikit, hiking dimulai. Tentu gue ikut rombongan 1. Naik-naik ke puncak gunung ini sekitar 40 menit. Nggak jauh sebenernya, tp krn jalan menanjak dan di bbrp tempat licin, jd hrs pelan2. Kasihan ada wartawan yg baru keluar dr property Javana Spa aja sdh ngos2an dan wajahnya pucat, mau pingsan. Akhirnya dia milih kembali ke resort. Ada jg yg melesaaaattt jalan cepet banget. Wah... pasti dia alumni pecinta alam! :D
Di sepanjang jalan, pemandu rombongan gue nunjukin pohon sarsaparila, buah berry, dan macet2 yg bisa lgs dicium atau diemut. Hihihi... tanpa polusi kan? Jd nggak perlu takut sakit perut. Undakan turun menuju danau air terjun tnyt sdh cukup lama jd berlumut. Ngeri juga yaaaa.... akhirnya pada turun pelan2 spt nenek jompo :p Dan ternyata stlh sampai, air terjunnya nggak begitu besar dan nggak begitu jernih. "Iya kak, sedang musim kemarau," kata pak pemandu. Yaelaaaah....
Ya sudah puas2in aja menikmati air terjun 'mini' dan kalau mau nyebur di kolam yg dinginnya pol, silakan saja. Gue hanya berani merendam kaki. Hehehe... itu pun sdh spt mati rasa krn beku. Tp si mbak-mantan-pecinta-alam langsung buka baju, pakai bikin dan berenang! Hebat.
Perjalanan pulang yg menurun tentu lebih mudah. Jd semua org pe de jalan lbh cepat. Apalagi stlh itu lgs menuju ruang makan. Sarapan! Meskipun telur dadarnya hambar dan kopinya cair.... enak jg ternyata sarapan barang2 yg fresh from the oven. Apa krn laper ya, hbs hiking? Yg jelas semua menikmati makan pagi.
Setelah itu, gue boleh menikmati pijat. Wihiiiiiy... sedapnya. Sayangnya kurang lama, rasanya baru tidur2 ayam.... eh... sdh selesai. Nggak kurang akal, gue nyemplung ke jacuzzi lagi. Nah... bener deh, otot2 jd lemas.... Rasanya ga pengen jalan lagi. Seneng pasti kalau ada ojek gendong.....
Jam 1 pas, seluruh acara selesai. Ditutup makan siang yg kali ini sumpah beneran enak krn bumbunya lengkap (hahahaha), ada acara bagi2 testimoni. Buat gue, semua hal itu membuktikan bhw kalau mau sesuatu, harus usaha. Kalau mau sehat, hrs mau olah raga dan makan makanan sehat. Spy rilek, hrs mau jauh2 dr televisi dan telepon. Spy cantik, hrs rajin merawat kulit, pakai seluruh rangkaian produk, tiap hari. Kuncinya sih melawan diri sendiri ya. Melawan rasa malas olahraga, melawan badan yg suka ga mau makan yg nggak enak spt sayur mayur, melawan malas cuci muka, dan melawan rasa pengen tahu soal dunia hehehehehe....
Semua dibagi lotion Ultima II Clear White Supreme buat dicoba. Asyiiiiiikkkk.....
Perjalanan balik ke jkt, satu bis nggak ada suara. Kayaknya semua tertidur. Kecapekan sekaligus krn badan sdh rileks banget.
Thank you, Ultima!
Trus tiba2 diingeti sama sekretaris, "Mbak, tgl. 8 ada undangan ke Javana Spa ya."
Aiiiiih.... hatiku langsung senang lagi. Undangannya dari Ultima II, launching Clear White Supreme, lini perwawatan wajah Clear White yg terbaru. Cakep.
Hari Kamis pagi dr BsD langsung cusss ke Tempo Scan Tower. Ealah tnyt di balik bedeng2 di Rasuna Said itu, kantor sdh berjalan dgn manis lho. Kasihan juga lihat banyak karyawan yg masuk kerja pakai masker. Pastilah penuh debu wong bangunan lagi finishing....
Dari Tempo Scan ke Sukabumi naik bis ukuran kecil. Ada 2 bus. Agak heran sebenarnya knp nggak disatukan. Keheranan yg terjawab begitu tahu kalau jalan menuju Javana Spa kecil dan menanjak. Huhihuhihuhi....
Kita semua satu bis sdh ge er waktu bis berbelok ke kanan, keluar dr jalan raya, masuk ke perkampungan. "Wah mau sampai nih. Ternyata nggak sampai 2 jam kok," gue denger ada yg ngomong. Ternyataaaaa... dr belokan itulah dimulai perjalanan yg panjang dan berkelok. Naik turun lembah dalam arti sebenarnya. Jalan yg kecil (kalau simpangan sm mobil lain, salah satu hrs berhenti) tp dilalui banyak motor dan truk krn banyak pabrik2 di sekitar situ. Ge er lagi waktu lewat palang "Taman Nasional Gunung Halimun". Wah, sudah sampai. Bbrp orang malah sdh berdiri dan mulai beres2 tas. Ealaaaaah.... tnyt belum! Hahahaha.... Dr gerbang itu masih naik lagi kira2 20 menit. Pantesan... pakai bis kecil....
Ketika akhirnya sampai di Javana Spa, hampir bareng semua menyerbu toilet. Hahahaha.... Di luar matahari bersinar, tp udara sejuk. Bersih sekali udaranya, ya iyalaaaah... di gunung. Kesempatan buat yg biasa hidup di tengah polusi Jakarta buat 'cuci' paru2.
Hari pertama, siang, diisi presentasi dan makan siang. Lucu bgt waktu makan siang krn ternyata menu di sana adalah makanan sehat yg.... nyaris tanpa rasa. Semua tanpa malu2 minta saus sambal. Gue? Minta gula dan garam, membumbui sendiri sup di mangkok gue. Hihihihi.... Iya memang konsep Javana Spa itu detoksifikasi. Jd makanan pun fresh, diolah sebentar, bumbu sendiri. Haiiiiizzzzz.... kami tak ingin sehat, kami mau liburaaaaaaaan.... HAHAHAHA....
Habis makan siang, dibagi bbrp group. Ada yg jadwalnya spa, yoga, atau facial. Gue kebagian yg facial. Tentu pakai produk Clear White Supreme. Rasanya lembut banget di wajah, trus ya krn wajah jd bersih, enak bener rasanya. Mantaaaapppp wajah bersih di tengah udara bersih. Sedap.
Jadi Clera White Supreme ini formulanya disempurnakan dari seri Clear White sebelumnya. Yg Supreme ditambah teknologi Sepicalm & Sepiwhite, yg bisa menghambat timbulnya dark spot dgn cara menekan hormon dan melindungi dari sinar UV.
Jadwal gue yg berikut adalah yoga. Lumayan nih, sejak lebaran kan blm ke gym lagi. Hihihihi.... Jd yoga pun gue seriusin tuh. Hbs itu sm bbrp org gue ke kolam renang. Airnya dingin banget, segar. Tp sayangnya, krn mungkin jarang ada yg pakai, pompa kolam nggak dinyalain, jd airnya nggak bisa overflow. Akibatnya banyak serangga2 di atasnya. Agak nyebelin. Tp ya sudahlah... bersenang2 saja berenang sambil memandang lembah hijau. Cuci mata bener deh!
Habis yoga, berenang, masuk ke spa room. Jacuzzi! Uenak tenaaaaaan. Sambil minum jus anggur. Rasanya badan mengambang saking rileksnya. Oh ya, jangan sedih... di sana sinyal telepon ilang timbul atau malah mati total. Jd beneran putus hubungan sm Jkt. Sudahlah.... jgn dipikirin dulu. Senang2 aja duluuuuu.... Sekitar jam 5 adalah waktu minum jus. Nah... krn gue nggak laper... kuenya gue bungkus tissue. Pikiran emak2 bgt deh... di tempat yg jauh dr peradaban ini, pasti susah kalau malam2 kelaparan! Hahaha....
Malamnya setelah dinner (kali ini lumayan terasa bumbu, mungkin chef-nya sadar bahwa kami ini bukan org yg niat sehat bener :p), langsung pengen gaul sm kasur. Nggak ada tv pula, jd memang pilihannya hanya tidur. Oh ya, masing2 dibagi t-shirt Ultima, boleh dimodifikasi utk besok. Dilombakan. Tentu saja gue hrs pinjem gunting ke resepsionis, motong sisi kanan dan kirinya, krn t-shirt itu nggak cukup menampung dada gue. Huh.
Paginya, sesuai jadwal, acara hiking ke air terjun. Gue termasuk yg semangat. Ya iyalah.... jalan2 gitu lho, olahraga. Apa pun yg bentuknya olah raga, selalu gue sambut dgn gembira.... hahahaha.... Pdh badan segede gini, org2 sering salah paham. Mengira gue nggak kuat ini itu. Hayaaaaah... Oh ya, kue yg kemarin gue simpan betul berguna... utk sarapan. Hihihihi.... Kostum gue adalah t-shirt biru dilapis t-shirt ultima yg gue bentuk spt blus halter. Tambah celana training dan jaket.
Setelah pemanasan sedikit, hiking dimulai. Tentu gue ikut rombongan 1. Naik-naik ke puncak gunung ini sekitar 40 menit. Nggak jauh sebenernya, tp krn jalan menanjak dan di bbrp tempat licin, jd hrs pelan2. Kasihan ada wartawan yg baru keluar dr property Javana Spa aja sdh ngos2an dan wajahnya pucat, mau pingsan. Akhirnya dia milih kembali ke resort. Ada jg yg melesaaaattt jalan cepet banget. Wah... pasti dia alumni pecinta alam! :D
Di sepanjang jalan, pemandu rombongan gue nunjukin pohon sarsaparila, buah berry, dan macet2 yg bisa lgs dicium atau diemut. Hihihi... tanpa polusi kan? Jd nggak perlu takut sakit perut. Undakan turun menuju danau air terjun tnyt sdh cukup lama jd berlumut. Ngeri juga yaaaa.... akhirnya pada turun pelan2 spt nenek jompo :p Dan ternyata stlh sampai, air terjunnya nggak begitu besar dan nggak begitu jernih. "Iya kak, sedang musim kemarau," kata pak pemandu. Yaelaaaah....
Ya sudah puas2in aja menikmati air terjun 'mini' dan kalau mau nyebur di kolam yg dinginnya pol, silakan saja. Gue hanya berani merendam kaki. Hehehe... itu pun sdh spt mati rasa krn beku. Tp si mbak-mantan-pecinta-alam langsung buka baju, pakai bikin dan berenang! Hebat.
Perjalanan pulang yg menurun tentu lebih mudah. Jd semua org pe de jalan lbh cepat. Apalagi stlh itu lgs menuju ruang makan. Sarapan! Meskipun telur dadarnya hambar dan kopinya cair.... enak jg ternyata sarapan barang2 yg fresh from the oven. Apa krn laper ya, hbs hiking? Yg jelas semua menikmati makan pagi.
Setelah itu, gue boleh menikmati pijat. Wihiiiiiy... sedapnya. Sayangnya kurang lama, rasanya baru tidur2 ayam.... eh... sdh selesai. Nggak kurang akal, gue nyemplung ke jacuzzi lagi. Nah... bener deh, otot2 jd lemas.... Rasanya ga pengen jalan lagi. Seneng pasti kalau ada ojek gendong.....
Jam 1 pas, seluruh acara selesai. Ditutup makan siang yg kali ini sumpah beneran enak krn bumbunya lengkap (hahahaha), ada acara bagi2 testimoni. Buat gue, semua hal itu membuktikan bhw kalau mau sesuatu, harus usaha. Kalau mau sehat, hrs mau olah raga dan makan makanan sehat. Spy rilek, hrs mau jauh2 dr televisi dan telepon. Spy cantik, hrs rajin merawat kulit, pakai seluruh rangkaian produk, tiap hari. Kuncinya sih melawan diri sendiri ya. Melawan rasa malas olahraga, melawan badan yg suka ga mau makan yg nggak enak spt sayur mayur, melawan malas cuci muka, dan melawan rasa pengen tahu soal dunia hehehehehe....
Semua dibagi lotion Ultima II Clear White Supreme buat dicoba. Asyiiiiiikkkk.....
Perjalanan balik ke jkt, satu bis nggak ada suara. Kayaknya semua tertidur. Kecapekan sekaligus krn badan sdh rileks banget.
Thank you, Ultima!
Monday, September 05, 2011
Broken Vow
Bukan gue yg ragu. Dia yg takut melangkah lebih jauh.
Selamat lebaran ya. Maaf lahir dan batin.
Selamat lebaran ya. Maaf lahir dan batin.
Thursday, August 18, 2011
Puasa 2011
Tahun ini Aria mulai puasa dgn benar. Sebetulnya tahun lalu sdh mulai, tp kadang siang2 dia minum lalu puasa lagi. Dan di hari2 terakhir dia juga sdh mulai capek. Hehehe...
Tahun ini agak beda. Gara2 sejak bbrp bulan lalu dia pengen punya nintendo Ds, gue selalu bilang: boleh minta apa aja asal puasa full. Eh... tnyt dia bersedia memenuhinya! Hebat deh.
Hari pertama sahur berlalu dgn baik. Spt biasa dia nggak makan nasi, jd makan spaghetti. Habis dua piring. Lalu besoknya juga tetep tanpa nasi. Akhirnya skrg sdh hari ke-18, tetep dia nggak makan nasi. Jadi memang dia spt stop nasi. Untung ada pengasuhnya yg setia bikinin sahur khusus. Entah itu macaroni, sandwich, atau spaghetti. Kadang2 gue jg sengaja beli pizza atau pretzel malamnya. Tahun ini Aria mulai picky: nggak mau makan makanan yg nggak fresh *tepokjidat*. Wis ta lah... pokoke demi puasa full.
Siang harinya dia sering sih ngerengek ini itu. Tp bisa diatasi dgn diajak main. Trus pengasuhnya yg jempolan itu ngajarin berendem di ember kalau kepanasan :D Jd skrg bisa berendam 2 kali sehari. Nggak pa pa, demi puasa full.
Skrg ini alhamdulillah Aria terlihat sdh biasa dgn puasa. Meskipun temen2 di sekolah mulai bocor, dia tetep puasa. Dan dia pun lebih pede, nodong hadiah2 lebaran. Semua kena, tanpa kecuali. Termasuk OmD yg ditodong beliin hotwheels besar yg bisa berubah warna kalau kena air :p
Gue bangga sekali anak gue itu bisa ttp puasa sampai hari ini. Mengingat dulu simboknya puasa pertama pas kelas 5.... Hahahaha....
Mudah2an sih Aria bisa lancar sampai lebaran. Ya wis... mari kita mulai cek harga nintendo Ds.
Tahun ini agak beda. Gara2 sejak bbrp bulan lalu dia pengen punya nintendo Ds, gue selalu bilang: boleh minta apa aja asal puasa full. Eh... tnyt dia bersedia memenuhinya! Hebat deh.
Hari pertama sahur berlalu dgn baik. Spt biasa dia nggak makan nasi, jd makan spaghetti. Habis dua piring. Lalu besoknya juga tetep tanpa nasi. Akhirnya skrg sdh hari ke-18, tetep dia nggak makan nasi. Jadi memang dia spt stop nasi. Untung ada pengasuhnya yg setia bikinin sahur khusus. Entah itu macaroni, sandwich, atau spaghetti. Kadang2 gue jg sengaja beli pizza atau pretzel malamnya. Tahun ini Aria mulai picky: nggak mau makan makanan yg nggak fresh *tepokjidat*. Wis ta lah... pokoke demi puasa full.
Siang harinya dia sering sih ngerengek ini itu. Tp bisa diatasi dgn diajak main. Trus pengasuhnya yg jempolan itu ngajarin berendem di ember kalau kepanasan :D Jd skrg bisa berendam 2 kali sehari. Nggak pa pa, demi puasa full.
Skrg ini alhamdulillah Aria terlihat sdh biasa dgn puasa. Meskipun temen2 di sekolah mulai bocor, dia tetep puasa. Dan dia pun lebih pede, nodong hadiah2 lebaran. Semua kena, tanpa kecuali. Termasuk OmD yg ditodong beliin hotwheels besar yg bisa berubah warna kalau kena air :p
Gue bangga sekali anak gue itu bisa ttp puasa sampai hari ini. Mengingat dulu simboknya puasa pertama pas kelas 5.... Hahahaha....
Mudah2an sih Aria bisa lancar sampai lebaran. Ya wis... mari kita mulai cek harga nintendo Ds.
Friday, August 12, 2011
Seiring, Sejalan
Gue selalu percaya bahwa pekerjaan itu spt jodoh. Hrs cocok. Hrs saling menyukai. Jd bisa diurusin dgn bener. Spt kalau lihat sepatu di butik dan tiba2 ada 'klik' yg terus berkembang jadi 'harus beli' 'harus beli' 'harus beli', bbrp kali gue mendapati rasa yg sama utk pekerjaan.
Sblm di kantor ini, gue bekerja di grup lain. Lucunya, in between gue sempat sign up utk grup yg beda lagi. Aneh. Jd bilang aja skrg ini gue di grup A, grup yg kemarin B, grup yg beda itu C.
Ceritanya, waktu gue lagi bosen2nya kerja di B, tiba2 ada yg telepon, nawarin kerjaan di C. Tergoda luar biasa bukan krn uangnya, tp krn kondisi B sdh nggak menyenangkan buat gue. Meskipun guenya baik2 saja di sana, org2 di sana jg ok, tp gue merasa nggak sreg dgn bbrp keputusan atasan. Jd ketika ada tawaran C, senengnya minta ampun. Gue jalanin proses rekruitmen, sampai akhirnya tandatangan kontrak. Trus gue ajukan surat keluar ke B. Sebetulnya sih gue nggak begitu sreg dgn C, krn menurut gue produknya ambigu dan terlalu ikut2an, nggak punya idealisme & jatidiri. Tp terus terang sdh ngagk kuat disuruh lbh lama lagi di B.
Eh... kok tiba2 GM A mendengar gue akan keluar dr B. Trus sekretarisnya telepon. Ngajak ketemu. Oh ya, dulu2 gue pernah sih melamar ke A. Tp nggak berhasil krn mrk nggak punya posisi yg cocok buat gue. Tp GM-nya bilang sih kalau gue akan selalu jd prioritas once they had an opening. Dan ternyata pas gue resign, pas di A ada yg resign juga. Dan A ini idaman gue lho. Hihihihi.... Trus C gimana?
Yaaaa... dgn usaha keras akhirnya gue resign dr C. Hehehe... blm masuk sdh resign. Tp krn mrk jg msh starting up, mrk malah mikir yg bukan2 dgn gue resign. Mrk kira gue dipengaruhi kompetitor mrk. Halaaaah... pdh sih sejak awal gue jg nggak sepenuh hati. Mrk nggak mengadakan psikotest, jd ya nggak kelihatan kan motivasi gue :p Akhirnya gue berhasil resign dari C dan ngantor di A dgn gembira.
Skrg, stlh 3 tahun... gue merasa pantat gue sdh panas... pengen keluar. Ada bbrp kebijakan kantor yg gue nggak sreg. Dan krn gue melihat pekerjaan spt jodoh, ini kayaknya jd ganjelan bgt. Gue nggak happy. Meskipun kebijakan2 itu nggak menyentuh gue secara langsung, ttp aja gue pikir kantor ini tdk sejalan lg dgn gue. Gue mulai melihat sisi lain dr kantor ini yg agak mengerikan. And that is it.
Trus... tnyt ada penawaran lagi dr grup lain lagi yg jg besar. Jujur, gue tdk begitu mengikuti perkembangan grup itu. Katanya mrk punya divisi baru, perlu org.... dan melamarlah gue. Skrg masih dlm proses. Tp, tdk spt C, grup ini merasa perlu mengadakan psikotest :D Jadi kalau gue nggak demen... bakal keliatan ya.... hahahaha....
Ya sudah, memang gue akui kalau gue menganggap kantor baru itu sbg safety net... krn gue sdh nggak tahan di A. Yaaa... spt jg jodoh, kalau mmg iya itu yg bagus buat gue.... Tuhan pasti kasih jalan. Amin.
Sblm di kantor ini, gue bekerja di grup lain. Lucunya, in between gue sempat sign up utk grup yg beda lagi. Aneh. Jd bilang aja skrg ini gue di grup A, grup yg kemarin B, grup yg beda itu C.
Ceritanya, waktu gue lagi bosen2nya kerja di B, tiba2 ada yg telepon, nawarin kerjaan di C. Tergoda luar biasa bukan krn uangnya, tp krn kondisi B sdh nggak menyenangkan buat gue. Meskipun guenya baik2 saja di sana, org2 di sana jg ok, tp gue merasa nggak sreg dgn bbrp keputusan atasan. Jd ketika ada tawaran C, senengnya minta ampun. Gue jalanin proses rekruitmen, sampai akhirnya tandatangan kontrak. Trus gue ajukan surat keluar ke B. Sebetulnya sih gue nggak begitu sreg dgn C, krn menurut gue produknya ambigu dan terlalu ikut2an, nggak punya idealisme & jatidiri. Tp terus terang sdh ngagk kuat disuruh lbh lama lagi di B.
Eh... kok tiba2 GM A mendengar gue akan keluar dr B. Trus sekretarisnya telepon. Ngajak ketemu. Oh ya, dulu2 gue pernah sih melamar ke A. Tp nggak berhasil krn mrk nggak punya posisi yg cocok buat gue. Tp GM-nya bilang sih kalau gue akan selalu jd prioritas once they had an opening. Dan ternyata pas gue resign, pas di A ada yg resign juga. Dan A ini idaman gue lho. Hihihihi.... Trus C gimana?
Yaaaa... dgn usaha keras akhirnya gue resign dr C. Hehehe... blm masuk sdh resign. Tp krn mrk jg msh starting up, mrk malah mikir yg bukan2 dgn gue resign. Mrk kira gue dipengaruhi kompetitor mrk. Halaaaah... pdh sih sejak awal gue jg nggak sepenuh hati. Mrk nggak mengadakan psikotest, jd ya nggak kelihatan kan motivasi gue :p Akhirnya gue berhasil resign dari C dan ngantor di A dgn gembira.
Skrg, stlh 3 tahun... gue merasa pantat gue sdh panas... pengen keluar. Ada bbrp kebijakan kantor yg gue nggak sreg. Dan krn gue melihat pekerjaan spt jodoh, ini kayaknya jd ganjelan bgt. Gue nggak happy. Meskipun kebijakan2 itu nggak menyentuh gue secara langsung, ttp aja gue pikir kantor ini tdk sejalan lg dgn gue. Gue mulai melihat sisi lain dr kantor ini yg agak mengerikan. And that is it.
Trus... tnyt ada penawaran lagi dr grup lain lagi yg jg besar. Jujur, gue tdk begitu mengikuti perkembangan grup itu. Katanya mrk punya divisi baru, perlu org.... dan melamarlah gue. Skrg masih dlm proses. Tp, tdk spt C, grup ini merasa perlu mengadakan psikotest :D Jadi kalau gue nggak demen... bakal keliatan ya.... hahahaha....
Ya sudah, memang gue akui kalau gue menganggap kantor baru itu sbg safety net... krn gue sdh nggak tahan di A. Yaaa... spt jg jodoh, kalau mmg iya itu yg bagus buat gue.... Tuhan pasti kasih jalan. Amin.
Wednesday, July 27, 2011
Balance Life
There are two things in my world now: home & office.
Home is (or I hope will be) Aria & you.
When one thing is missing, it becomes unbalance.
I miss you.
Home is (or I hope will be) Aria & you.
When one thing is missing, it becomes unbalance.
I miss you.
Tuesday, July 26, 2011
The Reason
If he loves me, nothing will keep him away. If he doesn't love me, nothing will keep him stay.
Ok Oprah, I will miss your show.
Ok Oprah, I will miss your show.
Wednesday, July 20, 2011
Ayo Belanja Emas!
Duh... sekolah... mengapa kau semakin mahal saja?
Gila aja ini baca2 di twitter... org2 banyak yg posting soal biaya masuk sekolah2. Sekolahnya Aria, biayanya naik 3jt dr tahun kemarin pas Aria masuk. Ha? 3jt? Lha... gaji gue kan ga mungkin ya naik 3jt per tahun....
Gue bukan org yg rajin menabung. Sama sekali tidak. Menimbun uang nampaknya bukan kebiasaan yg melekat di kepala gue. Tp setelah melihat kalau biaya sekolah makin mengerikan... kyknya ga ada pilihan lain buat gue selain mulai menabung. Krn tentu saja gue bercita-cita Aria bisa sekolah dgn benar di tempat yg benar juga.
Gue nggak suka perhiasan emas. Jadi ketika bangun rumah, semua emas2 gembira itu dgn cepat diluncurkan ke toko emas, dijadiin semen & kerikil. Setelah itu, mau beli2 lagi kok ya males ya. Krn nggak dipakai juga, disimpan juga ga ada tempatnya. Tapi lalu seorang teman memperkenalkan model cicilan emas. Wah... apakah itu?
Emas perhiasan memang cantik dan bagus, tp kalau dijual lagi, selalu dipotong ongkos pembuatan dll.... yg akhirnya harganya biasa saja. Nah, jadi mending beli emas batangan 24 karat, yg harganya naik terus dengan gembira, bisa 15% per tahun (katanya). Tapi yaaa... beli emas batangan? Ehehehehe... batangnya kecil kok ternyata! Kalau di aneka tambang, ada yg 3gr, yg artinya seujung kuku telunjuk gue :p Nah, meski hanya kecil sak umprit, tetep aja kan harganya juuuutttt ya.
Nah, untuk itulah hadir cicilan emas. Pilihannya banyak. Tp demi keamanan batin gue yg galau ini, gue pilih nyicil emas di pegadaian.
Di pegadaian, emas yg 5gr, dijual seharga 2 jt lebih dikit. Kalau dicicil 3 bln, dikenai bunga 3% dgn DP minimal 30% dr harga. Kalau mau 6 bln, 6%. Kalau ga salah bisa sampai 36 bulan. Emas yg tersedia pilihannya 5gr, 10gr, 25gr, 100gr.
Waktu masih coba2, gue beli yg 5gr. Gue cicil 3 bln, kira2 500rb per bulan. Krn gue karyawan tetap, gajian di tanggal yg sama tiap bulan. Jd hbs gajian lgs ke pegadaian, bayar cicilan. Eeeehhh... ga terasa kok ya sdh bulan ke-4. Emasnya akhirnya gue bawa pulang. Iiiih... terharu deh. Kok bisa dgn 500rb per bulan gue dpt emas batangan! Hihihihihi... kecil siiiiih... cm sekuku jempolgendut. Tp kan emas!!!!!
Daaaan... ternyata punya emas batangan dgn cara mencicil ini bikin ketagihan! Buat gue, krn tanpa terasa menyisihkan 500rb...tau2 dpt emas. Hehehehe... pdh yaaaa... kalau di Jkt, 500rb itu ongkos taksi gue rumah-kantor 3 hari lho. Edan kan?
Krn ketagihan, jd untuk yg kedua gue ambil yg 10Gr. Insya Allah hbs gajian bulan ini, bisa gue bawa pulang tuh emas :D Trus, bonus jg gue jadiin DP 10Gr berikutnya. Asyiiiiik. Tp krn iseng, gue cicil 6 bln :p
Memagn sih, ada bunganya (istilah mrk margin), yg kalau dilihat angka, ya lumayan juga. Tapi ya gapapa lah... harga emas akan naik kok di tahun depan. Percaya deh. Jd gapapa lah namanya jg nyicil....
Nah, krn ketagihan sama emas, skrg jd ikut memantau naik-turun harganya. Ternyata, ada trend kalau bulan2 Juni-Juli emas lagi sale! Pasti harganya turun. Wah... saat yg bagus untuk membeli! Sayangnya, krn gue uangnya pas... ya ga bisa seenaknya beli spt kalau ke sale Guess atau sale Zara. Yo wis lah nasib :p
Tapi gue jd punya target, untuk punya sekian gram di akhir 2011. Yaaaa... hrs kejar setoran juga sih buat tabungan sekolah Aria.
Oh ya, emas2 printilan itu skrg nggak gue simpan di rumah. Tp gue gadaikan. Uang gadainya gue buat cicilan emas berikut. Ga usah takut dgn bunga pegadaian, krn impas dgn kalau gue sewa safe deposit box di bank. Ini kalau istilah org2 di internet: berkebun emas :)
Hmm... jadi semangat deh bener. Entah kenapa lbh tertarik sm emas2 ini ketimbang reksadana (asuransi pendidikan sih ga usah dibahas yaaaa). Kayaknya krn seneng aja mbayangin bisa mandi emas spt Paman Gober.
Gila aja ini baca2 di twitter... org2 banyak yg posting soal biaya masuk sekolah2. Sekolahnya Aria, biayanya naik 3jt dr tahun kemarin pas Aria masuk. Ha? 3jt? Lha... gaji gue kan ga mungkin ya naik 3jt per tahun....
Gue bukan org yg rajin menabung. Sama sekali tidak. Menimbun uang nampaknya bukan kebiasaan yg melekat di kepala gue. Tp setelah melihat kalau biaya sekolah makin mengerikan... kyknya ga ada pilihan lain buat gue selain mulai menabung. Krn tentu saja gue bercita-cita Aria bisa sekolah dgn benar di tempat yg benar juga.
Gue nggak suka perhiasan emas. Jadi ketika bangun rumah, semua emas2 gembira itu dgn cepat diluncurkan ke toko emas, dijadiin semen & kerikil. Setelah itu, mau beli2 lagi kok ya males ya. Krn nggak dipakai juga, disimpan juga ga ada tempatnya. Tapi lalu seorang teman memperkenalkan model cicilan emas. Wah... apakah itu?
Emas perhiasan memang cantik dan bagus, tp kalau dijual lagi, selalu dipotong ongkos pembuatan dll.... yg akhirnya harganya biasa saja. Nah, jadi mending beli emas batangan 24 karat, yg harganya naik terus dengan gembira, bisa 15% per tahun (katanya). Tapi yaaa... beli emas batangan? Ehehehehe... batangnya kecil kok ternyata! Kalau di aneka tambang, ada yg 3gr, yg artinya seujung kuku telunjuk gue :p Nah, meski hanya kecil sak umprit, tetep aja kan harganya juuuutttt ya.
Nah, untuk itulah hadir cicilan emas. Pilihannya banyak. Tp demi keamanan batin gue yg galau ini, gue pilih nyicil emas di pegadaian.
Di pegadaian, emas yg 5gr, dijual seharga 2 jt lebih dikit. Kalau dicicil 3 bln, dikenai bunga 3% dgn DP minimal 30% dr harga. Kalau mau 6 bln, 6%. Kalau ga salah bisa sampai 36 bulan. Emas yg tersedia pilihannya 5gr, 10gr, 25gr, 100gr.
Waktu masih coba2, gue beli yg 5gr. Gue cicil 3 bln, kira2 500rb per bulan. Krn gue karyawan tetap, gajian di tanggal yg sama tiap bulan. Jd hbs gajian lgs ke pegadaian, bayar cicilan. Eeeehhh... ga terasa kok ya sdh bulan ke-4. Emasnya akhirnya gue bawa pulang. Iiiih... terharu deh. Kok bisa dgn 500rb per bulan gue dpt emas batangan! Hihihihihi... kecil siiiiih... cm sekuku jempolgendut. Tp kan emas!!!!!
Daaaan... ternyata punya emas batangan dgn cara mencicil ini bikin ketagihan! Buat gue, krn tanpa terasa menyisihkan 500rb...tau2 dpt emas. Hehehehe... pdh yaaaa... kalau di Jkt, 500rb itu ongkos taksi gue rumah-kantor 3 hari lho. Edan kan?
Krn ketagihan, jd untuk yg kedua gue ambil yg 10Gr. Insya Allah hbs gajian bulan ini, bisa gue bawa pulang tuh emas :D Trus, bonus jg gue jadiin DP 10Gr berikutnya. Asyiiiiik. Tp krn iseng, gue cicil 6 bln :p
Memagn sih, ada bunganya (istilah mrk margin), yg kalau dilihat angka, ya lumayan juga. Tapi ya gapapa lah... harga emas akan naik kok di tahun depan. Percaya deh. Jd gapapa lah namanya jg nyicil....
Nah, krn ketagihan sama emas, skrg jd ikut memantau naik-turun harganya. Ternyata, ada trend kalau bulan2 Juni-Juli emas lagi sale! Pasti harganya turun. Wah... saat yg bagus untuk membeli! Sayangnya, krn gue uangnya pas... ya ga bisa seenaknya beli spt kalau ke sale Guess atau sale Zara. Yo wis lah nasib :p
Tapi gue jd punya target, untuk punya sekian gram di akhir 2011. Yaaaa... hrs kejar setoran juga sih buat tabungan sekolah Aria.
Oh ya, emas2 printilan itu skrg nggak gue simpan di rumah. Tp gue gadaikan. Uang gadainya gue buat cicilan emas berikut. Ga usah takut dgn bunga pegadaian, krn impas dgn kalau gue sewa safe deposit box di bank. Ini kalau istilah org2 di internet: berkebun emas :)
Hmm... jadi semangat deh bener. Entah kenapa lbh tertarik sm emas2 ini ketimbang reksadana (asuransi pendidikan sih ga usah dibahas yaaaa). Kayaknya krn seneng aja mbayangin bisa mandi emas spt Paman Gober.
Tuesday, June 21, 2011
Penulis Bayaran
Duluuuu... sekali, awal2 gue masuk majalah, di kalangan jurnalis ada istilah wartawan bodrek. Artinya wartawan yg nggak punya majalah/koran... alias palsu. Mrk ini jelas2 mengejar amplop... konon suka nakut2in pejabat dgn ancaman mau menyebarkan berita miring kalau nggak dikasih uang. Skrg, masih ada jg sih wartawan2 yg diragukan keaslian penerbitannya. Tp mengingat skrg majalah & koran banyaknya minta ampun.... rasanya siapa pun nggak akan hapal majalah atau koran mana yg jadi2an. Bagusnya, skrg ini pejabat jg nggak gampang ditakut2in... jd akhirnya si bodrek2 gila itu hanya dpt goodie bags, plus makan siang gratis deh.
Tapi, meskipun majalah dan koran makin banyak, kayaknya sih kesejahteraan para jurnalis nggak naik2 deh. Dlm arti, gaji mrk ya ttp kecil, fasilitas kantor ya masih minim. Kalau gue lagi iseng2 ikut liputan, trus ngelihat anak2 baru... oalah kok ngesakno.... Dan mrk yg minim fasilitas ini kelihatan bgt semangatnya berburu goodie bag, atau berburu lunch, atau berburu door prize....
Kenyataan pahit ini dimanfaatkan banget sm org2 yg 'merasa punya berita.' Mrk ini adalah PR agency, brand agency, jg pemilik merek yg lalu merasa bisa memanfaatkan keadaan ngesakno para jurnalis muda (ada jg sih yg sdh senior... makin ngesakno kan....)
Dulu... jarang banget tuh ada undangan hari sabtu apalagi minggu. Dijamin nggak ada yg dateng. Sekarang? Bahkan saat libur Natal pun ttp ada undangan yg hadir. Sampai yg ngundang pernah gue telepon dan gue marah2in krn gue anggap tidak menghargai hari besar dan hari libur utk keluarga. Semprul. Tp yaaaa... tnyt undangan2 di tanggal merah makin banyak tuh. Karena yg datang jg tetep banyak kok. Sebagai besar yg datang ya mereka2 yg berburu hadiah itu tadi. Memelas.
Trus, modus operandi lain dr para pemilik merek atau agency-nya adalah mengadakan kompetisi menulis. Jd stlh konferensi pers, berita yg dinilai terbaik akan dapat hadiah. Halah. Tentu saja berita terbaik adalah berita2 yg key messages-nya terbanyak. Apakah key messages itu? Merek, tentu. Semakin banyak menyebut merek, keunggulan, dan keindahan, semakin besar kemungkinan utk menang. Dan tentu saja yg berhak ikut lomba hanya yg tulisannya banyak...ditentukan dgn minimal sekian halaman.
Jadi, ini situasinya. Di sebuah konferensi pers, diundang 100 wartawan. Siapkan makan siang, goodie bag secukupnya, dan suruh mrk menulis untuk memperebutkan SATU hadiah (biasanya wah... spt laptop atau blackberry terbaru).
Makan siang, berapa sih harganya? 100 rb/pax, artinya 10 jt. Dan satu laptop/blackberry terbaru harganya 12 juta.... dengan hanya mengeluarkan uang sekitar 50 jt (utk MC, venue, dll), sebuah brand bisa ditulis di banyak media. Promosi yg menggairahkan ya.....
Kerjaan gue jd editor semakin berat dgn iming2 ini. Anak2 sering sekali ngumpulin artikel yg bukan out of curiousity tp lbh dgn semangat spy dpt hadiah. Hadeeeehhh...
Kadang2, nggak perlu ada iming2 hadiah besar, cukup mengirim barang segepok ke kantor, anak2 baru ini sdh tergiur buat meluangkan tempat di artikelnya bagi produk itu. Pdh produknya nggak istimewa sama sekali. Menyedihkan.
Untungnya, gue dgn pisau editing yg tajam ini masih cukup jeli mengendus semangat yg nggak bener. Dan bbrp kali gue membuktikan ke anak2, bhw tulisan yg bagus nggak perlu menjilat atau berlebihan memuja. Mrk bbrp kali berhasil menang kok lwt penulisan yg sewajarnya.
Gue adalah 'alumni' sebuah grup media besar. Pertama lulus kuliah, gue nyemplung di situ, dan diajarin detail pekerjaan. Bahwa jurnalis yg betul, harus begini dan begitu. Alhamdulillah deh gue bisa punya basic yg menurut gue sih bagus. Tp skrg pekerjaan rumah gue adalah menurunkan ilmu2 yg bener soal jurnalisme ini ke anak2. Ayoooo... kamu bisa!!!!!
Tapi, meskipun majalah dan koran makin banyak, kayaknya sih kesejahteraan para jurnalis nggak naik2 deh. Dlm arti, gaji mrk ya ttp kecil, fasilitas kantor ya masih minim. Kalau gue lagi iseng2 ikut liputan, trus ngelihat anak2 baru... oalah kok ngesakno.... Dan mrk yg minim fasilitas ini kelihatan bgt semangatnya berburu goodie bag, atau berburu lunch, atau berburu door prize....
Kenyataan pahit ini dimanfaatkan banget sm org2 yg 'merasa punya berita.' Mrk ini adalah PR agency, brand agency, jg pemilik merek yg lalu merasa bisa memanfaatkan keadaan ngesakno para jurnalis muda (ada jg sih yg sdh senior... makin ngesakno kan....)
Dulu... jarang banget tuh ada undangan hari sabtu apalagi minggu. Dijamin nggak ada yg dateng. Sekarang? Bahkan saat libur Natal pun ttp ada undangan yg hadir. Sampai yg ngundang pernah gue telepon dan gue marah2in krn gue anggap tidak menghargai hari besar dan hari libur utk keluarga. Semprul. Tp yaaaa... tnyt undangan2 di tanggal merah makin banyak tuh. Karena yg datang jg tetep banyak kok. Sebagai besar yg datang ya mereka2 yg berburu hadiah itu tadi. Memelas.
Trus, modus operandi lain dr para pemilik merek atau agency-nya adalah mengadakan kompetisi menulis. Jd stlh konferensi pers, berita yg dinilai terbaik akan dapat hadiah. Halah. Tentu saja berita terbaik adalah berita2 yg key messages-nya terbanyak. Apakah key messages itu? Merek, tentu. Semakin banyak menyebut merek, keunggulan, dan keindahan, semakin besar kemungkinan utk menang. Dan tentu saja yg berhak ikut lomba hanya yg tulisannya banyak...ditentukan dgn minimal sekian halaman.
Jadi, ini situasinya. Di sebuah konferensi pers, diundang 100 wartawan. Siapkan makan siang, goodie bag secukupnya, dan suruh mrk menulis untuk memperebutkan SATU hadiah (biasanya wah... spt laptop atau blackberry terbaru).
Makan siang, berapa sih harganya? 100 rb/pax, artinya 10 jt. Dan satu laptop/blackberry terbaru harganya 12 juta.... dengan hanya mengeluarkan uang sekitar 50 jt (utk MC, venue, dll), sebuah brand bisa ditulis di banyak media. Promosi yg menggairahkan ya.....
Kerjaan gue jd editor semakin berat dgn iming2 ini. Anak2 sering sekali ngumpulin artikel yg bukan out of curiousity tp lbh dgn semangat spy dpt hadiah. Hadeeeehhh...
Kadang2, nggak perlu ada iming2 hadiah besar, cukup mengirim barang segepok ke kantor, anak2 baru ini sdh tergiur buat meluangkan tempat di artikelnya bagi produk itu. Pdh produknya nggak istimewa sama sekali. Menyedihkan.
Untungnya, gue dgn pisau editing yg tajam ini masih cukup jeli mengendus semangat yg nggak bener. Dan bbrp kali gue membuktikan ke anak2, bhw tulisan yg bagus nggak perlu menjilat atau berlebihan memuja. Mrk bbrp kali berhasil menang kok lwt penulisan yg sewajarnya.
Gue adalah 'alumni' sebuah grup media besar. Pertama lulus kuliah, gue nyemplung di situ, dan diajarin detail pekerjaan. Bahwa jurnalis yg betul, harus begini dan begitu. Alhamdulillah deh gue bisa punya basic yg menurut gue sih bagus. Tp skrg pekerjaan rumah gue adalah menurunkan ilmu2 yg bener soal jurnalisme ini ke anak2. Ayoooo... kamu bisa!!!!!
Friday, June 17, 2011
Phone Marketer, Kasihan deh Lu!
Selama ini sdh banyak bgt keluhan ini itu soal telemarketing ngaco... kebanyakan sih krn merasa terganggu ditawari (setengah dipaksa) untuk beli sesuatu. Tp krn sdh bertahun2 masih ada juga yg jadi telemarketer, dan masih jg gue dihubungi, berarti kan pernah ada yg berhasil ya jualannya. Walaupun gue nggak membayangkan ada org yg tiba2 mau dpt utang tambahan hanya gara2 dibujuk lewat telepon. Kyknya kok kasihan bener.
Sejak Citibank nggak boleh ambil nasabah cc baru, makin menjadi2lah mrk mengerjai nasabah lama. Gue sdh pegang cc Citibank sejak gaji masih 700rb perak. Dan tentunya gue adalah nasabah yg baik. Selama ini ga ada masalah dgn kartu itu. Tp akhir2 ini makin lucu aja nih tawaran-tawaran yg masuk untuk memberdayakan kartu gue sampai maksimal.
Mrk jelas2 nggak mikir akibat seandainya (amit2 jabang bayi) gue nggak bisa bayar cicilan. Dasar kapitalis.
Bosen marah2 atau judes kalau terima telp dari telemarketer, akhirnya gue pakai cara lain. Yg ternyata cukup menghibur diri gue. Hahahahahaha....
TM: halo ibu ana (sok tahu kan... nama gue dia singkat aja dgn ceria. kemplu), selamat siang, maaf mengganggu waktunya sebentar.
G: apa mas?
TM: saya dari bla bla bla yg bekerjasama dgn Citibank, ANz, HSBC... bla bla bla. Ibu dpt memanfaatkan fasilitas tambahan dr cc nih bu. Tiket pp dr jkt ke seluruh indonesia, jg akomodasi hotel berbintang minimal 4. nanti bisa dipergunakan kalau liburan. misalnya ibu mau nginep di bekasi, bisa di horison (guoblok... ke bekasi gue nggak pakai tiket kali. dodol). atau ibu mau ke surabaya, bisa di sheraton... bla bla bla....
G: oh ya ya mas, sheraton timika boleh?
TM: oh... hmm... (agak lama), bisa bu... tentu bisa... yg penting bintangnya minimal 4 ya bu.... Di Jayapura juga bisa bu. Lho, ibu memang tinggal di Papua ya skrg (dodol kan, klu gue di Papua, ngapain nanyain hotel di Papua? trus tiketnya?)
G: Nggak mas, kebetulan aja mau pindah ke sana.
TM: wah, kebetulan bu, tiketnya bisa dipakai. Kan pulang pergi.
G: Lho, wong saya mau pindah kok, disuruh tiket pp. Gimana sih mas?
TM: oooh... maksud saya, tiket yg tersedia utk pulang pergi bu....
G: Tapi saya mau pindah mas!
TM: ooooh... ya ya bu... boleh, bu... boleh.... (dia mulai panik)
G: Trus, apa lagi mas?
TM: Begini bu... akomodasi akan ditanggung bu. Hotel minimal bintang 4, misalnya kalau di bekasi, ya Horizon (pertanda mulai kacau, krn sdh mengulang :D)
G: Ya kalau tiketnya ke Timika, nginepnya di Timika dong mas.
TM: oh ya bu... ya bu... maksud saya, nanti semua ditanggung bu.
G: Tp saya kan jg punya rumah di sana mas. Ngapain saya nginep di hotel?
TM: ya... untuk ganti suasana kan bisa bu.... (trus dia diem. gue rasanya pengen ngakak)
G: Harga total berapa mas?
TM: Nah... nanti semua pembayaran akan diurus oleh cc ibu. Kami kan bekerja sama dgn Citibank, Anz, HSBc... bla bla bla... boleh tahu ibu pakai cc apa? (lhaaaa....)
G: wah cc saya sdh mau ditutup mas.
TM: wah, sayang sekali bu. Jgn ditutup dulu, manfaatkan dulu fasilitasnya.
G: Halah mas, nggak perlu fasilitas saya.... mau pindahan. Jd mas, hbs dr Timika, saya mau ke Australia. Ngapain bawa cc indonesia?
TM: jgn ditutup bu. fasilitasnya kan lumayan, ada tiket pulang pergi, akomodasi, uang saku... bla bla bla.... tapi kalau ibu mau tutup juga, saldonya bisa dipindahkan kok bu, ke cc lain.
G: Mas, saya kan sdh bilang, saya mau pindah ke australia. mana bisa saldo cc indonesia dipindah ke cc australia?
TM: ooh... ibu mau ke australia (mulai mati gaya)
G: Gimana sih mas, trainingnya dulu gimana nih... masa gitu aja nggak tahu....
TM: oh ya bu... maaf bu.... baiklah kalau ibu tidak berminat dgn penawaran kami.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....
Sejak Citibank nggak boleh ambil nasabah cc baru, makin menjadi2lah mrk mengerjai nasabah lama. Gue sdh pegang cc Citibank sejak gaji masih 700rb perak. Dan tentunya gue adalah nasabah yg baik. Selama ini ga ada masalah dgn kartu itu. Tp akhir2 ini makin lucu aja nih tawaran-tawaran yg masuk untuk memberdayakan kartu gue sampai maksimal.
Mrk jelas2 nggak mikir akibat seandainya (amit2 jabang bayi) gue nggak bisa bayar cicilan. Dasar kapitalis.
Bosen marah2 atau judes kalau terima telp dari telemarketer, akhirnya gue pakai cara lain. Yg ternyata cukup menghibur diri gue. Hahahahahaha....
TM: halo ibu ana (sok tahu kan... nama gue dia singkat aja dgn ceria. kemplu), selamat siang, maaf mengganggu waktunya sebentar.
G: apa mas?
TM: saya dari bla bla bla yg bekerjasama dgn Citibank, ANz, HSBC... bla bla bla. Ibu dpt memanfaatkan fasilitas tambahan dr cc nih bu. Tiket pp dr jkt ke seluruh indonesia, jg akomodasi hotel berbintang minimal 4. nanti bisa dipergunakan kalau liburan. misalnya ibu mau nginep di bekasi, bisa di horison (guoblok... ke bekasi gue nggak pakai tiket kali. dodol). atau ibu mau ke surabaya, bisa di sheraton... bla bla bla....
G: oh ya ya mas, sheraton timika boleh?
TM: oh... hmm... (agak lama), bisa bu... tentu bisa... yg penting bintangnya minimal 4 ya bu.... Di Jayapura juga bisa bu. Lho, ibu memang tinggal di Papua ya skrg (dodol kan, klu gue di Papua, ngapain nanyain hotel di Papua? trus tiketnya?)
G: Nggak mas, kebetulan aja mau pindah ke sana.
TM: wah, kebetulan bu, tiketnya bisa dipakai. Kan pulang pergi.
G: Lho, wong saya mau pindah kok, disuruh tiket pp. Gimana sih mas?
TM: oooh... maksud saya, tiket yg tersedia utk pulang pergi bu....
G: Tapi saya mau pindah mas!
TM: ooooh... ya ya bu... boleh, bu... boleh.... (dia mulai panik)
G: Trus, apa lagi mas?
TM: Begini bu... akomodasi akan ditanggung bu. Hotel minimal bintang 4, misalnya kalau di bekasi, ya Horizon (pertanda mulai kacau, krn sdh mengulang :D)
G: Ya kalau tiketnya ke Timika, nginepnya di Timika dong mas.
TM: oh ya bu... ya bu... maksud saya, nanti semua ditanggung bu.
G: Tp saya kan jg punya rumah di sana mas. Ngapain saya nginep di hotel?
TM: ya... untuk ganti suasana kan bisa bu.... (trus dia diem. gue rasanya pengen ngakak)
G: Harga total berapa mas?
TM: Nah... nanti semua pembayaran akan diurus oleh cc ibu. Kami kan bekerja sama dgn Citibank, Anz, HSBc... bla bla bla... boleh tahu ibu pakai cc apa? (lhaaaa....)
G: wah cc saya sdh mau ditutup mas.
TM: wah, sayang sekali bu. Jgn ditutup dulu, manfaatkan dulu fasilitasnya.
G: Halah mas, nggak perlu fasilitas saya.... mau pindahan. Jd mas, hbs dr Timika, saya mau ke Australia. Ngapain bawa cc indonesia?
TM: jgn ditutup bu. fasilitasnya kan lumayan, ada tiket pulang pergi, akomodasi, uang saku... bla bla bla.... tapi kalau ibu mau tutup juga, saldonya bisa dipindahkan kok bu, ke cc lain.
G: Mas, saya kan sdh bilang, saya mau pindah ke australia. mana bisa saldo cc indonesia dipindah ke cc australia?
TM: ooh... ibu mau ke australia (mulai mati gaya)
G: Gimana sih mas, trainingnya dulu gimana nih... masa gitu aja nggak tahu....
TM: oh ya bu... maaf bu.... baiklah kalau ibu tidak berminat dgn penawaran kami.
HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....
Wednesday, June 08, 2011
Sekadar Entry
Astagaaaaa... masak iya terakhir posting tgl. 9 Mei? Hueeee.... blogger macam apakah aku ini *lebay*
Sampai lupa apa saja yg terjadi selama sebulan belakangan. Yg jelas, akhir bulan lalu ke Surabaya untuk event GH, dan ketemu jeng ini sekeluarga. Sekejap dlm impian tp senang. Yg di luar dugaan adalah animo peserta workshop yg membludak. Sampai akhirnya buka meja baru... trus ada yg duduk tanpa meja... trus kelas festival alias berdiri. Oalaaaah.... maafkan aku ya, yg nggak mengantisipasi sampai segitu ramainya peserta.
Oh ya, di bulan Mei kemarin, di sekolah Aria ada event tahunan Go Green. Intinya tentu saja memperkenalkan anak2 pada alam (maunya), meskipun akhirnya banyak yg salah kaprah dgn kegiatannya. Jd yaaaa hanya hura2 saja.
Bukan event-nya yg mengesankan... tp bhw event itu menyadarkan bhw ada hal2 yg di luar kuasa gue. Ceile.
Jadi ceritanya, sebulan sblm event, edaran dr sekolah sdh dibawa pulang Aria. Sewajarnya yg ikut acara adalah anak dan orangtua. Judulnya aja sdh Green Family Fair. Jadi Aria sdh rusuh ttg siapa yg hrs ikut (dan hrs dibayar. *Wek*).
"Papap! Ikut ya!"
"Wah, pap di surabaya."
"Papacay! Ikut ya!"
"Wah, lagi di singapore."
"Trus, nanti kalau ada acara yg perlu ayah, aku sama siapa?"
Ok. Itu hanya pertanyaan biasa. Yg diajukan spt dia kalau bilang, "Malam ini ibu pulang jam berapa?"
Tapi buat gue yg merasa selama ini tdk bisa 'menyediakan' ayah buat anak gue, pertanyaan itu ternyata cukup bikin merinding disko. Padahal, apa bedanya juga si papap atau papacay itu dgn ayah2 yg lain. Kan bisa saja to, ayah2 yg lain jg pas ada tugas ke luar kota, atau lagi mules perutnya, jd nggak bisa ikut GFF?
Mungkin ini yg dinamakan perasaan bersalah atau apalah... yg akhirnya membuat jadi big deal banget ketiadaan ayahnya Aria di GFF.
Untungnya selalu ada dewa penolong *grin*. Kami punya stunt dad yg sangat bisa diandalkan dan sangat bisa diharapkan tdk punya alasan utk tidak hadir: OmD. Meskipun artinya hrs spent biaya tiket dan menginap di Santika, it didn't matter at all. He was here with us.
Jadilah weekend itu sangat menyenangkan buat Aria (buat gue sih sueneeeeng beneeeeerrrrr) krn ada OmD yg selalu siap sedia diajakin ngapain aja sepanjang GFF.
We love you, OmD.
PS: Love to see you someday become more than a stunt dad :D
Sampai lupa apa saja yg terjadi selama sebulan belakangan. Yg jelas, akhir bulan lalu ke Surabaya untuk event GH, dan ketemu jeng ini sekeluarga. Sekejap dlm impian tp senang. Yg di luar dugaan adalah animo peserta workshop yg membludak. Sampai akhirnya buka meja baru... trus ada yg duduk tanpa meja... trus kelas festival alias berdiri. Oalaaaah.... maafkan aku ya, yg nggak mengantisipasi sampai segitu ramainya peserta.
Oh ya, di bulan Mei kemarin, di sekolah Aria ada event tahunan Go Green. Intinya tentu saja memperkenalkan anak2 pada alam (maunya), meskipun akhirnya banyak yg salah kaprah dgn kegiatannya. Jd yaaaa hanya hura2 saja.
Bukan event-nya yg mengesankan... tp bhw event itu menyadarkan bhw ada hal2 yg di luar kuasa gue. Ceile.
Jadi ceritanya, sebulan sblm event, edaran dr sekolah sdh dibawa pulang Aria. Sewajarnya yg ikut acara adalah anak dan orangtua. Judulnya aja sdh Green Family Fair. Jadi Aria sdh rusuh ttg siapa yg hrs ikut (dan hrs dibayar. *Wek*).
"Papap! Ikut ya!"
"Wah, pap di surabaya."
"Papacay! Ikut ya!"
"Wah, lagi di singapore."
"Trus, nanti kalau ada acara yg perlu ayah, aku sama siapa?"
Ok. Itu hanya pertanyaan biasa. Yg diajukan spt dia kalau bilang, "Malam ini ibu pulang jam berapa?"
Tapi buat gue yg merasa selama ini tdk bisa 'menyediakan' ayah buat anak gue, pertanyaan itu ternyata cukup bikin merinding disko. Padahal, apa bedanya juga si papap atau papacay itu dgn ayah2 yg lain. Kan bisa saja to, ayah2 yg lain jg pas ada tugas ke luar kota, atau lagi mules perutnya, jd nggak bisa ikut GFF?
Mungkin ini yg dinamakan perasaan bersalah atau apalah... yg akhirnya membuat jadi big deal banget ketiadaan ayahnya Aria di GFF.
Untungnya selalu ada dewa penolong *grin*. Kami punya stunt dad yg sangat bisa diandalkan dan sangat bisa diharapkan tdk punya alasan utk tidak hadir: OmD. Meskipun artinya hrs spent biaya tiket dan menginap di Santika, it didn't matter at all. He was here with us.
Jadilah weekend itu sangat menyenangkan buat Aria (buat gue sih sueneeeeng beneeeeerrrrr) krn ada OmD yg selalu siap sedia diajakin ngapain aja sepanjang GFF.
We love you, OmD.
PS: Love to see you someday become more than a stunt dad :D
Subscribe to:
Posts (Atom)