Thursday, September 27, 2012

Tujuanmu Apa?

Pecandu jagat twitter pasti kenal gaya nge-twit Ligwina Hananto. Perencana keuangan itu selalu tanya kepada siapa pun yang mau konsultasi soal tabungan atau asuransi dengan kalimat: tujuan lo apa?
Wina selalu berusaha membuat orang berpikir dalam sebelum memulai investasi. Bukan hanya karena "dapat return besar" atau "mumpung punya duit." Dia selalu menyarankan, sebelum menabung, atau beli asuransi, pastikan dulu tujuannya apa. Kalau tujuannya mau menyiapkan dana sekolah anak, asuransi pendidikan bukan yang jadi pilihan, karena return kecil. Mendingan reksadana. Kalau mau menabung untuk beli rumah, tentukan dulu harga rumahnya, trus cari sumber2 dana (investasi) yang bisa memberi bunga spy rumah idaman itu tercapai dalam waktu sekian lama. Gitu deh kira2.

Pertanyaan soal tujuan ini sebenarnya memang hrs kita tanyakan dalam setiap hal dalam hidup yang ingin kita lakukan. Ya nggak sih?

Beberapa minggu lalu sempat ngobrol -via bbm- sama seorang PR produk terkenal. Exchanging updates sambil salam2 perpisahan krn ybs dapat posting di luar Indonesia untuk bbrp tahun ke depan. Gue selalu menganggap dia sebagai PR andal. Trus masih muda, cantik, sukses... event yang dia rancang diadopsi di negara lain karena dianggap sangat berhasil menaikkan image brand yang dia usung. Dua jempol. Eh laaaah... dalam obrolan dia juga memuji sampai gue malu2 kucing karena menurutnya gue ini sangat oke. Jadi pemred majalah lisensi sekian tahun dan (konon) berhasil menaikkan readership (jadi ingel lagi si semprul krn data valid-nya nggak ada). Katanya banyak hal di majalah itu yang blm pernah dilakukan sblm gue hadir. Ah, jadi malu deh ih. Hidup memang sawang sinawang yessss.... yg sana kagum sama sini, yg sini kagum sama sana.

Trus, di tengah obrolan haha hihi, muncul pertanyaan, "Kenapa sih mbak, berhenti jadi pemred majalah itu? Kan saat ditinggal sedang bagus sekali?"

Waktu ngobrol itu sih gue jawab 'seadanya': karena sdh kehabisan ide, manajemen juga lagi nggak menyenangkan dst dst dst.

Tapi ternyata pertanyaan itu jadi kepikiran. Karena terus terang bukan hanya dia yang bertanya soal itu. Beberapa orang yg tahu pasti spt apa majalah itu sebelumnya juga menanyakan hal yang sama. Banyak yang menyayangkan karena seharusnya gue tinggal lanjutin saja dgn senyum2. Apalagi setelah lepas dari majalah itu, gue pun silam dari 'pergaulan sosialita majalah' karena kantor baru jauh di pinggir kota dan merasa nggak terlalu punya kepentingan (dan energi lebih) untuk tekjing2 bareng yang lain2, mengingat macet Jakarta makin menggila. Dan melepaskan majalah itu berarti melepaskan segala fasilitas yang yahud. Belum lagi banyak kesempatan yang baru saja terbuka, tidak sempat gue nikmati.

Sebenernya, apa ya tujuan gue?

Pertanyaan ini terjawab dgn sendirinya di suatu hari Sabtu. Waktu nganterin Aria les biola. Di antara praktek & teori, ada jeda 45 menit. Jadi biasanya urutannya: habis nge-drop dia, gue punya 45 menit untuk belanja atau ke bank atau cuci mobil, lalu balik bawa lunch, punya waktu 45 menit makan. Trus Aria masuk kelas lagi, gue nungguin 30 menit. Saat makan siang itulah, Aria lihat iklan di majalah yang gue baca.

"Kenapa ibu nggak tetap di majalah yang dulu? Kan aku jadi nggak kebagian tiket gratis lagi."

"Hmm... Ibu capek deh kayaknya. Kalau di sana, hari Sabtu tetep bekerja, meskipun hanya datang acara."

"Oh iya ya. Ibu kalau di sana, hari Sabtu sering bicara-bicara. Jadi aku nggak bisa diantar les."

Cling.

Akhirnya memang semua gonjang ganjing kehidupan gue bermuara pada kebutuhan si ganteng anak semata wayang ini. Inget banget, dulu waktu ngurus majalah itu, Sabtu-Minggu sering terpakai untuk event, di Jakarta atau pun di luar Jakarta. Makanya nggak pernah bisa daftarin Aria untuk les renang atau les musik di hari sabtu, karena nggak bisa nganterin. Terus di hari kerja sering harus datang ke acara-acara, yang artinya pulang malam sekali, melewatkan waktu haha hihi bareng Aria. Kalaupun ada hari libur, gue sudah terlalu lelah untuk ngapa2in saking banyaknya energi terkuras di hari lain. Kalau mau flash back lebih jauh lagi, di majalah sebelumnya, gue bisa sebulan sekali ke luar kota atau luar negeri yang artinya melewatkan banyak sekali milestone si ganteng. Gue lelah selalu merasa nggak ada waktu untuk anak gue. Apalah artinya fasilitas segunung kalau nggak bisa dinikmati sama Aria saking sibuknya gue? That pretty car (uhuk) jadi nggak menarik lagi. Mending juga si kentang, biarpun kecil tapi gue sering ada di dalamnya sama2 Aria.


Di kantor skrg, jadwal gue lebih jelas. Senin-jumat ngantor, sabtu-minggu libur. Ngantor hanya sampai jam 7, sampai rumah jam 8 (krn relatif lebih nggak macet). Sampai rumah masih bisa ketawa2 sama Aria. Sabtu-minggu bisa nemenin dia les, atau nonton, atau main, atau ya tidur siang aja dengan damai. Yg jelas, waktu untuk Aria makin banyak, sesuai dgn kebutuhan dia.

Memang itulah tujuan hidup gue: mengurus Aria, berdekatan dgn dia, membesarkan dia spy jadi anak yang berguna. Ah... terjawablah pertanyaan itu!

Pada akhirnya, semua atribut yang ditempelin ke nama gue ya hanya sekadar status saja. Jadi pemred atau askadiv atau manager tentu saja membanggakan, karena itulah pencapaian gue. Tapi, gue ternyata lebih bangga ketika orang mengenal gue sebagai ibu (yang baik) untuk anak gue. As simple as that.



Thursday, August 23, 2012

Lebaran.... Bukan Sempitan

Hello all...
Selamat lebaran ya. Semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik, lebih berguna bagi orang-orang di sekitar kita. Amin.

Thursday, August 02, 2012

Si Embak

Embak baru ceriakan hariku! Sumpah deh ga bohong....

Setelah huru hara Titin Suprihatin episode embak yang ditukar, dgn mengucap Bismillah, gue cari pengasuh baru. Ok, yg diharapkan adalah pengasuh plus plus yg jg hrs bantuin eyang di rumah dan sanggup bersih-bersih rumah segede hohah.

Untuk sementara, istrinya tukang kebun/tukang ojek/tukang listrik datang untuk nyapu-ngepel-nyuci-setrika. Ada kurang lebih sebulan di rumah ga ada pembantu yg nginep. Agak kelimpungan adalah hrs ngoprak2 Aria belajar, siapin buku di malam hari, beresin dia sblm tidur dgn ritual yahud, dan besok paginya siapin sarapan-bangunin dia-siapin bekal. Kungfu mama! Tapi kok ya mulai terbiasa...terbiasa dgn budget bengkak, tepatnya. Soalnya bocah lidah bule itu membuat gue terlena bbrp kali order pizza utk sarapan & bekal. Yuk mariiii....

Rejeki sdh diatur, seorang teman kantor tak dinyana tak diduga ngasih tahu kalau saudaranya suka dapat pembantu kebih. Wah? Tentunya ini berita gembira. Gue langsung daftar. Waktu ada lebihan, janjian akan dihadirkan dgn travel krn dari wonosobo. Eh memang ya, godaan...pas hari mau berangkat, tiba2 ada yg nawarin embaknya, katanya dia mau pindah. Gue yg pd dasarnya manis & tertib, batalin dulu embak wonosobo smbl mengiyakan. Lha kok ndilalah setelah embak wonosobo batal, si pemilik embak terbukti hanya towo2 ulo! Ora sida! Haiiiiiisssss..... Pas ditelpon lagi, si wonosobo sdh keburu diangkut ke bekasi. Yo wis lah bukan rejeki, nunggu lagi....

Eh sekali lagi hrs percaya bhw semua sdh ditulis di skenario Yang Kuasa, tawaran embak wonosobo ada lagi! Lgs mau. Gaji brp yg diminta, boleh aja. Dan tnyt permintaannya 'hanya' setengah dr gaji Titin dulu. Wah, yahud.

Di hari yg sdh ditentukan, datanglah si embak baru ini. Namanya Yanti. Kurus kecil terlihat spt anak sekarang dgn rambut rebonding & jari2 berkuteks. Untung gue sdh membiasakan utk tdk judging anything from its cover, jd meskipun eyang agak merengut, gue ttp sambut Yanti dgn girang. Hari pertama dibeberkan tugas2nya, agak lebih banyak dr Titin dulu, krn eyang minta Yanti masak juga. Anaknya oke2 saja. Meskipun sebenarnya yg utama ya siapin kebutuhan Aria. Pertanyaannya hanya, "Saya harus bangun jam berapa bu?" Yg gue bingung... ya pokoknya sholat subuh kan ya. Dan dia langsung bertugas. Eyang langsung dipuaskan. Alhamdulillah.

Justru Aria yg agak judes krn memang dia kan sdh sahabatan bgt sama Titin. Akhirnya gue putuskan Aria mungkin sdh waktunya ngurus diri sendiri. Jd gue bilang ke anak ganteng itu, "Kalau nggak mau dibantuin mbak Yanti, ya sudah, tidak usah marah2, kerjakan semua sendiri." Alhamdulillah keputusan yg (rasanya) bener, krn semua jd lbh lancar. Yanti konsentrasi back stage aja. Aria kadang2 mau dia urusin, kadang2 ya cuek aja. Terserah. Kan dia jg sdh besar.

Persis spt Titin dulu, Yanti jg akhirnya minta ngurus rumah sendiri. Yg artinya gaji si tukang cuci tentu jd dia hak miliki. Eh kok ya masih di bawah gaji Titin dulu. Okelah. Kok ya kebetulan embak tukang cuci anaknya mulai masuk sekolah jd dia agak ribet. Akhirnya Yanti hanya sendiri. Dari pagi dia sdh bangun jam 4. Trus langsung nyalain mesin cuci. Sambil nyapu ngepel. Waktu gue bangun dia sdh siapin sarapan & bekal Aria (sesuai pesanan semalam). Trus hbs anak gue & gue berangkat, dia langsung muter beresin semua. Biasanya gue dulu harus minta dulu ke Titin untuk beresin kamar. Skrg dia yg nawarin, "Saya boleh beresin kamar ibu?" Dan beresin bener2 sampai kinclong. Kamar mandi akan dia gosok, semua kaca di lap, termasuk kolong2 disedot debunya. Ciamiiiiik....

Dia ini model yg nggak pernah numpuk kerjaan. Kalau dia lihat di tempat cucian piring ada gelas kotor sebiji, ya langsung dicuci. Waktu gue cuci mobil pun, dia dgn sigap langsung ambilin ember. "Mau saya bantuin?" Wis ga usah, kalau ini kan memang gue suka juga ngelus2 si kentang....

Pendek kata, Yanti ini mencerahkan sekali. Memang krn dia seharian muter2 aja ngerjain ini itu, malam tuh kelihatan sekali sangat kelelahan. Jadi jam 8 biasanya sdh disuruh tidur sama nyokap. Sebelumnya dia pasti siapin dulu keperluan mandi malam dan piyamanya Aria.

Gue merasakan bgt bedanya pulang kantor masuk kamar yg bersih dan anak yg sdh cimuk2 wangi. Paginya ga perlu terlalu horor, hanya gebah2 Aria saja tp sarapan & bekal sdh tinggal angkut. Wis enak tenaaaaan. 

Mudah2an sih Yanti ini awet juga dan baik2 saja. Sungguh deh. Ya Allah semoga ya. Amin.

Friday, July 06, 2012

The Magic of Genifique

Oke, ini bukan postingan iklan, bukan juga posting berbayar.... Ini adalah cermin pelanggan yg puas!! Haha....

Jadi, jalan2 tiap weekend sm Aria di area outdoor tiba2 mengingatkan fakta bahwa gue mulai tua. Jreng jreng. Mari nangis. Kenapa tua? Karena ternyata seiring bertambahnya usia, hormon ganggu pigmen di wajah. Harus mulai rajin pakai krim malam dan tentunya ga boleh lupa pakai krim wajah harian yang mengandung SPF 50. Demikian.

Padahal gue sampai seumur sekarang ga pernah telaten merawat wajah. Dandan paling sebulan sekali, kalau mau. Seringnya habis mandi ya udah gitu aja hehehe....

Akibat terlalu cuek main-main di luar, bbrp hari sesudahnya di sekitar hidung muncul vlek hitam. Masih cuek. Besoknya si hitam ini makin melebar. Jiaaaaahhh... akibatnya presentasi di Bandung dilakukan oleh si hidung belang. Ganggu bener.

Pulang dari Bandung langsung bongkar laci harta karun. Ingat2 waktu masih berjaya jadi pemred majalah kondang, kayaknya ada yg ngirimin gue krim wajah. Ternyata bener, ada 1 botol dan 3 cup pelembab wajah. Gue baca dengan teliti, ternyata hanya satu yang 'menjanjikan' peremajaan kulit lebih cepat. Genifique dari Lancome.

Sejak itu setiap habis mandi, gue rajin pakai si Genifique ini. Seluruh wajah diulas. Besoknya, niat pakai exfoliator & sabun muka Clinique. Ada juga suatu malam sebelum tidur pakai Mask SK-II. Pokoknya semua yang dulu pernah diantarkan, akhirnya dicoba juga. Gimana caranya agar si belang ini nggak melebar, sukur2 menipis.

Eh ya ampyuuuunnn... ternyata tok cer teman2. Dengan gembira gue kabarkan bahwa Genifique ini memang magic. Ada kandungan yang memang menstimulai gen supaya makin aktif regenerasi. Belum juga habis sebotol, si hitam sudah sangat tersamar. Optimis deh kayaknya bisa hilang total. Senangnya! Meski skrg sudah sangat tipis warna hitamnya, gue tetap pakai si Genifique ini. Yaaaa... kali2 aja setelah ini wajah gue jadi kinclong?

Setelah cek2 harganya ternyata nggak murah juga, setara uang sekolah Aria 2 bulan. Ahahahaha....pantes tokcer. Mahal cin! Ya udah, kalau habis... ya udah... wassalam aja. Yg penting pake pelembab SPF 50.

Friday, June 22, 2012

Tidak Berubah

Alhamdulillah ya Allah....

Seiring dgn keluarnya buku keroyokan The Single Moms, ada juga permintaan wawancara. Yg di Detikcom sudah tayang, menyebabkan bbrp orang yg sudah lama nggak ketemu jadi tiba2 contact lagi. Yg satu lagi akan tayang minggu depan, Diary Dave di Cosmopolitan FM.

Soal wawancaranya ya standard disko lah.... Hanya memang ternyata lucu ya, selama ini biasa mewawancara, skrg jadi narasumber. Kadang gemes juga sih sama pertanyaan. Hehehehe.... Tp tentu nggak boleh menyusahkan orang lain. Kalau ditanya, ya jawab. Kalau pertanyaan kurang oke, ada kan caranya spy bisa tetep dijawab dgn oke. Hihihi....

Beberapa pertanyaan mau nggak mau mengulik masa silam. Dan untungnya baik2 aja bisa dijawab kok. Yg justru tertahan lama di otak karena perlu diproses adalah pertanyaan: Apa yg berubah, dari dulu berdua, sekarang sendiri?

Terus terang, pertanyaan itu cukup membuat gue terdiam cukup lama. Iya ya. Apa bedanya?

Selain bahwa dulu bersuami dan sekarang tidak, rasanya kok nggak banyak yang berubah. Gue tetep bekerja di kantor (dan tetep di media), ke mana2 ya tetep nyetir sendiri (pake supir malah bikin darah tinggi, kudu ngeplaki), liburan tetep sering, tetep tinggal serumah sama Mama (meskipun secara de jure 'tetangga' tapi ya de facto rumahnya jadi satu kok... sharing kitchen... hehehe).

Jadi orangtua tunggal? Ya memang dari dulu juga tunggal. Aria lahir waktu gue sudah sendiri (meski secara resmi, surat cerai baru hadir setahun kemudian). Jadi otomatis gue nggak pernah merasakan mengurus anak berdua suami. Semua diputuskan sendiri dari awal. Soal dokter, sekolah, les ini itu... semua dikerjakan sendiri. Nggak pernah ada campur tangan ayahnya Aria. Bahkan seingat gue sudah 2 tahun terakhir ayah-anak itu nggak bertemu muka. Jadi orangtua tunggal adalah role gue sejak awal.

Secara finansial? Awal bercerai memang ada tunjangan ini itu yang (setelah dikejar macam debt collector) akan masuk ke rekening gue. Tapi sejak sekitar 3 tahun terakhir, kirim uang hanya setahun sekali waktu tahun ajaran baru (itu pun hrs minta dulu pakai emosi jiwa). Konsepnya: kalau nggak minta, nggak akan ada. Dan gue sering males minta. Memang, itu sebetulnya hak Aria yang seharusnya gue perjuangkan. Tp karena menurut gue emotional cost-nya akan sangat besar, ya sudah gue diam saja. Meskipun sama sekali tidak ikhlas, dan berencana suatu saat akan tetap datang bawa hitungan tahunan yg detail dan minta jatah (semoga angkatnya menarik, bisa buat travelling keliling dunia berdua sama si ganteng :D). Intinya, secara finansial ya cari sendiri. Persis seperti dulu. Mau ditabung mau dibelanjain mau dikasih ke orang... ya itu duit gue sendiri.

Kesepian? Harus diakui bahwa kesepian ini cukup jarang hadir. Selain krn ada keluarga yg selalu ceria, OmD was there since the beginning. Ke dokter, ambil rapot, liburan... beberapa kali dilakukan sama OmD.  Kalau ada apa2, misalnya gue perlu diskusi soal Aria atau soal kantor atau soal rumah atau kredit mobil atau hanya mau ngoceh aja, he is just a phone call away. Jadi alhamdulillah ya nggak kesepian tuh.

Kesimpulannya, bisa dibilang tidak ada perubahan yang signifikan yg gue rasa, dari dulu menikah dan skrg tidak menikah. It is really just a status. So, overall, I am so lucky. 

Friday, June 15, 2012

Ingin

Pengen banget sesuatu nih. Pengeeeeeen banget.

Thursday, May 31, 2012

Tulisan Lucu

Peristiwa sedih

Waktu itu aku sedang belajar tiba-tiba ibu  guru telepon halo kamu
Mendapat pelajaran sekolah dan pekerjaan sekolah dikumpulkan
19 mei 2012 oh tidak itu kan hari aku mempunyai banyak sekali pr

Ternyata pelajaran itu juga belum di ajarin tapi yang satu itu aku bisa
Akhirnya aku megengerjakan pekerjaan sekolah dulu

Semenit aku selesai mengerjakan pekerjaan itu tapi setelah mengerjakan itu aku sakit panas
Sehabis itu aku di bawa ke rumah sakit  kata dokter aku sakit panas

Karena pusing-pusing sama muntah terus ini harus di kasih obat dulu
Kalau tidak di kasih obat sekarang nanti mual dan muntah
Soalnya kalau mual dan muntah dia kasihan nanti malah lebih sakit
Kan kalau masih kecil bisa makin parah sakitnya bisa ngak masuk sekolah5
Hari.

akhirnya aku ngak masuk3 hari tapi aku lupa megerjakan prku
Aku lupa melihat kalender  ternyata ini tangal 19 mei
Soalnya temanku pada mengumpulkan prnya semua
Akhirnya aku dimarahin karena tidak mengumpulkan pr

 Makanya harus  mendengarkan guru menjelaskan tentang apa yang harus
Kita kerjakan.

                 

Karya: Aria
Kelas : 2b sd Cikal Harapan
     

Monday, May 28, 2012

Coba Katakan

Coba coba katakan kepadaku bahwa kita sedang berjalan
Menuju satu alasan
Janganlah kau katakan bila kita memang tak ada tujuan
Dari apa yang dijalankan

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Coba coba katakan kepadaku sekali lagi bila kita
Memang benar akan ke sana
Buktikan dan buat aku percaya bahwa kita bisa
Mewujudkan bahagia

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Ohh.. Oh.. Habis sudah semua rangkai kata
Telah terungkap semua yang ku rasa
Yang kuingin akhir yang bahagia

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa

Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka

Aku tak ingin terus terdiam memandangi harapan
Terlena akan manis cinta dan berujung kecewa
Aku tak ingin terus menunggu sesuatu yang tak pasti
Lebih baik kita menangis dan terluka hari ini

Yang ku inginkan satu tujuan
Sebuah kenyataan bukan impian
Bukan harapan bukan alasan
Satu kepastian

Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan
Coba katakan

(Maliq & D'Essentials) 

This is Real

Years ago someone gave me a very nice and fancy pen with my name on it, for my 17th birthday gift.

"Aku yakin suatu saat kamu akan jadi penulis," was written on the card.

I thought it was only a lip service, and later I lost the pen (yes I cried at the moment).

Now, when I see my book (even it is not my own, but with 3 other writers) on that new-arrival-shelf, I cannot help but reminiscing the day I received the gift.

And this is the message I got today: "I knew it, Budiana. I knew it since the beginning."

How lucky I am to be surrounded by lots of supporters. Alhamdulillah ya Allah.

Monday, May 21, 2012

Khusus untuk OmD

Liburan ke Bali

Saat aku di bali aku ke sebuah hotel
Dekat pantai aku bermain pasir dan air
Setelah itu aku mandi dengan bersih karena badanku kotor hi..hi.hihi
Aku tidur sambil mendengar suara ombak wus..wusss.......wus...
Besoknya aku sarapan aku makan ikan bandeng enak banget
Setelah itu siangnya aku piknik aku makan udang terus aku main bola pantai terus aku mencoba makanan khas bali
Terus pas di jalan menuju hotel aku tidur
Pas nyampai hotel sudah jam 18.00 aku lansung sholat maghirb
Setelah itu aku makan malam di kopitiam
Setelah itu aku tidur malam sambil mendengar suara ombak
Besoknya aku pulang ke rumah Dadah teman-teman dan kota bali

Karya: Aria
Kelas:2b
Buat: om Dery

Wednesday, May 09, 2012

Drama Si Embak

Wooosaaaahhh....

Memang di dunia ini tak ada yg abadi. Setelah sekitar 5 tahun merem urusan rumah (Aria), akhirnya goncang juga ini pertahanan garda belakang.

Jadi di rumah ada si mbak, namanya Titin. Dia ini dulunya hanya bertugas ngurusin Aria, waktu anak lanang itu umur 3 thn. Dia konon kabur dr majikannya yg lama krn dipukul dan nggak digaji. Melarikan diri ke rumah teman gue, trus pas di pengasuhnya Aria pulang krn mau kawin. Ya sudah, kutampunglah dgn Bismillah. Hanya tahu kalau dia dari Ciamis.

Ternyata dia cukup andal ngurusin Aria. Dan cepet sekali ngerti maunya gue. Jd pagi2 sblm gue ke kantor Aria akan sdh beres. Waktu gue pulang pun dia sdh beres. Cakep kan. Sampai waktu Aria sekolah. Dia jg yg nungguin. Trus waktu sudah nggak ditungguin, antar jemput ya tetep dia yg jalan. Bekal Aria bisa dipastikan sdh rapih tanpa gue repot. Paling dia hanya ingeti kalau adik perlu ini perlu itu. Titin jg cukup teratur soal jadwal2. Jd kapan bayar sekolah, bayar kumon, bayar jemputan, biasanya dia yg kasih reminder. Ibu hanya tinggal jadi kasir saja.

Trus sejak pindah ke BsD, di rumah yg semakin besar, Titin masih ikut. Dia makin andal krn lingkup kerjanya jg makin luas krn Aria kan makin besar. Sekolah Aria agak jauh dr rumah, kalau naik mobil bisa 20 menit. Titin ini bisa menelusuri jalur angkot ke sekolah, jd bisa hadir kalau dibutuhkan. Misalnya tiba2 Aria hrs datang ke sekolah sore (buat acara buka puasa), atau pulang lebih siang (krn latihan drumband atau taekwondo - duluuuu), Titin bisa antar-jemput. Jadwal ngurusin Aria masih sama: mandi pagi, siang, sore, malam. Siapin bekal sekolah dan makan siang & malam, krn Aria cukup picky, jarang sekali mau makan menu yg sama dgn yg lain. Dan harus fresh.

Suatu ketika bibik tukang cuci berhenti. Waktu nyokap berusaha cari gantinya, Titin mengajukan diri. "Sudah bu, saya saja yang kerjakan semuanya. Krn kalau adik ke sekolah, saya juga bengong, malah masuk angin." Okelah kalau begitu. Jadilah si Titin ini semacam buttler di rumah. Semua dia kerjakan. Tentu saja, gajinya berlipat. Akhir2, si papap jg order spy kamarnya dibersihkan, tentunya dgn insentif tambahan. Gaji terakhir Titin total Rp. 1.5 jt. Nendang kan?

Yg spektakuler adalah Titin bisa antar Aria dari BsD ke Pl Indonesia. Pernah suatu saat ada undangan Spongebob, yg pastinya Aria seneng kalau ikut. Tp krn pagi hrs sekolah, jd nyusul aja sore. "Berani, Tin?" gue agak ragu. Tp Titin mantep banget, "Berani, bu. Saya sudah pernah." Jadi dari rumah dia naik ojek ke terminal trnas BsD, naik trans Bsd sampai Ratu Plasa, trus naik transJ sampai Pl Indonesia. Ciamik.

Sejak itu, kalau ada acara di tengah kota pas jam kantor, gue nggak cemas lagi. Ada Titin. Nonton sirkus, nonton Gita Gutawa, dan macem2 lagi semua lancar berkat Titin. Gue hanya tinggal jemput mrk di Ratu Plasa atau Pl Indonesia, atau Fx.

Titin jg nampaknya cukup ceria ikut ke gue. Krn dia jd bisa nonton Disney on Ice (di kelas premium), ikut nonton konser, kadang ikut ke pesta2 yg ada artisnya :D Lumayan kan buat cerita2 sama temen2nya.... hahahaha.....

Krn Titin ini mau belajar, dia sempat gue suruh ikut kursus. Dari memasak atau salon, dia pilih bikin kue di bogasari. Trus setelahnya dia ikut juga kursus mengemudi! Kapan itu pulang ke Ciamis: bikin SIM A. Cakep kan. Trus dia pun gue suruh sekolah lagi. Sebenernya dia ini sudah lulus SMP. Tp krn sudah lama dan lupa, ya udah ulang lagi kejar paket B. Lulus SMP, skrg lagi ikut kejar paket C yg setingkat SMA. Dia sekolah hari sabtu atau minggu. Di hari2 itu biasanya dia bebas tugas krn Aria hanya mau sama ibu :p Sebenernya sih nggak libur resmi, tp yaaaaa kalau Titin mau main di sabtu atau minggu biasanya sih gue oke aja. Bosen juga kan liat dia terus.... Dan spy dia jg nggak edan di rumah terus.

Yang menyenangkan, Titin ini mirip2 gue: serba praktis dan simpel. Salah satunya, dia nggak mau pulang lebaran. Dia bilang, "Males, bu. Di jalan macet, ongkos bis mahal, sampai di kampung tabungan saya habis. Sudah saya di sini saja malah lebih seneng." Duh, gembiranya. Jd sejak tinggal di BsD, lebaran selalu diisi dgn open house. Ga cemas dong, krn ada Titin yg beres2 di belakang. Tentunya ada uang tambahan selain THR, belum lagi tamu2 gue suka juga ngasih tip lebaran. Tp bener deh, nggak rugi ngasih duit ke dia krn andal bgt dan disuruh apa aja lgs berangkat! Dan si pintar itu ngumpul2in duitnya smp bisa beli blackberry. Huhuuuuy.... makin lancar komunikasi. Kalau misalnya Aria perlu cat air mendadak buat besoknya, atau tiba2 disuruh bawa makanan sehat, Titin akan tinggal bbm jd gue bisa beli segera. Mantep.

Jadi semua lancar jaya, aman tentram damai, sampai dua minggu lalu, di hari Sabtu jam 9 malam. Gue yg udah mau tidur kaget ada yg mencet bel pintu. Tumben bener dan ga merasa janjian sama siapa2... ternyata di depan ada ibu2 sama anaknya yg sdh remaja.

"Ibu, maaf, di sini tempat kerjanya Titin Suprihatin?" katanya sopan banget.
"Iya." Gue udah mikir ada apa2 di Ciamis jangan2 nih....
"Bisa ketemu Titin?"
"Titin blm pulang."
"Boleh saya bicara dgn ibu?"

Masuklah dia. Dan berceritalah (Oh ya, sebelumnya Aria gue suruh ke kamar eyang, kok ya nurut lho anak itu.) Jadi ternyata oh ternyata....

"Saya Dini istrinya Akur, bu. Akur itu pacarnya Titin."

Bla bla bla bla....

Dan dari jendela ruang makan, gue lihat ada motor lewat, Titin di boncengan. Ibu itu tiba2 berdiri, buru2 (smp nabrak tempat cucian piring), trus ke depan. Karena ternyata Titin itu dibonceng si Akur kemplu bin nyebelin.

Gue hanya sempat lihat anaknya ibu itu rada2 nyolot ke Titin. Naluri nyonyah langsung keluar, sebelum tetangga pada keluar ngeliat adegan rumah petak di playhouse.

"Titin! Naik ke kamarmu. Kamu (gue tunjuk si anak), jangan teriak2 di rumah saya."

Gue sempet dengar Akur bicara "Kenapa sih kalian ini cari ribut aja kerjanya."

Trus si ibu gue suruh pulang. Gue bilang akan bantu dia beresin ini. Dan pulanglah si ibu dibonceng anaknya. Akur masih sempet pamit ke gue setelah anak bininya cap cus. "Maaf, bu," katanya.

Oh, FYI, Titin itu umurnya 24 dan Akur umurnya 54. Gubrak.

Karena sudah malam, gue ga kutak katik si Titin. Biar ajalah dia merenung dulu. Lagian kepala gue jd rasanya jadi berkonde. Kamseeeeee....

Malam itu, gue atur strategi, spy bisa ngomong sama Titin, Aria hrs diungsikan. Lha, si Papap kok kebetulan ada tugas ke Bali. Jd akhirnya Papacay hrs dihadirkan buat bawa anaknya jalan2 keliling kota spy ndak riwil.

Akhirnya terjadilah sesi interogasi. Titin ngakunya Akur itu sdh pisah rumah sm Dini. Jadi ya nggak merasa salah kalau dia 'berteman' sama Akur.

"Katanya kamu sdh kawin siri?"
"Belum, Ibu."
"Lho, Dini bilang kamu hamil...."
"Ya Allah, Ibu, saya ini masih perawan. Kalau Ibu nggak percaya, bisa divisum."

Intinya Titin mau sama Akur krn dia melihat sosok ayah yg selama ini nggak pernah dia punya. Baiklah.

Trus akhirnya cerita lengkap, termasuk soal ancaman2 Dini via sms. Ada yg mau membunuh, nyiram air keras, gebukin.... dll yg serem2. Haduuuuuhhh....

Yg gue takut tentunya kalau pas Titin sendiri di rumah. Atau pas dia hrs antar Aria ke mana2. Kalau ada apa2 dan kena anak gue, gimana? Amit2 jabang bayiiiii....

Akhirnya gue putuskan kalau Titin harus pindah dari Playhouse. Tp tentunya nggak bisa gue 'buang' gitu aja dong. Kasihan anak orang. Segera gue umumkan ke teman2 gue kalau ada ART ciamik. Mrk melihat hasilnya Aria yg cempluk begitu, jd tertarik. Akhirnya bbrp org hubungan sendiri sama Titin. Gue ajarin Titin milih2 tawaran. Dia pilih di Pejaten, ikut mbak seleb twitter yg juga single parent, gajinya 700rb. Yg mana setengah dr yg dia terima selama di Playhouse.

"Kenapa nggak ikut bu Marlina? Gajinya 900rb."
"Saya nggak bisa kerja rame2. Kalau di Pejaten, saya sendiri. Ngurusin anak hanya satu."

Good point.

Aria tentunya tanya kenapa Titin harus pindah. Dan dijelaskan bahwa ada orang jahat yg nggak suka sama mbak Titin, jadi sebaiknya Titin pindah rumah dulu krn kalau orang itu datang nanti malah bahaya. Nggak tau deh Aria paham apa nggak.
Titin bbrp kali gue pergokin nangis kalau nemenin Aria makan atau buat PR. Trus dia bbm: "Ibu, saya kalau kangen adik boleh main sini ya." Oalah kasihan....

Ya sudah. Sejak 2 minggu lalu Titin dijemput oleh keluarga baru itu. Minggu lalu pas lewat sana, sengaja gue tengokin. Dia kayaknya baik2 saja. Tp krn mrk tinggal di apartment, jd banyak barang2 Titin yg ditinggal di Playhouse. Nggak muat di tempat baru.

"Saya pengen balik ke ibu."
"Ya sudah nanti dipikir lagi kalau semua sudah tenang."

Aria: "Mbak Titin kamu kapan pulang?"

Kami mewek berjamaah.

Baiklah, skrg gue hrs hunting lagi nih cari embaaaaaaakkkk..... Di mana ya dapat yang sebaik ituuuuuu..... *nangis kejer*

Friday, March 30, 2012

Another Writing by Aria

Pemilihan Sahabat Pilihan

Hari ini aku ada pemilihan sahabat pilihan.
Pilihannya ada Yudha dan Nadine, ada laura dan Fariz.
Aku memilih Nadine dan yudha.
Ada kotak suara aku memasukkan kertas ke dalamnya dan ternyata yang dipilih sebagai sahabat pilihan adalah nadine dan yudha.
mereka senang sekali.
semua pada bertepuk tangan
Horeeeeeee
aku ingin sekali jadi sahabat pilihan.
Dan aku tidak memaksakan kehendak.
Tapi Fariz marah-marah tidak ada yang memilihnya.
Itu namanya memaksakan kehendak.
Semua pada memilih Yudha dan Nadine.
fariz memarahi notulis.


(Ini ulangan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tentang musyarawarah dan pemungutan suara. Anak2 disuruh memilih topik untuk melukiskan proses mencari mufakat. Gue ketawa waktu semalam baca tulisan ini. Ada pengaruh bahasa Jawa ya dari susunan kata2nya.)

Wednesday, March 28, 2012

Tulisan Aria

Ulang Tahun Alice

Hari ini aku ulang tahun yang ke sebelas (11). Ada balon, kado, kue, makanan dan teman-teman dan orang-orang berteriak surprise dan bertepuk tangan dan bernyanyi selamat ulang tahun.
Aku senang sekali dan aku melihat kue itu berisi keju ada topping stroberi coklat potongan keju dan susu.
Kue itu ibuku yang buat dan lilin dinyalakan.
Aku meniup lilin itu dan orang-orang bertepuk tangan lebih keras dan potong kue dan aku membagikan kue itu kepada teman-teman.
Kuenya enak kata teman-teman.
Aku membuka kado yang pertama isinya buku hadiah kedua isinya mainan.
Hari itu hari senin tanggal 5 tahun 2011 dan bulan april.
Semua orang bertepuk tangan horeeeeee.


(Ini gue salin dari kertas ulangan IPS Aria. Jadi dia disuruh menulis minimal 5 kalimat menjelaskan 1 gambar anak perempuan yang meniup lilin kue ulang tahun. Not bad utk anak kelas 2 SD kan? Nggak sia-sia ibunya jd pemred kan? Hahahahahaha)

Wednesday, March 14, 2012

Sudah Lama Tahu

Tadi malam setelah belajar bahasa Inggris sambil ngakak2 (duh semoga Aria nggak ketuker2 deh hapalan English verbs di ulangan hari ini), Aria pinjem iPad. Trus dia lgs masuk google dan youtube, cari2 tempat wisata yg dia pengen lihat minggu depan.

Wajahnya serius. Nyempluk. Lucu banget.

Gue: Dik, tahu nggak sih kalau aku sayang banget sama kamu?

Dia: (Liat gue, trus senyum2) Ah ibu, aku sudah tahu itu sejak lama (dgn nada sotoy)

Rasanya pengen gigit deh kalau udah gini.

Wednesday, March 07, 2012

Kangen Menulis

Okay... ini bulan keempat di kantor baru: sebuah grup media besar yang terkenal.

Do I like the job?

Gue masuk divisi yg khusus ngurusin majalah2. Ada 1 majalah print yg milik grup ini sama 1 majalah digital. Selebihnya adalah order dr pihak ketiga. Jangan sedih, akhirnya kok gue jd penjaga gawang 7 majalah? Sering deh kepala rasanya panaaaaas sekali apalagi kalau 7 majalah itu deadline bareng. Memang sih, yang bulanan hanya 1, lainnya ada yg dua bulanan, 6 mingguan, 3 bulanan, dan empat bulan sekali. Tapi ya tetep aja rusuh.

Bulan pertama gue masih ambisius, mau membaca semua artikel2 yang masuk. Apalagi sering gue temui ada kesalahan typo. Tapi lama2 kok jd mau gila ya. Jadi skrg gue serahkan pd yg sdh agak senior. Terserah deh mau diapain, gue hanya lihat finalnya. Kadang mmg gue merasa bisa lebih bagus lagi kalau gue ikutan sejak awal. Tapi sudahlah... nggak hrs melakukan semuanya dong. Apalagi krn selain mengurusi prosesnya, gue jg dilibatkan untuk urusan2 pitching bareng tim bisnis.

Oh ya, seringkali klien seneng trus nambah produk. Dari mulai hanya majalah, tambah buku lalu tambah majalah digital. Dari kacamata anak bisnis sih ini sukses besar, tp dr gue yg ngurusin produksi....kalau ada klien yg 'melebar' gini kok malah berasa mau operasi caesar....

Dari segi pekerjaan, gue banyak sekali belajar hal-hal baru. Trus ketemunya jg sama orang2 yg berbeda dr zaman gue dulu di majalah lifestyle. Jadi overall cukup menyenangkan. Tapi pekerjaan yang skrg ini sangat sangat sangat time consuming. Selain gue seringkali pulang lebih malah dari seharusnya, gue jd nggak punya waktu untuk menulis dengan tenang. Menulis? Cis... selama di sini dan pegang 7 majalah, gue baru nulis 2 kali. Blog ini aja dicuekin sekian lama....

Tanpa gue sadar, menulis itu sdh jadi kebutuhan. Dan krn gue sgt sensitif thd kata dan tanda baca, kalau tulisannya nggak bagus, gue pasti sedih. Hiks. Jadi akhirnya gue punya sejuta alasan untuk nggak nulis, dan akhirnya sutris.

Ini yg membuat gue berpikir tentang pilihan pekerjaan ini.

Tuesday, January 03, 2012

Menularkan Jawa

Gue adalah perempuan Jawa yg sangat bangga pada kejawaan gue. Gue tidak pernah nutupin kejawaan ini, apalagi kalau lagi ngomong. Bahkan omong bahasa Inggris (and I speak the language fluently), dalam aksen Jawa yg kata temen2 di Amerika dulu 'unique English' hahaha.... Yg agak susah adalah kalau ngomong Cina. Yg mana gue sudah nggak lancar, ngomong Cina dgn lidah jawa yg 'berat' lebih banyak kacaunya krn bahasa Cina itu berkesan ringan & tipis.

Krn sangat jawa inilah gue msh memendam cita2 buat tinggal di Semarang atau Surabaya (atau Malang), spy Aria bisa belajar bahasa Jawa di sekolah. Duuuuhhh.... Pengen banget!

Di kantor, gue akan ngomong Jawa dgn semua orang. hahahahaha.... Kalau yg diajak omong ngerti, akan nyaut dlm bahasa Jawa, jadilah spt nggak di Jakarta. Hahahaha.... Meskipun nggak ngerti, beberapa org mulai ketularan ngomong Jawa. Terutama utk kata2 yg sederhana spt terima kasih, apa, mana... lucu deh.

Yg paling gemes adalah kalau OmD mulai ikutan ketularan. Hihihi... lucu banget.

Ayo sini siapa yg mau ditulari boso jowo?

Friday, December 30, 2011

Homework

Someone collected my old tweets and sent it to OmD. It won't cost me anything if OmD is a guy from what I like to call "my world". But unfortunately (or fortunately? Still need to be clarified :p) he is not. And because he is "a very special edition", he reacted differently than other people I knew.

Sebenernya, di antara gue gemes sama identitas pengirim yg pastinya kamse, ada satu yg bisa gue lihat dlm hal ini. Bahwa ga bakalan ada hubungan yg awet, langgeng, tahan banting, kalau di dalamnya nggak ada kepercayaan. Yg terjadi skrg adalah, OmD berusaha membuat gue keluar dari sebuah ruangan yg gue nyaman berada di dalamnya. Dan itu jd nggak sehat ketika gue mulai merasa dipaksa. Akhirnya dia menganggap gue keras kepala, dan gue pun melihat dia nggak mau mengerti. Seharusnya dia percaya bahwa gue tdk akan bermaksud jelek, dan seharusnya gue juga percaya bahwa OmD melakukan yg dia lakukan krn sayang sama gue.

Lagi-lagi, PR buat kita berdua adalah membangun kepercayaan. Bahwa sebetulnya tujuan kita kan satu. Dan sama. Kalaupun gue pilih jalan yang jauuuuuh... atau dia mau naik becak saja, yang penting kan ke sana ya. Tapi ya itu, namanya juga PR, belum kelar. Kalau sudah selesai pasti kami berdua naik kelas. Amin.

Yg jelas, gue tidak merasa perlu mengklarifikasi apa2 ke OmD soal twit ini itu, krn itu kan di twitter yaaaa.... itu dibaca oleh sebanyak follower gue. Jadi kalau gue berniat jelek, misalnya mau selingkuh atau apa, ya nggak akan ada di situ kaliiiii....

Tuesday, December 27, 2011

Selamat Datang, Mobil Kentang

Duluuuuu, waktu Aria masih lebih kecil, kami berdua sering gambar2 sama2. Jd nggelar kertas besar di lantai, trus gambar bareng. Karena dia cowok, jadi sering gambar jalan yg penuh mobil2. Seneng jg gambarnya krn mobil itu bisa diwarnai. Nah, krn gue nggak pinter gambar, jadilah mobil2 karya gue selalu buntek dan gendut cimuk2. Smp suatu kali Aria bilang: Ibu gambar mobil kok seperti kentang. Hahahaha....

Sejak itu, semua city car dia sebut sbg mobil-kentang :D

Nah, kemarin ini selama hampir 2 thn, mobil cop gue adalah Toyota Rush yg jauh sekali dr postur kentang. Sementara pemred lain pakai Honda Jazz yg semi2 kentang gitu kan.... Aria tanya2 jg kenapa ibu nggak dapat mobil kentang? Tp dia sih seneng2 aja yg penting bisa jalan2. Gue? Seneng pakai Rush krn tinggi dan besar. Jd agak sedih waktu dia hrs dikembalikan. Lebih sedih lagi krn sejak itu hrs ke mana2 naik taksi. Bangkrut.

Sdh ancang2 ambil mobil. Dan itung2 uang tabungan, cukuplah buat nyicil mobil-kentang Nissan March. Sayangnya, pas sdh mulai ngantor, kreditnya blm keluar. Wuaaaahhh... nangis deh tiap hari Bsd-Kedoya-Bsd naik taksi. Sdh diakali pakai taksi tarif lama jg masih nangis. Mau ngirit pakai trans BsD tp kok ribet jd banyak cerewet. Halah... sudahlah.

Akhirnya, setelah 20 hari bangkrut total krn naik taksi, hari Sabtu kemarin datanglah si Marchy. Ini ya, mobil yg dibeli lewat telepon. Semacam online shopping begitu. Hahahaha.... Sales-nya smp bingung. Tp dia jg seneng krn gue sbg pembeli nggak ribet.

Jadi ceritanya, Nissan March itu tentu sdh gue lihat di sebuah dealer. Nah, krn tahu bhw tiap dealer punya kebijakan sendiri2 (bocoran dr org dalem), jadilah gue "belanja" diskon. Jd setelah jelas mau beli apa, skrg tinggal nentuin belinya di dealer mana. Dan itu tergantung seberapa untungnya gue kalau beli di dealer itu.

Nah, ada satu hari yg gue dedikasikan untuk telpon ke bbrp dealer Nissan di Jkt & Tangerang. Tanya: mrk punya program apa utk March. Nah, lucu nih, keuntungan gue tergantung si penerima telepon. Kalau yg terima kroco, sblm ngasih diskon atau bonus, dia akan minta waktu dulu diskusi sm bos-nya. Klu yg nerima bos, santai aja dia lgs sebutin bonus ini itu dan diskon ini itu. Yg gue jg tahu, Nissan pernah ngasih diskon smp 8jt. Tp paketnya sdh berakhir sih.

Rejeki memang sdh diatur. Waktu nelpon Nissan BsD, yg ngangkat masih trainee, jd diskon dia naikin sejuta tiap sejam krn dia hrs tanya bos-nya dulu dan telp gue balik. Mentok di cash back 5jt tambah kaca film. Nissan Puri, dia awalnya lgs ngasih diskon besar, tp lalu dia spt nggak percaya ada org yg mau beli mobil lewat telepon. Jd dia berusaha spy gue datang ke showroom dulu. Halah. Itu pun dia mentok di 6jt tambah kaca film dan GPS (yg mana akhirnya gue tahu GPS ini bonus dr Nissan Pusat). Nah, rejeki di Nissan Bintaro, mbak-nya (namanya Maya) sdh pengalaman. Tok cer bener, di telpon ke 3, dia kasih cash back 7jt (khusus utk yg warna hitam), bonus talang air, kaca film, karpet dasar, plus GPS hadiah dr Nissan. Nah... ciamik kaaaaaannnn.... Knp warna hitam? Krn diskon sebesar itu hanya utk yg ready stock. Dan yg ada hanya hitam. Kalau mau pilih warna lain, diskon "hanya" 5jt.

Trus serunya lagi si mbak Maya ini bisa ngasih tau bank2 yg kreditnya menarik, selain BCA yg mmg kerjasama dgn Nissan mana pun jd lebih cepet prosesnya. Dan tnyt dia pun teman baik sm Sofyan yg urus kredit gue di Niaga Syariah. Si Niaga ini cicilan per bulannya lbh rendah sekitar 300rb dibanding bank lain. Kurang beruntung apa gue?

Akhirnya transaksi dilanjutkan oleh Sofyan dan Maya langsung. Madam tinggal duduk di rumah (atau di kantor), tandatangan paperwork, dan mobil diantar. Sumpah ya, nggak pernah sekalipun tahu yg mana dan di mana lokasi Nissan Bintaro dan di mana Niaga Syariah Victoria Fatmawati. Bismillah, krn memang ga bakalan sempat ke sana sini, semoga lancar. Hanya mmg perlu cek dulu kalau sdh harus urusan bayar2, dan harus lwt bank ke rekening perusahaan (cek dulu ke Nissan pusat -lwt telpon juga :D) krn kalau tnyt Maya atau Sofyan kemplu, kan kelar hidup gue.

Alhamdulillah semua lancar.

Jadilah sabtu kemarin mobil itu datang dgn manis. Menutup senja dgn gemilang, there came my first mobil-kentang, the beautiful one. Jd skrg langsung dipakai ke kantor. Cuuuusssss.... Senang!

Thank you for the one and only who helps me with everything. You know who you are.

Monday, December 19, 2011

Marvelous Weekend

Ya, skrg gue di kantor baru. Yg begitu deh suasananya :D Nggak mau cerita banyak2 dulu deh skrg. Tp ada saat rasanya suntuuuuk bgt. Dan di tengah keresahan itu, tiba2 OmD tanya: Mau nggak spending weekend di KL?

Wuaaaaahhh.... Ya mau. Yg penting hanya mau leyeh2, nggak harus mikirin kerjaan. Biarpun bawa laptop, tp kalau nggak pengen ya dicuekin aja. Trus tnyt rusuh lagi krn OmD jg lagi sering ke Cina. Hadoooooh.... Lemes lagi.

Tahu2 minggu lalu OmD bbm kalau bakalan ada di KL, hari sabtu malam akan mendarat. Lha? "Terbang ke sini hari Sabtu, Senin balik Jkt dan langsung ke kantor, gimana?" katanya. Oke juga.... Langsung dong cari tiket dan hotel. Air Asia satu2nya harapan krn jadwalnya persis spt yg dimau. Hotel milih Hilton. Biar nggak susah kalau ke mana2 krn dkt stasiun kereta. Cihuuuuuyyyy....

Cek juga dulu ding, Aria ada jadwal apa. Bisa ngamuk kan dia kalau tahu ibunya nyari2 me time.... Tnyt hari Sabtu pagi ada acara kemah pramuka di sekolah. Trus malamnya diajak nginep di Morrisey sm Papap. Horeeeee!!!!! Lancar jaya!

Akhirnya Sabtu kemarin stlh drop Aria di sekolah, gue ke bandara. K Terminal 3, yg plg oke di Soekarno Hatta :p Tetep lho nggak ngerti sm para petugas imigrasi. Jd di depan gue ada org Inggris yg mau pulang ke negaranya. Kan statusnya dia sdh mau keluar dr Indonesia ya. Dgn surat2 lengkap pula, tp msh disusah2in krn dia menghilangkan kartu kedatangan. Oalaaaah.... Ade ape? Gimana gue nggak curiga org2 imigrasi itu mau main duit?

Trus kejadian Air asia delay 1 jam. Haiiiissss.... Tp ya rada nggak peduli krn OmD toh br mendarat malem juga kan. Jd tenang2 sajalah. Sampai di KLCCT jam 3. Baru tahu jg kalau imigrasi Malaysia skrg makin gampang. Nggak pakai arrival card segala macem... lgs cuuuussss ke imigration counter. Ditanya tiket pulang, gue cuma nunjukin email dr air asia dan agoda utk hotel. Beres. Bahkan mrk nggak minta cap jari. Hihihihi.... Mungkin krn paspor gue jg sdh cukup banyak sih cap imigrasi Malaysia. Gara2 OmD....

Sebenernya OmD nyuruh naik taksi aja ke Hilton, dr airport. Tp dipikir2, ngapain buru2 ya.... wong OmD jg blm hadir? Jd gue pilih naik citybus. 9 RM saja.... Jalannya memang lumayan pelan... hahahaha.... Smp KL Sentral jam 5.30. Wooooh... lamanya. Pantesan laper. Jd sblm ke hotel, mampir dulu beli makanan biar nggak pingsan.

Kelar urusan check in dkk.... masih sore. Ya udahlah drpada bengong, mari nyemplung kolam renang. Tnyt kolamnya jd satu sm Le Meridien yg di sebelahnya. Trus baru sadar jg kalau bangungan Hilton & Le Mer tuh sama persis. Halaaaah... knp jd kembaran gitu ya.

Lumayan jg berenang bolak balik bbrp kali, pas smp di atas dpt sms kalau OmD sdh mendarat. Asyiiiik. Kalau naik kereta cepat, artinya sekitar 40 menit akan smp di KL Sentral. Cihuuuuy.... Suasana langka lho, gue bisa "jemput" OmD :p

Dan janjian mau ketemu di Secret Recipe, sekalian makan malam. How romantic.... ihiy!

Kesampaian juga weekend sama2 OmD. Nggak ada kerjaan lain kecuali ngobrol dan leyeh2. OmD sih kadang2 ttp buka laptop, dikejar kerja teruuuuuus... non stop. Kalau sdh gitu, gue berenang... hahahaha....

Nyobain makan nasi daun pisang di Bangsar yg konon hits. Hehehe.... Sorry ya OmD, stlh dipikir ulang kok kayaknya gue nggak pengen balik ke sana. Ahahahaha... Gimanaaaa gitu rasanya makan nasi templok2 di daun.... Tp yaaa tetep itu pengalaman baru yg lucu.

Malam itu ada org yg tanya ke kami, "Are you local? Because if you are, I am so glad to see local people holding hands in public." Dan ketika kami menggeleng, dia spt kecewa. Lhadalah... tnyt menurut OmD, di Malaysia ada semacam hukum tak tertulis, yg membuat mrk jd spt terkotak antaretnis. Jd kalau ada org lokal wajah melayu (spt gue) gandengan dgn wajah cina (spt OmD), pasti jd aneh. Oalah... kasihan yaaaa....

Anyway, it was indeed a marvelous weekend. Balik ke Jkt meskipun segar gembira, tp jd tambah kangen eh sm si om. Piye to ikiiii.....

Thursday, December 01, 2011

Selamanya Diva

Semalam nonton konser Vina.

Beneran nggak nyangka mau nonton konser itu, krn sudah resign dr GH 2 minggu lalu. Dan tnyt pula kemarin sudah di kantor baru (sdh sejak senin sih disuruh ngantor). Mana waktu itu sempat woro2 di disdus ada diskon tiket, tp trus batal beli. Ya sudah, lurus2 aja.

Nah, ternyata siang jam 3 dikasih tahu kalau ada tiket buat gue, di kelas silver, dibawa sm pemred Fitness, cicik Santi. Wooooh... senang sekali hatiku.

Berhubung kantor baru di Kedoya rasanya jauh bener dr pusat kota, jam 5 lebih sudah siap2 mau cuuuussss.... Mbak Santi juga segera berangkat dr kantornya. Konser di Balai Kartini. Gue naik taksi smp sana kok orang2 malah ramainya di belakang ya? Oalah, ternyata Vina tuh tempatnya di hall pameran yg belakang! Astaga... agak aneh krn pilihan tempatnya busuk.

Ketemu banyak orang yg memang seumuran hehehehe.... kelihatan deh generasinya. Lucunya, ternyata papap juga nonton. Lumayan deh gue ada tebengan pulang kan yaaaaa....

Ternyata oh ternyata, tiket gue untuk duduk di belakang bo! Hadooooh... panggung spt semut. Nggak tampak apa2! Dan juaranya adalah: sound system yg katro. Dari belakang nggak kedengeran tuh nyanyiannya. Lawak, krn ternyata nggak ada speaker sama sekali di belakang. Halaaaaah... ini pasti EO-nya kebanyakan ambil untung.

Jadilah kocak krn yg di belakang banyak penggemar sejati. Yg hapal lagu2 Vina dr jaman jebot. Yuk. Jadi akhirnya kami nyanyi2 sendiri. Kadang2 diplesetin lah itu syair lagu. Hahahahahaahahaha..... Gombal.

Vina pun akhirnya tahu kalau di belakang ada yg ga bener sama sound system. Jd ada satu sesi dia bela2in jalan jauuuuuh turun panggung dan naik ke belakang. Juara kan? Dan dia lgs kacau nyanyinya waktu di belakang krn ga denger apa2. Wis... slamet deh pasti EO-nya (Hedi Yunus) bakal dicincang! Sukurin.

Gue sempat nonton konser Vina yg thn 2006 (atau 2007?), yg sangat bagus dan keren. Dan semua orang sing along dengan gembira. Ini kok beda banget sih. Wis lah. Elek pokoke.

Tapi memang Vina tuh juara sih ya, ttp aja org2 nungguin smp selesai dia konser. Dia memang cocok dibilang sbg diva.