Monday, October 28, 2019

I Still Write

No worries. I do still write. But not here. There are so many things happen. Work, love, life... so many things coming up all at once! Will update this blog later. Wish me luck.

Friday, October 04, 2019

Yes Indeed

It is not always the food... nor the movie... nor the coffee... nor the place.... 

Sometimes it is just the person we enjoy all of those things with. And yes, I kinda miss the moments. 

Friday, September 13, 2019

My Sunshine

Today someone was accompanying me on my morning walk. Yes yes yes indeed... he is that special someone. And as usual, our meeting would not be just a simple one. Nope. It was full of fruitful discussion. We talked about work, life, love, and everything in between. It was a brisk 45 minutes walk that felt like a blink of an eye. Short but powerful. Thing I am always be sure of: the sun will shine on me. He is nonetheless my sunshine. No matter what.

Thursday, September 12, 2019

The Journey So Far

It is almost official that I am now a permanent employer of TJP. Alhamdulillah.

Lucu dan seru adalah kata yg bisa menggambarkan proses pengangkatan. Krn perlu gue akui, tidak mudah. Tidak spt perusahaan2 sebelum ini yg gue mmg sdh dipastikan akan menjadi karyawan tetap dan probation hanya basa-basi... di sini semua diukur dan dinilai dgn gamblang dan terbuka. Jadi mmg hrs dihadapi dgn benar. Gue hrs bikin presentasi ttg pekerjaan, rencana ke depan, manajerial di divisi ini dll... hal baru yg bikin merinding disko.

Anyway, I passed the test. Skrg tinggal tunggu MCU, and I am all set.

Tahun lalu sempat berpikir untuk ada di MI sampai pensiun. Tentunya krn pekerjaan yg menyenangkan dan tim yg sampai skrg blm tertandingi. Tp lalu ada tawaran yg menarik dan akhirnya krn beberapa push & pull factors jd diterima. Dan ini adalah pencapaian yg buat gue cukup signifikan.

Jadi terkenang di masa2 dulu, masa masih cupu. Bahkan bingung mau embellish cv.... Lalu menerima tawaran jadi pemred. Lalu pindah media, dan skrg ada di sini. Di tempat yg kalau gue sebut namanya akan mendapat tatapan "waaaaah" gitu....

Hmm... bisa sampai di titik skrg nggak mudah. Tp setelah sampai di sini, semua terasa natural... semacam "memang seharusnya begitu". Tentu ada alasannya. Apa? Personal coach :)

Yes I do have my own personal coach. Yg selalu mendampingi di saat2 harus mengambil keputusan, terutama soal karier. Dia yg akan mengatur semuanya supaya berjalan sebagaimana seharusnya. Supporting me all around, non stop, since the beginning of my career. Cannot thank him enough. He is one specific person who -I believe- will also read this post. Thank you. Thank you. Thank you.


















And you know... I love you.

Wednesday, September 11, 2019

Are You Real?

Maybe you are not
missing the person,
missing the moment,
or even missing the pain.

Maybe you just miss
being a part of something,
something you think
you never had before.



(A Poem with Your Name - Adi K)

Monday, September 09, 2019

My Bad

I'm always addicted
to the wrong things.

You for instance.



(A Poem with Your Name - Adi K)

Sunday, September 08, 2019

Wounded

From the
darkest heartbreaks
our wounds
bleed poetry.



(A Poem with Your Name - Adi K)

Saturday, September 07, 2019

Ouch!

There are
mighty strings
that always pulling
me back to you,
called good
memories.



(A Poem with Your Name - Adi K)

Friday, September 06, 2019

Same Old Story

I know you'd prefer
to be there
than here
because there,
even though stormy,
is home
and here,
even though sunny,
is only an adventure.



(A Poem with Your Name - Adi K)

Thursday, September 05, 2019

Thank You

Terima kasih untuk tetap konsisten mencemaskan aku selama 14 tahun terakhir. #youknowwhoyouare

Sunday, September 01, 2019

Maybe....

“Budiana, people are not bandaids.”

Selama ini tnyt gue sering salah. Gue tahu bhw orang2 yg datang dalam kehidupan gue kemungkinan membawa sesuatu utk gue, good or bad. So I treat them as I wish.  Maaf utk orang2 yg gue manfaatkan sbg penyembuh luka (atau penambal luka?).

Friday, August 30, 2019

Sebabnya....

Selasa

09.00 report tambang batu bara
11.20 tulisan tentang buah tropis
13.00 tema seputar art jakarta
16.00 brainstorming soal Jeep

Rabu

09.15 investasi Papua Barat
13.00 asuransi petani udang
15.30 permintaan ide untuk Pegadaian
17.00 tulisan tentang club aerobic & club vespa

Kamis

09.00 investasi Papua Barat
11.00 tema seputar gaming industry
15.00 assesment


Pertanyaan: yg mengerjakan semua di atas itu pekerjaannya apa? Kenapa semua nampak random.... Pantes kepala rasanya panas bener, kyknya terlalu banyak switch left switch right....

Thursday, August 29, 2019

Bete of The Day

Sekolah Aria punya kebijakan sendiri yg mengatur kurikulum. Tiap orang tua hrs paham supaya bisa kerja sama dgn sekolah. Nah, akhirnya ada mandatory workshop utk ini. Gue yg ortu baru nggak paham bahwa utk ikut workshop harus mendaftar. Yak... jadi telat daftar. Akibatnya? Gue dapat slot hari ini di sekolah Cilandak. Yuk mariii....

Jadi tadi pagi berangkat pagi dr rumah, krn jadwal workshop jam 8. Jam 6.30 udah cuuusss... yg artinya hari ini nggak sempat jogging. Bete no 1. Krn di kantor sebetulnya sedang rusuh, jadi kesempatan jogging pagi itu sekalian buat nabung energi positif. Hari ini nggak sempat. Well....

Setelah muter2 krn nggak paham jalan, sampai sekolah jam 7.30. Aman? Nggak. Krn nggak boleh parkir di sekolah. What? Harus parkir di mall terdekat, dari sana akan ada shuttle. What? Kok nggak ada info.... Bete no 2. Jadilah harus muter kaaaakkk.... Tahu sendiri wilayah Cilandak macetnya kan cihuy banget kalau pagi.

Sampai di mall itu jam 7.50. Tanya sama satpam, di mana biasanya shuttle sekolah berhenti. Satpam nunjuk ke spot di dekat loket karcis parkir. Oke. Nunggu di situ... mulai curiga... kok sepi.... Mulai telepon sekolah Cilandak. Dijawab sm mesin... dibilang baru akan aktif jam 8. Telepon ke sekolah Serpong. Trus disuruh tunggu 5 menit krn mereka hrs konfirmasi juga.

Lima menit kemudian sekolah Serpong telepon, ngasih tahu kalau shuttle untuk Sekolah Cilandak akan take off dr spot di dekat UKM. Ealaaaah... tadi itu gue nunggu di spot untuk shuttle ke Sekolah Setu... OMG.

Begitu sampai di spot UKM... ada mbak2 berseragam petugas sekolah. "Ya Bunda... baru aja berangkat mobilnya...." Dan itu sdh jam 8.05. Hmm.... katanya sih tiap 15 menit akan ada lagi. Tp mengingat macetnya jalan menuju mall... rasanya sih tinta mungkaraaaaaa.... Ah... kzl.... Bete no 3. Dan kalau berangkat dr mall jam 8.15... sampai sekolah jam berapa? Dan gue nggak suka banget telat untuk acara2 semacam itu. Beteeeeee maksimal....

Akhirnya? Gue tinggal. Ke kantor. Bodo amat ah. Sampai kantor, coba lihat schedule workshop yg masih open... tinggal di sekolah Bandung dan Surabaya. Ahahaha... menurut ngana???? Ya wis lah embuh. Terserah yg sekolah aja. Hahahahaha....


Wednesday, August 28, 2019

Draft Entah

Aku baru selesai meletakkan piring ke-20 ketika kudengar suara Pras di pintu. 

“Kok malah kabur ke sini, Sayang? Bik Nah… ini tamunya kok dibiarin aja sih cuci piring sebanyak itu?” 

“Sudah saya bilang non Asti jangan cuci piring, nggak mau, Mas. Katanya suka. Suka apa ya? Main air? Koyo cah cilik….” 

Bik Nah yang separuh membela diri dan separuh menggerutu itu tak urung membuatku tersenyum. 

“Hey… sebentar ya. Ini sedikit lagi selesai kok. Nggak apa-apa kan aku bantuin Bik Nah?”

“Nggak boleh. Kamu seharusnya di depan saja. Ibu kan mau ngobrol macam-macam, tadi belum selesai….” 

“Hmmm…..”

“Iya, aku tahu, pasti malas ya ditanya-tanya… kan kita sudah bahas, kalau kamu nggak mau jawab, ya sudah… . Tidak perlu menjawab. Tersenyum saja,” bujuk Pras.

Aku tersenyum. Pras selalu begitu. Menenangkan. 

“Terima kasih untuk selalu memahami aku.”

“Hey… I love you. Never forget that.” Ciumannya sekilas mendarat di pipiku. 

Setelah menyelesaikan mencuci beberapa gelas, yang lalu diambil alih secara paksa oleh Bik Nah, aku keringkan tangan dan sekilas melihat cermin di dapur untuk memeriksa penampilanku. Masih cukup rapi. Pras mengulurkan tangan, menggandeng tanganku yang masih lembab. Dibimbingnya aku kembali ke ruang tengah, bergabung dengan keluarga besarnya yang siang itu berkumpul merayakan ulang tahun pernikahan ayah dan ibunya. 50 tahun. Pernikahan emas. Bagiku, yang tak sukses melewati masa lima tahun pernikahan, angka 50 tahun itu sungguh semacam hal yang luar biasa. 


Monday, August 26, 2019

Hi!

How are you today?

As usual I woke up in the morning, prepared the lunch box for my son (and myself), then went out for morning walk. Do you still remember my daily activity?

I greeted the elderly couple lived one block away. Once I told you, how I envy their morning routine.  I always see them in their porch, drinking tea while reading newspaper. Together. How sweet. You said that is your relationship goal too. To be able to grow old with someone you love.

Ah how my heart itches to recall everything you said (and done). I miss you.


Thursday, August 22, 2019

Q & A

With you being so busy with work and everything... how do you manage your private life... err... love life?

I can't. Maybe that is the main reason for me being single.

Wednesday, August 21, 2019

Missing You

Being a very busy bee lately. But all of those marathon meetings, million of client's inquiries, tons of proofread materials... still cannot replace a very bold thought of you in my head. I miss you so much.

Tuesday, August 20, 2019

Monday, August 19, 2019

Soulmate

Salah satu teman cerita, dia punya sahabat yg bikin dia merasa nyaman. Bahkan tanpa hrs ngomong apa2, cukup lihat wajahnya... wis ayem. Dia cerita suatu saat sahabatnya itu datang ke rumahnya. Cuma say hi, lalu main sm anjing2 peliharaan. Trus krn teman ini sedang sibuk, ya dia duduk di meja kerja, meneruskan tugas. Si teman ini ya bebas aja ngapain, tanpa mengganggu tuan rumah sama sekali. Kadang malah ambilin minum atau makan, supaya yg kerja tetep gembira. Ini berlangsung sudah bertahun-tahun. Kalau sedang butuh cerita ya cerita... tp kalau mau diem2 aja ya bisa. Nggak semua hal perlu dirayakan dengan gegap gempita. Kadang hanya saling lihat saja sudah cukup membahagiakan.

Itu mungkin namanya soulmate? Tanpa diminta akan datang. Hadir menemani dan menjaga.

Gue pikir2... kenapa gue nyaman banget waktu di Selojene, mungkin krn dikelilingi sm orang2 yg sayang sama gue tanpa ada itung2an. Inget banget waktu di sana itu gak banyak omong. Minim cerita2... tp kami bertiga tetap gembira. Kami seperti bisa membaca pikiran satu sama lain, bahwa masing2 kami perlu punya waktu sendiri, untuk membebaskan pikiran, tanpa mikir ada tuntutan. Dan suasana ini kebawa terus sampai setelahnya. Komunikasi nggak perlu dengan bicara (apalagi nada tinggi), cukup saling lihat, dan kami bisa paham apa yg hrs dilakukan.

And that was really comforting, knowing I have some people around that I can always count on.

Friday, August 16, 2019

Me Time

Minggu lalu gue datang ke kawinan ipar di Boyolali. Sebetulnya kawinan ini hanya alasan saja utk bisa kabur dari Jakarta. Entah kenapa kok pengen nggak di rumah bbrp hari. Pengen dpt suasana baru.

Jadilah Aria bolos hari Jumat. Jam 4 berangkat dari rumah, naik pesawat pertama yg mendarat jam 7 di Solo. Ke kawinan di Boyolali... sampai kira2 jam 10. Ini kawinan tradisional ya. Yg semua hadirin hanya duduk saja, menonton pengantin... dikasih hiburan, lalu makanannya dibagikan secara estafet. Very cute.

Habis itu ke mana? Keliling Boyolali. Melihat bahwa di sana ada menara Eiffel, menara Pisa, patung Liberty, Sphinx, Taj Mahal, dan Borobudur. Kok bisa? Ya mungkin krn bupatinya mau pamer dulu pernah ke tempat2 itu. Agak heran kenapa nggak dibikin ala Madurodam yg bisa buat latar foto ya? Ini semacam diletakkan begitu saja di sembarang tempat.... hiks....

Setelah itu mampir di Ketep Pass. Sepanjang perjalanan pemandangannya baguuuus banget. Gunung Merapi, Merbabu, Telomoyo.... baris di sisi jalan. Hawa sejuk. Enak banget.

Trus habis itu ke Salatiga, tujuan utama... Selojene, the sanctuary. Ini rumah pap... di desaaaa banget. Namanya desa Kalilondo, Tingkir, di ujung Salatiga. Kalau mau ke sini dari arah kota, selalu melewati Jalan Nanggulan, tempat rumah masa kecil kami di kompleks tentara. Rumah Selojene ini  lucu, cute, pretty... and every adjectives that connected with beautiful can be addressed to the house, definitely.

Rumah 49m persegi itu bentuknya limasan. Rumah lama, sdh ada di atas tanahnya sejak dibeli. Tapi tentu saja nggak dibiarkan apa adanya. Dinding kayunya semua diganti jadi kaca nako, jadi isi rumah akan kelihatan kalau kita kelilingi dari luar. Pintu2 kayunya dibetulin, ditambah besi2 jadi keren. Lucunya, begitu masuk pintu, akan langsung berhadapan dengan dinding melengkung yg terbuat dari polycarbonate. Ternyata lengkungan itu adalah kamar tidur. Yup... kamar tidur berbentuk lingkaran... haha.... Luasnya cukup buat mewadahi satu kasur queen, dengan meja kursi secukupnya, dan kamar mandi yg cukup nyaman. Jangan sedih... kamar mandinya banyak bolong2... haha.... Harus tengok kanan kiri kalau mau apa2... krn yg di luar bisa intip2 tanpa perlu usaha.... Ada salah satu cekungan di polycarbonate... yg ternyata dapur mungil. Dan di depannya ada ayunan, digantung di bubungan atap. Haha... ini pasti pap reminiscing ayunan di dekat dapur rumah Nanggulan yg dulu digantung sama bapak.

Gue dan Aria sangat betah ada di Selojene Padahal nggak ngapa2in... selain duduk2, leyeh2, golar goler.... Dengerin lagu yg suaranya nyatu sama cuitan burung di luar. Rasanya enak banget. Bahkan Aria pun nggak nyalain tv.

Aktivitas kami selama di situ: tiduran di kamar, keluar kamar pindah ke sofa, keluar dari rumah pindah ke meja makan di bawah pohon, geser ke kursi malas di teras, kalau mau jalan2 ke kebun, duduk di bangku menghadap sawah, ngelamun....inget2 patah hati... trus jalan lagi ke tepi sungai.... balik ke rumah lagi. Gitu aja terus diulangi dan nggak pernah bosen.

Sungguh rumah yg bisa saja egois, karena yg di dalam nggak perlu saling ngomong, sudah kelihatan... yet intimate. Semua terbuka, jujur, dan dekat... krn ruangannya kecil dan cuma itu2 saja. Yg masuk ke rumah itu pasti sudah diseleksi pakai cinta....

Sore2... pap masuk dapur, bikin kue. Sementara gue siapin buka puasa dan makan malam. Aria pindah ke ayunan. Nunggu makanan matang. Trus ketika sdh adzan, waktunya buka, dia tetep di ayunan krn itu posisi strategis bisa langsung ambil makanan hangat di meja dapur. Tinggal emplok....

Ya ampun... bahkan saat menulis ini pun masih terbayang rasa nyamannya ada di rumah itu. I had my me time. And it made me miss you more.