Friday, January 16, 2015

Someday

One day, you'll see this through my eyes.

Monday, January 12, 2015

Karena Nggak Punya No Telp Batman...

Selamat Tahun Baru 2015!

Resolusi... ra usah wis. Berdoa saja semoga lancar semua yaaaa... Termasuk untuk hal2 yg printilan... semoga nggak ada kendala. Amiiiin.

Jadi ya, ngomongin printilan... barusan aja habis antar Aria, mobil mogok. Ngambek. Si kentang nggak mau start setelah isi bensin. Hadeeeehhh... Dibantu dorong sama mas2 pom bensin ke pinggiran. Parkir aja dulu.

Trus piye? Karena nggak bisa benerin sendiri... harus cari bala bantuan. Pagi begitu... bengkel juga belum buka. Panggil Batman? Nggak punya nomornya. Idiiiiihhh...

Alhamdulillah baru inget... punya kartu ERA. Emergency Road Assistant. Cakep. Jd waktu beli si kentang dulu. Gratis membership 2 tahun. Kok yaaaa... alhamdulillah ingat utk perpanjang itu kartu... Desember kemarin hehehehe.... Nggak terlalu mahal juga. 250rb utk 2 tahun. Ya udahlah... nggak sampai 12 rb per bulan kan? Demi kenyamanan hidup.

Dan bener. Telp Era. Tunggu 10 menit. Teknisi telpon, masih di tol Pd Indah katanya. Tanya posisi gue. Wis. Sekitar 25 menit kemudian hadirlah batman berseragam merah putih hahahaha... Bawa mobil besar yg isinya uba rampe perbengkelan.

Kutak katik sebentar, ternyata ada yg kendor di motor starter, dan setelah dia cek, aki juga tinggal dikiiiiit bgt. Daripada mati lagi, sudahlah ganti sekalian. Dia sudah bawa!! Yo wis, pagi2 zakat aki jadinya.

Nggak sampai 30 menit, semua kelar. Tinggal tunjukin kartu era & bayar aki. Beres deh. Bisa lanjut ke kantor. Sip banget!

Itulah salah satu yg gue pelajari, sejak jadi single mom. Support group! Berhubung nggak punya no telp batman... jd "ngoleksi" no telp batman lain yg stand by 24 jam. Satpam kompleks... rumah sakit... asuransi ini itu... road assistant.... memang untuk itu hrs ada biaya tambahan yang nggak sedikit. Tapi nggak terlalu banyak juga dibanding kenyamanan dan ketenangan kan yaaaa....

Tempo hari si kentang sumbing bibirnya, nyangkut di beton parkiran. Sat set bawa ke bengkel... 200rb aja buat ganti semua bemper depan. Lha kalau nggak punya asuransi kan yo dah nek... kudu bayar piro?

Jadi yaaaa... ibu2... (dan bapak2 juga sih), itulah pentingnya perlindungan. Hayoooo... jangan pelit2 sama asuransi yaaaa....

 

Tuesday, December 23, 2014

Do You Need Other Reason?

Weekend kemarin agak "ternoda" karena sabtu & minggu ada bbrp whatsapp yg menurut gue cukup mengganggu.

"Mbak, ini liputannya mau seperti apa?"
"Mbak, jatahku berapa halaman?"
"Mbak, ini acaranya sampai malam lho, aku harus tunggu selesai ya?"

Deelel semacam itu. Yg buat gue menggemaskan. Ketahuan kan, itu whatsapp dari reporter. Hadeeeehhh... Gue dulu juga reporter kali. Dan seiring berjalannya waktu tentu menjadi dewasa dan bisa berpikir lebih luas. Menurut gue, whatsapp itu lebih mencerminkan reporter yg malas dan ogah rugi. Sebenernya salah sendiri sih kalau rugi hahahaha... soalnya bloon sih nggak mau belajar *wek*.

Jadi akhirnya gue panggil si reporter ini. Kita ngobrol dari hati ke hati. Dan... memang ada beberapa catatan yg menurut gue perlu dia tahu.

Gue bilang ke dia bahwa sebetulnya dia harus lebih memikirkan dirinya sendiri, timbang mikirin ada penugasan harus ini harus itu. Artinya? Dia sudah keluar rumah di akhir pekan. Nggak bisa pacaran tenang karena hrs liputan. Panas2an di JIEXPO. Nah, itu kan sudah rugi banget ya. Kalau dia mengisi waktu liputannya dengan nggerundel krn acara jelek, panitia nggak puguh, kebanyakan seremoni yg bikin bosen, panas banget venue-nya... apa nggak makin rugi?

Kalau sdh terjebak di hal seperti itu, nggak ada cara lain untuk survive, selain total nyemplung aja. Ya nggak sih. It is either you join the dance or you just watch in sorrow. Gue sih akan milih join the dance. Kan bisa ngobrol sama peserta acara. Ngobrol sama penjaga stand. Ngobrol sama petugas parkir juga oke aja, tanya pendapatan dia kalau ada event bisa naik apa enggak. Jadi artikel juga kan? Ah itu sih gimana kita mengatur kepala dan badan kita spy bisa lebih bermanfaat.

Dan bukan masalah dua halaman, satu halaman, atau satu kolom. Seharusnya setiap reporter (penulis) bisa punya banyak sekali data, yg kalau nggak dimuat di medianya ya dia muat di tempat lain. Ya kan? Nge-blog juga boleh deh. Yg pasti harus mendapat sesuatu yg berguna.

Jangan sudah keluar rumah di hari minggu trus nggak dapet apa2, cuma kepanasan sampai kulit ungu doang. Rugiiiii....

At the end, sebagai perempuan, kita akan sampai pada titik harus ngurus keluarga, akan punya anak (Insya Allah), harus urus anak. Kalau kita ingin berkarir di luar rumah, ya bagus aja. Tapiiiii harus jadi yg paling moncer dong. Harus maksimal. Sudah ninggal anak trus di luar rumah gitu2 aja? Hissss... mending nggak usah keluar rumah. Rugi kok dua kali.

Friday, November 21, 2014

Huhuhu... Sedihnya

Sudah merencanakan ini itu bareng OmD. Yg seharusnya siang tadi terbang ke Jkt. Aria pun sdh senang sekali.

Trus, kok aneh sampai jam 4 nggak ada kabar. Eh... bener... baru saja terima kiriman foto, yg ditungguin lagi diinfus, di Siloam KL, krn pingsan di bandara. Mau nangis gerung2 rasanya.

Inilah ya yg disebut manusia berencana, Tuhan menentukan. Selama ini ngomong doang, gampang bener. Begitu mengalami rasanya mak nyuuussss....

Skrg nungguin dokter di sana observasi. Mudah2an sih hanya kelelahan saja. Jengkel juga mbayangin kelelahan kok bisa sampai begitu. Ignorance sdh tingkat akut kayaknya si OmD. Huh.

Udah ah, mau nangis dulu. Trus gimana juga caranya ngasih tau Aria ya? Huhuhu....

Monday, November 17, 2014

Don't Be So Mellow, Yellow....

Ceritanya seminggu kemarin ada beberapa kegiatan yg tidak bisa gue ikutin. Kenapa? Krn harus pulang cepat, Aria minta & gue nggak ada alasan menolak... selagi bisa.

Bisakah? Bisa sih... tapiii....

Jadi, ada beberapa acara yg gue hrs skip. Penting atau tdk acara itu, tergantung dari mana melihatnya.

Satu acara adalah ulang tahun temen yg relatif baru tapi seru. Di Plataran, Dharmawangsa. Satu lagi acara arisan ibu2 eks pembaca majalah gue yg lama, yg masih rutin berkumpul. Satu lagi acara launching buku. Bukunya mungkin ya udahlah... tp penulis dan undangannya adalah teman2 lama yg dijamin seru saat bersama.

Tiga2nya gue nggak dateng.

Dan seperti sdh biasa dilakukan, sejam setelah acara dimulai, foto2 wefie, selfie, live-tweet... bertebaran di mana2. Dan omongan ttg hal itu msh berlangsung terus sampai dua hari setelahnya. Dan gue jadi melihat wajah2 ceria mereka. Teman2 gue itu had a very good time. Yg launching buku... ya gitu aja, tapi after party-nya hore banget. Yg ultah seru banget di tempat yg bagus. Yg arisan gokil2an, sampai malam. Pas ada yg baru jualan kue2... bawa kue banyak... lgs diserbu. Seru aja lihat fotonya.

Dan gue hanya melihat fotonya saja.

Setelah goncang sekali nggak kepuguhan di kantor, gue harus pulang. Nggak ada daya utk senang2 dulu. Oke deh. Dan acara minggu kemarin itu bukan minggu pertama gue absen dari keriaan berjamaah. Fashion week, bazaar indonesia, launching ini itu, undangan ini itu....

Setelah gue pikir... banyak juga acara yg gue lewatkan.
Bukannya gue tidak mensyukuri bisa sama2 Aria. Bukan itu. Gue seneng sekali bisa ketawa2 sama dia, ngobrol ini itu yg remeh temeh (tapi terlihat sbg big deal buat dia). Gue seneng sekali. Hanya ada rasa... apa ya? Aneh gitu. Gue kok nggak punya temen gini ya? It was just the two of us. Gue dan Aria.

Pacar? Hmm... dia kayaknya sdh merasa gue cukup mandiri untuk bisa hidup sendiri nggak perlu diurusin. Bahkan ditelpon pun jarang. Ditengok? Hmm... sudah lama nggak tuh. Dan seminggu kemarin pun dia jg sibuk di kantor, jg dgn teman2nya... weekend sibuk dgn group sepeda. Gue mungkin hanya ada di selipan2 nggak penting dalam pikirannya. Oh well....

At the end of the weekend, gue betul2 merasa gue ini sbg single mom tanpa teman yg sendirian saja. All alone.

Okay, I wish this is just a hormonal issue. Beginilah curhat perempuan yg kurang kasih sayang.... hahaha....

Thursday, October 23, 2014

Selamat Ulang Tahun

Sepuluh tahun yg lalu... Aria lahir. Mungil. Putih. Pendiam. Skrg dia sudah besar. Kulitnya coklat. Cerewet. Tapi masih tetap membanggakan. Dan akan selalu begitu. Selamat ulang tahun, Aria sayang. I love you no matter what.

Wednesday, October 01, 2014

Hello There!

Tadi, di antara riuh rendah deadline dkk... gue sempat baca2 posting lama. Lihat2 foto Aria waktu kecil (dan kurus nggak mau makan). Dan tentu baca2 cerita2 lucu. Juga komen2 dari teman2... Hmm... wherever you are... semoga semua teman2 blogger selalu sehat. Amin.

Trus jadi mikir... apa yg sdh jadi pencapaian sejak nulis2 blog ya? Hmm... kok lama jawabnya? Hahahaha....

Yg dibilang pencapaian itu apa ya? Ukuran tabungan? Daftar hak milik? Jabatan? Embuh yo... opo yo....

Tapi anyway, secara rata2 kehidupan bahagia sejahtera... Alhamdulillah... nggak ada komplen deh. Kesehatan ok. Finansial ok. Karier ok. Nggak ada yg nggak ok... jd nggak boleh berhenti bersyukur.

Alhamdulillah....

Monday, August 04, 2014

Ramadhan :)

Ahahaha... akhirnya posting lagi setelah sekian lama....
Apa kabar? Semoga sehat.... amiiiin....
Kesehatan memang nomor satu. Kalau besok pilpres... coblos nomor 2. Salam dua jari!

Beberapa saat sebelum Ramadhan, gue dapat kesempatan pergi umroh. Akhirnya! Setelah 11 tahun lalu gagal.... tentu saja kesempatan kali ini sangat menyenangkan buat gue.

Yg skrg pun sempat dag dig dug. Jadi ceritanya, ini adalah program kantor. Ada kerjasama dgn travel biro, jd karyawan bisa berangkat dgn bayar 50% saja. Satu karyawan jatahnya 2. Ya semacam buy 1 get another 1 gitu deh.

Nah, kapan itu sempat dikeluarkan list yg mendaftar program ini. Gue ada di nomor 23. Ya tentu saja gue pikir baru akan berangkat tahun depan. Rencananya berangkat sama Cay.

Ternyata oh ternyata, waktu ada tawaran berangkat bulan Juni, orang2 yg antri di depan gue nggak ada yg bisa. Memang sih, jeda waktu antara dikasih tau dan keberangkatan hanya sekitar 3 minggu. Gue pun awalnya ragu, krn kok ya pas paspor mati. Tapi ya sudah gue iyakan. Urus paspor... sekalian sama punya Aria juga.

Sempat mikir juga: bayar pake apa ya? Soalnya kan bulan Juli sdh pasti hrs bayar sekolah. Tabungan... ada sih.... tapi kok rasanya sayang setelah ngumpulin sekian lama....

Tapi lalu seperti disadarkan kalau semua milik kita ini kan punyanya Allah SWT to yoooo. Aduh maaf ya Allah... ampuni hamba.... tabungan2 itu kan titipan saja. Ya udahlah pake aja kalau mau bertamu ke rumahNya. Kenapa ragu? Belum tentu tahun depan masih ada umur, masih ada kesempatan lagi. Hihihi... aku malu sendiri...

Krn Cay jadwalnya penuh.... Pap yg gantiin. Oke. Ternyata oh ternyata... ganti2 jadwal krn gue sdh ada tiket utk perjalanan me-time yg mepet banget waktunya. Jadi Pap pun batal.

Disebarlah kesempatan satu kursi ini ke grup keluarga. Ada bude yg berminat.Tapi beliau belum punya paspor. Dan tinggal di Malang. Jreng! Pdh keberangkatan tinggal 15 hari lagi. Hihihihi.... Tapi masak gue bilang "nggak boleh"? Kan ya gak mungkin. Jadi akhirnya memang mendaftar berdua. Bude langsung urus paspor (belakangan ternyata nggak langsung ngurus lho, masih pakai galau dulu ngitung tabungan... hahaha). Trus ada kasus MERS. Halaaaah... ono2 wae. Ya sudahlah Bismillah kan niatnya mau ibadah ya.

Tapi memang kalau sudah diabsen sama Gusti Allah harus bertamu... harus sowan... ya memang pasti bisa. Kemarin itu semua berjalan dengan pas. Ya pakai mules2 sih. Mules nunggu paspor jadi, mules nunggu paspor dikirim ke Jakarta, mules nunggu visa... dll.... Hari Selasa berangkat... visa baru keluar Minggu sore. Hehehehe....

Bukan congkak bukan sombong... ini travelnya lumayan. Penerbangan Jkt-Dubai-Madinah. Sampai Madinah pas subuh. Weh... sholat di Masjid Nabawi dgn bercucuran air mata. Embuh ngopo kok iso nangis yo?

Sudah dikasih tahu kalau di Tanah Haram harus pakai baju tertutup. Dan sepertinya sdh cukup tertutup rapat (sampai merasa kayak guling). Tapi oh ternyataaaaa... pria Arab memang buas. Ada satu hari pakai baju warna terang. Maklum centil. Baju biru, kerudung bunga2. Rasanya sih cakep deh. Entah warnanya yg terlalu menarik hati kali ya? Pas nyebrang jalan, ada mobil yg sengaja berhenti, klakson, trus orangnya ngomong apaaa gitu (mana kupaham?). Yg jelas rasanya udah nggak bener deh. Nah... pas pulang dari masjid, Bude mampir toko souvenir. Gue ngikut aja. Eh... lagi nunggui si Bude, tiba2 ada orang dari dalam toko (sepertinya si pemilik toko), keluar, trus dia bengong, trus bilang, "Masya Allah. Subhanallah!" Sambil matanya melihat ke gue dengan buas. Huaaaaa.... Bude langsung berkemas dan kaburlah kami ke hotel! Serem gila. Sejak itu gue hanya keluar dgn baju dan kerudung putih atau hitam. Ora centil blas.

Seperti halnya semua orang yg ke Masjid Nabawi, selalu hrs mencoba ke Raudah. Ini adalah bagian masjid yg dibangung oleh Nabi Muhamad SAW, jadi cikal bakal Masjid Nabawi. Tempatnya sekarang jadi bagian utk sholat laki2. Jadiiii... hanya dibuka utk perempuan pada saat tertentu. Dan spt yg sdh gue bayangkan, yg ada desak2an lah di situ. Konon, siapa yg bisa sholat di situ, doanya akan dikabulkan. Insya Allah. Amiiiiin....

Pertama kali masuk Raudah, bareng sama rombongan. Trus ya masuk bergilir per bagian/rombongan. Ada Malaysia, Turki, Indonesia... macem2. Jadi para petugas (asykar) akan membagi kapan rombongan ini boleh masuk ke Raudah. Nah, suatu saat, selesai sholat Ashar, Bude tuh iseng pengen lihat Raudah lebih jelas. Waktu pertama masuk kan desak2an, jd nggak sempat lihat. Padahal di situ ada makam nabi & sahabatnya. Bude gue tuh model orang yg penasaran banget... hehehe... Berhubung gue sdh janji sama para sepupu utk menjadi escort yg baik, jadi gue ikutin deh. Daripada ilang....

Selesai sholat Ashar, kami berdua melipir2 di tengah2 rombongan. Waktu mereka masuk ke masjid, kami nggak ikut masuk, tp duduk di luarnya. Saat itulah kami bisa mengamati dengan sejelas2nya interior Masjid Nabawi. Termasuk saat atap di dalam dibuka dan ditutup lagi (nggumun... ndeso). Trus pelan2 kami "tergeser" sampai di depan Raudah. Pas di situ, kira2 sejam sebelum Maghrib... jadi tempat itu sdh mau dibersihkan (dan dilarang utk perempuan), krn akan jadi tempat sholat laki-laki. Ternyata... di masa transisi seperti ini malah petugasnya santai. Jadi kami bisa masuk Raudah pelan2... meskipun masih desak2an, kami bisa milih tempat yg lebih lega untuk sholat. Dan setelah sholat, kami bisa melihat jelas tempat2 penting di dalam masjid. Seperti tempat azan dan tempat imam. Weleh... untung gue punya Bude yg petualang! Hahahaha....

Besoknya, karena Bude pengen tahu Makam Baqi, akhirnya kami keliling Masjid Nabawi. Lagi2 Bude hahahaha.... Konon, perempuan nggak boleh masuk makam. Dan memang makam di Arab kan bukan model yg bisa dikunjungi seperti di Indonesia. Bentuk makam hanya semacam luasan tanah berpagar tinggi yang ada batu2 utk penanda. Kalau ada jemaah yg meninggal di Madinah, akan langsung dimakamkan di sini. Makanya, setiap selesai sholat wajib, pasti ada sholat jenazah.

Nah, gara2 ke makam ini, kami akhirnya keliling Masjid Nabawi. Jadi bisa lihat Raudah dari sisi luar. Nggak tau deh tuh jalannya berapa jauh. Yg jelas begitu sampai di hotel, kaki rasanya ketuker yg kanan dan kiri... hahahaha....

Tiga hari di Madinah. Pindah ke Mekkah naik bus. Jadi ambil miqot (niat umroh) di Bir Ali. Baru tahu kalau yg punya kostum wajib utk umroh hanya laki2 (pakai ihram). Kalau perempuan bebas mau pakai baju warna apa saja, yg penting tertutup rapat. Hanya menampilkan wajah, telapak tangan dan kaki sebatas mata kaki. Horeeeee... bisa centil di Masjidil Haram. Hahaha....

Sampai di Mekkah jam 11 malam. Check in hotel dan langsung ke masjid. Umroh yg pertama. Lihat Kabah udah nggak tau mau bilang apa. Speechless akhirnya bisa sampai di Baitullah. Ndomblong. Doa yg sdh dihapal ambyaaaarrrr... hanya ingat doa sapu jagad saja. Alhamdulillah banget umroh jam 2 selesai. Rasanya sudah campur aduk antara haru dan juga capek luar biasa. Bersyukur banget bisa ke sana.

Yg menyenangkan, di Masjidil Haram tidak ada waktu khusus untuk sholat sunnah. Tahajud bisa kapan saja. Sholat Duha bisa kapan saja. Wah, syedap. Silakan menanggok pahala sebanyaknya. Sekuatnya. Sholat sunnah tahiyat masjid bisa diganti dengan Thawaf (keliling Kabah 7 kali). Menyenangkan.

Karena sedang dibangun, ada banyak alat berat "berserakan" di Masjidil Haram. Tapi ada deck sementara yg dibangun keliling Kabah. Nah, gue sih lebih suka thawaf di atas deck. Meskipun kelihatannya lebih jauh, tapi lebih sepi jadi lebih nyaman. Maklum yaaa... gue kan ga suka uwel2an....

Sejak baru pertama datang, Bude sudah gemes aja pengen cium Hajar Aswad. Tapi lalu gue berhasil menenangkan. Karena toh kami akan bbrp hari di sana, baiknya pertama konsentrasi umroh dulu. Besoknya bisa datang utk sholat wajib, lalu foto2. Kalau mau coba cium Hajar Aswad atau mau pegang Rukun Yamani juga bisa. Yg penting pertama ke sana umroh dulu, mumpung masih ada tenaga.

Jadi besoknya baru kami menjelajah Masjidil Haram utk yg lain2 selain umroh. Alhamdulillah bisa sholat di Hijr Ismail. Konon ini juga tempat mustajab utk berdoa. Ya gitu deh, krn terlalu excited malah lupa nenuwun macam2... yg penting bersyukur alhamdulillah.... hehehe.... Masih ingat mendoakan kesehatan orang2 tersayang. Tapi sungguh terlupa meminta jodoh. Hiks.


Ternyata memang lebih enak kalau umroh ke Mekkah dulu (seperti Jokowi hehehe). Krn memang umroh yg wajib ya di Masjidil Haram. Kemarin itu karena sdh agak lama di Madinah, jadi perlu tekad kuat utk bisa selesaikan ibadah umrohnya. Alhamdulillah bisa umroh 2x.

Sempat juga keliling2, termasuk ke Arafah, melihat tempat haji. Kalau lagi nggak dipergunakan ya seperti padang luas biasa saja. Kosong melompong. Kebayang betapa banyaknya yg ke sana saat berhaji, sampai bisa macet. Hohohoho....

Yg agak jadi ganjalan adalah tidak adanya budaya antri yg tertib, baik di Masjid Nabawi atau di Masjidil Haram. Semua cenderung untuk mau uwel2an dan desak2an. Entah kenapa. Seperti kalau di Raudah, seandainya dibuat antrian yg bagus untuk sholat di sana, tentu akan lebih nyaman. Dan yg jelas lebih aman terutama utk mereka yg sdh berumur. Atau seperti mencium Hajar Aswad. Kenapa ya harus sampai segitunya, sampai ada "calo" yg bantuk mendesakkan orang. Lhaaa... pdh kan sdh jelas kalau mencelakai orang lain tidak boleh. Tapi ya begitu deh, budaya antri jangan2 memang nggak banyak disebut-sebut dalam ajaran agama Islam ya. Makanya susaaaaah banget menerapkannya. 

On the way ke Jakarta, pesawatnya dari Jeddah. Jadi nginap semalam di sana. Dianterin suaminya teman yg memang kerja di sana, malam itu sempat jalan2 keliling. Kotanya cukup modern. Dan ramai banget setelah jam 10 malam. Siang sampai sore lebih mirip kota mati yg gersang dan panas. Begitu malam, baru deh ramai. Termasuk anak2 juga banyak yg lari2an di pantai.

Raja Fahd membangun air mancur di laut Merah. Caranya? Dia pasang pompa raksasa utk memompa air laut ke langit. Welhadalaaaahh.... airnya jadi mancur setinggi2nya. Hahaha... dolanane wong sugih sing edan....

Selesai di Jeddah... kelar deh perjalanan umroh. 2 minggu nggak ngurus apa2 selain berdoa dan ibadah. Enak banget rasanya. Mudah2an kapan2 ke sana lagi. Amiiiin....


Wednesday, March 05, 2014

Terima Hasil "Ulangan"

Ealaaaah... setelah menjelang umur 40 kok ya masiiiiih aja deg2an "kenaikan kelas". Itu kan harusnya ya 30 tahun laluuuuuu....

Setiap tahun berusaha disiplin cek kesehatan. Nggak usah yg serem2, standard aja. Yg penting darah dan organ penting dicek. Nah... tes setahun sekali ini selalu bikin deg2an macam habis ulangan. Kalau nilainya jelek, gimanaaaaa....

Maklumlah, meskipun tiap hari olahraga, makan juga nggak brutal, nggak merokok, nggak minum alcohol... eh... tapi riwayat keluarga kan penyakitnya banyak seraaaam.... Apalagi di rumah ada eyang yg sama2 juga olahraga tiap pagi, puasa senin kamis, makan biasa saja (malah nggak doyan nasi), tapi setiap bulan cek kolesterol nggak pernah rendah. Nah nah nah... jadilah deg2an.

Hari ini hasil tes itu dikirim ke kantor. Ternyata saya lulus! Hahahaha... Alhamdulillah. Masih sehat wal afiat. Kolesterol normal, asam urat rendah, semua baguuuuusss... yippiiiieee....

Catatan dari dokter hanya satu: segera buat janji dengan ahli gizi utk penurunan berat badan.

Jiaaaah... itu sih nggak perlu dilihat pakai test lab yak!

Friday, February 14, 2014

Oh My God

Semalam notification di hp bunyi2 terus. Spt biasa nggak gue gubris, malah gue silent, setelah tahu itu dari blast email kantor. Kalau urgent buat gue, biar telepon saja #sikap. Pagi2 baru baca satu2, email2 dan sms itu ttg liputan mendadak ke Jawa Timur. Untuk liputan Gn Kelud yg meletus. Dan juga rencana bedah editorial pagi yg kemungkinan batal karena metro tv akan siarkan breaking news.

Ya ampun. Ada gunung meletus lagi?

Indonesia lagi banyak dicoba ya. Memang tinggal di ring of fire ini bahayanya sdh diketahui sejak lama. Tapi tidak pernah ada mitigasi bencana. Emergency drill hanya dalam mimpi saja.

Lalu seharian ini lihat tv isinya abu vulkanik di mana2... sedih banget ya.

Ya Allah, mohon ampunan, mohon perlindungan. Semoga semua bencana segera berlalu. Amin.

 

Wednesday, February 12, 2014

Mari....

Seperti biasa kalau lagi rusuh malah ga bisa ngapa2in. Jadi iseng ngoprek postingan lama. Yg seru tuh menjelang Aria lahir ternyata ya. Wow... 10 tahun lalu?

Ada beberapa nama yg masih menjadi teman baik sampai sekarang. Ada yg dari dulu juga blm ketemu tapi kami berteman dengan cara kami. Ada yg nggak tahu kabarnya gimana... dan penasaran sih, karena mereka orang2 yg baik hati. Ada yg ngilang blas gitu aja dan gue nggak peduli juga krn mereka pun nggak manis kok....  Friends come and go, some of them stay in my heart & my life.

Kadang pengen tahu juga apa kabarnya mereka2 yg dulu sepertinya benci bener ya sama gue. Tapi heran, benci kok masih baca (dan ninggalin komen) di blog. Hehehe... benci tapi rindu yaaaa....

Membaca lagi tulisan2 lama, terlihat sekali bahwa hidup itu lucu dengan caranya masing2. Up and down. Menyenangkan. Menegangkan. Melelahkan. Tapi tentu saja penuh rahmat dan berkah. Alhamdulillah.


Tuesday, February 11, 2014

Selagi Sempat....

Memang "jleb moment" itu bisa kapan saja ya.

Masih terkenang sama acara Kick Andy bbrp minggu lalu. Yg tampil Helmi & Tantowi Yahya. Mereka cerita gimana caranya bangkit dan sukses, padahal ortu nggak punya.

Ayah mereka pedagang kacamata di emperan toko. Yg kalau malam lemari kacanya dititipin ke toko terdekat. Meski hidup susah, sejak SMP dua anak terkecil ini disuruh les bahasa Inggris. Ayahnya bertekad: kemiskinan harus berhenti di dua anak ini.

Jadi, Helmi & Tantowi kecil jalan kaki ke tempat les bahasa. 5 km (apa 15 km ya?). Tiap hari.

Meski mengaku waktu kecil ngomel2 juga karena nggak bisa main, nggak bisa senang2, tapi skrg dua orang itu mengakui bahwa pendidikan ayahnya yg membuat mereka sukses sekarang. Waktu dua anak ini sudah berhasil, sudah punya gaji sendiri, ayahnya meninggal.

Yang bikin mak jleb adalah waktu Tantowi cerita perasaan dia sekarang. Sukses. Iya. Punya uang. Iya. Keluarga bahagia. Iya. "Tapi saya sungguh iri kalau melihat di airport ada keluarga yang bepergian ramai2, dan ada ayah ibu mereka. Saya tidak sempat mengajak ayah dan ibu saya jalan2 melihat dunia. Setelah ayah meninggal, ibu sakit. Jadi memang mereka tidak sempat menikmati keberhasilan saya."

Trus Helmi bilang, "Bahagiakan ibumu, selagi sempat."

Ternyata ya, yang sudah beberapa kali gue lakukan, pergi2 sama nyokap... yg menurut gue sih biasa banget.... bisa membuat iri orang2 yg tidak punya kesempatan pergi2 sama ibunya.

Sometimes we take something for granted.



 

Friday, February 07, 2014

Me Time

I just realized that the only place I can be completely alone was when I am in my car. Since I need some time to release some burden, I went a bit early today, jumped into a very heavy packed toll road, then drove around Jakarta.

It gave me almost 3 hours. To cry.

Good.

Wednesday, February 05, 2014

Lucky Man

I know I get through... if I can stay with you... forever.... (Lucky Man - Dave Koz)

Tiba2 aja inget lagu itu tadi pagi. Gara2 baca postingan mbakyu @pasarsapi di blog-nya. Soal keberuntungan.

Bukan berupa uang atau hadiah kebendaan, tapi yg lain2. Apa namanya ya?

Jadi, si mbak itu habis ke Denpasar. Sepanjang jalan & selama di sana, dia melihat banyak anak2 yg tantrum, ngawur sama ibunya, jerit2 ora karuan. Dan seketika itu dia ingat bahwa putrinya selama ini adalah anak yg manis. Kira2 gitu deh.

Habis baca itu, gue pun jadi ingat anak gue sendiri. Yg menurut gue sih semanis madu. Ya kalau dia malas mandi, suka berantakin rumah, kalau disuruh bikin PR malah kabur keluar dr rumah.... ya udahlah ya....  toh dia nggak pernah gebrak2 meja kalau lagi ga mau makan di restoran yg dia suka. Atau nggerung2 nangis di depan toko mainan kalau pengen sesuatu.

Paling banter, Aria hanya merengek. Yg itu pun sebenernya cukup nyebelin dan gengges... hahaha.... tp saat sdh lewat kok ya lucu juga. Namanya anak2 ya memang wajar kalau ngringik-an to.

Bahkan skrg kalau dia pengen ini itu, dia akan bilang, "Aku sedang... depannya 'p' belakangnya 'n'." Lalu kami akan sibuk nyari kata itu, dari mulai "papan", "pesan", "patin".... yg akhirnya nggak ngomong soaln "pengen" sama sekali. Dan kami bisa ketawa2 bareng.

Akhirnya memang gue harus banyak2 bersyukur pada Allah SWT dikaruniai anak yg manis. Alhamdulillah. Terima kasih Tuhan.




Thursday, January 30, 2014

Hello...

What is happening since my last post? A LOT OF THINGS!

Sampai lupa apa aja saking banyaknya. Mungkin memang harus berniat habis2an untuk menulis satu posting tiap hari. Krn banyak gunanya lho. Gue inget2, setelah nggak rajin posting, gue makin mudah buntu kalau harus menulis. Alasan aja kali ya memang dasarnya gue males.... hahaha....

Job related issue... klien datang dan pergi. Ada satu yg sebelnya sampai ke ujung rambut sama gue. Hahaha... emang gue pikirin. Tp akhirnya curhat ke anak buah gue: Budiana itu nggak sadar kalau konsumen adalah raja.

Ealah pak, jadi konsumen harus pinter. Pikir yg bener mau bayar desainer atau tukang jahit? Demikian.

Tp overall kantor ini cukup menyenangkan. Tim sdh terbentuk sesuai yg gue mau. Atasan jg cincay ajaaaa... sdh mengakui dia nggak paham prosedur majalah jd semua dipasrahkan padakuuuu. *glek*
Kerjaan sih segudang. Tetep. Ya udahlah, dikerjakan saja toh dari sinilah bisa bayar sekolah Aria, bayar cicilan si kentang, bayar rumah BSD, dan bersenang2! Alhamdulillah.

Mau posting apa lagi ya? Nggak menarik nih. Hahaha....

Ya udahlah pokoknya membuktikan: blog ini tidak ditelantarkan kok....

Gong Xi Fa Cai!

Friday, December 20, 2013

I Did Not Abandoned This Blog

I just don't have enough time to write anything down lately. *sigh*

Jadi lebaran kemarin berlalu spt angin. Wuss wus wuuuussss... gitu aja. Nggak ada open house di rumah. Kel Bdg ke BsD & kami jalan2. Seru. Seperti biasa punya kesempatan menikmati Jakarta yg sepi. Rumah-kantor 45 menit. Senayan City-BsD 45 menit. Cakep banget kan....

Seminggu setelah lebaran, di rumah ada pengajian. Menyambut pernikahan Cay. Yes, my (not so) little (anymore) brother was tying the knot with his dream girl. Pengajian sederhana di rumah, dihadiri pak ustaz sm bbrp teman pengajian eyang. Lalu kami kirim makanan ke tetangga dgn pemberitahuan pernikahan dan mohon doa restu.

Lima hari setelahnya, kami ke Malang. Dr Jkt 2 keluarga: dari BsD & Bekasi. Seru banget ternyata ya pergi rame2. Kel Bdg langsung, nggak lewat Jkt. Spt biasa Aria senang2 bisa jalan2. Apalagi ini rame2. Wooooh....

Dan semalam sebelumnya Om D sdh ngasih kado kecil dgn note: dibuka di perjalanan. Hahahaha... Aria sungguh penasaran sekali isi kado2nya. Sampai guling2 di kasur krn pengen ngintip. Pagi2 langsung bangun dan intip2 lagi. Dan waktu dibuka di airport, isinya Lego, dia loncat2 dgn wajah lucu. Hahaha....

Sampai di Malang, nginep di Cozy Guest House di jl. TGP. Dekat Ijen. Bagus tempatnya, sesuai dgn namanya. Hampir semua kamar isinya saudara & teman. Jadi seru deh. Gue langsung gelar dagangan... bongkar satu koper yang isinya seserahan. Hehehe... ini memang yg menyenangkan buat gue krn boleh belanja! Ada alasan buat beli2. Hihihi... jd sore itu dihabiskan buat nata2 seserahan 5 kotak. Seruuuu.....

The wedding was awesome. Akad nikah sederhana di rumah mempelai wanita. Hari Jumat 23 Agustus. Sesaaaaak banget nahan air mata. Haru deh. Krn Cay itu kan dulu ya tak uyel2 kok saiki wis kawin. Hahaha... Trus Galuh jg anak cewek satu2nya. Wis to... nangis2an aja itu awal acara. Sampai Aria aja ikutan mewek, "Aku nggak mau nangis tapi nggak bisa ditahan ini...." Lucuuuu banget anakku.

Yang diundang keluarga dan tetangga... tp tentu saja kalau akhirnya tamu membludak yaaaa gimana yaaa... hahahaha.... Akhirnya saking ramenya dan pengantin pusing, baru sadar nggak punya foto yg benar untuk keluarga. Hahaha... ya udahlah.

Saking rusuh dan uwek2, Aria sempat mogok. Nangis. Yaaa capek juga kali ya. Trus kepanasan. Laper (makanan nggak ada yg cocok). Dan mungkin agak ngambek krn konsentrasi Ibu kok ke pengantin, dia nggak diperhatikan full. Hehehe.... Acara blm selesai sdh ngambek. Akhirnya gue bawa ke mobil.

Ngadem sebentar. Trus gue bilang, "Mas, kalau ngambek2 gitu kan nggak lucu lho. Lagian, ini kan acara nggak mungkin diulang. Kalau misalnya kamu ngambek terus, nggak ada fotonya sama PapaCay & tante Galuh... ya udah nggak bakal ada fotonya selamanya. Kan nggak mungkin minggu depan PapaCay bikin pesta lagi trus foto2 lagi. Kesempatan foto ya hanya sekarang."

Dan berhasil! Aria mikir2 gitu... trus pakai sepatu dan benerin baju. "Ayo bu, balik lagi ke tempat acara. Kita foto2 dulu seblm pulang."

Hahahaha.....

Akhirnya jam 11.30, sblm sholat Jumat, selesai seluruh perhelatan. Aria baru masuk mobil lgs tidur. Gue jg baru sadar kok ngantuuuuk bgt. Ternyata baru ngeh, malemnya tidur kemalaman krn ada temen2 mempelai yg nyari pengantin. Hiyaaah... pengantinnya dikeloni eyang. Mana berani gue ketok pintu kamar atau telepon! Bisa digoreng. Akhirnya gue temenin smp malem. Pdh paginya jam 4 sdh mulai antri sanggulan. Heeee... pantes ngantuk yaaak....

Gue selesai copot sanggul ganti baju cuci muka trus langsung naik tempat tidur. Rasanya kok ngantuk nggak bisa ditawar. Pdh di luar pd kasak kusuk mau cari rujak cingur. Ada yg mau beli oleh2. Ah ndak duliiii... saya ngantuuuuukkk....

Sadar nggak sadar denger Aria buka2 kotak cari roti. Trus dia keluar kamar, masuk lagi bawa bungkusan rujak cingur. "Ibu makan dulu dong." Trus samar2 di luar dengar suara ketawa2, kayaknya saudara pada kumpul. Tapi ibunya ini sdh nggak sanggup buka mata. Hahahaha....

Lumayan tidur nyenyak, kebangun jam 3. Masih ada suara ketawa2.... ternyata ada saudara dari Surabaya yg baru datang. Hohoho. Seru jg bisa nimbrung. Habis mereka pulang, giliran eyang yg pingsan. Trus satu2 pada masuk kamar.... laaaah... gue sendirian yg bangun. Ahahahaha....

Krn nggak ada kegiatan jd iseng. Ke toko Lai2... ke bakso bakar.... iseng banget. Semangat nemu perut ayam & ayas di Lai2 yg rasanya sesuai bayangan. Mak nyuuussss.... Bakso bakar yg di deket Ijen sih biasa aja. Tp ya udahlah ya... harganya jg murah banget. Hahahaha....

Makan di Malang tuh nyenengin. Nggak deg2an waktu bayar hahahhaaha..... Masak ya, makan ikan bakar 20 orang dgn minum buanyak banget dan semua mesen ini itu.... total 1.3 jt. Enak to... tinggal di Malang.

Nyelip di tengah2 agenda pernikahan agung adalah jalan2 ke Taman Safari Prigen. Krn sdh pernah ke Jatim Park.... jd ya mending ke tempat yg belum pernah. Mirip2 Taman Safari Cisarua tapi nggak pakai macet hehehe.... Koleksi binatangnya sama. Atraksi jg mirip2. Yah... seneng lah tetep menghabiskan waktu di alam terbuka.

Malemnya saatnya packing. Masih ada yg pengen ke mal tp gue sdh nggak minat. Aria sempat buat accident mecahin shower kamar mandi. Hadeeeehhh... cengklong 200rb. Ya sudahlah. I still love him so much no matter what. Hahaha.....

Trus, menjelang pulang ke Jkt, waktu di airport, ada pemandangan "aneh" pesawat pribadi kecil mungil. FYI, airport Malang itu kecil banget, lbh mirip warung sate hahahaha.... jadi kalau ada yg nggak biasa pasti langsung kelihatan. Penasaran juga siapa yg naik pesawat itu. Eh... ternyata ARB. Waktu dia lewat, orang2 hanya melengos. Ada satu ibu2 yg ngajak foto bareng. Selebihnya cuek aja. Apalagi gue yg cenderung bersikap ciiiiisssss gitu. Coba yg lewat Jokowi atau Ahok... dijamin bakalan sekampung yg ngajak foto2 ya. Hahaha.....

Friday, October 11, 2013

The Editor

Kadang2 gue kalau lagi kumat jd banci editing bisa nggak tahan mau ngedit tulisan di spanduk, judul artikel di koran, atau coverline majalah yang lagi dijual di lampu merah. Maafkan....

Mungkin dulu bos gue juga ketawa2 ya ngedit tulisan gue. Spt gue yg skrg suka ketawa (sekaligus miris) baca tulisan anak2.

Yg pernah gue temui dan susah lupa:

Judul: 10 Buah Agar Awet Muda
Isinya hanya ada 7 buah saja. (Yang tiga belum nemu, mbak.)

Judul: Nikmati Akhir Pekan Menyenangkan
Isinya adalah promo kartu kredit yang berlaku hanya di hari KAMIS.

Judul: 7 Surga Dunia
Isinya hanya nama-nama tempat tapi nggak menyebut di kota mana atau negara mana. Gimana ke sananya lebih susah lagi dong....

Judul: Stop Penuaan
Isinya tentang sebuah krim awet muda tapi nggak jelas kandungannya, hanya: campuran berbagai vitamin dan mineral.

Marilah kita nikmati hidup!


Thursday, August 01, 2013

Ramadhan, Hari Ini, Dulu....

Semalam sempat diskusi singkat dgn OmD soal Ramadhan. Sumpah singkat bgt krn ketemunya jg cuma 3 jam (huhuhuhu). Lha, kok curhat....

Duluuuu sekali, Ramadhan tidak ramai di televisi. Kalau bulan puasa, yang ramai ya masjid dan rumah. Tiap sahur, nggak ada tv ketawa2 dgn OVJ atau kartun. Paling hiburannya radio, yg isinya pun ceramah agama. Di rumah gue paling sering dengerin pak Kosim Noorseha (yg mana langganan dipanggil cemarah di RS tentara....). Trus waktu buka, semua sekeluarga kumpul, buka bareng di rumah. Ga perlu ada special ini itu, memang yg wajar ya buka bersama keluarga. Trus habis makan, tarawih di masjid. Semua orang akan duduk manis, dengerin ceramah (atau ngobrol sendiri sementara anaknya kerja2an di halaman masjid hahahaha tp pokoknya absen sama pak imam). Sekolah kayaknya slowing down waktu puasa. Pulang lebih cepet dan kegiatannya nggak terlalu hore.

Sekarang? Hyuuukkk.... sahur pagi di rumah tuh ribet krn papap pengen nonton OVJ sementara anaknya pengen lihat cartoon network. Dan buat cari gara2 aja sih sama Aria hahaha.... as if I didn't know....  Jd waktu sahur ini nggak lagi diisi dengan siraman rohani. Ya makan biasa aja.... sambil nonton tv.

Kantor di Jakarta memang memulangkan karyawan lebih cepat (hitungannya krn waktu makan siang 1 jam nggak dipakai). Tapi siapa yg sanggup ada di rumah waktu buka? Gue acung jempol utk mrk yg bisa on time buka puasa di rumah, Jakarta macetnya gila2an begitu. Akhirnya orang memilih buka di kantor, lalu baru pulang setelah sholat maghrib. Tarawih di mana? Sendiri aja deh di rumah. Krn sdh kemalaman, yg di masjid udah bubaran.

Sekarang juga di kantor trend-nya mau libur lebaran justru semakin hore kerjaan. Apalagi model pekerjaan seperti gue, yg menghamba pada klien. Semua klien maunya majalah siap sblm cuti bersama. Akhirnya, bukannya malah slowing down, justru tim di kantor ini harus speed up lbh kenceng, stay at the office longer. Jgn harap bisa buka puasa di rumah, bisa tarawih sblm jam 11 aja udah bagus banget. Seringkali sampai rumah sdh setengah pingsan kelelahan. Trus jadinya malah jengkel waktu masjid di dekat rumah bangunin sahur krn rasanya gangguuuuu banget mengingat tidur baru 2 jam saja.

Bbrp hari lalu gue sempat terawih di masjid dekat rumah. Ternyata ya, skrg ini kalau lagi ceramah, varian kegiatan jamaah makin bertambah... dgn main candy crush (atau game lain di smartphone). Kasihan ya.

Allah SWT melipatgandakan semua amal yang dilakukan di bulan Ramadhan. Semua rasanya tahu itu. Jadi semua jg berusaha "menabung" amal baik sebanyak2nya. Seharusnya, sholat yg tadinya bolong2 jd rapi jali. Sahur bareng keluarga sambil berdoa sama2. Dari imsak ngaji sambil nunggu subuh. Trus buka puasa sama keluarga, dengerin siraman rohani (makanya di tv suka ada kultum yg bagus2). Tarawih manis2 di masjid, berjamaah, denger ceramah.  Insya Allah pahalanya berlipat ganda. Sebetulnya kantor2 jg sdh maklum, dengan memberi kelonggaran pulang lebih cepat. Beberapa tahun lalu, masih ada teman gue yg itikaf, berpindah masjid untuk tarawih, tadarus, nginep di masjid, mendalami agama, terutama di 10 hari terakhir puasa.

Sayangnya, masyarakat modern mulai kehilangan kesempatan menabung amal baik banyak2 spt dulu. Ini cobaan sih. Gimana berkompromi dgn kondisi sekarang yg butuh makin banyak waktu di jalan? Kita butuh istirahat lbh lama. Semua ada keperluan punya gadget yg akhirnya menggoda utk main game di waktu luang (dan bukannya buat mengaji). Setiap hari disodorin tontonan hura2 di tv yg sama sekali nggak ada hubungannya sama keimanan dan dgn alasan biar nggak ngantuk akhirnya kita milih tontonan yg ngajakin kita ngakak timbang yg ngajarin berdoa. Kalaupun buka bareng temen, hasilnya adalah hura2 kumpul di mal, bukan yang dgn khusyuk dan syahdu mensyukuri nikmat bulan puasa.

Cobaan Ramadhan yang semakin berat menimpa orang2 modern. Terus terang, gue nggak tahu caranya gimana menyikapi ini.


Tuesday, July 09, 2013

Mari Puasa

Sudah Ramadan lagi....

9 tahun lalu, Aria hadir pas Ramadan juga :)

Seinget gue, sudah 3 tahun terakhir Aria ikut puasa. Krn dia sekolah di sekolah Islam, semua temannya puasa, dia pun akhirnya terpaksa puasa. Awal2 dia puasa, godaan terbesar utk batal justru dari eyang Titik yang kasihan karena cucunya kelaparan dan kehausan. Tp bukannya itu intinya puasa? Belajar merasakan lapar dan haus.... Jd agak ngotot2an gue biarkan Aria puasa sekuatnya. Jam 5 sore sih bisa dipastikan dia akan spt mainan kehabisan baterai. Diem aja. Goler2 di atas lantai. Atau berendam di ember besar di kamar mandir. Bebas lah. Yg penting nggak batal.

Dua tahun terakhir sih dia berhasil puasa full satu bulan. Alhamdulillah. Terserah deh ya, motivasinya apa. Apa karena Nintendo... lalu thn lalu Nintendo Wii... ya yang penting dia berhasil puasa. Bangga lho... secara simboknya ini baru bisa puasa full stlh kelas 6 SD hahaha.....

Sebenernya kalau Aria puasa, artinya juga tambahan kerusuhan buat ibunya. Anak semata wayang ini susah makan nasi. Padahal kalau sahur tanpa karbohidrat kan ya lemes dong seharian. Dan dia sangat susah makan sahur. Selama ini pun dia kan makan tanpa jadwal... sesuka hati karena konon itu yang bener. Mengikuti jadwal badannya dia kapan lapar kapan kenyang. Kalau sehari-hari sih damai ya... kapan pun dia lapar, bisa langsung makan. Nah, kalau puasa kan nggak gitu....

Jadilah setiap sahur gue akan menjadi mesin penyuap. Dia akan tetep merem, dan gue suapin makanan. Proses sahur Aria ini makan waktu agak lama. Dari mulai bangunin tidur, jalan ke meja makan, makan, gosok gigi, tidur lagi.

Oh ya, makanannya pun spesiaaaaaal.... hahaha.... Nasi adalah pilihan terakhir, tahun lalu sama sekali dia nggak makan nasi sebulan. Pasta dan pizza adalah idola. Lainnya... paling roti. Jd hrs niat banget ibunya sblm tidur ngeracik pasta atau pizza, spy pas sahur bisa langsung masuk oven. Atau masak sup, spy bisa dimakan sama roti. Minum susu. Duh ribetnya krn hrs siapin makanan khusus.

Pendek kata, seru banget deh sahur dgn Aria. Krn stlh beres dgn dia, biasanya gue hanya punya waktu dikit banget utk makan sblm imsak. Nggak tau sampai kapan ini kerusuhannya. Kadang gue juga bertanya-tanya sih, untuk apa to... semua ini? Kan ya bisa aja Aria gue biarin nggak puasa. Toh nanti kalau dia malu sama temen2nya, dia akan puasa sendiri (spt gue dulu). Tp kayaknya gue bertahan deh dgn kerusuhan ini. Krn gue lihat Aria kalau hbs Ramadan lebih sehat dan lebih segar. Perutnya kempes, pipinya tetep cempluk tp terlihat sehat dan ringan. Dan lagi gue jg merasa harus mengajarkan dia hal2 yang baik (secara agama) lbh baik dari yg gue pelajari dulu.

Baiklah... selamat puasa ya. Semoga lancar sampai lebaran. Amin.

Friday, June 21, 2013

Uang Kaget

Seorang teman dua hari lalu masuk ke jendela whatsapp.

"Di, gue perlu uang, 50jt. Ada ide nggak, dari mana?"

"Lo pikir gue punya pohon duit?"

Kemudian kami tukar pikiran soal siasat saat kondisi finansial kembang kempis. Gue sih biasanya ke pegadaian. "Nyekolahin" perhiasan. Habis gajian ditebus. Kalau perlu yg besar, semacam rumah dan mobil...ya udahlah pakai tabungan orang, alias ngutang di bank. Nah, temen gue ini nggak punya agunan apa2. Bingung eh.

Sampai kemudian teringat, "Mas, jamsostek sdh dicairin?"

Jadi kami berdua adalah proyek pertama kebijakan jamsostek... tahun 99 lalu. Saat gue pindah kantor, jamsostek itu dipindahin juga. Nah, waktu pindah ke kantor ini, krn kantor ini males urus pindah2, akhirnya dibuatin kartu baru. Kartu yg lama tahun lalu gue cairin. Jumlahnya cukup yahud. Ya iyalah... dari thn 99!

Denger cerita gue, temen gue langsung semangat utk ngurus juga. Krn kira-kira yg dia dapat akan lebih banyak dikit deh dibandingkan yg gue dapat. "Ngurusnya susah tapi ya?" tanyanya ragu.

Duh, enggak banget bo. Ngurus jamsostek itu gampang. Lagian itu kan hak kita sebagai karyawan, jd nggak ada alasan buat kantor jamsostek nyusah2in. Mau dilaporin ke KPK?

Yg penting syarat pencairan dilengkapi: fotokopi KTP, KK, kartu jamsostek, buku tabungan yg ada nomor rekening (utk pengiriman uangnya), dan surat keterangan pernah bekerja dari kantor lama (minta sama HRD kantor ybs). Jamsostek ini bisa dicairkan enam bulan setelah bulan resign.

Habis gitu silakan ke kantor jamsostek terdekat. Nanti di sana sama sama petugasnya akan dijelasin semuanya. Termasuk jumlah uang kita dan kapan masuk rekening. Biasanya sih nggak akan lebih dari 3 hari kerja, uangnya sdh bisa dinikmati.

As simple as that, you'll be rich! Hahahaha....

Barusan, gue dpt msg dari teman itu.

"Jij emang yahud banget. Magic. Total duit gue jadi 55jt. Bisa pesta adat panen raya."

Alhamdulillah......