Wednesday, May 27, 2009

Menghitung Hari

www.ndaksabal.com

Monday, May 25, 2009

Fesbuk a.k.a Facebook

Heran deh, kok ada yg mau mengharamkan fesbuk ya? Kalau menurut gue, yg nemu fesbuk bakalan dpt pahala krn berhasil mengumpulkan orang2 dari masa lalu. Coba aja lihat, di mana2 skrg ada pemandangan orang reuni... dan hampir semua gara2 fesbuk. Begitu kok bisa sih mau diharamkan? Yg ngomong fesbuk haram pasti nggak pernah gaul. Ndesit.

Friday, May 08, 2009

Bad Mood

Kenapa ya kok akhir2 ini lagi malas posting. Pdh sebetulnya banyak sekali cerita2 yg masuk kategori 'layak posting' dan ketika ada kejadian selalu mencatat hal2 dgn janji 'nanti ini buat postingan berikut.' Nyatanya? Buntu. Selalu kalau sdh di depan komputer malah buka2 folder editan, atau folder katern, atau folder iklan, budget produksi... trus mulai deh nguplik sini nguplek sana... dijamin pasti akhirnya kehilangan mood buat posting.

Sebenernya hari ini masih dlm keadaan shock krn sesuatu yg sinetron banget. Idih. Selama ini gue pikir jalan hidup gue sdh sinetron alike... ternyataaaaaa... ada lagi yg lebih cocok menghiasi layar kaca anda!

Jadi begini ceritanya. Gue punya temen, perempuan, mari kita sebut namanya K. Mbak K ini orangnya menarik, pintar, jurnalis di majalah perempuan top, yg persis spt ketika gue ada di dewi: setiap bulan terbang ke luar negeri. Kayaknya hampir semua tempat jalan2 di dunia sdh dia kunjungi berkat pekerjaan dia. 9 tahun jd penulis di majalah itu, ibu2 pejabat yg wajahnya nongol tiap hari di tv sdh kayak ibunya sendiri. Apalagi ibu2 yg suka disebut sosialita... aaaaah... itu sih gampang bgt dihubungi kalau sdh bawa nama K ini. Sebut namanya, masuklah kau ke seluruh pesta jagat metropolitan Jakarta.

Kebetulan rumah dia nggak jauh dr rumah nyokap gue di Kalimalang. Kantor pun searah. Jadilah kami sering pulang pergi bareng. Bbrp kali gue jemput dia di rumahnya, anter dia pulang kalau pas ketemu liputan, atau sengaja janjian. Bahkan supir kantor pun sdh hapal rute ini.

Tentunya dgn sendirinya kami jadi dekat. Cerita ini itu. Dari mulai urusan keluarga, pekerjaan, sampai urusan remeh temeh spt bedak atau lipstik paling baru. Dia cerita kalau baru beli rumah di belakang rumah orangtuanya. Kalau rumah itu selesai renovasi, dia akan minta ortunya tinggal di belakang, trus yg depan dikontrakin. "Biar bisa naik haji lagi." Trus baru2 ini dia jg cerita habis beli Karimun Estillo. "Mobil kecil kayak kutu, enak deh kalau parkir." Dia jg sempat ngajak gue umroh bareng. Tentu saja gue selalu senang dan ikut bangga kalau dia berhasil punya barang2 bagus dari jerih payah dia sendiri. Dia mengaku harus kerja keras banting tulang ngerjain macem2 dari mulai yg remeh sampai bikin profil orang top spy bisa beli ini itu. Dia jg sering bawa2 dangangan... yg nggak pernah gue beli krn gue kan lagi nabung buat rumah bsd... Tp sejauh ini gue merasa semuanya masih masuk akal. Krn memang kalau ngandelin gaji jurnalis ajaaaa... ya wassalam deh. Gue merasa melihat kemajuan dia, biarpun hanya dari cerita doang. Tapi krn gue nggak merasa itu merugikan gue dan yg gue lihat dia happy... ya sudahlah. Rasanya sih gue seneng2 aja bertemen sama dia. Apalagi krn dia pinter dan cukup bisa diandalkan kalau urusan2 agama. Pokoknya tok cer lah.

Sampai bbrp minggu yg lalu, gue sibuk bgt dgn kerjaan dan gue pikir dia jg gitu, akhirnya kami ga ketemuan bbrp lama. Biasanya sih memang begitu, lamaaaa nggak ketemu, tahu2 sms-an trus pulang bareng. Wajar aja lah. Trus gue ke Bali. Trus gue denger dia ke Australi. Jadi memang kami berdua goncang jadwalnya.

Tahu2... 2 hari lalu,di sebuah chat room gue bertemu seseorang. Yg tanpa tedeng aling2 menggosip ttg K. Bahwa K sdh dipaksa resign dr kantor krn terbukti menyalahgunakan nama perusahaan. Bahwa K menipu bbrp ibu2 sosialita dgn menggunakan nama kantornya. Bahwa K jualan barang palsu tp minta harga jutaan. Bahwa K harus mengembalikan uang puluhan juta atau akan dilaporkan ke polisi. Bahwa K sekarang buron krn nggak bisa dihubungi.

HAAAAAAAA????!!!!!!???!!!!!

Gue seperti berada di dunia antah berantah yg gue nggak tahu sama sekali. Ini apa ya? K itu siapa ya? Astaga.... Masya Allah... kok seperti nggak mungkin. Tp gue dengerin aja curhat soal K itu dng tekun, meski merinding. Setelahnya gue sempat sms K dan dijawab bhw dia lagi di Plasa Senayan jd nggak usah pulang bareng. Ok.

Tp ini betul2 mengganggu gue. Kemarin siang gue angkat telpon. Nggak sampai 3 kali dering sdh diangkat.

"K, gue nggak mau manis2, gue nggak bisa mikir kata2 lain krn skrg gue lagi buntu. Memang bener lu nipu banyak orang?"
"..."
"Buat apa sih? Lu perlu duit?"
"Di, gue nggak akan ngomong apa2 soal ini. Biarlah ini spt sekarang. Yg paling tahu soal benar atau nggak hanya gue dan Allah."
"Kalau nggak bener, lu harus klarifikasi dong."
"Sudahlah Di, ngapain gue maksa2 orang buat percaya sama gue? Ini cobaan."
"K, di agama jg ada ajaran kalau hubungan kita nggak cuma harus bagus ke atas, tp jg ke samping kanan dan kiri."
"Sudahlah, pokoknya biar aja ini begini. Nanti kebenaran jg bakal terungkap."

Sekian dan terima kasih.

Aneh bener.

Langsung gue main detektif. Telpon seseorang yg bs dipercaya. Dan keluarlah cerita versi kantor. Bener kalau ada aduan soal K yg menyalahgunakan nama perusahaan. Jd perusahaan pun menyelidiki, dan ditemukan bukti kalau K melakukan dgn sengaja dan terencana. K mengaku perusahaan punya yayasan amal. Dan sbg perusahaan ternama, banyak yg simpati, jd banyak brand yg memberi barang cuma2. Barang2 itulah yg dia jual dgn harga di bawah harga pasar. Dia bilang uangnya untuk yayasan. Bayar bisa cicil tanpa bunga. Bahkan dia punya rekening atas nama orang keuangan yg menerima transfer dari mana2. Tentunya yayasan itu fiktif. Barang yg dijual palsu. Rekening itu memang atas nama org keuangan, tapi ternyata yg terima duit ya K. Bukti2 sms dia ke org2 yg ditipu pun lengkap. Daftar nama korban komplit, sdh diselidiki dan benar mrk semua tertipu. Kalau ibu2 sosialita itu, waktu tahu sdh tertipu, banyak yg diam saja dan menganggap yg mrk bayar sbg amal. Yg naik darah adalah org2 yg spt gue inilah. Karyawan yg hidup dr gaji bulanan... yg cita2 punya barang bagus... begitu tahu barang yg dibeli palsu... tentu mau maraaaaaah....
Runyamlah situasi. Akhirnya, 2 hari lalu keluar keputusan, K harus mengundurkan diri dari kantor. Kalau menolak, kantor akan membawa laporan2 ini ke polisi dan menggugat secara hukum tentang pencemaran nama baik. K dikasih waktu 2 hari untuk beres2 semua perlengkapan dia.

Gue sambil ngobrol di telpon, sambil termenung... nggak bisa mikir. Tp kok ya kaki gue jalan sendiri. Mungkin krn di dengkul ada otak? Hehehe. Tiba2 mobil gue sdh sampai di depan rumah tempat gue anter-jemput K. Gue parkir. Turun dari mobil. Ketok pintu pagar. Belum jg yg punya rumah keluar... gue sdh tahu kalau itu nggak mungkin rumah K. Di pintu ada lingkaran natal, trus di dalem kelihatan hiasan salib. Eduh. Nggak mungkin rumah haji ada hiasan begituan. Gue lgs sadar bahwa gue pun sdh jadi korban penipuan. Rumah K ternyata ada jauh di belakang rumah itu. Masuk ke dalam gang kecil. Rumah sempit tanpa halaman tanpa garasi. Jgn tanya ya di mana dia simpan Estillo-nya....

Gue sedih banget. Nggak tau sedihnya karena apa. Apa krn merasa tertipu? Atau kehilangan teman? Atau krn merasa di dunia ini nggak ada lagi yg bisa dipercaya? Yg jelas kemarin malam gue nyetir pulang sambil nangis.

Biar gimana, gue merasa kecolongan. Gue tuh merasa sbg temannya K nggak bisa mencegah dia untuk nggak berbohong. Kok gue nggak bisa mengingatkan dia spy nggak menipu orang? Gila deh... orang yg hapal semua ayat Al Quran. Yg selalu ngingetin gue buat sholat, bahkan pernah sengaja beli mukena spy bisa sholat waktu di mal... Kok bisa ya?

Bagaimana bisa seseorang mengorbankan karier dan nama baik yg sdh dia bangun selama ini hanya untuk uang?

Sampai rumah gue nggak bisa tidur. Malem2 gue sms K. Gue bilang bhw gue nggak perlu tahu siapa yg salah, siapa yg bener. Yg penting gue minta dia spy dia beresin semua urusannya sampai tuntas. Gue sempet ingetin dia jaga kesehatan. And that was it. Sampai skrg nggak ada balasan nggak ada berita. Ya sudah. Semoga Tuhan menjaga dia di mana pun dia berada.

Pagi tadi, sebelum ke kantor gue ingetin org rumah dan terutama anak gue. Spy kalau K ke rumah dan ngajak Aria pergi, jgn boleh. Lha iya, gue kan takut jg kalau ternyata K beneran psycho. Kalau anak gue trus disandera gimana?

"Ibu, memangnya tante K kenapa sih?"
"Tante K sakit, Sayang, jd Aria jgn main dulu ya sama tante K, nanti ketularan."

Monday, April 20, 2009

Lamaaaa....

Wah, lama juga ya nggak posting. Bahkan soal ulang tahun 26 maret lalu. Yg kuenya sengaja dibuat sendiri sm Eyang, krn Aria pengen ikut menghias kue "seperti waktu ibu kecil trus ulang tahun trus eyang buatin kuenya. Iya kan? Iya kan?" Belum sempat juga posting yg itu... hhh....

Kalau gitu posting soal Aria yg skrg senang memasak saja ya. Sdh bbrp kali dia selalu gembira kalau turun ke dapur. Biarpun lebih banyak ngrusuhinya timbang memasak betulan. Tp ya nggak pa pa lah... siapa tau beneran jadi chef. Ini foto2 weekend kemarin, waktu masak spaghetti. Lihat aja tuh, keju yg harusnya diparut malah dijilat!




Buat Pipit... terima kasih sudah 'mengingatkan' kalau aku punya blog (dan ada yg baca) :D

Tuesday, March 24, 2009

Koki Kecil


Kok ya tau2 anak gue sdh mau ikut2an masuk dapur? Skrg dia sdh bisa cuci beras, dan kemarin dia sdh bisa ngaduk2 agar2 favoritnya. Lucu deh. Time does flies. Dan kadang2 itu mencemaskan. Btw, kursi yg dia naikin itu bangku gue & Papap zaman TK dulu. Astaga... barang vintage yaaaa... hahahaha....

Wednesday, March 11, 2009

No Antibiotic

Minggu lalu Aria batuk. Spt biasa kalau dia sdh batuk gitu, pasti susah bernafas. Nyokap sdh sejak pagi sms suruh gue daftar dokter di Hermina. Kok ya tiba2 gue inget, nyaris tiap bulan gue ke Hermina, krn Aria sakit. Dan selalu setiap hbs ketemu dokter, nebus obat ratusan ribu. Duh, antibiotic keparat. Kok ya nyaris tiap bulan ya? Males deh. Akhirnya kemarin ini gue tahan nggak ke dokter. Soalnya kok kasian mikir anak gue disogok antibiotik lagi.

Gue pulang cepet. Aria batuk2nya udah ngeri banget. Tp kok gue lihat dia bisa handle. Biarpun dia nggak mau makan dan jadi lemes, tp dia nggak rewel. Jd gue bilang ke dia: "Ibu nggak bawa Aria ke dokter Nunung, krn ibu nggak mau Aria minum obat pahit. Oke?" Trus dia ngangguk2. Sip. Jadi cukup minum obat batuk cap ibu dan anak.

Malemnya badan Aria panas. Ya iyalah, pasti virusnya lagi becanda nih. Gue agak panik tapi tetap tenang dan nyari obat turun panas. Aria gue bangunin, minum obat, trus nggak bisa tidur lagi. jadilah gue bacain cerita. Sambil sekali lagi gue bilang kalau gue nggak akan bawa dia ke dokter. Gue bilang juga: "Krn kita nggak ke dokter, Aria mungkin nggak enak badan bbrp hari. Jadi nggak sekolah dulu. Nggak pa pa ya? Tapi kalau kita berdoa, pasti bisa lebih enak." Dia ngangguk2 lagi. Akhirnya berdua gue baca doa2 pendek, waktu Al Fatihah, Aria sdh hapal jd baca sendiri. Panas agak turun, dia tidur lagi sampai pagi. Alhamdulillah.

Sorenya gue lagi liputan di Senayan, nyokap telepon katanya Aria susah bernafas, hidungnya mampet pet. Krn nyokap panik, gue jd ikutan panik. Gue pinjem mobil kantor buat anter pulang. Tp ternyata, Aria bukan sesak nafas kok, cuma nafasnya agak berat. Kayaknya inhalasi bisa menolong. Jd gue bawa ke UGD RS Harum di deket rumah buat inhalasi pake oksigen. Untung gue dulu pernah minta surat jalan yg isinya resep obat inhalasi dr dokternya Aria. Dulu sih buat jaga2 kalau perlu2 inhalasi nggak harus ke Hermina. Ternyata bener, berguna. Habis inhalasi, lumayan lah, bisa bernafas lega. Aria terus2nya ngacungin jempol. Hehehe... kasian deh kamu, dik.

Wah, ngeliat anak sakit memang runyam rasanya. Godaan buat bawa ke dokter gede banget, krn dgn antibiotik pasti lgs ces pleng panas turun batuk berhenti 24 jam saja. Tapi gue tahan dulu. Google sebentar, baca2 soal virus flu, radang tenggorokan, dll. Bahwa virus bertahan 5 hari. Ok. Gue tunggu sampe hari kelima deh. Kalau masih serem, sudahlah... ke dokter saja.

Lima hari kerja minggu lalu gue udah kayak zombie, krn tiap malem hrs jadi ibu siaga yg kalau Aria batuk hrs segera diambilin minum spy reda. Ngantuknya minta ampun.Di kantor mau apa2 jg udah nggak mood. Apalagi nggak sempat olah raga jd badan jg rusuh rasanya. Lagi2 sempat tergoda mau bawa ke dokter, apalagi nyokap mulai rewel: "Kamu di kantor nggak lihat sih, anaknya kasihan tuh batuk2 sampai nungging2 di kasur!"

Aduh. Bismillah lagi. Baca doa lagi. Minum obat batuk ibu dan anak...

Alhamdulillah, Jumat pagi anak gue mulai ceria lagi. Jahilnya sudah mulai keluar, biarpun dia telpon: "Aku nggak bisa teriak ultrasonik." Hahahaha... ternyata tenggorokannya masih sakit jd blm bisa jerit2. Sore inhalasi lagi di UGD, malemnya dia mulai tidur dgn enak, batuk nggak terlalu sering. Ibu jg jadi lebih nyenyak.

Sabtu pagi Aria tambah ceria. Udah bisa rewel lagi gangguin ibu, berarti mulai enak tuh badannya. Makan mulai banyak. Jd perutnya nggak kempes lagi. Asyik.

Minggu di rumah saja ngacak2 ruang makan, ruang tamu, kamar tidur. Berantakan semua. Tp batuk sdh berkurang banget. Makan pun sudah banyak.

Hari Senin Aria sdh bisa jalan2 ke tempat mamanya yg gunting pita kantor baru di Cempaka Putih. Di sana, makan french fries & brownies plus ice cream. "Kalau kena dingin, batuknya pasti berhenti." Yuk.

Alhamdulillah. Batuk yg kemarin itu bisa hilang tanpa antibiotik. Memang agak lama prosesnya, dan bikin deg2an terutama kalau suhu tubuhnya tinggi. Tp untung jenis flu-nya yg biasa saja, bukan yg aneh2. Alhamdulillah.

Tadi pagi Aria sdh sekolah lagi. Sudah bisa ketawa2 keras biarpun masih blm 100% sembuh. Patokannya? "Ibu, aku belum bisa ten ten ultrasonik." Maksudnya, dia belum bisa jerit2 ngikutin bunyi klakson mobil, yg biasanya dia pake buat bikin jengkel eyang di rumah. Hehehehe....

Friday, March 06, 2009

No Java Jazz This Year

Nampaknya kami tak kan hadir, Aria sakit. Hiks.

Tuesday, February 24, 2009

Hutan Plastik

Bbrp saat lalu gue pernah posting tentang Lollipop Senayan City di sini. Dan ternyata dibaca oleh Pak Stevan *wave* yg lalu ngomong ke owner-nya. Si ibu owner trus ngasih 1 voucher buat Aria main2 di Lollipop's. Thanks banget. He indeed had a great 4 hours there! Lumayan sih, ibunya jadi bisa punya me time di pojokan hutan plastik sambil baca majalah sementara si Papap masuk ke gym di sebelahnya. Weekend yg sangat efisien.

Friday, February 06, 2009

Dolar

Habis bayar asuransi jiwa untuk Aria. Klenger deh. Asuransi itu dlm dolar. Dan hari ketika membayar... 1 dolar = Rp. 11.700. Sedap.

Ini asuransi sdh cukup lama... gue beli sblm ada Aria. Waktu itu dolar masih Rp. 5000 kalau ga salah. Edan banget ya. Sebenernya gue sdh mencoba tertib. Biarpun bayarnya tahunan, tp tiap bulan gue sengaja nabung (dlm dolar), maksudnya biar pas jatuh tempo ga pingsan gitu. Tp tetep aja kemarin ini nyaris pingsan. Tabungan gue lumayan sih, setengahnya. Tp krn rupiah lg jatuh banget... nombokinnya tetep nendang ye! Udah gitu setelah tabungan dolar dikuras, krn saldonya tinggal dikit banget... jd kena pajak yg nggak2. Ah... gue tutup aja deh. Sebel. Kayaknya kalau thn depan rupiah masih payah, gue hrs mikir ulang buat nerusin asuransi ini... atau mau tuker ke rupiah... atau apalah. Sesak napas deh.

Untungnya kok anak gue itu banyak rejeki. Jd biarpun sempat mau pingsan, siang harinya sdh ceria kembali krn isi rekening nambah. Alhamdulillah.

Friday, January 30, 2009

Cut Out Memories

What did you do last weekend? I was cutting out memories.

Dalam arti sebenarnya... adalah krn gue weekend kemarin membuang semua foto pernikahan masa silam. Duh. Pekerjaan nggak penting tp perlu, ya ini.

Gara2 mau pindahan, mulai deh bongkar ini bongkar itu. Krn tentu nggak mau nanti pas pindahan bawa2 sampah. Dan ternyata oh ternyata, ada satu peti ukurang sedang yg isinya album2 foto pernikahan gue! Edun. Gue pikir sdh dibuang sama nyokap. Ternyata msh disimpen, biarpun nyimpennnya kayak ngubur harta karun, ditaruh peti, petinya ditumpukin peti lagi, di atasnya dikasih kasur buat tiduran back stage crew. Hahahaha... Kasihan. She definitely didn't have a heart to throw them away.

Masak iya foto2 begitu mau gue simpen. Tak sudi. Akhirnya sabtu dan minggu gue bongkar semuanya. Iya... semua... means.... 12 album gajah. Huehehehehehe.... Agak melelahkan krn gue kan nggak mungkin gue tumpukin gitu doang di tempat sampah dong? Kayaknya agak gimanaaaaaa gitu. Jadi mau ga mau gue buka satu2 itu album. Per halaman. Yup... plastiknya hrs dibuka... fotonya dipereteli... trus foto2 itu digunting kecil2... baru dibuang. Melelahkan. Lebih kasihan membayangkan fotografernya yg dulu menyusun foto2 itu krn dia kasih jg hiasan2 di pinggirnya pake benang2. Duh. Maaf ye. Trus jg ada album eksklusif yg ternyata susah sekali dibongkar krn hrs buka bautnya segala. Ya iya sih... mana ada yg bikin album foto pernikahan buat dibongkar dan dibuang ya? Makanya dibuat sekokoh dan sekuat mungkin biar tahan lama.... hahahahaha....

Hari pertama, sampai di album ke-5 plus album eksklusif, tangan gue udah capek... rasanya lecet2. Hiks... alhasil hrs istirahat dulu dan baru diterusin besoknya lagi.

Yg seneng adalah Aria. Krn untuk pertama kali dalam hidup dia boleh merobek foto2. Hahahaha... dia jg sibuk tanya2, kenapa nggak ada foto dia satu pun di 12 album itu. Hmmmm..... "Ini kok boneka Tweety ada, tp aku nggak ada?" salah satu pertanyaan si ganteng itu. Habis kamu sih, ditungguin nggak dateng2 :D Trus yg paling mengharukan adalah komentar waktu lihat foto before & after make up, "Ibu cantik banget deh, tapi rambutnya kayak Dora!" Huaduuuuuuuuuh....

Tukang sampah juga nampaknya bahagia dpt setumpuk plastik2 kotak. Lumayan kali ya buat dikiloin. Baru aja gue taruh, 10 menit kemudian plastik dan kertas2 alas album sdh hilang bablas angine. Waduh, gerak cepat bener nih pak pemulung.

Setelah semua selesai. Gue br ingat kalau di kotak wasiat gue di rumah eyangnya Aria, ada lagi 12 album lagi yg dulu dibuat khusus untuk pengantin. Duileh. PR banget nggak sih.

Thursday, January 22, 2009

Kejutan

Sekali lagi Tuhan menunjukkan ke gue selera humorNya yg sangat tinggi. Tiba2 gue harus mikirin sekolah baru untuk Aria, di BSD, pdh tadinya itu kan rencana 2010? Hmm....

Monday, January 19, 2009

Lambat

Baru sadar kalau gue ternyata sangat marah. Tumben.

Wednesday, January 14, 2009

Kesayangan Tuhan

Gue selalu percaya bahwa Tuhan itu maha segala2nya... termasuk Maha Lucu, krn pasti selera humornya pun Maha adanya.

Misalnya kemarin ini. Ada kejadian yg bikin gue pengen sekali ngomel, ngoceh, yg cenderung cursing sama seseorang, ternyata hp gue mati. MATI. Hp itu memang sdh agak jebol krn nggak sanggup menghadapi anak 4 thn yg selalu mau tahu pencet sana pencet sini. Gue awet2 krn pengen ganti yg agak mendingan, tp budget untuk itu br ada sekitar bln Maret (!!). Jd ya agak disayang2 deh. Eh... ternyata kemarin ini hp itu jd agak aktif krn gue lg semangat mau marah2. Habis menelpon ke seluruh dunia, sms ke berjuta umat. Setelah berhasil ngirim bbrp sms pedas, matilah hp itu. MATI. Sekian dan terima kasih.

Hasilnya? Gue liat ada bbrp sms yg masuk (dr nomor2 yg jg pengen gue omelin), ada bbrp nomor yg telp (ada jg dr nomor yg sgt pengen gue omelin), tp apa daya, gue ga bisa buka sms, ga bisa terima telponnya. MATI.

Jadinya... gue lewatkan hari kemarin cellphoneless... ada bagusnya jg krn batal ngomel kan? Gue akhirnya menyalurkan emosi jiwa dng cara selain mengomel dan memaki. Tuhan Maha Baik. Selalu menyelamatkan gue dr membuat dosa yg berikutnya :D

Tuesday, January 13, 2009

Get It?

What is the point of life, if risk is just a board game.
You roll the dice, but you are just hoping that the rule changes.

(many thanks for Amira who found this for me)

Monday, January 12, 2009

I Hate You

I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU. I HATE YOU (YOU KNOW WHO YOU ARE).

Friday, January 09, 2009

Wednesday, January 07, 2009

Dungu

And all of these years, did you think he wants to do that only for you? Think again. Think hard, you idiot!

Tuesday, January 06, 2009

Jakarta Hujan

Akhirnya Jakarta hujan lagi setelah berhari2 panas. Nggak pa pa juga sih krn minggu lalu kan Jakarta bersih nyaris tanpa polusi. Jd Aria bisa nyanyi 'langit biru awan putih' dgn benar krn ada contohnya. Hari ini... akhirnya langit mendung... trus hujan....

Hujan hari ini, yg gue cemaskan cuma satu... stuffed animal Aria nggak kering. Entah dr mana idenya, bbrp hari terakhir ini Aria hanya mau mandi asal salah satu bonekanya ikut mandi. Gantian aja, Mr.Bean, Sandal, Pingpan, Tweety, Pooh, dan siapalah itu namanya dicemplungin di ember atau disiram di bawah shower. Kemarin2 sih masih selamat krn bisa langsung kering dijemur. Kalau hujan begini? Duh.

Tuesday, December 30, 2008

2008

Seperti biasa... maunya bikin rekapitulasi akhir tahun... hahahaha.... seperti biasa juga, selalu ada yg tercapai, ada yg nggak tercapai, ada yg nggak terduga.... hahahahaha... life is full of surprises, indeed.

Yg jelas, 2008 ini cukup menyenangkan. Selain pekerjaan baru yg seru... jg krn banyak ketemu temen2 baru yg baik hati. Dan yg paling penting, pekerjaan ini bikin gue nggak perlu pusing2 mbayari rumah yg biarpun kecil tp kok ada aja keperluannya. Juga tentunya mendanai Aria.... yg semakin besar semakin banyak keperluannya.

Tahun 2008, Aria sdh 4 tahun. Seperti jg balita di mana pun di seluruh dunia, sering batuk & pilek... panas badannya, bikin panik. Tp tetep dia spt matahari buat gue, menjadi sumber kehidupan. Setiap rencana selalu ada tempat khusus buat dia. Bahkan pindah rumah pun harus pas dia masuk SD spy nggak ribet. Oke deh.... semoga lancar sesuai rencana, rumah itu akan mulai dibuat lebih nyaman huni awal tahun dan siap huni 2010. Arsiteknya tentu saja Aboday. Sambil harap2 cemas siapa tahu bisa bikin connecting door ke rumah sebelah, rumahnya Papap. Hahaha... Amin.

Tahun 2008, masih ada OmD di sekitar kami. Tp jgn tanya ya, apa rencana untuk 2009. Hehehehe... Sudahlah. Biarin aja. Kalau terus ya syukur... kalau nggak ya sedih... tp tetep syukur.... Alhamdulillah.... :D

Maunya, thn 2009 bisa dpt yg nggak berhasil diperoleh di 2008. Misalnya? Mobil (jadinya malah sepeda), LV (jadinya cukup Guess saja), liburan lebih sering (kemarin cuma sekali, sama Aria), dan nggak lupa... LANGSING. Biar bisa pake baju seksi dan makin menggoda OmD sering2 pulang. HAHAHAHAHAHAHAHA....

Happy New Year, everyone!

Wednesday, December 24, 2008

Holiday is Coming to Town

Besok libur, besoknya kantor tutup... sabtu libur, minggu juga, senin tanggal merah.... artinyaaaaaaaa... iyaaaaaa... a very very loooooong week end....

Semua org hari ini sdh muka liburan beneran. Nggak ada yg jelas kerjanya apa. Untung dari kemarin2 sdh digebah2 spy bisa selesai tepat waktu. Ternyata galak ada gunanya juga....

Jam 2, org2 yg natalan satu2 pada pamit. Ya deh. Memang boleh kok. Yg tersisa- yg bukan nasrani- mulai nggak tenang duduknya. Hahahaha... Jam 6 teng... semua langsung bangkit dan cap cus! Duileh.... tentu saja gue nggak mau ketinggalan dong....

Tapi... tadi waktu mau nutup komputer... telpon bunyi... anonymous call... krn dr OmD yg biarpun sdh mendarat di bumi pertiwi tetep keukeuh pake nomor asing. Ternyata OmD masih jauuuuuuuuh... dan agak ngotot pengen jemput. Iya deh iyaaaaa.... ditungguin... masak ada yg manis mau jemput ditolak? Hehehehe.... Jadilah buka komputer lagi di tengah2 kantor yg sdh sepi. Moga2 nggak ada adegan mrindingan.

Happy holiday, everyone. Selamat Natal jg buat yg merayakan.

Waaaaaaah... senang sekali membayangkan bakal main sama Aria terus2an tiap hari.