Monday, May 09, 2011

Kerja

Tiba2 kok pengen sekali bisa bergabung sama tim Kick Andy Magazine? Duh... semoga ada caranya. Amin.

Wednesday, April 06, 2011

If... Only If....

If you really mean what you said to me
And you got to have me in your life
If I'm all you need, all you'll ever need
Starting with tonight

If you're ready now, if you have no doubt
And your love for me is something that you're
Really sure about
And you couldn't live without

If you're serious
If you wanna make it last
If you're serious
Then this is all I ask
Just believe in us
All we have to do is try
If you're serious
So am I

If you wanted this, like I wanted this
And you cannot wait any longer
And this means to you what it means to me
Oh, baby

Then I'm ready now and I have no doubt
My love for you is something that I am
Really sure about
And I couldn't live without

If you're serious
If you wanna make it last
If you're serious
Then this is all I ask
Believe in us
All we have to do is try
If you're serious
So am I

Still some nights I lie awake and wonder
How we're ever gonna make it
And I think a lot about how much it's gonna take
And I think about how much we had each day

If you're serious
If you wanna make it last
If you're serious
Then this is all I ask

Just believe in us
All we have to do is try
If you're serious, baby
So am I

Oh if you're serious
So am I

(If You're Serious by Riff)

Friday, April 01, 2011

Dia atau Bukan Dia?

Mengejutkan bahwa pikiran melakukan poligami ada di benaknya. Mestinya usaha poligami pertama gagal, krn ada yg nggak setuju. Tapi baru saja gue spt melihat petunjuk mengerikan. Bahwa akhirnya dia poligami juga. Ini semua memang masih spt puzzle, yg perlu disatukan kepingan2nya supaya jelas gambarnya.

Buat gue memang nggak penting karena secara hukum, tidak ada lagi ikatan di antara kita.

Gue hanya agak cemas kalau ternyata Aria punya banyak saudara tanpa dia ketahui.

Thursday, March 31, 2011

Tukang Bohong

Kenapa ya gue tidak pernah bisa tidak punya teman yg pembohong?

Sebutlah skrg ini dia sebagai Y. Orangnya pede sejuta. Kalau baru kenal pasti kesannya pinter ngomong dan ramah dan manis. Pokoknya juara. Yg membuat gue waktu dikasih tahu kalau dia pernah menggelapkan uang, trus mengernyit 'masak sih dia begitu?'

Dia blm lama bergabung di kantor ini. Dan kenyataan bahwa dia 'dibajak' tentunya menunjukkan kualitas dia dong? Dulu sih harapan terhadap dia cukup tinggi, krn dia selalu optimis dan bisa menularkan optimisme ke sekitarnya.

Krn hubungan kerja kita yg dekat, akhirnya dia jd nempel2 tuh sama gue. Dan bbrp kali dia gue denger ngenalin gue sbg 'sahabatnya'. Ok deh kakak. Nggak apa2 juga sih....

Suatu ketika dia pernah bilang bhw dia prihatin setiap lihat Aria. Krn anak gue menurutnya persis spt dia dulu: ditinggal ayahnya. Lalu dia cerita soal kesedihan2 sejak bapaknya kepincut sama perempuan salon dan meninggalkan ibunya yg lalu depresi. Trus bapaknya yg tadinya punya perusahaan ini itu jadi bangkrut, sampai skrg suka tiba2 sms minta uang ke dia. Menyedihkan bener....

Cerita hidup susah ini masih panjaaaaaang.... Di dalamnya termasuk petualangan cinta yg membuat gue nyengir krn ngeriiiiii....

Spt biasa gue setengah nggak peduli dgn yg kayak gini2. Ya terserah saja deh, apa pun, itu kan hidup dia ya....

Hanya yg agak mengganggu adalah dia spt haus afirmasi. Jd dia memakai bbrp org di kantor ini sbg 'bukti' bahwa dia hits & top. Huh. Masih terserah sih, tp kalau trus dia sok2 hidup wah, pdh tiap bulan selalu ngejogrok di depan gue dgn cerita kesulitan keuangan... kan males ya? Masak hari ini ngaku nggak punya duit, tahu2 minggu depan liburan ke Belitung? Semprul.

Trus dia suka sok ngajak2 makan di sana sini... waktu bayar2an tiba2 diem aja nggak ikut patungan. Idiiiiih.

Makin lama makin terlihat bahwa tong kosong nyaring bunyinya. Setelah urusan keuangan personal yg amburadul, ini anak kok ga ada hasilnya buat kerjaan ya? Makin hari target makin jauh dr tercapai. Sayangnya, bukan wewenang gue buat menegur. Gue hanya bisa ngasih masukan. Tp deg2an juga kalau target meleset melulu, kasihan dong anak2 gue bisa2 ga dpt bonus tahunan.

Dan... makin hari kok makin banyak omongan dia yg nggak konsisten. Bahwa sekali kamu berbohong, kamu harus berbohong terus. Ya kan? Dan dia suka lupa kalau dia sdh berbohong. Sekali ngomong gitu, berikutnya ngomong gini. He?

Terakhir yg menggemparkan adalah kasus uang dgn kantor. Katanya, dia mengaburkan data pemasukan kantor dari kegiatan tahunan. Jumlahnya dari ratusan ribu sampai sekian juta. Setelah dihitung.... total ada 24 jt yg hrs dia kembalikan.

Waktu gue tanya ke dia soal ini, dia bisa mengarang cerita yg masuk akal soal asistennya (yg skrg sdh resign) yg menyebabkan ini terjadi. Tp somehow gue tdk percaya.... Hmm....

Dia ini seperti hidup dalam ilusi. Yg jadinya mirip2 spt cerita dongeng.

Padahal... kemungkinan besar sih dia berbohong. Medeni.

Wednesday, March 23, 2011

Rumah Kami

Ini mungkin bisa dibilang posting lanjutan dari yg sebelumnya.

Setelah open house hari sabtu kemarin... banyak komen soal rumah yg gue dengar atau baca. Sebelum open house, papap sempat posted a note di FB, ttg kecemasan dia soal komentar orang2. Yaaaa... gue sih ngerti kecemasan dia. Mungkin sama spt mules2nya gue kalau majalah mau terbit :)

Banyak memang komentar ttg rumah. Ada yg bilang bagus. Ada yg bilang sbg rumah berdesain biasa tapi krn punya prosotan jd bagus. Atau: rumah yg nggak jelas, krn warnanya abu2. Ada yg memuji desain rumahnya bagus tapi nggak ramah anak2. Ada yg mengritik bahannya (full concrete) yg mahal dan panas. Dll....

Buat gue yg tinggal di dalamnya... gue kok nggak peduli dgn komen2 itu :D

Rumah itu tetap akan menjadi rumah yg terbagus buat gue. Just for a simple reason: because it is my house, our home.

Dan memang, gue spt papap yg memaknai rumah itu bukan krn prosotannya atau krn atap betonnya, tp karena kejadian tiap hari yg ada di bawah atapnya. Bahkan sebelum rumah itu dihuni, sdh banyak kejadian yg tersimpan di memori.

Siapa yg tahu kalau dapur dibangun dgn mas kawin gue? Lalu tiba2 ada yg ngasih 'kado' lantai marmer. Di tengah2 pembangunan mau selesai, uang habis... dan gue merelakan beberapa perhiasan masuk toko emas cikini. Pinjaman lunak (dipresto, digiling, diayak.... sampai halus banget... love you, dear....) dari OmD tentu nggak boleh dilupakan juga, krn kalau nggak ada itu, ruang baca, kamar mandi gue & kamar Aria bisa2 nggak jadi. Dan banyak sekali hal2 semacam itu yg dulu bikin tekanan darah jd tinggi, skrg alhamdulillah sdh berlalu.

Rumah itu menjadi rumah yg terbagus, setelah melalui 'perjuangan' membangunnya. Krn kami bukan keluarga kaya yg dpt warisan kebun kelapa sawit atau tambang batubara. Jd semua yg ada di situ betul2 sdh maksimal bener :p

Rumah itu tetap menjadi yg terbagus krn di dalamnya gue melihat Aria tumbuh. Rumah itu menyaksikan jutaan pelukan dan ciuman yg terjadi antara gue dan Aria. Merekam interaksi istimewa antara Aria & eyang. Dan menandai hubungan tom & jerry antara Aria & papap. Pintu kamar rumah itu jadi jalan surat2 Aria, salah satunya bertuliskan: semoga ibu sembuh, waktu gue sakit dan dia nggak bisa tidur sama gue. Gue selalu kangen momen2 wajah Aria nongol di jendela, waktu gue di kamar dan dia pengen gangguin gue.

Dgn segala kelebihan dan kekurangannya, rumah itu akan selalu menjadi yang terbagus buat kami yg tinggal di dalamnya.

Thursday, March 17, 2011

Our House.... The House

Waktu dulu beli rumah di BsD... membayangkan suatu saat akan tinggal di rumah mungil berdua dgn Aria. Makanya sengaja cari rumah cluster, yg pakai satpam di gerbangnya, spy nggak perlu cemas kalau misalnya ninggalin Aria waktu gue kerja. Rencana yg mantap.

Suatu ketika, Papap pulang for good, berhasil mencairkan uang asuransi dia di Singapura. Trus, dia lihat tanah di sebelah rumah, masih available. Dia beli. Bayangan gue langsung makin manis... tinggal di rumah mungil dgn halaman maha luas. Di sudut. Ciamik.

Ternyata, ketika ide pindah rumah keluar pas Aria masuk SD (biar pas gitu), tahu2 eyang goncang. Ya sdh kebayang sih akan sulit buat eyang lepas dr berlian cimuk, tp nggak kebayang bhw akhirnya.... eyang memutuskan jual rumah dan ikut pindah! Hahahahaha.... Jd eyang jual rumah, ngasih uangnya ke Papap, suruh bangun rumah di kavling sebelah. He? Pdh waktu itu sdh 6 bln lagi sblm tahun ajaran baru. Dan Aria blm SD jg sih. Aneh lah pokoke.

Akhirnya malah lucu krn tiba2 rumah eyang laku pdh rumah BSD blm siap huni. Halaaaah.... jadilah ngontrak dulu hampir setahun.

Iyaaaa.... Papap mana mungkin bangun rumah 'biasa'. Mustahil. Yg ada dia bongkar rumah gue, dia sisakan HANYA sepotong closet duduk di tempat semula. Yg lain dia bongkar. Habis. Musnahlah rumahku....

"Kamu harus punya rumah yg bagus," kata Papap waktu gue komplen kok rumah gue ikut diambrukin. "Rumah ini akan masuk banyak majalah dan dibicarakan."

Dasar khayalan arsitek. Sak karepmu.

Gue masih inget waktu proses gambar rumah, spt biasa Aria ikut cawe2, trus dia bilang, "Aku mau prosotan. Aku mau prosotan. Jd kalau pagi2 mobil jemputan sekolah datang, aku bisa merosot spy cepet turun dr kamarku."

Daaaaan... prosotan itu terwujudlah. Dr lt.2 ke lt.1. Dibuat dr beton solid. Yg makan semen entah berapa karung. Sempat bongkar pasang bbrp kali krn nggak sesuai dgn keinginan prosotan silinder. Akhirnya jadi juga.

Terus terang, rumah dgn prosotan solid ini memang ajaib bentuknya. Selain semua dibuat dr beton, termasuk atap pun beton, desainnya malu2. Jd di depan nggak ada jendela besar, tp di belakang kaca semua jd 'bolong' dan terang benderang. Prosotan dr luar rumah akan kelihatan seperti silinder nggak jelas. Sama Papap, di bawahnya dibangun kolam ikan yg lebar banget, jd pantulan silinder nggak jelas ini akan seksi sekali di atas air. Hmmm... daya khayal yang mantap!

Sakin banyaknya semen dan besi yg dipakai utk rumah ini...jg kamar krn 4 kamar mandi dan 2 dapur artinya pengeluaran yg luar biasa.... tabungan gue dan Papap ludes. Beneran duit habis bis bis... sampai skrg blm bisa bikin lemari. Hehehehehe.... Babak belur deh pokoknya. Sisa tabungan gue hanya bisa buat beli ranjang & kasur ukuran queen plus AC. Bahkan kamar Aria pun blm jadi tuh sampai skrg. Alon alon asal kelakon.

Sejak pindah ke rumah itu setahun lalu.... rumah itu sdh bbrp kali jd 'objek wisata' :D Bbrp mahasiswa sering dateng di sabtu atau minggu, utk lihat2. Kadang2 ada org lihat dr google 'Play House' trus telp Papap, diajak mampir. Rumah sdh dimuat di bbrp majalah, terakhir jd cover GriyaAsri. Hampir semua majalah arsitektur memuatnya. Entah dari sisi Aboday, sang arsitek, atau dr rumahnya sendiri. Pokok bahasan apa lagi kalau bukan si prosotan gembira. Oh ya, rumah jg berhasil dpt penghargaan di London, trus masuk dalam buku Exceptional Dwelling. Ada satu fotografer arsitek, Iwan Baahn -semoga ga salah tulis namanya, yg dateng khusus utk motret rumah bsd. Imelda Akmal si penulis arsitektur populer itu sdh bbrp kali datang ke rumah....

Yg seru.... Sabtu besok rumah itu jd objek tinjauan (katanya) 100 arsitek anggota IAI. Saking banyaknya yg mau dateng, sampai ada EO yg khusus mengurus mrk. Dan akhirnya diputuskan mobil2 tdk boleh masuk cluster, silakan parkir di lapangan lalu jalan kaki. Hahahahaha.... kayaknya lucu jg ya kalau gue ngojek... 5000 per orang, kali 100. Nah.... yuuuuuk.... hahahaha....

Mbuh wis.

Kemarin ditawarin, kalau mau, keluarga pindah sementara ke hotel spy nggak terganggu. Tp kayaknya gue mau ambil duit hotelnya aja... buat jalan2 sama Aria. Hore....

Yg jelas.... kesampaian cita2 Papap bikin a famous house. Khayalan itu jadi nyata. He must be proud of it. And we are proud of him, definitely.

Monday, March 14, 2011

Di Mana Bumi Dipijak....

Sejak akhir tahun lalu, ada anggota baru di kantor. Yg tiba2 datang dan menduduki posisi penting. Eh, nggak tahu ya penting apa nggak, yg jelas posisi ini tiba2 ada krn dia datang. Atau dia di-hire krn mau ada department ini? Nggak jelas. Yg pasti, kehadiran si mbakyu ini membuat heboh.

Pertama, krn banyak org tahu di 'negara' tempat dia dulu kerja, dia termasuk 'yg dibuang.' Dr yg awalnya pejabat, trus digeser... digeser... digeser... sampai minggir banget. Trus akhirnya dia keluar deh. Tp itu pun bertahan sekian belas tahun. Ciri2 org nggak tahu diri kali ya. Hahahaha....

Kedua, org ini krn di sini punya jabatan tinggi, jd tiba2 diciptakanlah ruang khusus utk dia. Yg artinya menggeser semua yg sdh mapan di wilayah yg sempit. Sampai ada satu divisi yg pindah gedung spy ada tempat untuk dia dan (calon) anak buahnya.

Makin ga jelas krn pekerjaannya nggak diperjelas. Hanya ada 'instruksi' bhw dia akan menjadi 'tukang yg menambal genting bocor' dan mencari kemungkinan buat memperluas rumah. Utk tahu ada genting bocor atau nggak, dia lalu bikin jumpa fans bersama kami para pemangku adat di rumah2 yg sdh ada. Begonya, dia berasumsi bahwa rumah2 ini spt di negara dia dulu, dibuat dari scratch, yg dibikin dgn konsep dan filosofi yang dibikin oleh para pemangku adat. Dia lupa. Negara ini adalah negara pengimpor, yg pondasi bangunannya pun dikirim dari luar negeri. Artinya? Kami di sini tinggal bikin rumah sesuai desain yg ada dan menatanya dgn aturan yg sama dgn principal. Ada sih penyesuaian dgn karakter lokal, tentu saja, tp itu kan nggak perlu spesifikasi yg detail. Lucunya, dia baru sadar ini setelah bbrp bulan dia di sini. Jadi kalau gue bilang sih dia beneran nggak jelas tuh.

Misalnya, dia tanya gue: ada genting bocor?
Trus gue jawab: nggak.
Dia akan tanya lagi: dari mana tahu kalau nggak bocor?
Gue: Krn kita semua di dalamnya kering.
Dia: tapi harus bersiap2 kalau suatu saat ada badai.
Gue: Sudah, kan ada SOP dr kantor pusat.
Dia: Oh.

Daaaaan... makan waktu lama lah yaaaa utk tahu hal yg sama ttg semua rumah di sini.

Stlh ternyata sebagai penambal genting bocor dia nggak berguna (krn nggak ada yg dikerjakan), tiba2 muncul job desc baru lagi sebagai 'penyetrika baju yg sdh di dry clean'. Sebuah pekerjaan sia2? Betul sekali. Tapi itulah, posisi dia memang ajaib. Jd pekerjaannya pun ajaib2. Dia aja yg nggak merasa ajaib.... hahaha....

Gue sdh sering mendengar org2 di luar mempertanyakan posisi dia di negara ini. Dan gue tdk pernah bermaksud menjelekkan negara sendiri, selalu punya jawaban yg bisa mengalihkan perhatian. Sejujurnya sih krn gue jg nggak tahu fungsi dia apa. Yg jelas, gue tidak peduli dia mau kerja apa, ngapain, di mana, sbg apa, mau jabatan setinggi langit jg gue ga peduli. Kadang gue sirik sih kok dia tiba2 dpt mobil bagus aja, sementara gue hrs nunggu setahun. Tp what the heck, itu urusan dia.

Tp akhir2 ini gue nggak bisa nggak peduli, krn sbg penyetrika ini dia mulai mengganggu wilayah kerja gue di rumah ini.

Ibaratnya, gue ini adalah penenun, penjahit, lalu menampilkan baju yg sdh bersih kinclong pd para pelanggan. Nah, yg menurut gue sdh kinclong ini, kadang buat dia blm halus, jd perlu disetrika lagi.

Fine. Kalau mmg pekerjaan gue blm halus. Tp kadang2 yg dia lakukan (menurut gue) malah bikin kusut. Dan tentu saja sbg pemangku ada gue protes kok begini kok begitu. Kadang2 dia sdh setrika, gue hrs balikin lagi ke sebelumnya krn jd nggak lebih halus malah nambahin noda (!!!).

Pernah sekali waktu gue email, gue bilang gue tdk menggunakan saran dia dalam hal mesin penyetrika. Jawaban dia: saya sekadar menjalankan tugas. PRET. Nggak ada jawaban yg lbh pinter, mbak?

Kemarin ini gue jengkel sekali. Jadi, gue pikir, daripada setelah tampil jadi trus dia kusutin. Boleh nggak gue kasih ke dia masih blm finishing, spy kalau mau diganti, di-fitting, lbh enak jd nggak kerja dua kali. Semua file yg berhubungan dgn ini sdh gue kirim.

Dia menjawab dlm sebuah email ttg tugas gue sbg pemangku adat dan dia HANYA sbg penyetrika. Yg nyebelin, dia menambahkan kalimat yg intinya mengindikasikan gue bukan pemangku adat yg tepat. He? Gue cek lagi email gue ke dia, dan semua materi ada di situ, semua bahan sdh ada. Dia tinggal menyetrika kalau dia mau. Lalu kenapa dia sinis begitu ya?

Gue balikin: Saya tidak pernah meminta Anda menyetrika apa pun. Pls recheck the email, I sent you everything. Pls note that for the file you asked, I used different term than used by members of other country.

Dan dia tidak menjawab. Mungkin dia malu. Tp gue makin mempertanyakan utk apa negara ini punya org2 semacam dia. Nggak berguna sama sekali.

Gue berdoa dia segera dibuang saja ke laut. Amin.

Thursday, February 24, 2011

Kenapa Mencintai

Gue seringkali bertanya2, dari mana cinta itu datang?

Skrg ini gue sedang in relationship dgn... oh well... you know... OmD. Setelah melalui gonjang ganjing segala macam... tahu2 kok ya sdh hampir 6 tahun kita sama2. Kenapa selama itu gue bisa sama dia ya? Apa yg membuat gue spt nyantol gitu? Iya, cinta... bener.... tapi kenapa cinta dia?

Oke, jujur aja, selama 6 thn itu ada beberapa org lain yg hadir. Test the water, check the waves... tp tdk ada yg berhasil. Sepertinya OmD sdh membuat standard gue terpatok demikian tinggi, nggak bakal bisa didaki oleh orang lain. Sampai waktu gue curhat (saat masih huru hara), ada yg bilang, "turunin dong itu marginnya...." He? Nggak mau. Spt jg daripada nurunin standard hidup mending gue kerja lebih keras... itu jg yg terjadi skrg dgn cinta gue ini... ayo berjuang lebih keras!

Secara fisik, OmD bukan pria idaman. Banyak deh ledekan2 soal ini tp toh nggak trus bikin gue berpaling ke orang yg tinggi-besar-ganteng (yg OmD sebel banget... hahahaha). Kaya? Nggak juga. Ada yg lebih kaya (yg bikin OmD cemas). Dia juga nggak setiap saat available dan sama sekali nggak di depan mata untuk jangka waktu lama. Selama 6 thn ini, gue dan dia tdk pernah tinggal satu kota. Kadang2 bikin ngenes kalau nerima undangan yg valid for 2.... krn jadwal dia yg nggak jelas. Toh gue terima2 aja tuh. Kalau ada syukur, nggak ada ya sudah.

OmD pintar. Itu kuncinya. Buat gue, dia seperti ensiklopedia hidup. Kita bisa diskusi berjam-jam (long distance communication sponsored by C corporation... ahahahaha) untuk hal2 yg remeh temeh dan lalu jadi besar dan ternyata penting. Dgn kepintarannya jg dia bisa 'mempengaruhi' gue menjadi lebih baik. Got a management issue? Gue tinggal angkat telepon... dan beres. Rasanya sih gue 'berani' taking risk pindah kerja jg krn 'dipengaruhi' OmD deh. Trus, yg selalu bikin gue mencelos... dan membuat OmD nggak tergantikan... adalah pengetahuan soal agama. Duh, baru skrg tuh gue pacaran sama anak pesantren :D

Dengan kepintarannya, dia membuat gue menjadi lebih baik dari hari ke hari. Meskipun tentu saja gue yg keras kepala ini sering bikin dia naik darah (:p), tp dia tetep konsisten jd guru agama yg baik.

Tadi malam gue sampai berpikir, kalaupun ternyata kita berdua nggak sampai ke tujuan yg kita mau... I'm ok. Barangkali memang OmD hadir untuk membuat gue lebih baik saja, dan tidak lebih dari itu. Whatever, I'm so in love & I'm happy.

(Ini adalah postingan akibat kangen yg nggak keruan... hahaha.... maaf yaaa kalau nyebelin dan cheesy meskipun benar demikian adanya :D)

Monday, January 31, 2011

Dulu dan Kini

Minggu kemarin gue ketemuan lagi sama temen satu kampus di UI dulu. Meskipun lain jurusan, tp selalu saja ada yg 'menyatukan' kita. Entah krn temen dia ternyata dekat sama kakak gue, atau malah sahabatnya ternyata bertemen sama mantan pacar gue. Muter2 aja deh pokoknya. Yg membuat kami ended up ketemu lagi ketemu lagi. Waktu dulu jg akhirnya dia jd temen naik kereta pulang pergi jkt-depok.Kebetulan latar belakang keluarga kami nggak beda jauh, yg membuat kami harus rajin2 nyari kerja sambilan, lucu2an tp duitnya lumayan. Sering banget sih jadi LO sama2. Skrg dia tinggal di Ulujami. Amazingly, kadang2 ketemu gue waktu naik kereta pergi atau pulang kantor.

Dulu, inget banget, waktu di kampus, dia termasuk perempuan ambisius. Dia sangat tahu apa yg dia mau dan berjuang keras spy bisa mencapai semua yg dia pengen. Dia yakin sekali suatu saat akan menjadi wanita karier yg sukses, yg akan diwawancara banyak media sbg profil sukses atau semacam itulah. Dan itu terlihat dr usaha keras dia yg selalu mau jd nomor satu soal prestasi sekolah atau saat jadi penerjemah. Sementara gue? Hehehehe... gue adalah orang yg sangat tidak punya ambisi, kalau nggak mau dibilang malas. Hihihihi.... Sementara dia dulu bercita-cita ngantor di segitiga emas (thn 92 gitu kan top bgt kawasan ini!!), gue cukup pengen di rumah aja ngasuh anak jd ibu yg manis. Ahahahahaha.... Trus dia dulu pernah bilang, "Ngapain susah2 sekolah?" Yg gue jawab dengan, "Supaya gue jd ibu yg pintar dong."

Seiring berjalannya waktu, gue mendarat lebih dulu di segitiga emas, ternyata. Begitu lulus kuliah, gue kerja di Rasuna Said. Menjadi jurnalis majalah lifestyle. Dia ternyata diterima di Bali, jd PR salah satu hotel. Saat itu gue sempat ketemu dia di Bali, waktu gue tugas. Hooo yaaa... majalah lifestyle gembira itu sempat membuat gue terbang ke Bali sebulan dua kali :p Dia tampak gembira dgn pekerjaan dia, tetep kelihatan ambisius ingin menembus segitiga emas Jakarta. Dan gue pun tetap dgn semangat alon alon asal kelakon gue, kok ya gue ngantor di tempat yg bisa buat gue jalan2, leyeh2.... ngelamun2 di pinggir pantai... semakin tak ambisius. Hahahaha....

Setelah itu, dia sempat pindah2 kerja bbrp kali, jd penyiar TVRI, lalu bekerja sbg penerjemah utk NGO asing. Gue sih melihat dia hidup dgn senang, berlimpah materi, bisa ke mana2 sesukanya. Sementara gue ttp menjadi jurnalis, tukang ngelamun, yg suka kehabisan duit. Hehehe.... Tapi namanya sawang sinawang, ternyata dia melihat hidup gue lebih 'mulus'. Dia melihat, dr sisi pekerjaan, gue kelihatan ada di jalur yg jelas: dari bawah trus skrg di atas. Sementara dia, dr dulu ya masih spt 'serabutan'. Bisa hari ini ada di Papua, lalu minggu depan di Aceh. Tp bisa juga sebulan di rumah saja krn nggak ada panggilan jd penerjemah. Dia bahkan akhirnya blm jg punya anak saking jadwalnya dgn suami (yg sama2 freelancer) jarang nyambung. Hasilnya sih sama saja, dalam umur skrg, kami masing2 sdh bisa beli rumah sendiri, punya mobil, secara materi cukup. Alhamdulillah. Tapi buat dia ternyata masih ada 'ganjalan.'

Akhirnya keluar jg dari mulutnya, "Kenapa jadinya elu yg berkarier ya? And you made it to the top."

Dan gue ga bisa lain hanya cengengesan. Krn sumpah selama ini gue tdk merasa diri gue berkarier. Hahaha.... Betul, dlm dunia jurnalistik, menjadi pemimpin redaksi adalah jabatan yg paling pol. Dan gue bangga dong jd pemred, jelas. Tp gue kok lebih bangga dikenal sbg ibunya Aria. Gue lbh seneng kalau bisa cerita soal perkembangan Aria (yg kemarin baru cabut dua gigi susu), dr pada cerita soal urusan kantor. Betul, gue bangga kalau lihat majalah yg tim-nya gue pimpin skrg ini mulai terlihat 'warnanya', tapi gue lebih bangga kalau lagi ngambil rapor Aria trus gurunya bilang: "Aria selalu bagus nilainya untuk membaca dan bercerita."

Gue tahu banget sih, gue nggak akan betah lama2 di rumah. Jd ibu rumah tangga spt cita2 gue dulu, kayaknya sih angan2 semu belaka. Krn gue mungkin bisa gila kalau hrs di rumah aja. Tp somehow gue jg nggak terlalu happy kalau dibilang berkarier. Rasanya lbh tepat kalau gue bilang gue ini butuh kerjaan yg menghasilkan uang, bukan karier. Kalau skrg ini gue dibayar utk melakukan sesuatu yg gue senang, menulis, lalu jd yg tertinggi dlm hirarki tulis menulis ini, betulan rezeki yg luar biasa dr Allah SWT. Tp sungguh, gue nggak mengejar embel2 karier yg menyertainya.

Alhamdulillah bhw gue bisa ada di posisi yg skrg ini. Tapi betul deh, gue lebih menikmati kalau boleh kerja biasa aja tanpa hrs ada politik2 bisnis. Tentunya gue lebih menghargai kalau punya banyak waktu yg bisa gue habiskan bersama Aria. Mudah2an suatu saat gue bisa jadi ibu rumah tangga spt yg pernah gue impikan :D

Friday, January 28, 2011

'Till Death Do Us Part

Gue baru saja pulang dari melayat Tante Putu, ibunya mbak Amy, senior di dewi dulu. Salah satu yg menyenangkan kerja di Femina Group (dulu) adlh ikatan kekeluargaan yg erat sekali antarkaryawan. Spt dgn keluarga mbak Amy, nggak cuma gue kenal sm suaminya, anak2nya (bahkan 2 di antaranya kan lahir waktu kita sekantor), tp juga sama ibu & bapaknya. Mbak Amy jg gitu... sampai skrg masih akrab sm kakak gue. Waktu gue hamil dan melahirkan, extended family di kantor inilah jg yg support habis2an. Menarik lah....

Makanya tadi itu bela2in menembus kemacetan buat melayat ke jl. bangka. Di sana ketemu mbak Amy sama keluarganya. Trus habis berdoa buat almarhumah, gue salamin Om Win, bapaknya Mbak Amy.

Gue ingat bbrp tahun lalu, gue termasuk ikut ngeramaiin ulang tahun pernikahan emas Om Win & Tante Putu. Buat gue yg kawin nggak sampai lima tahun, ulang tahun pernikahan ke 50 adalah a must attend event. Dan memang event itu cukup mengharukan. Krn terlihat sekali bapak-ibu ini saling mencintai dr masa muda sampai waktu itu, Tante Putu sudah duduk di kursi roda. Tentu, mrk mengalami rainy days juga. Tp nampaknya mrk melewatinya dgn gembira krn tetap bergandengan tangan.

Tadi pun, Om Win terlihat sekali cukup terpukul, meskipun tabah menerima salam dr pelayat yg bejibun. Dgn manis Om Win duduk di samping jenazah. Apa yg ada di pikirannya ya? Pasti berat sekali kehilangan kekasih yg mendampingi sekian puluh tahun. Tatapan Om Win ke jenazah Tante Putu, mesra. Gue jadi inget waktu ulang tahun pernikahan, souvenir yg dibagikan adalah gelas dgn foto mereka waktu pesta pernikahan. Ada dialog kecilnya:

Om Win: Do you know what I love most about us?
Tt Putu: What?
Om Win: You!

Dan Om Win membuktikan cinta itu sampai maut memisahkan. How romantic. Dah ya, pamit... mau nangis dulu.

Monday, January 24, 2011

Akhir Pekan Luar Biasa

Kenapa luar biasa? krn ada OmD... dan dilakukan di Malaysia. Iya, hari Kamis minggu lalu, gue ke KL sm Aria. Gara2 ada tiket promo Air Asia sejuta berdua bolak balik. Siapa takut? Yg di KL pun nggak takut kok mau kita kunjungi... hehehehe....

Pesawat akan berangkat jam 11.30. Dr rumah jam 9 spy bisa agak santai. Aria seneng sekali krn ini perjalan pertama ke luar negeri saat dia sdh 'melek'. Dulu k singapura kan dia masih bayi banget :D Spt biasa sepanjang penerbangan Aria nggak membiarkan ibunya tidur. Adaaaaa aja yg dia kerjakan, sampai yg plg jelas adalah kalau gue merem dia lgs colek2 tangan. Duuuuuh....

Sampai di KL sebenernya on time. Tp klu bawa Aria...sdh dipastikan ga boleh ada yg buru2. Dia pasti pengen lihat ini itu dan di saat2 harus antri pasti pengen pipis. Yuuuuk.... Akhirnya baru keluar dr KLIA jam 4 kurang. OmD menyambut dgn riang, meskipun pasti sdh kelaparan sekali krn nungguin kelamaan. Hehehe... maaf ya, OmD sayang.

OmD sdh merencanakan macem2 buat liburan kali ini. Seru banget deh. Sampai sdh diatur dr airport mampir Putrajaya dulu spy bisa ngasih lihat kota pemerintahan yg memang bagus dan bersih meskipun rada norak :p Oh ya, sebelumnya mampir dulu di tempat jajan mahasiswa di dekat kompleks sekolahan, krn gue laper dan pengen makan roti canai. Aria ternyata suka juga! Penemuan yg mengesankan.

Setelah foto2 sebentar di Putrajaya, lgs masuk ke KL. Nginep di Crown Hotel. Sebenernya ada banyak rencana termasuk mau nyobain monorail dan foto2 di KLCC. Tp krn hujan dan kok ya kita ini pd males maunya leyeh2... akhirnya jam 8 gitu baru keluar dr hotel. Hehehe.... lgs ke KLCC spy Aria bisa lihat icon Malaysia. Untungnya anak gue ini sdh terbiasa ikut ibunya yg suka bengong2 lihat pemandangan. Jd dia pun nggak komplen diajakin duduk makan roti sosis sambil lihat air mancur. Meskipun dia tergoda juga mau masuk Toys R us meskipun tahu ibu nggak akan belikan dia apa2... hihihi....

Besok paginya, sesuai rencana OmD, kita mau ke Genting. OmD sih ada meeting jam 5 sore tp akan dilakukan via phone. Jd kita memang bisa seharian di sana kalau mau. Ok deh. Sepanjang jalan menuju Genting, Aria tidur... kekenyangan sarapan ya? Tp sampai sana dia sih lunjak2. Spt biasa dia males antri dan banyak takutnya kalau hrs nyoba2 mainan baru. Tp krn ada gue, bisa dipengaruhi... akhirnya mau nyoba2 jg dan di bbrp mainan malah ketagihan, baru berhenti stlh naik 3 kali. untung ga terlalu antri kayak di dufan. Meskipun rame jg sama org India yg sehari sebelumnya banyak memenuhi KL buat ngerayain Thaipusam. Gong-nya adalah waktu mau naik kereta hantu. Sudah takut2, ragu... jadi nggak jadi nggak.... akhirnya waktu OmD mau conference call yaaaa... daripada bengong cobain ajalah. Waktu naik, Aria tutup wajahnya pakai jaket. Gue pun rada mengkeret sih. Tp dasar Genting ini sdh tuwir yaaaa.... jd banyak wahana yg rusak. Sumpah itu patung2 setan di kereta hantu ga ada yg jalan blas! Hahahahaha.... Jd kita cuma kayak naik kereta di lorong gelap. wis. Sampai waktu keluar, Aria tanya, "tadi itu apa sih bu? Nggak jelas. Boleh naik lagi nggak?" hahahahaha.... akhirnya kita naik lagi dan jd tahu, seharusnya ada banyak 'hantu' tp sdh mati.... ngesakno.

Malaysia itu satu jam lebih cepet dr Indonesia. Jd lucu, krn jam 7 malem masih terang benderang. Nggak sadar deh di Genting kok ternyata sampai malem juga. Kali ini nggak balik k KL tp langsung ke Port Dickson. Tadinya mau langsung ke sana, tp krn sdh malem, mampir dulu di KL buat beli pizza. Jd bisa jg lewat rumah OmD di Sri Kenny. Trus baru menyusuri rute OmD kalau ngantor. Seruuuuu....

Kira2 sejam kemudian sampai di Thistle Hotel yg akan jd tempat tinggal sampai minggu. Hotelnya bagus banget, bikin Aria nggak berhenti lunjak2. Kasurnya luaaaaaassss bener. Ciamik. Menghadap ke pantai. Asyik banget deh.

Kita sempat piknik di Pantai Bagan Pinang, yg selama ini hanya gue lihat fotonya dr bbm OmD yg sering parkir di sini sebelum sepedaan. Oooh... ini to yg namanya PD...

Jd PD itu ada di negara bagian Negeri Sembilan. Kotanya kecil. Di pinggir pantai, penduduknya dikit. Dulu mungkin PD kawasan wisata top. Krn di sepanjang pantai banyak gedung2 tinggi yg mungkin dulunya hotel... atau mau dibuat hotel. Sayangnya, promosi yg kurang gencar bikin PD nggak punya gaung. Sepi. Pdh pantainya lumayan bagus, meskipun di bbrp titik berlumpur. Nah, kalau dilihat lagi, nggak ada yg namanya ikan2 kecil atau kepiting di pinggir laut. Hmm... jgn2 air lautnya beneran nggak ramah buat mahkluk hidup? Nggak tahu ya....

Kotanya relatif bersih. Kalau pagi langitnya biru. Sayangnya, keramaian kota wisata itu adalah masa lalu. Skrg ini banyak sekali gedung2 tinggi yg kosong melompong. Jd ditumbuhi ilalang, atau ya kosong aja... Kata OmD: haunted mansion. Medeni. Sayang banget ya. Pdh kalau dikemas dan dijual utk org Eropa, misalnya, pasti laku. Wong Bali aja banyak yg dateng. Sementara di Bali, pantainya penuh dan padat. Baru duduk sebentar sdh ditawari pijat, kepang rambut, pasang kuteks.... Blm lagi banyak warung2 atau paling nggak tukang teh botol yg bikin sampah. Di PD? Mau ngelamun 2 hari jg nggak ada yg ganggu.... Makanya bbrp pantai suka jd tempat kemah. Gratis lho. Malah di bbrp titik ada WI Fi. Top. Kemarin ini krn weekend, lumayan ramai.... Hmm... seramai-ramainya, di Bagan Pinang kemarin kita cuma sendiri. Aria lari2 di pantai spt pantai itu miliknya sendiri! Hebat. Biasanya memang orang2 baru akan datang menjelang sore, krn pantai menghadap ke barat, jd sunset bisa top markotop jika Anda beruntung.... Kemarin kami kurang beruntung krn langit pas di horizon kok ya gelap.... :(

OmD cerita, pernah di hari kerja nginep di Thistle dan sepi sunyi senyap.... sarapan di hotel cuma sendiri. Hahahaha....

Gak seru kalau di kota pantai... nggak makan seafood. Banyak restoran yg plang-nya bilang menyediakan hidangan laut, tapi yaaaa... kayaknya perlu lihat2 jg dan 'curiga' kalau ada yg sepi nggak ada pengunjungnya. Bisa jd krn nggak enak atau krn mengandung babi. OmD ngajak ke Seaview Seafood. Tempatnya luas banget dan makanannya juara. Sedap deh. Sayangnya krn cuma OmD dan gue yg makan, jd ya mesennya nggak bisa hore. 'Cuma' kepiting & udang. Moga2 lain kali bisa makan cumi2 :p *ngarepdotcom*

Hari Minggunya, sblm ke airport sempat ke PD Mini Zoo dan PD Ostrich. Yeee... yg namanya mini zoo was another haunted place. Hahahaha.... Jd ceritanya papan mini zoo ini ada di pinggir jalan. Makanya Aria semangat. Namanya pergi sama anak2, rasanya nggak afdol kalau nggak lihat binatang. Waktu didatengin, tempatnya ada di belakang entah junk yard entah garasi bus. Pokoknya rusuh dan semrawut. Sepertinya sih punya org India krn di depan pintu masuk dipasang bbrp genta sapi dan dekornya khas India.

Kata yg jaga, di dalam ada ular dan buaya. Tiket masuk RM6. Ok. Masuklah kita. Dan... ternyata spt masuk ke halaman belakang rumah nenek yg sdh nggak dihuni selama 46 tahun. Hiks. Jd si mini zoo ini bentuknya halaman luaaaaaas... penuh ilalang di mana2. Di antara ilalang2 itu, ada kurungan2 burung atau ayam. Ada yg isinya ayam kate, ayam bondol, kalkun, atau ayam kampung biasa. Yg menarik, burung meraknya bagus2 sekali dan ada lebih dari 2 ekor. Tapi herannya, merak2 ini nggak spt merak yg di taman mini yg selalu 'pamer' kalau ada yg lihat. Mrk diam aja tuh, cuek. Mungkin sdh kelamaan nggak ada yg datengin ya. Trus... ada unta 2 ekor, duduk lemes. Di antara kambing2, 'nyelip' seekor rusa, kasihan nggak ada temannya. Ada dua bangunan yg dindingnya kawat rapat. Satu ada ularnya, besar. Satu lagi? Pintunya kok kebuka... hiyaaaaa.... ularnya lari ke mana ya??? Trus buaya hanya ada seekor, digabung sama 'setumpuk' kura2. Sumpah, kura2nya numpuk, ada kali 10 ekor, besarnya sepiring tp yaaaa... nggak bisa dilihat krn ngumpet. Kepanasan kali ya.

Yg mengerikan adalah krn suasana ala junk yard ini membuat gue rada2 cemas jgn2 mobil kita di parkiran dijarah. Hahahaha... curiga ajaaaa....

Dr sana kita ke PD Ostrich, peternakan burung onta. Ini jauh lebih teratur dan beradab dibanding mini zoo, meskipun jg awut2an dan kampuuuuung bgt. Duh. Gemes deh. Mbok ya dibenerin dikit gitu ya spy menarik. Di sini tentunya aktivitasnya ngasih makan burung onta (yg moncongnya gede banget, ngeri deh kalau kepatok). Kalau mau bisa jg nyoba2 naik ke salah satu burung yg khusus untuk perlombaan. Seru sih, krn bisa lihat dr dekat si burung2 raksasa ini. Sebelum pulang, nyobain dulu sate burung onta yg tnyt teksturnya kayak daging sapi alot... hehehe....

Kelar dgn burung2 segede orang, langsung ke airport. Kali ini nggak lewat highway, tp lewat jalan2 kampung, di antara perkebunan kelapa sawit. Duh... enak bgt lho jalannya lebaaaaar... sepi.... dan hijau2 di sekelilingnya, cocok bener buat download pikiran rusuh. Dr PD kalau ke KLIA lewatin Sepang. Jd OmD berhenti sebentar di sirkuit spy Aria bisa foto2.

Trus ya udah deh. Check in. Rasanya mulai nelongso. Kok ya bbrp hari sm OmD tuh menyenangkan sekali. Jd nggak pengen dadah2.... huhuhu.... Aria jg jd rewel nggak mau pulang. Halaaaaah.... bikin sedih aja. Btw, waktu di pantai Aria sempat menulis di pasir: Aria, ibu, omderi... trus gambar 3 orang. Hiks. So sweet... 2 jam nunggu waktu boarding, Aria lgs online. OmD baca buku. Gue ngemil. Hihi...

Yg menyenangkan dr trip kali ini adalah OmD punya waktu buat bikin bonding sm Aria, selain gue juga punya waktu buat lebih dekat lagi sm Aria. Meskipun sebelumnya nggak jauh2 amat, tp kemarin itu krn dia sdh semakin besar dan semakin ekspresif, jd gue merasa perlu lebih dekat dgn dia. Dan gue jd makin ngeh kalau dia banyak mewarisi sifat2 negatif gue. Hiks....

Sungguh, kemarin itu adalah hari yg paling menyenangkan. Gue sama2 dua cowok ganteng. The ones I love so dearly. Moga2 segera bisa sama2 lagi ya.

Tuesday, January 04, 2011

Pengalaman Pagi

Hari ini adalah hari pertama ngantor di 2011. Iya, kantor gue cukup baik hati utk meliburkan karyawannya agak lama :D Yaaaa... stlh itu jg 'dihajar' suruh kerja keras sih. There's no free lunch, you know.... hahahaha....

Pagi tadi habis antar Aria yg hari ini juga pertama masuk sekolah, gue naik kereta. Biasa saja sih ga ada ceritanya di kereta. Yg buat gue mengesankan justru pemandangan yg gue liat selama di perjalanan.

Selain banyak ibu2 yg bawa barang lucu2... waktu di stasiun Palmerah, gue deg2an. Rel kereta Serpong-Jkt ada dua. Nah, pas kereta yg gue naikin berhenti di jalur 2, kok ada ibu2 yg diem di tengah2 antara 2 jalur rel kereta itu. Biasa sih, org kalau mau nyebrang rel memang suka nunggu di situ. Tapiiii... ternyata ibu itu nggak mau nyebrang. Dia nunggu kereta yg ke arah Serpong. Haduh bu, kenapa nggak nunggu di peron ya?

Waktu kereta Serpong itu hadir... penuh umpel2an. Dan si ibu itu ternyata nunggu pas di pintu yg terbuka (kereta non Ac biasanya pintunya mmg terbuka terus sih). Dan desain kereta di Indonesia kan memang ajaib, kalau org nggak berdiri di peron, pintu kereta akan setinggi perutnya. Trus dia mulai tuh, masuk2in satu2 gembolannya yg (ternyata) luar biasa banyak. Beberapa kantong plastik, tikar lipat, keranjang belanjaan yg full, setandan pisang, karung beras yg ada isinya setengah.... Untuk ukuran org yg pergi sendiri, bawa barang sebanyak itu sih masuk kategori juara banget. Hebatnya, dr dalam kereta banyak org2 yg sukarela membantu si ibu masukin bawaannya yg segudang itu.

Beres barang2... ibu itu berusaha melompat masuk. Sekali lagi, dari dalam kereta beberapa tangan terulur buat bantuin ibu itu... lumayan tinggi lho keretanya.

Kurang dari 5 menit (itu waktu terlama kereta berhenti), ibu itu dan bawaannya yg segambreng berhasil masuk ke dalam kereta. Aman menuju tempat dia beraktivitas. Salut banget sama org2 yg gue yakin ga kenal ibu itu, yg bantuin dia dr awal sampai kelar. Gue yg tadinya deg2an jadi ikut lega.

Hal2 begini yg kadang bikin gue kangen naik kendaraan umum.

Thursday, December 30, 2010

Akhir Tahun

Hari ini adalah hari terakhir ngantor di 2010. Besok warung tutup, buka lagi tgl. 4. Jadiiii... gue punya empat hari full sama Aria. Ok.... banyak rencana. Banyak sekali.

Oh ya, btw, operasi amandel Aria nggak jadi minggu lalu. Krn kadar leukosit dlm darahnya (kata dokter) cukup tinggi. Ya udah, besok ini akan cek darah lagi. Lihat lagi apakah leukosit ini masih tinggi. Sebetulnya gue mulai agak ragu dgn keputusan operasi amandel ini mengingat skrg Aria sdh ceria sekali. Tp lihat besok deh. Kasihan jg memang kalau masih meradang2 terus bikin dia sering panas badan.

2010 akan segera usai. Kehidupan gue masih berpusat di satu titik: Aria. Hari2 terbagi 2 doang: kantor & rumah. Kalaupun ada hiburan spt nonton teater atau konser, bungkusnya masih pekerjaan jg. Gue merasa tahun ini kurang punya me time. Sempat liburan, tp krn berdua Aria jd ya tetep aja dia yg jd bos. Gue merasa ga pernah punya waktu mikirin diri sendiri. Tapi yaaa... mungkin gue aja yg nggak puas? Hahahaha.... Krn sebetulnya tahun ini jg gue jarang pilek krn memaksa diri rutin ke gym. Happy or sad, 2010 selesai jg.

2011 akan ada apa ya? I have high hope. Tp krn nggak pernah bikin resolusi, ya udahlah, biarin aja. I just hope that you will still love me so much. You know who you are.

Hari kerja terakhir ini malah susah bgt mau nulis apa2. Pdh ada target 2 tulisan s jadi sore ini. Hmm... pikiran gue penuh dgn hal lain. Cuma satu, tp penting sekali. Sudah ditungguin lama tp begitu ada di depan mata malah psikosomatis. I got cold feet. Dan itu membuat gue berpikir macem2 yg akhirnya malah menjauhkan dari tujuan semula. Bingung? Sama, gue juga.... hahahaha....

Akhirnya gue ikutin OmD (tanpa disuruh) yg banyak2 berdoa dan berdoa. Gue sengaja menarik diri dari masalahnya. Spy gue bisa melihat dari luar. Dan yang penting, serahkan semua pada Tuhan. Hope He shows me the way.

Happy New Year.

Monday, December 13, 2010

Rusuh

Hayoooooh.... dua bulan menutup 2010 ini rusuh pol! Sampai nggak sempet posting apa2! Astaga....

Stlh November lalu ke NYC... trus training 3 hari... pulang lgs goncang dikejar deadline edisi Januari sekaligus hrs bawa pembaruan. Halaaaah.... Runyam hidupnya.
Tanpa sadar tau2 skrg sdh pertengahan Desember aja! Edan.

Hosh hosh hosh hosh... ngos2an bener.

Tadinya mau agak tenang ngerjain ini itu satu2... sampai ada berita Aria hrs operasi amandel tgl. 23. Mariiii... Soalnya amandel itu sdh sgt mengganggu. Skrg sdh sampai mendesak pembuluh darah di hidung jd suka mimisan gitu lho. Oalah.... yo wis operasi deh, jd gue jg hrs cuti dong dr tgl. 22. Oke deh. Sekalian aja ya cuti Natalan :)

Mohon doa semua lancar ya, teman2. Dari mulai kerjaan sampai operasinya anak lanang. Amin amin amin....

Tuesday, November 16, 2010

When...

Kalau sdh kangen terus tiap saat, ditelpon lebih dari 2 kali sehari (no matter how expensive international call is), berantem seminggu 3 kali.... sepertinya tanda harus move on to the next chapter. Setuju nggak?

Thursday, November 11, 2010

Hard Habit to Break

I am thinking hard if it is th right thing to do.

Wednesday, November 10, 2010

Thinking

I always know it won't be easy. But am I willing to do it?

Monday, October 25, 2010

Aria Sudah 6 Tahun

Hmmm... my boy is a big boy now.

23 Oktober kemarin, hari Sabtu, Aria ulang tahun ke-6. Tdk dirayakan hore2. Spt biasa hanya bikin goodie bags untuk anak2 tetangga. Lalu family dinner. Kali ini di Pizza Marzano Senayan City, menghormati the b'day boy yang penggila pizza :D

Family di extended, rame oleh mereka2 yg sejak Aria umur 1 sdh hadir di antara kami. Kebanyakan sih temennya Papap :) Total ada 17 org. OmD absen krn hrs ngurusin kakak Nabila di KL, tp kadonya tetap hadir. Terima kasih ya.

Jadi hari Jumat malem, OmD sdh ada di Jkt, nemenin belanja buat goodie bags, sekaligus nyari kado. Sempat dinner dulu sblm pulang yg sdh malaaaaaam banget. Gue susun semua kado di meja makan, sebelahan sama 30 kantong goodie bags yg sdh diisi dgn makanan2 kesukaan yg ultah dan satu set pinsil mickey mouse.

Sabtu pagi, waktu Aria bangun... dia langsung loncat2 lihat hadiah yg begitu banyak... pdh kan org rumah cuma kita2 aja... hahahaha.... Mana dia sabar nunggu sampai malam buat buka kado. Setelah mandi dan sarapan, sekitar jam 8-an, semua kado sudah tuntas dibuka. Sampai dia nggak mau ikutan gue yg mau nemenin OmD yg pengen sarapan nasi gudeg.

Habis itu sesiangan main2 aja sama semua kado2. Yg plg menarik tentunya lego dr papap dan OmD. Hahahaha.... masing2 ngasih 2 set. Juara.

Sore jam 4 kita siap2 mau nonton Winnie the Pooh di Senayan. Kok ya pas ceritanya ttg ultah si Pooh. Wuaaaah... Aria seneng sekali. Pdh menurut gue, pertunjukkannya ala wayang orang.... hahahaha... mana baju2nya sdh pada dekil.

Jam 7, pindah ke Sency. Lgs ke Pizza Marzano. Iyaaaa... semua org prihatin lihat gue yg tampak lelah. Iyaaaa mmg akhir2 ini spt dikejar setan utk project2 bulan depan. Jd yaaaa... capek bener deh. Keliatan ya? Hiks.

Makan2 selesai jam 9.30-an gitu. Lagi2 buka kado... lagi2 banyak lego... Hebat!

Jam 10, otw home... Aria tidur di mobil, kecapekan dan kesenengan.

Happy birthday, Aria sayang. Thank you for being the center of my universe. I love you so much.

Wednesday, October 06, 2010

My Love, My Life

Kemarin gue nebeng sama salah satu temen kantor yg jg tinggal di BsD. Dgn baik hati dia antar gue sampai depan rumah. Spt biasa, lihat ada mobil berhenti, Aria langsung nempel di jendela: penasaran lihat siapa yg datang. Pipinya yg bulet dan perut gendutnya itu full ada di kaca sebelah pintu. Begitu lihat gue turun dari mobil, dia langsung loncat2 spt habis dpt undian. Lucu dan seru. Dan memang gue pun senang sekali melihat Aria.

Saat itulah gue lihat ekspresi mbak teman kantor ini berubah. Hmm... nggak tahu gimana berubahnya tapi ya... jd lain saja.

Gue nggak sempat membahas, say thanks lalu turun dan dadah2.

Setelah bengong waktu Aria sdh tidur, baru gue sadar.... mbak itu tdk punya anak. Jadi dia tidak bisa merasakan senangnya ketemu anak setelah seharian di kantor. Dia nggak bisa merasakan bahwa kerusuhan di kantor jd nggak penting lagi setelah ketemu anak. Dia nggak tahu gimana rasanya menemukan 'kunci jawaban' atas semua hiruk pikuk pekerjaan dan tetek bengeknya dalam bentuk anak lucu yang cimuk2 itu.

Oh Tuhanku.... terimakasih sdh mengirim Aria.

Thursday, September 16, 2010

Antimainstream

Selamat lebaran yaaaa.... maaf lahir batin.... Gimana, libur lebaran ke mana aja?

Gue Lebaran di BsD ceria. Hari pertama spt biasa keliling ke makam bokap, rumah eyang2 termasuk ke Kayuputih yg makin lama kok makin sunyi.

Hari pertama ini Aria menangguk angpao sebanyak Rp.325.000. Cakep!

Hari kedua, ada open house kecil2an. Hehe... jd adiknya nyokap dr bdg sekeluarga mau dateng. Trus ada sepupu gue yg skrg di Balikpapan, lagi di Jkt, sama anak mantu. Trus kakak gue mengundang sahabat2nya. Trus temen2 gue katanya mau dateng. Trus tetangga kanan kiri. ya udah.... sekalian aja disediakan makanan yg bener kan. Pesen di Larasati. 40 porsi lontong komplit. Uenak pol!

Jam 11 mulai berdatangan tamu2. Ternyata yg datang cukup ramai juga. Krn sepupu2 gue ada yg sdh lama sekali nggak ketemu tiba2 pengen ikut dateng. Seru dan menggembirakan. Keliatan bgt kami ini keluarga jawa timuran yg kacau alias sak enak udel dhewe. Kalau ngomong berasa kayak ketoprakan, yg denger spt lomba ngakak kenceng2an. Untung jg ada 2 rumah ini jd bisa dipisahin yg keluarga dan temen2 jd nggak ragu ketawa2nya. Hahahaha....

Huru hara ini baru usai kira2 jam 7 gitu deh. Dan di rumah saja pun anak gue yg ganteng itu ttp dpt angpao. Tambah lagi. Jd Rp. 414.000.

Hari Minggunya gue menepati janji ke rumah temen eks Buffalo yg tinggal di Cibubur. Enak ternyata ya travel hari2 itu, kosong jalanan! Cibubur yg biasa macet... dr BsD 45 menit aja tuh. Pulangnya mampir Cinere. Ke sepupunya Aria. Sampai hampir maghrib di sana. Pulang2, anak gue ketawa2 krn bawa2 amplop. Total uang dia Rp. 625.000. Wah, kaya bener sih Dik.

Hari Selasa kemarin gue sdh mulai ngantor. Aria tadinya mau ikut, tp ga boleh ah, ibu banyak kerjaan. Enak jg nih ngantor hari gini. Jalanan lancar jaya. Berangkat jam 8.30, sampai kantor jam 9.15. Juara to? Pulang dr ktr habis maghrib, sampai rumah jam 7.10. Top. Halooo para pemudik yg budiman, kami nggak kangen lho sama kalian. Silakan stay yg lamaaaaa di kampung masing2... ok....

Lucunya, selama liburan Aria tanya2, kenapa kita nggak mudik? Ibu males. Pdh dia pengen banget tuh. Trus sambil ketawa2 ngobrol, tiba2 papap bilang dia mau ada kawinan di Malang tgl. 26. Nyokap lgs nyamber... wah ikut dong, mau ke Madiun sekalian. Ternyata kakak & adik nyokap pd mau ngumpul buat sama2 nyekar. Weh. Seru nih. Gue yg lagi kisruh di kantor spt mendapat pencerahan. Hahahaha....

Jadi kesimpulannya: nyokap akan berangkat ke Sby tgl. 20. Di sana janjian sama adik & kakaknya buat ke Madiun, trus nginep di Malang. Kita2 para cucu akan nyusul tgl 25, gue milih nginep di Batu. Krn spt biasa kalau bawa Aria dgn ritme lucunya, ga bakalan bisa santai kalau nginep di rumah saudara. Sudahlah, mari liburan di hotel sekalian menikmati Batu yg katanya skrg bagus banget. Hari pertama ke kantor, gue lgs urus cuti, urus tiket pesawat, urus sewa mobil, bayar hotel dll. Beres. Gue lgs telp Aria.

G: Dik, sdh beres nih, jadi ya kita mudik.
A: Horeeeeeee!!!!! Kita mau liburan.
G: Memangnya kamu nggak sekolah?
A: Horeee... nggak sekolah. dadah sekolah... dadah sekolah....
G: Lha?

Tp memang seneng sekali mau liburan. Cihuuuuuuy... akhirnya kita mudik juga! Seru jg nih mudik saat org lain sdh balik. Krn semua jd gampang diurus... dan lbh murah. Hehehehehe....